RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menghemat Waktu


Wanita itu berjalan mendekati pintu dan membukanya perlahan, tampak jelas wajah Xiao Ziya yang tengah menatap wanita itu dengan sorot mata yang tajam. Wanita itu menatap ke arah Xiao Ziya penuh dengan keyakinan sembari menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tak ikut campur dalam permasalahan yang terjadi akhir akhir ini.


"Siapa saja yang ada di dalam?." tanya Xiao Ziya dengan suara pelan agar tak terdengar oleh yang lain.


"Semua eksklusif tingkat satu ada di dalam, mereka mengetahui kedatangan anda sehingga bersembunyi di sini." ucap wanita itu tanpa ragu ragu, ia tau gadis yang ada di hadapannya tak akan membunuh tanpa sebab. Selama ia tak menyinggung perasaan Xiao Ziya maka hidupnya akan baik baik saja.


Xiao Ziya melihat wanita itu dari bawah hingga ke atas, gadis itu menganggukkan kepala dan meminta sang wanita untuk segera pergi dari sana sebelum Xiao Ziya berubah fikiran. Tak ingin menyianyiakan kesempatan yang di berikan oleh Xiao Ziya, wanita itupun pergi dengan cepat meninggalkan lantai tujuh belas.


Beberapa orang yang masih ada di dalam ruangan itu mulai merasa curiga karna wanita yang keluar mengambil makanannya tadi tak kunjung kembali, dengan memberanikan diri mereka mulai berjalan ke pintu masuk dan melihat siapa yang ada di depan sana.


"Selamat malam semua." sapa Xiao Ziya dengan ramah diiringi senyumnya yang menakutkan.


Beberapa orang terkejut melihat Xiao Ziya ada di hadapan mereka.


"Bagaimana kau tau kami ada di sini!!." triak seorang pria dengan histeris, triakan pria itu membuat beberapa orang yang ada di ruangan lain terkejut dan ingin melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.


Saat mereka ingin membuka pintu, pintu itu tak bisa di buka padahal sejak awal ruangan yang mereka tempati dikunci dari dalam.


"Sialan, siapa yang mengunci kita di sini." ucap beberapa orang pria yang mencoba untuk mendobrak pintu namun usaha mereka sia sia saja, segel sihir yang digunakan oleh Xiao Ziya sangatlah kuat.


"Mungkinkah gadis itu sudah datang?." ucap seorang wanita yang sedang duduk santai di kursi sambil menghisap sebatang rokok.


"Hah gadis itu sangat mengganggu, semua rencana kita berantakan karenanya." ucap salah seorang anggota pemerintahan yang ada dalam kelompok petinggi.


Xiao Ziya sudah membunuh semua orang yang ada di ruangan sebelumnya, gadis itu merasa cara ini memakan waktu yang sangat lama dan ia tak memiliki waktu sebanyak itu.


"Hah semua masalah ini membuatku kesal saja." ucap Xiao Ziya menghela nafas kesal atas semua permasalahan yang terjadi di dunia semesta tingkat rendah.


"Lebih baik ku bakar saja gedung ini untum mempersingkat waktu." ucap Xiao Ziya yang tak memiliki kesabaran lagi, ia akan membakar gedung ini dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya.


Xiao Ziya turun ke lantai tempat Xiao Yuna menjalankan tugas, gadis itu mengajak kakak sepupunya untuk keluar dari gedung pemerintahan. Tanpa banyak bertanya Xiao Yuna mengikuti semua perintah Xiao Ziya, kini mereka berdua sudah berada di luar gedung pemerintahan.


"Apa yang akan kau lakukan adik Ziya." ucap Xiao Yuna yang sedikit penasaran dengan rencana milik Ziya.


"Membakarnya." jawab Xiao Ziya dengan singkat, kata kata gadis itu berhasil membuat Xiao Yuna merasa terkejut. Bagaimana nasib orang orang yang dipaksa masuk kedalam bangunan tinggi itu? sebelumnya Xiao Ziya juga mengatakan ada beberapa orang yang masih bisa diselamatkan.


