RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pembelajaran


Saat Xiao Ziya masuk kedalam ruangan itu di dalamnya hanya berupa ruangan kosong tanpa ada apapun. Gadis itu tersenyum sepertinya ia terlihat bahagia, entah apa yang ia lihat dari ruangan kosong tersebut.


"Baiklah ruangan ini kini milikku." ucap Xiao Ziya yang tersenyum miring kemudian mengeluarkan beberapa jenis pohon yang ada di dalam cincin semesranya. Sepertinya Xiao Ziya ingin merubah ruangan kosong menjadi ruangan yang indah dan layak untuk ia tempati.


Saat Xiao Ziya sedang sibuk mendekorasi ruangan itu dengan berbagai tanaman langka, pepohonan yang cukup rimbun, serta beberapa rumah tinggal yang bisa ia tempati tiba tiba muncul seorang pria yang entah datang dari mana, dari aura yang pria itu kekuarkan ia masih ada di bawah tingkatan Xiao Ziya.


"Apa yang kau lakukan di tempat tersuci yang ada di paviliun kultivator tingkat atas?." ucap pria paruh baya itu yang ternyata adalah panatua Klan Shen yang sudah lama tinggal di paviliun kultivator tingkat atas.


"Entahlah, saya mengikuti ujian dan sebuah pintu membawa saya kesini." jawab Xiao Ziya dengan singkat, gadis itu masih sibuk menata beberapa detail ruangan agar terlihat lebih indah lagi. Karna merasa gadis yang ada di hadapannya sangat angkuh dan hanya menjawabnya dengan singkat panatua Klan Shen merasa geram dan juga kesal.


"Lancang sekali kau pada saya!!." triak pria paruh baya itu pada Xiao Ziya. Merasa dirinya diteriaki oleh orang asing membuat Xiao Ziya menolehkan kepalanya sebentar kemudian kembali pada pekerjaanya yang belum usai. Kali ini Xiao Ziya masih bisa mengendalikan emosinya.


"Saya tidak peduli siapa anda, karna ruangan ini tadinya sangat kosong dan membosankan saya memutuskan untuk merubah konsepnya." jawab Xiao Ziya yang telah menyelesaikan apa yang ia kerjakan. Ruangan yang tadinya kosong tanpa ada tumbuhan ataupun barang kini menjadi lebih indah ketika dihiasi oleh pohon, bunga, dan tanaman tanaman lain serta beberapa bangunan yang bisa ditinggali.


"Apa yang kau lakukan pada ruangan suci ini!! kau telah menodainya dengan berbagai tumbuhan dan barang duniawi." ucap Shen Xunzo yang merasa bahwa gadis yang baru saja ia lihat telah mengotori kesucian dari ruangan itu. Namun Xiao Ziya tetaplah Xiao Ziya, ia tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh pria paruh baya itu.


"Aku akan mengusirmu keluar dari sini." ucap Shen Xunzo yang telah kehabisan kesabarannya. Berani beraninya seorang gadis yang tak berasal dari Klan Shen membuat ulah disana.


Xiao Ziya menggenggam tangannya dengan kuat kemudian meremasnya, kali ini ia tak ingin membuat masalah dengan Klan Shen namun ada saja orang orang bodoh yang memancing emosinya. Rambut Xiao Ziya berubah warna menjadi merah dengan api yang menyala disekitarnya, sorot mata gadis itu juga berubah menjadi tajam, auranya sebagai kultivator alam dewa tingkat menengah pertama keluar hal itu membuat Shen Xunzo tertekan karna panatua Klan Shen masih berada di alam dewa tingkat awal kesembilan. Perbedaan yang sangat jauh tentu saja membuat pria paruh baya itu tak bisa melakukan apapun.


Dua orang tua yang tadinya hanya melihat dari kejauhan mendekat karna merasakan ancaman yang begitu besar dari seorang kultivator tingkat tinggi yang bahkan tak boleh disinggung oleh seluruh anggota Klan Shen. Kedua orang tua itu adalah Shen Yunjung dan Shen Runji mereka adalah leluhur Klan Shen yang sudah lama tinggal di ruangan suci yang ada di paviliun kultivator tingkat atas.


