
Setelah masalah ini selesai Xiao Ziya memilih untuk pergi ke paviliunnya yang ada di Klan Xiao sedangkan anggota klan yang lain membereskam sisa kekacauan, mereka sangat bertrimakasih karna Xiao Ziya sudah bersedia menyelamatkan mereka semua hingga membahayakan nyawanya sendiri, entah apa yang akan terjadi jika gadis itu tak datang tepat waktu.
"Kami semua berhutang nyawa pada putrimu ketua kelima." ucap Xiao Xiling.
"Putriku tidak akan merasa senang jika kalian mengucapkan hal seperti itu." ucap Xiao Cunyu yang merasa ucapan Xiao Xiling sedikit berlebihan.
"Baiklah baiklah kami tak akan mengatakannya di hadapan putrimu." ucap Xiao Yuza yang bergabung dalam percakapan kedua orang itu.
Sedangkan saat ini Wilre sedang mencari keberadaan ular jelek yang membuat masalah dengan nonanya, Wilre mencari hingga hutan di dekat perbatasan Kerajaan Daun Perak karna ia merasakan auranya di sana. Saat dalam perjalanan Wilre tak sengaja bertemu dengan Pangeran Kegelapan yang sedang ingin kembali ke Kekaisaran Qiyu karna tugas yang diberikan oleh Kaisar Yan telah selesai.
Pangeran Kegelapan yang mengenal piton salju yang sedang melintas dihadapannya itu langsung menangkap Wilre dan menanyakan apa yang ular itu lakukan di hutan perbatasan Kerajaan Daun Perak.
"Apa yang kau lakukan di sini, mengapa kau tak ikut dengan adik Ziya?." tanya Pangeran Kegelapan pada Wilre. Ular piton salju itu menatap ke arah Pangeran Kegelapan dan mengingat ingat siapa pria yang ada di hadapannya itu dan akhirnya Wilre ingat dengan pria yang ada di hadapannya.
"Nona mengutus saya untuk mencari seekor ular jelek yang membuat masalah dengannya." ucap Wilre dalam bahasa ular yang membuat Pangeran Kegelapan sedikit kebingungan. Akhirnya ia menggunakan mantra penerjemah pada Wilre agar mengerti apa yang ular piton putih itu katakan.
"Adik Ziya memintamu untuk mencari ular jelek, apakah ular ini?." tanya Pangeran Kegelapan yang memperlihatkan seekor ular piton merah dengan ukuran kecil. Wilre berusaha untuk mengenali auranya meski wujudnya berbeda namun auranya sama seperti milik Xiao Muer.
"Iya saya akan membawa ular piton merah yang jelek ini pada nona." ucap Wilre yang sudah tak sabar ingin menghabisi ular piton merah yang berani menganggu nona mudanya itu.
Sang ular piton merah atau bisa kita sebut dengan ulat jelmaan Xiao Muer mendesis karna ia merasa terancam. Xiao Muer tak akan terima jika kehidupannya kali ini juga akan hancur lagi karna seorang gadis yang paling ia benci siapa lagi jika bukan Xiao Ziya.
"Sialan gadis itu tak membiarkanku hidup dengan tenang." ucap Xiao Muer dalam wujud piton merah.
Wilre yang mengerti apa yang sedang dikatakan oleh piton merah itu merasa tak terima, karna kenyataanya piton merah itulah yang membuat masalah terlebih dahulu dengan nona mudanya.
"Jaga ucapanmu ular jelel." ucap Wilre yang mengatai piton merah jelmaan dari Xiao Muer.
Wilre memberikan isyarat pada Pangeran Kegelapan untuk membawa piton merah itu ke Klan Xiao karna nona mudanya sudah menunggu di sana. Hari sudah mulai malam dan Xiao Ziya terbangun dari tidurnya, gadis itu dengan segera membersihkan diri kemudian menunggu kedatangan Wilre di halaman depan paviliun miliknya.
Cukup lama Xiao Ziya menanti hingga munculah Wilre bersama dengan Pangeran Kegelapan yang sedang memegang sebuah kotak kayu kecil yang di dalamnya terdapat seekor piton merah.