"Mengapa kita tak melakukan seperti tadi saja?." ucap Xiao Yuna yang lebih suka rencana Xiao Ziya di awal.


"Terlalu memakan banyak waktu, jiejie tenang saja mereka yang memiliki ketulusan pada saya akan selamat dalam insiden kebakaran ini." ucap Xiao Ziya, ia berusaha meyakinkan kakak sepupunya itu.


Xiao Yuna tak bisa melakukan apapun, gadis itu juga yakin adiknya tak akan membahayakan orang orang yang tak bersalah. Xiao Ziya mulai menyulut api berwarna putih pada kedua telapak tangannya kemudian melemparkan api itu ke arah gedung pemerintah.


Api yang awalnya sangat kecil kini sudah membesar dengan cepat dan merambat keseluruh ruangan, orang orang yang masih ada di dalam berusaha menyelamatkan diri. Ini pertama kali bagi mereka melihat kobaran api berwarna putih, inilah kekuatan dari seorang kultivator seperti Xiao Ziya.


"Argh ini sangat panas, mengapa gadis semuda itu memiliki sisi lain yang begitu menyeramkan." ucap seorang anggota pemerintah yang tak ingin mati konyol dalam keadaan terpanggang.


"Lihatlah kesetiaan mu pada gadis itu sia sia." ucap seorang pria yang tengah meledek rekan kerjanya.


"Saya tak merasakan panas seperti yang kalian rasakan." ucap wanita itu dengan santai karna ia tak merasakan apapun, semuanya sama seperti sebelumnya yang berbeda hanyalah kobaran api putih yang sedari tadi menghindar dari tubuhnya.


Keanehan semacam itu juga terjadi pada beberapa orang dan mereka meyakini bahwa nona Xiao Ziya masih mengampuni nyawa mereka dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Semua orang yang tak termakan oleh api putih milik Xiao Ziya mulai keluar dari gedung pemerintah dengan cara berlari karna sebagian teman mereka menghadang jalan keluar.


"Tak akan ku biarkan kalian pergi dengan selamat seperti ini." triak histeris seorang wanita yang merasa bahwa wajahnya sedang meleleh.


"Kita blokir semua pintu keluar dari gedung ini." ucap seorang pria yang mulai memprovokasi.


Xiao Ziya dan Xiao Yuna menunggu di luar gedung dengan santai, mereka berdua menghiraukan kerumuman orang yang berusaha untuk memadamkan api tersebut. Beberapa menit setelahnya ada tiga pemadam kebakaran yang datang, air yang mereka semprotkan menambah kobaran api dan membuat penduduk sekitar semakin panik.


"Api aneh ini tak bisa dipadamkan dengan air bisa." ucap salah seorang petugas pemadam kebakaran yang tengah merasa bingung, kasus seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan mungkin saja hal semacam ini tak seharusnya terjadi.


"Masih banyak orang yang terjebak di dalam, selamatkan siapapun yang masih bisa kalian selematkan." ucap ketua regu pemadam kebakaran yang ada dalam kelompok ketiga, jika mereka tak bisa memadamkan api maka mereka harus fokus pada penyelamatan korban.


Beberapa pemadam kebakaran ingin masuk kedalam gedung tersebut setelah menggunakan semua perlengkapan keamanan, sayang sekali Xiao Ziya sudah memasang sihir pembatas di sekitar wilayah gedung pemerintahan sehingga tak ada yang bisa bebas keluar masuk dari sana.


"Lapor, pintu bangunan ini tak bisa dibuka." ucap seorang pemadam kebakaran dengan tegas, ia bisa merasakan aura kuat yang tengah menutup seluruh akses masuk kedalam gedung pemerintahan.


"Mengapa hal semacam ini bisa terjadi." ucap para pemimpin kelompok pemadam kebakaran.


"Mereka sudah menyinggung orang besar?." ucap salah seorang anggota pemadam kebakaran yang sedang menebak nebak apa yang telah terjadi.


