
Suara kicauan debat berhadiah berlangsung di kantor polisi, adu argumen buat jadi yang paling bener dan lepas dari kesalahan sekaligus minta pertanggung jawaban dari mobil yang paling depan yang bikin kecelakaan itu terjadi. Tabrakan beruntun yang di sebabkan oleh Willy kini berakhir di kantor polisi dengan ricuh. Kasian pak polisi yang lagi menghadapi kasus ini, keliatan banget tu kepalanya pusing berat, Ella cuma senyam-senyum, cengar-cengir ngeliatnya.
Tiga mobil yang saling tabrak itu kenapa juga isinya semua cewek, yang bikin geli semua minta tanggung jawab yang gak masuk di akal.
"Semuanya diam!" Bentak polisi yang udah panas kupingnya, dirasa semuanya diam ia duduk dan mengambil minumnya.
"Kronologi kejadiannya seperti apa?" Katanya berusaha tenang mengendalikan situasi yang udah kayak orang tawuran.
"Gini Pak, pas lagi asik tu ya aku nyetir tiba-tiba aja mobil di depan berhenti mendadak. Aku kan kaget terus keguncang batin aku." Kata cewek berbaju putih dengan logat manjanya yang udah ngalahin princess Syahrini.
"Ya, mobil dia ni pak berhenti mendadak. Jadi aku kan yang gak biasa ngebut kaget gitu jadi kehilangan separuh hidupku. Aku perlu psikiater buat ngobatin trauma ku saat ini."
Gak kalah over akting, udah kayak orang kena ayan tu gayanya, "Aku sih lupa tadi kenapa bisa nabrak ya? Lagian kenapa aku bisa di tempat ini?"
Hah ???
Semuanya pada melongo dengernya, ada yang amnesia disini ternyata.
Willy memijit keningnya yang pusing, ini tiga cewek pada gak ada yang beres semua. Ketemu makhluk kayak mereka bakalan ribet urusannya dan gak kelar-kelar.
"Karena Pak Willy dalang dari semuanya maka pak Willy harus mengganti rugi dari mereka bertiga. Gimana Pak Willy?" Polisi meminta pendapat Willy atas keputusannya.
"Baik, saya akan mengganti semua perbaikan mobil mereka."
"Mobil aku itu gak parah-parah amat penyoknya jadi gak usah di bawa kebengkel."
Cewek berbaju putih yang ternyata bernama Mawar itu menolak.
"Maunya apa? Kan yang gue tabrak mobil lo?" Willy gak ngerti sama kemauan cewek.
"Batin aku yang keguncang, kalo mobil aku gak minta ganti rugi cuma aku minta temeni aku buat nenangin batin aku sampek pulih lagi."
"Pffffff...." Ella menahan tawanya melihat kenekatan cewek bernama Mawar itu buat cari kesempatan dalam kesempitan, apa lagi aktingnya yang lebay nya gak ketulungan malah bikin geli sendiri liatnya.
"Aku juga gak minta ganti rugi secara materi kok dari abang ganteng ini, cuma abang jadi psikiater aku aja sampai separuh hidup ku yang hilang balik lagi." Nah lo ... Ikut-ikutan juga ni pada modus semua pengen deket sama Willy.
Tinggal satu orang yang ngakunya gak ingat apa-apa alias amnesia.
"Lo mau apa?"
"Aku.... Aku bingung." Menundukkan wajah. "Aku gak ingat apa pun, aku bingung harus kemana karena aku lupa rumah ku sendiri, jadi kalau bisa kamu bawa aku dulu sementara sampai aku ingat semuanya."
Ini yang paling parah dari semuanya, langsung ke inti minta di bawa pulang yang bikin dua cewek lainnya melotot kesal ke arahnya. Amnesia tapi kok gak ada luka sama sekali, kan ketahuan banget tu kalo modus.
"Oke, gue akan ganti semua biaya dari kerusakan mobil kalian. Selama perbaikan kalian bertiga bisa pakek mobil gue sampek mobil kalian selesai dan keluar dari bengkel."
Itu gampang karena dia orang kaya yang di garasi masih ada berapa biji mobil. Tapi kalo hilang kesempatan buat deket sama cowok ganteng yang ada di depannya bakal nyesel seumur hidup.
"Sama, aku juga gak setuju."
Melihat aura permusuhan dari lawannya yang pengen menguasai babang tampan di depan mereka. Mereka berdua pelotot-plototan gak jelas, udah mau terkam-terkaman lagi.
"Aku gak tau."
Willy yang udah kehabisan kesabaran menatap tajam tiga cewek di sampingnya dengan tatapan mata tajam yang bikin mereka diam seketika.
"Pak polisi, saya bisa kan mengajukan mereka bertiga atas kecelakaan berkedok penipuan?"
"Tentu aja bisa Pak, itu hak anda sebagai warga negara." Kata polisi bijak, soalnya pusing juga ngadepin tiga cewek gak beres di depannya itu yang cari kesempatan sama kesempitan.
"Jangan gitu dong, Mawar bakal ganti kerusakan mobil abang yang Mawar tabrak atau kalo perlu Mawar belikan model yang sama baru asal mau asal abang mau nemenin aku buat nenangin batin aku."
Ya elah rayuan mautnya.... Dimana-mana yang ganti rugi yang salah ni malah yang di rugiin, dunia emang udah jungkir balik.
"Itu cuma akal-akalan rubah betina itu."
"Enak aja lo ngatain gue rubah? Lo tu yang rubah pakek acara melankolis separuh hidup lo ilang!"
Ella yang ngeliat dua cewek lagi adu mulut buat ngerebutin kakaknya bener-bener ngerasa terhibur, lebih asik ketimbang telenovela televisi, yang ini live loh....
Willy berdiri dan mendekati Ella yang duduk di kursi tunggu yang dari tadi cekikikan gak bersuara, "Bantuain Kakak buat ngusir mereka...." Bisiknya. Willy menarik tangan Ella, berdiri di samping polisi dan berhadapan dengan tiga cewek yang bikin kesel lahir batin. Tiba-tiba Willy mencium bibir Ella yang bikin tiga cewek itu melotot karena kaget. Ella yang kaget cuma bisa diem, ciuman Willy berbeda dengan ciumam yang Rega lakukan walau sama di bibir. Willy hanya menempelkan bibirnya beberapa detik hingga melepasnya.
"Kalian liat, dia istri gue. Saat sedang dalam keadaan hamil, kalian mau gue tuntut gara-gara merusak rumah tangga orang?"
Kompak ngangguknya, kompakan diemnya.
membatin noh mereka masing-masing yang tadi lagi pada ngeyel.
"Kalau masih gak terima sama tanggung jawab yang gue kasih buat baikin mobil kalian, silahlan berurusan dengan pengacara gue. Ngerti!" Bentaknya.
"Iya ngerti...."
Jiah....
Manis banget kayak anak Tk akhirnya para rubah betina.
"Maaf Pak bikin keributan di kantor polisi, selebihnya sekertaris saya yang akan menyelesaikannya." Kata Willy berpamitan dan meninggalkan kantor polisi.