RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dalam Masalah


Kini sudah ada empat pemuda yang ada di hadapan Xiao Ziya.


"Akankah nona Ziya kembali lagi kesini?." tanya Ruo Bai yang berharap nantinya Xiao Ziya bisa datang kembali ke Akademi Merpati untuk mengunjungi mereka.


"Saya pasti akan datang lagi ke sini dalam waktu dekat karna masih ada hal yang belum saya selesaikan di sini." ucap Xiao Ziya yang memberi tau pada keempat pemuda itu bahwa ia akan kembali lagi ke Akademi Merpati beberapa bulan lagi.


"Syukurlah jika seperti itu, kami akan sangat merindukan nona nantinya." ucap Yin Er yang sangat bersemangat menunggu datangnya kembali Xiao Ziya ke Akademi Merpati.


Tak lama kemudian pesanan Xiao Ziya sudah datang kali ini ia tak makan sendirian namun ditemani oleh empat murid Akademi Merpati. Canda dan tawa terdengar dari tempat yang di duduki oleh Xiao Ziya dan teman teman barunya itu.


"Trimakasih nona sudah mentraktir kita makan." ucap Yao Bing yang kekenyangan karna makan terlalu banyak.


"Kami tak pernah memesan makanan mewah ini." ucap Rio Bai yang pertama kali menikmati menu mahal yang ada di kantinya.


"Nona Ziya memang sangat luar biasa." ucap Xu Yansu sambil mengangkat kedua jempol tangannya.


Setelah selesai makan dengan keempat pemuda itu Xiao Ziya pamit untuk kembali ke paviliunnya sebelum sore tiba Xiao Ziya ingin mengumpulkan energi Qi agar ia bisa melesat dengan sangat cepat nantinya. Saat ini Xiao Ziya sedang bersila di atas tempat tidur, gadis itu memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi untuk menyerap energi qi. Tak perlu waktu yang lama Xiao Ziya sudah menyerap semua energi qi yang ada di sekitarnya.


"Hah akhirnya selesai juga." ucap Xiao Ziya yang meregangkan otot ototnya yang sedikit kaku.


Hari sudah sore ini waktunya Xiao Ziya untuk berpamitan pada semua orang yang ada di wilayah Akademi Merpati. Saat Xiao Ziya keluar dari paviliunnya ia melihat banyak orang yang sudah menunggunya di sana.


"Kami semua ada di sini ingin mengantarkan kepergian nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang mewakili anggota akademi yang lain.


"Trimakasih karna nona sudah bersedia tinggal di sini selama beberapa hari dan nona sudah berkonstribusi membantu Akademi Merpati." ucap Sin Linji yang merupakan panatua pertama dari Akademi Merpati.


Xiao Ziya tersenyum hangat ketika mendapat perlakuan yang sangat baik dari orang orang yang ada di Akademi Merpati.


"Trimakasih, saya pamit untuk pulang ke Akademi Kekaisaran Qiyu. Saya harap kalian baik baik saja di sini." ucap Xiao Ziya yang melangkah pergi dari tempatnya diikuti oleh banyak orang dibelakangnya.


Mereka ingin mengantar Xiao Ziya sampai di gerbang keluar masuk Akademi Merpati. Saat Xiao Ziya melangkahkan kaki di luar gerbang Akadem Merpati para murid akademi melambai lambaikan tangan mereka dan akhirnya gerbang Akademi Merpati tertutup.


"Nona Ziya sudah pergi pasti akademi akan sangat hening seperti biasanya." ucap Feiji yang merasa sedih karna harus kehilangan sosok hebat seperti Xiao Ziya.


"Nona Ziya pasti akan kembali berkunjung karna ia memiliki paviliun di sini." ucap Wingyan yang percaya bahwa Xiao Ziya pasti akan kembali kesana.