"Wah bagaimana bisa kalian datang bersamaan?." tanya Xiao Ziya pada Wilre dan juga Pangeran Kegelapan.
"Aku tak sengaja bertemu dengan ular piton salju milikmu saat perjalanan pulang menuju Kekaisaran Qiyu, ular piton saljumu mengatakan bahwa ia sedang mencari ular jelek yang menggangu nona mudanya. Kebetulan sekeli ular yang sedang kau cari ada bersamaku karna ia mematok salah satu kaki prajurit yang ku bawa sehingga aku menangkapnya, lalu ular piton salju milikmu memintaku untuk mengantarkan ular ini padamu." ucap Pangeran Kegelapan yang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi secara detail, untung saja Xiao Ziya tak tertidur lagi ketika mendengar cerita yang begitu panjang.
"Baiklah jadi Muerku ini telah memasuki tubuh ular lain?." ucap Xiao Ziya yang ingat jelas bahwa wujud Xiao Muer saat ini bukanlah wujud ular yang ia berikan pada wanita itu.
"Tentu saja karna aku telah menjadi pengikut dari dewi ular." ucap muer yang membanggakan dirinya di hadapan Xiao Ziya hanya karna ia sekarang menjadi pengikut dari dewi ular.
Namun Xiao Ziya tak akan bisa percaya begitu saja, ia bertanya pada Dewi Yin Yuer yang ada di dalam cincin semestanya apakah di alam para dewa dan dewi ada seorang dewi yang memiliki posisi sebagai dewi ular.
"Di alam para dewa dan dewi tak ada yang memiliki posisi sebagai dewi ular, walau saya sudah lama tak ada di sana namun saya bisa memastikan hal itu." ucap Dewi Yin Yuer karna di alam dewa dewai tak pernah ada gelar dewi ular dan gelar itu juga akan sangat aneh.
Setelah mendengar jawaban dari Dewi Yin Yuer, Xiao Ziyapun tersenyum kemudian melihat ke arah Xiao Muer, mungkin saja jiwa dari Muer itu ditipu oleh seseorang ataupun seekor ular yang tingkatannya lebih kuat dari dirinya.
"Jadi kau adalah pengikut dari dewi ular? panggillah dewimu itu." ucap Xiao Ziya yang menantang ular piton merah itu untuk memanggil dewi ular karna Xiao Ziya juga penasaran siapa yang mengaku ngaku menjadi seorang dewi.
"Baiklah aku akan memanggil dewiku." ucap Xiao Muer yang langsung membaca sesuatu entah apa yang ia katakan hanya Xiao Muer dan Wilre yang dapat mengerti.
"Apa yang terjadi padamu pengikutku." ucap sang wanita itu yang terlihat khawatir pada ular piton merah itu.
"Tolong dewi ularku aku ditangkap oleh orang orang jahat ini." ucap Xiao Muer yang menyebutkan bahwa Xiao Ziya dan Pangeran Kegelapan adalah orang jahat yang telah menculiknya.
"Lepaskan dia adalah pengikut setiaku jika tidak aku akan melukai kalian semua." ucap wanita itu yang kini menatap ke arah Xiao Ziya dengan tajam, matanya berubah menjadi ungu dan sedikit mengerikan.
"Hais siapa suruh pengikutmu itu membuat masalah dengan saya." ucap Xiao Ziya yang kini juga menatap wanita itu dengan tajam. Xiao Ziya memberi isyarat pada Pangeran Kegelapan untuk segera kembali ke istana Kekasaran Qiyu karna pasti Kaisar Yan sedang khawatir padanya yang tak kunjung kembali.
Tadinya Pangeran Kegelapan bersikeras untuk menolak karna ia takut akan terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan pada Xiao Ziya, namun gadis itu sangar keras kepala dan tetap menyuruhnya untuk pergi dari sana. Akhirnya Pangeran Kegelapan memberikan kotak kayu yang berisi piton merah kemudian ia pergi meninggalkan Xiao Ziya. Kini tinggal Xiao Ziya, Wilre, piton merah, dan wanita yang menganggapnya sebagai dewi ular saja yang masih tersisa.