"Diantara kalian semua ada yang hal apa yang terjadi sebelum kebakaran ini?." tanya salah seorang anggota pemadam kebakaran.


Xiao Ziya dan Xiao Yuna saling berpandangan kemudian mereka tersenyum secara serempak, tak ada yang harus dijelaskan pada mereka semua. Biarkan ini menjadi pembelajaran bagi anggota pemerintah di masa depan agar tak mengulang kesalahan yang sama. Setelah suasana hening yang cukup lama karna tak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu, keluar tiga orang wanita dan empat orang pria dari dalam gedung dengan kondisi selamat tanpa luka bakar sedikitpun.


Para anggota pemadam kebakaran langsung menghampiri mereka bertujuh untuk ditanyai apa yang sebenarnya terjadi dan siapa orang yang membakar gedung pemerintahan.


"Katakan pada kami siapa pelakunya." ucap salah seorang anggota pemadam kebakaran dengan nada bicara yang sangat ramah.


"Maaf saya tak bisa mengatakan apapun mengenai hal ini." ucap salah seorang wanita yang bisa keluar dengan selamat, ia tak mungkin mengatakan semuanya di hadapan banyak orang karna itu bisa menyinggung perasaan Xiao Ziya.


"Lalu bagaimana kalian bisa keluar dengan selamat? dimana rekan kerja kalian yang lain?." tanya salah seorang anggota pemadam kebakaran yang penasaran bagaimana cara ketujuh orang itu keluar dengan selamat tanpa ada luka sedikitpun.


"Karna kepercayaan dan kesetiaan kami." jawab seorang pria yang baru saja keluar dari gedung itu, sang pria menjawab dengan tegas ia juga mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi hari ini adalah pembelajaran untuk seluruh anggota pemerintahan agar lebih menghargai orang lain.


Xiao Ziya tersenyum tipis mendengar perkataan dari pria tersebut, kini ia dan Xiao Yuna bisa kembali ke rumah dengan tenang. Sebelum pergi Xiao Ziya menyempatkan diri untuk menjabat tangan orang orang yang berhasil keluar dari gedung tersebut dengan selamat.


"Selamat kalian sudah terpilih." ucap Xiao Ziya seperti suara bisikan kemudian pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan Xiao Yuna. Beberapa petugas pemadam kebakaran menatap aneh ke arah Xiao Ziya, gadis itu hanya datang untuk menjabat tangan para korban yang selamat dengan senyuman senang, mungkinkah dia pelakunya?.


"Kalian mengenal gadis itu?." tanya ketua kelompok pertama, dari tingkah gadis tadi sudah sangat mencurigakan.


"Dia nona Ziya yang akan menjadi pemimpin baru, dialah gadis yang menyelamatkan kami semua tempo lalu dari serangan orang orang aneh." ucap salah seorang penduduk yang tak akan pernah melupakan kebaikan dari Xiao Ziya.


Beberapa ketua kelompok pemadam kebakaran meminta anggotanya kembali saja ke tempat mereka bekerja karna api aneh itu tak akan padam sebelum sang api ingin padam dengan sendirinya.


"Mereka telah mengusik gadis itu." ucap beberapa anggota pemadam kebakaran yang akhirnya mengerti mengapa hal aneh seperti ini bisa terjadi.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan Xiao Yuna sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka yang ada di pinggir kota, Xiao Ziya berhenti sebentar di depan toko yang masih buka.


"Saya ingin membeli sesuatu, Yuna jiejie bisa kembali terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang menyarankan kakak sepupunya itu untuk pulang ke rumah.


"Baiklah saya akan kembali terlebih dahulu." ucap Xiao Yuna yang sudah merasa lelah dengan semua hal yang ia alami hari ini, pengalaman hebat bersama Xiao Ziya tak akan pernah gadis itu lupakan.


Akhirnya Xiao Yuna pergi meninggalkan Xiao Ziya yang masih berdiri di depan toko. Xiao Yuna berjalan ke belakang toko itu dengan suasana sepi dan gelap, saat sampai di belakang toko tersebut Xiao Ziya melihat beberapa pria dengan tubuh kekar sedang memegangi seorang gadis muda.