Setelah itu mereka semua membubarkan diri dan mulai mengerjakan aktivitas masing masing. Sedangkan saat ini Xiao Ziya tengah menunggu kedatangan naga putih yang ia selamatkan beberapa hari lalu.


"Apakah naga itu lupa memiliki janji denganku?." ucap Xiao Ziya yang menatap ke arah selatan karna ia tau naga itu pasti berasal dari bagian paling selatan dunia bawah.


Karna sang naga tak kunjung datang Xiao Ziya memutuskan untuk pergi sendiri ke tempat naga putih itu, awas saja jika Xiao Ziya menemukan sang naga putih sedang bersantai maka gadis itu akan menghukum sang naga. Perjalanan ke arah selatan cukuplah sulit jika ditempuh dengan cara berjalan kaki ataupun melesat karna angin yang berhembus dari selatan ke utara sangatlah kuat. Jika Xiao Ziya tak memiliki kualivitasi yang mumpuni mungkin gadis itu sudah terbang terbawa angin seperti selembar kertas yang tertiup angin.


"Hah naga itu ada di mana." ucap Xiao Ziya yang masih berjalan melawan angin dan juga salju yang terus saja berjatuhan dari langit.


Hingga akhirnya Xiao Ziya melihat segerombolan manusia yang bukan berasal dari dunia bawah sedang terjebak badai. Entah apa yang orang orang dari dunia atas itu lakukan dan mengapa mereka bisa ada si wilayah paling selatan dari dunia bawah. Namun Xiao Ziya juga tak peduli dengan apa yang sedang mereka lakukan karna ia hanya ingin mencari sosok naga putih yang memiliki janji padanya.


Setelah sekian lama berjalan hingga larut malam akhirnya Xiao Ziya menemukan sebuah gua yang mungkin saja adalah tempat sang naga itu tinggal. Saat akan masuk kedalam gua untuk mencari sang naga putih ada seorang kultivator tahap langit akhir yang menghalanginya.


"Hey gadis muda sebaiknya kau pergi dari sini, gua ini bukanlah tempat untuk bermain main." ucap seorang kultivator yang meminta agar Xiao Ziya pergi dari sana.


"Saya ada urusan jadi saya harap tuan tak menghalangi jalan saya." ucap Xiao Ziya yang tetap memaksa masuk kedalam gua.


Karna peringatan darinya tak dihiraukan oleh Xiao Ziya membuat sang kultivator marah dan hendak menyerang sang gadis. Namun karna tingkat kualivitasi Xiao Ziya lebih tinggi dari pria itu sehingga ia bisa menghindari setiap serangan yang ditujukan padanya.


"Cih sialan ternyata kau bukanlah gadis kecil biasa." ucap kultivator itu yang terus terusan menyerang Xiao Ziya namun ia malah terluka oleh pedang hitam yang digenggam oleh Xiao Ziya.


"Arghh bagaimana kau biasa melukaiku. Jangan jangan kau datang kesini karna mengincar naga putih ilahi itu juga." ucap sang kultivator, ia menatap tajam ke arah Xiao Ziya. Ia tak mungkin menyerah begitu saja pada seorang gadis yang masih sangat muda, harga dirinya akan hilang begitu saja jika ia menyerah.


"Tidak namun saya memiliki urusan dengan naga putih jadi saya harap ada menyingkir dari jalan saya." ucap Xiao Ziya yang meminta kultivator itu agar minggir dari jalannya.


"Tidak, naga putih itu adalah milikku." ucap sang kultivator yang masih saja keras kepala.


Karna merasa pria yang ada di hadapannya tak bisa diajak untuk bernegosiasi akhirnya Xiao Ziya mengeluarkan sulur hitam miliknya untuk menahan sang kultivator.


"Hey gadis sialan lepaskan sulur sulut baumu ini." triak sang kultivator.