"Tanpa pemuda tadi kau bukanlah apa apa bagiku gadis kecil." ucap dewi ular palsu yang meremehkan kekuatan dari Xiao Ziya.
"Benarkah begitu atau sebaliknya?." tanya Xiao Ziya yang memandang wanita itu dengan remeh.
Wanita itu marah kemudian ia bersiul hingga muncul ratusan ular kecil di halaman depan Xiao Ziya, ular itu sudab siap menyerang Xiao Ziya, Wilre tentu saja tak akan tinggal diam di saat ular ular rendahan seperti mereka ingin menyakiti nona mudanya.
Wilre berubah dalam wujud aslinya yaitu seekor ular piton salju dengan ukuran besar dan aura mengintimidasi yang sangat kuat. Wilre menatap kearah ular ular kecil itu kemudian ia menyemburkan es yang dingin kearah mereka semua sehingga semua ular kecil itu mati tak berdaya. Wanita yang menyebut dirinya sebagai dewi ular merasa sangat marah karna ular ular kecil miliknya dibunuh begitu saja.
"Kau kira hanya kau saja yang memiliki pengikut setia?." tanya Xiao Ziya pada wanita itu.
"Jadi raja piton salju ini adalah pengikut setiamu?." tanya sang dewi ular palsu yang tak bisa percaya dengan apa yang ia lihat.
"Seharuanya piton salju itu menjadi pengikutku." ucap ratu ular palsu yang tak bisa menerima kenyataan bahwa gadis yang ia lawan memiliki pengikut setia yang sangat kuat.
"Hancurkan saja dia dewiku, lalu rebut piton salju itu darinya." ucap Xiao Muer yang memprovokasi sang dewi ular palsu.
"Benar apa yang kau katakan." ucap sang dewi ular palsu ia segera menyerang Xiao Ziya namun setiap serangannya dapat dihindari dengan sangat baik.
"Kau kira saya akan percaya bahwa kau adalah dewi ular, dan apakah gelar dewi ular benar benar ada di alam dewa dewi?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan lembut namun kata kata yang ia lontarkan dapat membuat dewi ular palsu itu berkeringat dingin. Ia tak menyangka bahwa seorang gadis seperti Xiao Ziya akan mengeri gelar apa saja yang ada di alam dewa dewi.
"Tentu saja saya adalah sang dewi ular yang agung, memiliki kecantikan yang tak tertandingi." ucap wanita itu yang mulai membanga banggakan dirinya. Dibandingkan dengan Xiao Ziya wajah wanita itu masih kalah jauh.
"Kau kira saya peduli? bagaimana jika saya menanyakannya pada seorang teman saya yang tinggal di alam dewa?." ucap Xiao Ziya yang berencana untuk memanggil Ziloz karna menjadi seorang dewa atau dewi palsu adalah sebuah dosa besar dan akan mendapatkan hukuman dari para dewa ataupun dewi.
Sang dewi ular palsu tak percaya jika gadis yang ada di hadapannya itu bisa memanggil seorang dewa ataupun anak dewa.
"Panggil saja." ucap wanita itu yang kemudian menyilangkan tangannha di dada dan menunggu Xiao Ziya memanggil seseorang yang tinggal di alam dewa.
"Hey Ziloz kemarilah." triak Xiao Ziya menggunakan aura agungnya sebagai penguasa dari alam neraka.
Saat itu wilayah dewa dan dewi dalam keadaan yang sunyi tiba tiba saja sebuat triakan membangunkan seisi alam dewa.
"Siapa yang meneriaki nama putraku." ucap dewa Hiloz yang terbangun dari tidurnya, ia segera pergi untuk menemui sang anak.
Di sisi lain Ziloz merasa kebingungan karna baru kali ini temannya yaitu Xiao Ziya meneriaki namanya setelah sekian lama mereka tak pernah bertemu lagi.
Hai hai semua aku update lagi nih, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.