"Kami akan bermain main denganmu terlebih dahulu gadis cantik." ucap beberapa pria itu.


Xiao Ziya merasa geli mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh para pria brengsek itu, Ziya juga merasa familiar dengan gadis yang tengah berteriak minta tolong tersebut.


"Hah siapa sangka malam malam seperti ini masih banyak sampah yang belum dibersihkan." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan ekspresi datar, para pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ternyata ada gadis cantik lainnya yang ingin bergabung dalam pesta kecil kita." ucap seorang pria dengan rambut merahnya. Entah mengapa para pria bertubuh kekar itu memiliki penampilan yang aneh, mereka sengaja mewarnai rambut untuk terlihat lebih keren namun di mata Xiao Ziya terlihat seperti gula gula kapas.


"Lepaskan gadis itu." ucap Xiao Ziya dengan santai.


Para pria itu tertawa dengan keras mendengar permintaan dari Xiao Ziya, mereka tak habis fikir bahwa gadis mungil itu memiliki keberanian yang sangat tinggi. Dua orang diantara mereka menghampiri Xiao Ziya dan ingin menangkap gadis itu juga, dengan cepat Ziya menendang tubuh mereka berdua hingga terpental dan menabrak dinding toko. Kedua pria itu pingsan ditempat dalam kondisi darah yang keluar dari mulut, hidung, serta telinga.


"Sialan gadis itu sangat kuat." ucap tiga pria lainnya yang mulai panik, mereka tak menyangka di tempat kecil seperti ini ada gadis sekuat itu.


"Sebaiknya kita segera pergi." ucap yang lainnya.


Ketiga pria itu berusaha kabur untuk menyelamatkan nyawa mereka, anehnya saat ketiga pria itu berlari dengan kencang mereka masih berada di tempat semula tanpa bergeser sedikitpun.


"Kalian ingin pergi kemana?." ucap Xiao Ziya yang ini ada di hadapan ketiga pria itu.


"Ampuni kesalahan kami nona, lagipula gadis itu baik baik saja tanpa luka sedikitpun." ucap salah satu dari mereka.


"Kalian bercanda?." jawab Xiao Ziya yang langsung melayangkan beberapa tinju pada ketiga pria itu hingga mereka pingsan dengan kondisi badan babak belur, beberapa bagian yang mengalami patah tulang.


Gadis yang sedang diselamatkan oleh Xiao Ziya hanya diam di tempatnya menunggu Xiao Ziya selesai menghajar para pria tak tau diri itu. Tadinya sang gadis sedang berbelanja di toko, lalu sang kasir toko meminta tolong padanya untuk membuang sampah ke belakang toko tersebut. Tiba tiba muncul lima pria salah satu dari kelima pria itu adalah kasir toko yang meminta bantuannya, untunglah ada orang yang datang untuk menyelamatkan dirinya jika tidak ia sudah bernasib malang.


Xiao Ziya sudah selesai membereskan para pria tak berguna itu, ia menghampiri sang gadis itu melihat keadaanya.


"Kau baik baik saja?." tanya Xiao Ziya dengan nada santai seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya.


"Aku baik baik saja terimakasih telah datang untuk menyelamatkanku." ucap gadis itu dengan senyuman lebar di bibirnya.


"Lain kali kau harus berhati hati, kakak laki laki mu akan merasa sangat bersalah jika hal buruk terjadi padamu." ucap Xiao Ziya yang baru ingat siapa gadis yang ia selamatkan itu, gadis itu adalah Linza Yu adik dari Anzo Yu.


"Anda mengenal kakak saya?." ucap Linza Yu, ia berusaha mengingat ingat siapa gadis yang sudah menolongnya itu, akhirnya ia ingat sesuatu.


"Tentu saya mengenal Tuan Anzo Yu." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba menghilang entah kemana, Linza Yu hanya menggelengkan kepalanya saja ia tau orang seperti Xiao Ziya sangatlah sibuk dan tak memiliki banyak waktu untuk bercengkrama dengan orang asing.