"Hentikan nona muda, maaf atas kelancangan penerus kami." ucap kedua leluhur itu dengan badan yang sedikit gemetaran.


"Dia ingin mengusir saya." ucap Xiao Ziya yang mulai meluapkan amarahnya dengan kata kata.


"Maafkan kami, ini semua salah kami berdua yang tak mampu mendidiknya dengan baik." ucap Kedua leluhur Klan Shen yang berusaha untuk menenangkan Xiao Ziya.


"Hukum dia sekarang juga di hadapan saya." ucap Xiao Ziya yang ingin melihat Shen Xunzo yang merupakan panatua Klan Shen dihukum oleh kedua leluhurnya sendiri.


"Nona muda ingin kami menghukumnya seperti apa?." tanya Shen Runji yang ingin tau hukuman apa yang akan gadis itu layangkan pada Shen Xunzo.


"Kau harus mencabuti semua rumbut yang liar yang telah saya tanam di sini, namun sebelum itu panatua Klan Shen harus berputar putar sebanyak lima puluh kali." ucap Xiao Ziya yang memberikan hukuman sedikit ringan. Panatua Klan Shen menyetujui apa yang diinginkan oleh Xiao Ziya dari pada ia harus bertarung dengan gadis yang tingkat kualivitasinya jauh diatas dirinya.


Shen Xunzo berputar putar sebanyak dua puluh kali hingga pria tua itu merasa pusing setelah itu ia jongkok untuk mencabuti rumput liar yang ada di sana. Kedua leluhur Klan Shen hanya bisa menyaksikan seorang gadis muda yang sedang menghukum penerus mereka.


"Sebenarnya ini sangat memalukan, namun kita tak bisa berbuat apapun." ucap Shen Yunjung yang sedang melihat Shen Xunzo sedang menjalankan hukumannya.


Sedangkan ditempat lain dua gadis yang sempat bertemu dengan Xiao Ziya saat akan masuk ke paviliun kultivator tingkat atas mereka sedang mencari Shen Yuze, mereka ingin memberi tahukan bahwa gadis yang menjadi tamunya kini sedang berada di dalam paviliun kultivator tingkat atas. Setelah mencari kesana kesini akhirnya kedua gadis itu menemukan Shen Yuze yang sedang memprsiapkan jamuan makan siang sebagai ucapan trimakasihnya pada Xiao Ziya yang telah menolongnya beserta kakak sepupunya.


"Salam pada tuan muda Shen Yuze." ucap kedua gadis itu yang memberikan salam pada Shen Yuze.


"Salam senior, ada perlu apa hingga kalian datang mencariki?." tanya Shen Yuze yang merasa heran karna kedua seniornya yang biasanya berada di paviliun kultivator tingkat atas datang untuk mencari dirinya. Shen Yuze berharap bahwa tamu kehormatannya itu baik baik saja dan tak ada masalah dengan kedua gadis yang ada di hadapannya.


"Kami hanya ingin melaporkan bahwa saat ini tamu anda nona Xiao Ziya sedang berada di dalam paviliun kultivator tingkat atas." ucap kedua gadis itu secara bersamaan.


Shen Yuze terkejut mendengar apa yang kedua seniornya itu sampaikan, ia takut bahwa para murid Klan Shen yang ada di sana membuat masalah dengan Xiao Ziya selain itu bagaimana jika gadis yang berasal dari luar Klan Shen itu bersil masuk dalam ruangan suci maka para leluhur akan merasa marah.


"Jika saya boleh tau pintu warna apa yang muncul saat nona Xiao Ziya selesai menguji tingkat kualivitasinya di batu penguji?." tanya Shen Yuze yang sangat berharap bahwa tamunya itu tak mendapatkan masalah. Andai saja pemuda itu tau bahwa tamu terhormatnya itu sedang menghukum panatua Klan Shen yang telah lama menghilang maka ia tak akan cemas lagi.


"Pintu yang muncul berwarna emas, sepertinya tamu anda akan sampai ke ruangab teratas." ucap kedua gadis itu lagi secara bersamaan. Shen Yuze hanya bisa pasrah tak mungkin ia menyusul Xiao Ziya hingga bisa naik keruangan teratas paviliun kultivator tingkat atas.


