
Di tempat lain saat ini Min Xome dan Min Wungi baru saja tiba di hutan perbatasan antara Kerajaan Bulan dengan Klan Yie, di sana mereka berdua melihat Zu Junyang sedang melawan Yie Gu sedangkan Zu Genzi sedang melawan Yie Weinje. Tenaga Yie Weinje terkuras sangat banyak ketika ia harus melawan pedang milik Zu Genzi yang tiba tiba bisa menyerangnya sendiri, saat ini pedang tersebut sudah kembali normal dan Zu Genzi sudah bisa berdiri untuk melanjutkan pertarungan mereka. Min Xome akan membantu Zu Junyang dan Min Wungi akan membantu Zu Genzi, kedua tuan muda itu segera melesat dan membantu teman mereka. Kedatangan Min Xome dan Min Wungi mengejutkan Yie Gu dan Yie Weinje, keduanya sudah cukup lelah dengan pertarungan itu namun pihak musuh mendapatkan bantuan.
"Mari kita serang bersama sama." ucap Min Xome, pemuda itu membentuk dua pedang menggunakan dua elemen sihir yang berbeda. Satu pedang dengan elemen api dan satunya dengan elemen es.
Min Xome dan Zu Junyang saling membagi tugas, Min Xome menyerang dari bagian depan sedangkan Zu Junyang menyerang dari belakang. Serangan pedang ganda Min Xome jauh lebih kuat dari pertahanan Yie Gu hingga pria itu mendapatkan luka yang cukup parah di tambah punggung bagian belakangnya mendapatkan beberapa tebasan pedang. Yie Gu berfikir cukup keras untuk menemukan cara memisahkan kedua pemuda itu.
"Kalian terlihat seperti pengecut karna melawan orang tua seperti ku. Pertarungan ini sangat tidak adil karna di pihak kalian ada dua orang sedangkan aku hanya seorang diri." ucap Yie Gu, pria tua itu sedang berusaha mengecoh Min Xome dan Zu Junyang menggunakan kata katanya.
"Bukankah sedari awal pertarungan ini adalah keinginan Anda? kami tidak peduli ini adil ataukah tidak. Selama Anda masih berusaha untuk menyakiti Nona Muda Xiao Ziya maka Anda harus siap melawan semua orang yang menyayanginya!." ucap Zu Junyang dengan suara yang cukup kencang, ia tak akan menggubris ataupun mendengar semua kata kata omong kosong yang keluar dari mulut Yie Gu.
"Ini kesalahan Anda sendiri karna berani menghadang orang orang dari Kerajaan Bulan saat berasa di wilayah perbatasan, jadi nikmati saja kekalahan ini." sambung Min Xome dengan senyuman lebar. Kobaran api yang ada di pedangnya semakin membesar, ia terus melakukan serangan yang cepat hingga Yie Gu kewalahan.
Yie Gu telah kehilangan banyak darah, energi qi miliknya juga mulai menipis dan parahnya ia gagal memisahkan Min Xome dan Zu Junyang. Saat ini Yie Gu memikirkan sebuah cara untuk melarikan diri, setidaknya ia tak boleh mati sia sia di tempat itu.
"Aku akan datang kembali untuk membalas dendam." ucap Yie Gu dengan tatapan penuh kebencian. Pria tua itu membaca sebuah mantra dan tiba tiba tubuhnya menghilang dari hadapan Min Xome dan Zu Junyang, kedua pemuda itu tampak kebingungan mencari keberadaan Yie Gu.
Sebagai salah satu pengikut Penguasa Agung, Yie Gu diajarkan beberapa mantra yang dapat ia gunakan saat situasi genting seperti sekarang ini. Yie Gu melakukan teleportasi secara kilat hingga dalam waktu beberapa detik saja ia sudah muncul kembali di kamarnya yang berada di Kastil Klan Yie akan tetapi tubuh Yie Gu langsung ambruk karna ia kehabisan seluruh energi qi miliknya. Ada beberapa alasan mengapa mantra yang diajarkan oleh Penguasa Agung tak pernah ia gunakan meski dalam situs mendesak, Yie Gu akan kehilangan beberapa tahun masa hidupnya setelah membaca mantra itu.
Di sisi lain Min Wungi dan Zu Genzi berhasil menangkap Yie Weinje, sejak kedatangan Min Wungi pertarungan mereka menjadi lebih sengit lagi. Yie Weinje memiliki sebuah jurus yang dapat melakukan serangan memutar yang dapat melumpuhkan musuh dalam jumlah banyak, sangat disayangkan kali ini musuhnya adalah Min Wungi yang sangat ahli membuat formasi sihir dan sihir pelindung sehingga serangannya tak dapat menyentuh Min Wungi dan Zu Genzi.