"Lebih baik aku pulang sebelum mereka sadar." ucap Linza Yu, ia langsung bergegas pergi dari sana setelah sampai di rumah ia akan menceritakan kejadian ini pada kakak dan kedua orang tuanya.


Xiao Ziya saat ini tengah duduk di atas balkon rumah orang yang tak ia kenal, gadis itu sedang melihat ke arah kota dan memastikan semua baik baik saja. Xiao Ziya tersenyum dengan ekspresi yang datar, meskipun di sini terasa sangat menyenangkan namun ada yang kurang jika ayah dan anggota keluarganya yang lain tak ikut bersamanya.


"Setelah ini saya harus pergi lagi." ucap Xiao Ziya, ia loncat dari balkon itu kemudian mengepakkan kedua sayap miliknya.


Kini malam terasa sangat sunyi dan waktu akan terus berjalan apapun yang terjadi karna waktu tak akan menunggu seseorang untuk siap menghadapi esok hari. Pagipun telah tiba semua teman teman Xiao Ziya sudah bangun dan bersiap untuk berkeliling ke sekitar rumah mereka, sebelum mereka pergi ada seseorang yang mengetuk pintu depan mungkin ada tamu yang datang.


"Adik Yuna tolong bukakan pintu." ucap Xiao Feng yang masih sibuk memakan beberapa buah buahan dari dalam kulkas.


Xiao Yuna melihat ke arah Xiao Feng sebentar dengan tatapan malas kemudian berjalan untuk membukakan pintu, terlihat seorang pria yang sedang berdiri di depan rumah mereka.


"Ada yang bisa saya bantu?." tanya Xiao Yuna dengan wajah kebingungan, ia tak tau siapa pria yang ada di hadapannya itu dan untuk apa pria tersebut datang ke rumah yang disewa oleh adiknya.


"Saya diutus oleh nona Xiao Ziya untuk menjadi pemandu kalian untuk dua bulan kedepan, saya juga mendapat tugas untuk mengajarkan berbagai hal baru yang ada di dunia semesta tingkat rendah ini. Perkenalkan nama saya Anzu Zee." ucap Anzu Zee yang sedang menjelaskan untuk apa ia datang ke rumah miliki Xiao Ziya.


"Baiklah silahkan masuk Tuan Anzu." ucap Xiao Yuna yang mempersilahkan pria itu untuk masuk kedalam.


Anzu Zee duduk di sofa yang disediakan di ruang tamu ia harus berprilaku sopan di tempat ini karna Xiao Ziyalah yang berkuasa, lagipula ia juga sudah berjanji untuk setia pada gadis itu dan tak mengulangi kesalahan yang sama.


Xiao Yuna pergi ke dapur untuk memberitahukan pada yang lain, mendengar perkataan dari Xiao Yuna membuat Hanz, Kenzo, dan Zero sedikit terkejut. Mereka bertiga harus bertemu lagi dengan salah satu pemimpin generasi sebelumnya, satu hal yang mereka takutkan pria itu akan berhianat lagi pada nona mereka.


"Kalian tunggulah di sini biar saya dan kedua saudara saya yang menemuinya." ucap Hanz dengan tenang, ia tak mungkin menunjukkan raut kekhawatiran di hadapan teman teman Xiao Ziya yang belum mengerti apapun tentang dunia semesta tingkat rendah ini.


"Baiklah kami akan mempercayakannya pada kalian." ucap Xiao Feng yang tak mempermasalahkan hal itu, lagipula ia dan yang lain masih menikmati sarapan.


Akhirnya Hanz, Kenzo, dan Zero pergi ke ruang tamu untuk bertemu dengan Anzu Zee. Hanz menatap pria itu dengan tatapan tak suka, lagipula mengapa nonanya membiarkan pria seperti itu tetap hidup.


"Maaf atas kesalahan saya pada kalian." ucap Anzu Zee yang merasa bersalah karna menyakiti ketiga pemuda itu.