"Baiklah kalian berdua boleh pergi, trimakasih karna telah memberitau saya." ucap Shen Yuze yang langsung pergi untuk menemui sang ayah ia ingin mendiskusikan hal ini dengan ayahnya.


Kedua gadis itupun pergi menuju asrama mereka masing masing. Saat ini Shen Yuze sudah berada di depan ruang kerja sang ayah, pemuda itu mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dari sang ayah oleh karna itu Shen Yuze mencari ayahnya di tempat lain. Saat mencari kesana kesini akhirnya Shen Yuze menemukan ayahnya yaitu pemimpin Klan Shen sedang berbincang bincang dengan ketua keempat Klan Shen.


"Salam hormat saya pada ayah dan juga paman Minho." ucap Shen Yuze yang memberikan salam pada ayah dan juga pamannya.


"Kami terima salammu." ucap pemimpin Klan Shen dan juga ketua keempat.


"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada ayah." ucap Shen Yuze yang membuat kedua pria paruh baya itu mengerti mengapa Shen Yuze datang dengan nafas yang terengah engah ternyata ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


"Apakah ketua keempat bisa tetap di sini dan mendengar semuanya ataukah harus pergi?." ucap pemimpin Klan Shen yang ingin memastikan apakah pembicaraanya dan putranya itu boleh di dengar oleh orang lain ataukah suatu hal yang rahasia.


"Paman Minho bisa tetap di sini ayah." jawab Shen Yuze yang tak mempermasalahkan kehadiran pamannya di sana.


"Baiklah cepat katakan hal apa yang ingin kau sampaikan." ucap Shen Linhu.


"Hari ini saya dan juga kakak sepupu Shen Winling diserang oleh beberapa orang dari Aliansi Hitam Wunzo, untung saja ada nona Xiao Ziya yang menyelamatkan kami berdua. Untuk membalas jasa nona Ziya saya berniat untuk membuat jamuan makan siang untuknya. Namun beberapa saat yang lalu dua senior saya yang biasanya ada di paviliun kultivator tingkat atas memberitahukan bahwa nona Xiao Ziya masuk kedalam paviliun kultivator tingkat atas. Yang menjadi permasalahan kedua senior itu mengatakan saat akan masuk kedalam paviliun kultivator tingkat tinggi pintu berwarna emaslah yang muncul itu artinya nona Xiao Ziya masuk kedalam ruangan suci yang dijaga oleh dua leluhur. Saya hanya takut kedua leluhur marah karna orang asing yang tak berasal dari Klan Shen bisa masuk keruangan suci dan menyakiti nona Xiao Ziya. Ayah dan paman harus membantunya karna dia telah menyelamatkan saya dan kakak sepupu." jelas Shen Yuze yang menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi.


Pemimpin Klan Shen dan juga ketua keempat merasa bingung bagaimana mereka bisa membantu Xiao Ziya untuk keluar dari ruangan suci jika kultivasi mereka saja belum cukup untuk masuk keruangan itu. Namun mereka harus berusaha untuk menyelamatkan Xiao Ziya karna gadis itulah yang menyelamatkan nyawa putra putra mereka.


Mereka berempat berjalan menuju paviliun kultivator tingkat atas, sesampainya di sana mereka melewati ujian batu penguji tingkatan kultivasi kemudian bersama sama ada di dalam ruang tunggu. Melihat kedatangan pemimpin Klan Shen dan ketua keempat membuat penjaga paviliun kultivator tingkat atas langsung datang untuk menyapa mereka berdua.


"Salam pada pemimpin klan dan juga ketua keempat." ucap Shen Linyu sambil membungkukkan badannya.


"Salam pada tuan Linyu." ucap pemimpin Klan Shen dan ketua keempat.


"Ada keperluan apa hingga kalian berdua datang kepaviliun ini?." tanya Shen Linyu karna pemimpin klan dan para ketua Klan Shen sangat jarang datang ke Paviliun Kultivator tingkat atas.


"Apakah tadi ada seorang gadis dari Klan Xiao yang masuk kedalam?." ucap Shen Linhu yang ingin memastikan apakah Xiao Ziya benar benar masuk kedalam Paviliun Kultivator tingkat atas.