Xiao Ziya masuk kedalam gua tanpa mendengar triakan triakan dari sang kultivator, saat masuk lebih dalam lagi Xiao Ziya menemukan sang naga putih yang sedang ketakutan. Akhirnya Xiao Ziya mengerti mengapa naga putih itu tak datang ke tempat yang sudah mereka janjikan, sang naga putih tengah diburu oleh beberapa orang dari dunia atas. Dan orang orang yang ia temui sebelumnya bukanlah terjebak dalam badai salju namu merekalah yang menciptakan badai salju itu.


"Hey saya datang menemuimu." ucap Xiao Ziya yang menyapa sang naga dengan ramah.


Sang naga putih yang tadinya sedang menyembunyikan kepalanya karna merasa takut akhirnya melihat kearah Xiao Ziya. Melihat gadis yang menyelamatkannya tempo lalu ada di sana membuat sang naga merasa lebih tenang. Namun naga putih itu sedikit keheranan bagaimana bisa seorang manusia dari dunia bawah bisa melewati orang orang dari dunia atas yang datang untuk memburunya.


"Bagaimana nona muda bisa sampai di sini? apakah orang orang itu juga menyakiti nona?." tanya sang naga putih ia terlihat khawatir dengan kondisi Xiao Ziya.


"Saya baik baik saja, apa mereka datang untuk memburumu?." tanya Xiao Ziya yang sangat penasaran dengan koronologi datangnya orang orang dunia atas ke dunia bawah.


"Mereka sudah ada di sini semenjak satu minggu yang lalu, mereka datang atas perintah seseorang yang berasal dari dunia atas mereka ingin menangkapku yang merupakan binatang ilahi yang sangat langka. Pemimpin mereka menginginkan sisik putih yang saya miliki untuk dijadikan sebuah senjata spiritual. Badai yang waktu itu mengurung saya juga dibuat oleh mereka, pagi tadi saat saya ingin keluar dari gua untuk pergi menemui nona namun ada seorang kultivator yang menunggu saya di pintu keluar sehingga saya tak bisa kemana mana." ucap sang naga putih yang menceritakan alasan mengapa ia tak bisa datang menemui penyelamatnya itu.


"Ah baiklah saya mengerti, jadi mari kita keluar dari sini bersama sama." ucap Xiao Ziya yang berjalan di depan sang naga. Saat keluar dari gua ia melihat kultivator itu masih terikat oleh sulur hitam miliknya.


"Hey mau kau bawa kemana naga putih milikku itu, aku akan mempersembahkannya pada tuanku." ucap kultivator itu. Ia terlihat sangat marah dan berusaha untuk melepaskan diri namun sulur milik Xiao Ziya sangatlah erat.


"Lepaskanlah ikatan itu jika kau mampu, jika tidak pulanglah pada tuanmu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum meremehkan.


Sang naga putih meminta Xiao Ziya untuk naik ke atas punggungnya agar mereka bisa segera keluar dari wilayah yang mengerikan itu. Xiao Ziyapun naik ketas tubuh sang naga, naga putih itu menggeliat di udara seperti seekor ulat putih yang bisa terbang.


"Nona bolahkah saya bertanya." ucap sang naga yang ingin menanyakan sesuatu pada Xiao Ziya.


"Katakan saja apa yang sedang mengganjal di hatimu." ucap Xiao Ziya yang tak ingin bertele tele lagi.


"Bolehkah saya ikut kemanapun nona pergi?." ucap sang naga putih yang ternyata ingin menjadi pengikut dari Xiao Ziya.


Gadis itu tampak berfikir ia sudah memiliki banyak sekali binatang binatang hebat di dalam cincin semestanya apakah ia perlu menambah pengikut lagi ataukah tidak. Namun akan sangat berbahaya jika sang naga putih mengikutinya setiap saat karna sebentar lagi Xiao Ziya akan pergi ke dunia atas, jadi apa yang harus Xiao Ziya lalukan pada naga putih itu?.


Hai hai semuanya aku update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, makasih yany udah setia nungguin aku update. Jangan lupa follow aku buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun mawar pun oke, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga oke.