"Mengapa kau datang kesini Tuan Anzu Zee?." tanya Hanz dengan nada ketus, ia belum bisa mempercayai pria itu lagi. Apa yang telah dilakukan oleh Anzu Zee membuat ketiga mafia bersaudara meragukannya.


"Saya datang sesuai perintah dari nona Ziya." ucap Anzu Zee dengan wajah tenang dan santai karna ia datang bukan untuk mencari masalah dengan mereka.


Hanz, Kenzo, dan Zero saling bertatapan satu sama lain sepertinya mereka bertiga memiliki pemikiran yang sama. Mereka akan terus mengawasi gerak gerik Anzu Zee agar hal seperti sebelumnya tak akan pernah terulang lagi.


"Ingatlah untuk berprilaku baik pada mereka semua." ucap Hanz dengan tatapan tajam.


"Jika kau mengulang kesalahanmu lagi tak ada kesempatan kedua untuk nyawamu." ucap Kenzo penuh dengan penekanan.


Akhirnya ketiga mafia bersaudara itu pergi meninggalkan Anzu Zee sendirian, mereka memberitahukan pada teman teman Xiao Ziya untuk menanyakan apapun yang ingin mereka ketahui tentang dunia semesta tingkat rendah pada pria itu, dan jika ada hal hal yang ingin mereka pelajari maka mereka bisa meminta pria itu untuk mengajarkannya.


"Dia bukan orang jahat?." tanya Xiao Winling, ia sedikit meragukan Anzu Zee karna ada aura suram pada pria itu.


"Entahlah, tapi nyawanya sempat ada di genggaman nona Ziya." ucap Hanz yang langsung dipahami oleh teman teman Xiao Ziya.


Saat yang lain sedang sibuk dengan kedatangan Anzu Zee kerumah itu, Xiao Ziya masih tidur dengan nyenyak di atas kasur yang empuk tanpa merasa terganggu dengan keributan yang terjadi di lantai satu. Anzu Zee melihat ke arah dua puluh orang yang kini ada di hadapannya, teman teman dari Xiao Ziya memiliki aura yang kuat meski tak sekuat gadis itu.


"Perkenalkan nama saya Anzu Zee, salam kenal semuanya." ucap Anzu Zee yang sedang memperkenalkan diri pada teman teman Xiao Ziya.


"Salam kenal paman Anzu Zee, mohon bantuannya selama kami ada di sini." ucap kedua puluh orang teman Xiao Ziya secara serempak.


Setelah pengenalan yang cukup panjang ada beberapa teman Xiao Ziya yang meminta pada Anzu Zee untuk mengajak mereka berkeliling ke tempat sekitar. Anzu Zee dengan senang hati menuruti permintaan mereka semua, kali ini ia tak akan mengecewakan nona mudanya lagi.


"Kemana kita akan pergi?." tanya Xiao Bin penuh dengan semangat.


"Kalian punya uang?." ucap Anzu Zee yang merasa ragu jika dua puluh orang yang ada di hadapannya itu punya uang yang beredar di dunia semesta tingkat rendah.


"Kami tak memiliki uang dari dunia semesta ini." ucap Xiao Yuna dengan wajah sedihnya, ia ingin berbelanja seperti orang orang lain yang sempat ia lihat tadi malam. Jika Xiao Yuna meminta adik sepupunya untuk membelikan sesuatu pasti akan dituruti namun Xiao Yuna merasa tak enak hati bila harus meminta pada Xiao Ziya.


"Kalian punya sesuatu untuk dijual?." tanya Anzu Zee lagi, kali ini ia berharap orang orang yang dibawa oleh Xiao Ziya dari dunia bawah memiliki sesuatu untuk ditukar dengan uang, karna di dunia Semesta Tingkat Rendah uang adalah segalanya.


Hai hai semua author up lagi maaf baru bisa up sekarang karna baru ada kuota, makasih orang baik yg udah ikhlas ngasih kuota ke aku berkah selalu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima share juga ya. Nanti kalau sempet pas malem aku up lagi.