"Iya benar seorang gadis bernama Xiao Ziya sudah masuk keruangan paling atas beberapa waktu yang lalu." ucap Shen Linyu, ia merasa bingung mengapa pemimpin Klan Shen mencari seorang gadis yang bukan berasal dari Klan Shen.


"Bagaimana ini, di ruangan paling atas ada dua leluhur Klan Shen." ucap Shen Yuze yang semakin cemas dengan kondisi Xiao Ziya saat ini.


Sedangkan gadis yang tengah dikhawatirkan oleh banyak orang sedang memakan buah buahan sembari menunggu panatua Klan Shen selesai mencabuti rumput. Kedua leluhur Klan Shen merasa tak tega dan ingin membicarakan hal ini secara baik baik pada Xiao Ziya, siapa tau gadis itu akan luluh dan mengurangi hukuman Shen Xunzo.


"Nona Ziya bukankah hukuman ini terlalu kejam untuk panatua Klan Shen?." ucap Shen Yunjung yang ingin membangunkan rasa kemanusiaan yang ada di dalam hati Xiao Ziya.


"Bisakah nona Ziya mengurangi hukuman untuk Shen Xunzo." ucap leluhur yang lainnya yaitu Shen Runji. Kedua leluhur itu sangat berharap Xiao Ziya akan benar benar luluh.


"Ini adalah hukuman teringan yang pernah saya berikan." ucap Xiao Ziya dengan nada yang dingin. Jika diingat ingat lagi memang benar ini adalah hukuman teringan pada orang yang telah membuat Xiao Ziya merasa kesal.


"Biasanya hukuman apa yang nona berikan?." ucap Shen Yunjung yang ingin tau hukuman apa yang biasa Xiao Ziya berikan pada orang orang yang telah memancing amarahnya.


"Penggal kepala, pemusnahan satu kelompok, lumpuh, dibakar hingga mati." ucap Xiao Ziya yang masih fokus memakan buah apel yang ia pegang.


Mendengar jawaban dari Xiao Ziya tentu saja membuat mereka bertiga yang ada di sana merinding. Shen Xunzo merasa sangat beryukur karna ia sangat beruntung dan masih memiliki kepala utuh.


"Tak ada yang menghukummu saat melakukan kejahatan seperti itu?." ucap Shen Runji yang masih ingin bertanya banyak hal tentang Xiao Ziya.


"Mereka yang membuat masalah terlebih dahulu, jika tak yakin bisa menang tak perlu membuat masalah dengan saya." jawab Xiao Ziya dengan singat namun sangat tajam dan menusuk. Akhirnya ketiga orang itu memilih untuk diam daripada menanyakan sesuatu yang salah.


Setelah beberapa jam berlalu akhirnya Shen Xunzo selesai mencabuti rumput liar yang ada di sana. Xiao Ziya mengamati dari ujung ruangan itu hingga ujung yang lain semua benar benar bersih tanpa ada rumput liat lagi.


"Baiklah karna semuanya telah rapi dan layak untuk ditinggali ini saatnya untum saya dan panatua Klan Shen pergi." ucap Xiao Ziya yang membuag Shen Xunzo merasa terkejut pasalnya ia sudah tinggal di ruangan suci selama dua puluh tahun lamanya dan ia tak pernah keluar dari sana, entah bagaimana kondisi dan perkembangan Klan Shen ia tak mengetahuinya.


"Mengapa saya harus ikut keluar dari ruangan suci ini bersama nona?." tanya Shen Xunzo yang masih betah tinggal di dalam ruangan suci itu, ia juga takut jika generasi Klan Shen yang sekaranga akan sangat membencinya karna ia telah menghilang selama dua puluh tahun lamanya.


"Gelar anda sebagai panatua Klan Shen tentu saja bukan pajangan semata. Dalam setiap gelar yang dipakai seseorang pasti memiliki tugas dan tanggung jawab, jika anda tetap ingin berada di ruangan suci ini maka anda harus melepas gelar anda sebagai panatua Klan Shen." jelas Xiao Ziya dengan rinci, namun sepertinya Shen Xunzo tak rela melepas gelarnya sebagai panatua Klan Shen karna ia mendapatkan gelar itu dengan penuh perjuangan bagaimana bisa ia melepaskannya begitu saja.