Perlahan lahan pertarungan mula dikuasai oleh kedua pemuda itu, saat melihat sebuah celah Zu Genzi langsung menusuk perut Yie Weinje tanpa berfikir panjang karna wanita itu salah satu musuh dari nona mudanya. Saat pedang milik Zu Genzi ditarik keluar dalam sekejap luka yang ada di perut Yie Munha menutup dan kembali dalam kondisi semula, Zu Genzi merasa kesal kemudian menusuk Yie Weinje berkali kaki dan hasilnya tetap sama.
Setelah belasan kali menggunakan sihir penyembuh akhirnya energi qi dan mana sihir milik Yie Weinje habis kemudian wanita itu tak sadarkan diri. Min Wungi dan Zu Genzi membopong tubuh Yie Weinje, nantinya wanita itu akan dimasukkan ke dalam penjara.
"Kalian menyelesaikannya dengan cepat, dimana Yie Gu sekarang?." tanya Min Wungi sembari melihat ke sekitar area pertarungan namun ia tak menemukan jasad ataupun tubuh Yie Gu.
"Kakek tua itu berhasil kabur, tiba tiba saja dia menghilang dari hadapan kami. Kemungkinan besar ia menggunakan mantra teleportasi karna tak ingin tertangkap dan dihukum." ucap Min Xome dengan tatapan kesal, seharusnya ia langsung membunuh Yie Gu saja agar tak menjadi rumit seperti ini.
"Mungkin kematian Yie Gu memang ditakdirkan untuk Yie Munha. Gadis itu berlatih keras dari pagi hingga malam hanya untuk menjadi kuat dan bisa membunuh kakeknya." ucap Zu Genzi yang masih mengingat keinginan besar dari Yie Munha untuk membunuh sang kakek yang telah mengorbankan dirinya.
"Mungkin saja, kalau begitu mari kita kembali ke Istana." jawab Min Xome.
Keempat pemuda itu berjalan menuju gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, mereka membawa Yie Weinje yang sedang pingsan dengan menaruhnya di bahu Min Wungi. Saat ingin masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan, para prajurit penjaga perbatasan dengan segera membukakan jalan untuk mereka.
Di sisi lain saat ini Yie Munha datang kembali ke ruang kesehatan bersama dengan Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi selain itu Dewa Hiloz juga ikut bersama dengannya. Ratu Min Xunzi menatap ke arah Zu Aoai dengan tatapan bingung, mengapa wajah wanita itu terasa sangat familiar baginya, apakah mereka pernah bertemu sebelumnya, tapi dimana?.
"Saya sudah membawakan beberapa orang sesuai dengan kriteria yang Nyonya minta, saya permisi karna kehadiran saya di sini tak akan membantu apapun." ucap Yie Munha dengan membungkukkan badannya kemudian ia keluar dari ruang kesehatan, gadis itu tau batasan kekuatan yang ia miliki jika ia tetap berada di ruangan itu pasti akan merepotkan orang lain.
"Segeralah bangun Nona Muda Xiao Ziya, saya dan yang lain sangat merindukan Anda." gumang Yie Munha pelan, gadis itu berjalan menuju dapur untuk melihat apakah ada yang bisa ia bantu. Saat ini banyak tamu yang tinggal di Istana Kerajaan Bulan dan perlu menyiapkan banyak makanan untuk makan malam nanti.
Tubuh Xiao Ziya terus menerus mengeluarkan aura dingin, Zu Aoai merasakan aura dingin yang dikeluarkan semakin meningkat di setiap waktunya. Kini sebagai Istana Kerajaan Bulan ikut membeku karna aura milik Xiao Ziya, untunglah Ratu Min Xunzi sudah memasang beberapa dinding pembatas agat aura dingin itu tak menyebar terlalu jauh.
"Jadi apa yang bisa kami batu?." tanya Ratu Min Xunzi yang siap untuk melakukan apapun demi kesembuhan keponakan kesayangannya itu.
