
Bab. 60
"Aww ...." Madam Jo terjerembab jatuh ke lantai saat dia hendak mendorong Tia karena kesal. Kaki madam Jo tersangkut gaun pengantin yang dipilih Tia tadi.
"Madam Jo!" teriak sang pegawai yang mengantarkan Hans tadi.
Hans membawa Tia bersembunyi di balik badannya. Berjaga kalau madam Jo tiba-tiba menyerang Tia kembali.
"Madam, Jo! Jaga sikap Anda, jika tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib! Kau sudah menghina, sekarang mau melukai istri saya?! Dimana attitude Anda, Madam!!" geram Hans mengancam madam Jo.
"Mas, sudah. Sabar, aku tidak apa-apa, kok. Ayo kita pergi saja, tidak baik jika masih terus ada di sini," ajak Tia mengusap dada Hans kemudian menariknya pergi. Tia memilih menghindari keributan dari pada masalah akan bertambah panjang.
"Bentar, Tia. Mas belum selesai! Berani sekali dia mau menyakiti dirimu! Kalau dia laki-laki sudah aku babat habis kesombongannya itu!!"geram Hans masih belum terima walau Tia sudah mencegah dirinya.
Satu kelemahan Hans, dia tidak bisa mengontrol emosi jika orang yang dia sayangi disakiti oleh orang lain. Hans bisa lepas kontrol jika saja tidak ada Tia yang mencegahnya.
"Mas, sudahlah. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Apa bedanya kita dengan dia," tegas Tia menarik tangan Hans.
Hans menatap heran ke arah sang istri. Wanita lain pasti saat ini sudah bertindak dengan melaporkan pada pihak berwajib. Namun, beda dengan wanita yang menjadi istrinya kini. Lembut dan pemaaf.
Dengan patuh Hans mengejar di belakang Tia seperti kerbau yang dibawa sang penggembala untuk pulang ke kandang. Tia membawa Hans hingga sampai di depan mobilnya. Hari ini gagal untuk fitting baju.
"Kita, mau kemana lagi, Mas?" tanya Tia menatap ke arah Hans.
"Tenang saja, mas masih punya satu butik yang sangat bagus dan terkenal. Mereka bisa membuat gaun hanya dalam waktu satu malam. Berharap kita bisa secepatnya dilayani agar bisa dipakai tepat di hari pesta pernikahan kita," ucap Hans sembari mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah butik yang terkenal.
Dengan sigap dan lincah, Hans membawa mobilnya menuju ke sebuah butik yang terkenal di kota itu. Setelah sampai, dengan begitu manisnya Hans membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"Silakan, Nyonya," ucap Hans sembari membungkukkan badan meniru gaya para pelayan yang menyambut kedatangan sang majikan.
"Ayo, kita masuk. Pilihlah gaun pengantin yang menurutmu bagus dan cocok untuk tubuhmu," ucap Hans menggandeng tangan Tia dengan mesra.
Tia mengekor Hans, dia takut jika sampai tertinggal.
"Selamat sore Tuan dan Nyonya, bisa kami bantu?" tanya sang pelayan.
"Tolong bantu istri saya memilih gaun pengantin untuk pesta pernikahan kami besok hari Minggu. Kalau ada WO (wedding organizer) yang bisa dipakai untuk hari minggu bolehlah kami meminta nomernya," jawab Hans sembari menelisik ruangan yang penuh dengan bingkai foto berbagai gaya pernikahan.
"Baiklah, Tuan. Tunggu sebentar. Kami akan memanggilkan tim WO yang bisa menghandle semua pesta," jawab sang pelayan sembari membungkukkan badannya.
Hans mengangguk dia pun mengajak Tia untuk duduk menunggu. Tidak berapa lama kemudian datanglah wanita cantik dengan penampilan yang sangat memukau.
"Selamat sore, Tuan. Bisa saya bantu?" tanya wanita itu pada Hans yang sedang asyik mengobrol dengan Tia.
"Ah, Selamat sore. Lho, kamu bukannya Kirani? anak Ekonomi bisnis angkatan tujuh?"tanya Hans yang mengenali sosok cantik yang menghampirinya itu.
"Hans? Benarkah kamu si Hans yang culun itu?" tanya Kirani dengan mata yang memindai penampilan Hans dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Benar, wah sekarang kau hebat ya bisa menjadi WO di butik terkenal ini," ucap Hans memuji kesuksesan Kirani.
Kirani mempersilakan Hans dan Tia untuk duduk.
"Butik ini bukan milikku, melainkan milik suamiku. Kaki berdua bekerja sama untuk membesarkan butik ini. Namun, itu tidaklah berlangsung lama. Suamiku meninggal saat pandemi mengerikan itu merenggut nyawa suamiku," jawab Kirani dengan sudut mata yang sudah mengembun.
Hans menatap lekat wanita yang menjadi sahabatnya sedari dulu waktu bangku kuliah. Masih dengan kecantikan yang sama Kirani kini membawa satu status baru yaitu janda.