"Saya tak akan melepaskan gelar ini dan saya akan tetap berada di sini." ucap Shen Xunzo yang sangat keras kepala, kedua leluhur khawatir jika Shen Xunzo memancing amarah Xiao Ziya lagi.


"Sebagiknya kau menuruti apa yang dikatakan nona Ziya, ini juga demi kebaikanmu." ucap Shen Runji yanh berusaha menasehati, namun perkataanya sama sekali tak digubris.


"Apakah anda ingin menjadi seorang pecundang?? Gelar yang anda dapatkan tentu saja dengan usaha yang keras dan juga banyak rintangan. Lalu mengapa anda hanya bersembunyi di ruangan teratas yang ada di paviliun kultivator tingkat atas. Bukankah anda juga ingin dikenal oleh para generasi sekarang? apakah anda tak ingin melihat cucu cucu anda? apakah anda tak ingin melindungi Klan Shen dengan nyawa anda sendiri!!! saya berasal dari Klan Xiao yang ada di dunia bawah posisi saya lebih tinggi daripada seorang panatua saat saya pergi meninggalkan dunia bawah saya sudah menyiapkan puluhan ribu prajurit khusus untuk menjaga mereka dan saat hal besar terjadi maka saya akan kembali kesana karna apa??? Karna Klan Xiao adalah tempat kelahiran saya, di sana saya dibesarkan, dan di sana pula orang orang yang saya sayangi tinggal. Saya pergi bukan untuk melarikan diri saya pergi untuk menjadi lebih kuat lagi, saya hanya seorang gadis muda dan anda adalah seorang pria tua pasti pengalaman hidup anda lebih banyak dari saya." ucap Xiao Ziya yang sedang menasehati Shen Xunzo, sepertinya pria tua itu benar benar merasa malu setelah mendengar apa yang dikatakan gadis muda yang ada di hadapannya.


Dua puluh tahun ia tinggal di ruangan teratas paviliun kultivator tingkat tinggi tak ada yang ia lakukan selain pelatihan biasa bahkan tingkat kultivasinya tak meningkat. Ia juga tak tau apa yang telah terjadi di luaran sana dan bagaimana keadaan keluarganya.


"Benar apa yang nona Ziya katakan saya sungguh menyesalinya." ucap Shen Xunzo dengan wajah yang berlinangan air mata.


"Untuk itu mari kita kembali, semua orang pasti menunggu anda kembali ke Klan Shen dan menempati jabatan sebagai panatua klan." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang tulus.


"Bagaimana jika generasi sekarang membenci saya?." ucap Shen Xunzo yang masih merasa takut jika dirinya dibenci.


"Jika anda dibenci anggap saja itu hukuman, namun yakinlah keluarga anda tak akan membenci anda." ucap Xiao Ziya yang memang tak bisa memastikan apakah pria tua itu dibenci oleh generasi Klan Shen yang sekarang ataukah tidak.


Baiklah saya akan kembali bersama nona, trimakasih pada leluhur Shen Yunjung dan Shen Runji karena telah menerima saya dengan baik di sini. Salam hormat saya pada leluhur Shen Yunjung dan Shen Runji." ucap Shen Xunzo yang luluh dan akan kembali bersama Xiao Ziya.


"Salam pada leluhur Klan Shen." ucap Xiao Ziya yang juga mengucapkan salam pada kedua leluhur Klan Shen.


"Kami trima salam kalian berdua. Ruangan suci ini akan selalu terbuka untuk kalian." ucap Shen Yunjung dan Shen Runji secara bersamaan.


"Baiklah mari kita turun ke ruang tunggu." ucap Xiao Ziya.


Pintu keluar dari ruangan suci terbuka Xiao Ziya dan Shen Xunzo melangkahkan kaki mereka menuju luar lalu mereka berdua tiba di ruang tunggu. Di sana masih ada pemimpin Klan Shen, ketua keempat, Shen Yuze, dan Shen Yume yang merupakan putri sekaligus anak tertua pemimpin Klan Shen, mereka masih mencemaskan keadaan Xiao Ziya.


Hai hai semua pembacaku tercinta author kembali lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik semua ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote yang masih punya tiket vote. gift hadiah apapun itu udah bikin aku seneng banget. like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ya.