"Saya telah memeriksa kondisi Nona Muda Xiao Ziya, beberapa energi yang cukup kuat masih belum mau menghentikan pertarungan mereka di dalam tubuh Nona Ziya. Kalian tak perlu khawatir karna saya dapat memastikan saat ini dantian Nona Ziya baik baik saja karna saya merasakan energi yang kuat sedang melapisi bagian dantian Nona Ziya. Jadi yang perlu kita lakukan sekarang adalah berusaha untuk menarik sebagai energi dari tubuh Nona Muda Xiao Ziya agar jiwanya bisa kembali menyatu secara sempurna ke dalam tubuh." ucap Zu Aoai yang sedang menjelaskan kondisi Xiao Ziya saat ini.
Ratu Min Xunzi bisa sedikit bernafas lega saat mengetahui bahwa dantian keponakan baik baik saja, saat seorang kultivator dalam kondisi kritis maka besar kemungkinan dantiannya akan hancur dan seluruh kekuatannya akan menghilang. Entah energi apa yang sedang melindungi dantian keponakannya itu, Ratu Min Xunzi sangat berterimakasih padanya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?." tanya Dewa Hiloz dengan tatapan khawatir, keseimbangan Alam Dewa Dewi juga bergantung pada kondisi Nona Xiao Ziya.
"Saya akan melakukannya dengan baik." ucap Dewa Hiloz dengan tegas.
"Saya dengar Nona Muda Xiao Ziya juga bagian dari pemimpin Alam Neraka, apakah diantara kalian ada yang bisa menahan energi dari beberapa jenis api yang dimiliki oleh Nona Xiao Ziya?." tanya Zu Aoai sembari menatap ke arah Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi secara bergantian.
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi tak yakin bahwa mereka bisa melakukan hal itu, namun ada satu orang yang bisa melakukannya. Ratu Min Xunzi meninta Zu Aoai untuk menunggu sebentar, setelah itu Ratu Min Xunzi menghilang dari hadapan semua orang.
"Kemana istri Anda pergi?." tanya Dewa Hiloz dengan tatapan bingung. Siapa lagi yang ingin dibawa oleh Ratu Min Xunzi?.
"Sepertinya dia akan menjemput Raja Artur." jawab Raja Min Lunxi dengan senyuman lebar, ia tau Alam Neraka dan Alam Dewa Dewi masih memiliki sedikit perselisihan namun mereka tak akan merasa keberatan jika demi Xiao Ziya.
Ratu Min Xunzi tiba tiba saja muncul di hadapan Raja Artur yang sedang membaca beberapa tumpukan kertas yang ada di hadapannya. Raja Artur terjengkang ke belakang karna ia sangat terkejut dengan kemunculan tiba tiba dari wanita itu. Saat Raja Artur sudah bangun dan ingin menanyakan maksud kedatangan Ratu Min Xunzi ke Alam Neraka, Ratu Min Xunzi langsung menarik tangannya dan kembali membaca mantra teleportasi. Kini Raja Artur dan Ratu Min Xunzi sedang melewati dimensi ruang dan waktu dengan kecepatan penuh, Raja Artur hanya bisa menatap kesal ke arah wanita itu.
"Kami sudah datang." ucap Ratu Min Xunzi yang sudah sampai di ruang kesehatan Istana Kerajaan Bulan.
Raja Artur ingin memarahi wanita itu karna membawanya tanpa meminta izin terlebih dahulu namun ia langsung mengurungkan niatan itu setelah melihat Xiao Ziya yang terbaring lemah di atas sebuah balok es. Raja Artur menatap ke arah tubuh Xiao Ziya dengan tatapan bingung, apa yang telah terjadi pada penerusnya itu dan mengapa ia baru mengetahuinya sekarang.
"Jangan terlalu banyak bertanya, Xiao Ziya sudah seperti ini sejak kemarin. Saya menjemput Anda secara mendadak karna membutuhkan bantuan Anda untuk proses pengobatan gadis itu." ucap Ratu Min Xunzi yang memberi sedikit penjelasan agar Raja Artur tak merasa kebingungan seperti itu.
"Setelah proses pengobatan selesai, jelaskan semua yang terjadi padanya." ucap Raja Artur dengan asap hitam yang mulai keluar dari tubuhnya, seperti ia sangat marah dan tak terima pada orang yang membuat Xiao Ziya seperti ini.
"Baiklah saya akan menceritakan semuanya nanti." jawab Ratu Min Xunzi dengan singkat.
"Baiklah tugas Yang Mulia Raja Artur adalah menahan beberapa jenis api yang Nona Ziya miliki, saya yakin semua api yang ada di dalam tubuh Nona Xiao Ziya adalah bentuk dari kekuatan yang ia dapatkan sebagai salah satu pemimpin dari Alam Neraka. Raja Artur perlu menahan api itu agar tak kembali dalam tubuh Nona Xiao Ziya hingga jiwa Nona bisa menyatu dalam tubuhnya lagi." jelas Zu Aoai pada Raja Artur dan langsung dijawab dengan sebuah anggukan.
"Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi silahkan buat pelindung di sekitar ruangan ini, saya akan memulai proses pengeluaran dua energi dari tubuh Nona Xiao Ziya." ucap Zu Aoai dengan tatapan serius, kali ini tugasnya sangatlah sulit namun ia yakin bisa melakukannya.
Zu Aoai memejamkan matanya sebentar, ia menarik nafas dan menghembusnya beberapa kali untuk menetralisir detak jantungnya yang sedang tak karuan saat ini. Setelah detak jantungnya kembali normal, Zu Aoai segera melakukan beberapa langkah pertama. Wanita itu mengambil beberapa jarum emas khusus dari dalam cincin dimensi miliknya, jarum emas itu mengeluarkan energi yin dan yang sangat besar hingga membuat Dewa Hiloz dan Raja Artur terkejut.
Zu Aoai mulai menancapkan satu jarum emas ke telapak tangan bagian kiri Xiao Ziya, proses pemasangan jarum emas sangatlah sulit karena beberapa energi yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya berusaha untuk melawan.
"Nona Xiao Ziya mohon kerja samanya!." teriak Zu Aoai menggunakan energi langit yang ia miliki.
Jiwa milik Xiao Ziya yang saat ini terjebak di dalam alam spiritual miliknya dapat mendengar dengan jelas suara dari wanita itu.
"Baik apa yang harus saya lakukan?." jawab Xiao Ziya dari salam alam spiritual miliknya, ia berharap wanita bernama Zu Aoai itu dapat mendengar suaranya.
"Nona silahkan untuk duduk bersila dengan tenang di tempat Anda sekarang, coba rasakan semua energi yang ada di dalam tubuh Anda. Saya yakin Anda pasti bisa sedikit mengendalikan mereka agar saya lebih mudah menusuk jarum emas ke tubuh Anda." jawab Zu Aoai atas pertanyaan Xiao Ziya. Sehebat apa wanita itu dalam hal media hingga sanggup mendengar suara jiwa seseorang yang terjebak di dalam alam spiritual?.
Tanpa berlama lama Xiao Ziya segera melakukan instruksi yang diberikan oleh Zu Aoai, gadis itu bersila di tengah tengah lautan spiritualnya kemudian berkonsentrasi penuh untuk merasakan semua energi yang saat ini sedang saling bertabrakan di dalam tubuhnya. Xiao Ziya berhasil mengendalikan energi dari bunga mawar api dan juga mawar es, dan Zu Aoai langsung menancapkan jarum emas itu pada telapak tangan kanan dan tangan kiri Xiao Ziya. Beberapa saat setelah Xiao Ziya berhasil mengendalikan sedikit energi suci dan energi membunuh yang ada di dalam tubuhnya, saat itu Zu Aoai menusuk bagian dagu Xiao Ziya dan bahu sebelah kiri gadis itu. Kini masih ada beberapa energi yang cukup sulit untuk dikendalikan, Xiao Ziya tak menyerah begitu saja dan ia terus mencobanya. Energi suci dan beberapa energi api dari Alam Neraka berhasil dikendalikan oleh Xiao Ziya, dengan segera Zu Aoai menancap jarum emasnya pada pipi sebelah kiri dan pipi sebelah kanan Xiao Ziya. Kini masih ada beberapa energi yang saling bertabrakan satu sama lain namun tak menghambat Zu Aoai untuk menancapkan sisa jarum emas yang ada di tangannya.
"Lepaskan kendali Anda pada beberapa energi itu, saya akan mencoba mengeluarkan dua energi kemudian Anda harus bisa mengeluarkan jiwa Anda dari tempat Anda sekarang ini." ucap Zu Aoai yang memberikan instruksi lain pada Xiao Ziya.
"Baik saya mengerti." jawab Xiao Ziya yang langsung melepaskan kendalinya pada beberapa energi yang berhasil ia kendalikan. Kini energi yang ada di tubuh Xiao Ziya kembali kacau seperti semula namun aura dingin yang keluar dari tubuhnya perlahan lahan mereda.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Maaf kemarin itu aku update tapi ga ke riview karna ada hambatan sama sistemnya. Jangan lupa follow buat yang belum, follow jiga ig author biar dapat informasi kalau ada apa apa semacam ini. Vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.