
Akhirnya kini Ella benar-benar sendiri setelah Vino melarikan diri karena keadaan mendesak yang gak bisa di tawar-tawar lagi.
Terpaksa dan emang kepaksa atas asas pertemenan yang jadi landasan untuk memaksanya menghabiskan mie instan yang puedes banget gak ketulungan dan akhirnya ia tumbang tanpa perlawanan.Tu perut langsung kontraksi, melilit sakit luar biasa protes diamsukin makanan yang bukan kapasitas nya karena terlalu pedas. Selanjutnya bayangin sendiri apa yang terjadi sama Vino sampai kabur gak balik-balik lagi.
Ella membeli beberapa buku buat belajar entar ujian dan gak lupa beberapa komik juga novel yang ia beli buat hiburan kalo udah bosen belajarnya. Sebenernya agak tergoda buat beli beberapa novel lagi, berhubung udah kepepet mau ujian yang ada malah gak belajar baca novel melulu.
Langkah kakinya ringan dengan senandung kecil menyusuri emperan toko yang berjejer rapi, langkahnya terhenti saat melihat sosok yang beberapa hari ini tanpa sengaja ia temui dimana pun. Sosok yang dimaksud adalah om rega, tu cowok nongol dimana-mana, padahal gak ada janjian sama sekali.
Dengan setelan hem putih dan celana abu-abu tua membuatnya tampak luar biasa. Cewek-cewek yang lewat tanpa sengaja menoleh kearahnya saat melihat cowok ganteng itu menopang kepalanya dengan satu tangan dan tampak serius memandang laptop yang ada di depannya. Yang diliatin tetep cuek, masih asik sama kerjaannya sendiri.
"Wuih, tu cowok selain cakep juga maskulin." Bisik seorang wanita berpakaian seksi yang lewat tak jauh dari Rega.Ia melihatnya dengan tatapan menggoda berharap bak gayung bersambut. Tapi nyata nya bak gayung terbuang l....
"Lo itu gak bisa liat cowok ganteng aja." Kata temannya.
"Karena tu cowok gue yakin tajir banget, barang langka di jaman sekarang. Paket lengkap, udah cakep tajir lagi." Katanya dengan tatapan maut mencuri pandang saat lewat di depan tu cowok tapi gak ada tanggapan apa-apa seolah tak sadar kalau ada yang menggodanya sedemikian rupa.
Ella terkikik melihat aksi tante-tante genit yang dandannya kelewat seksi itu. Bahkan pasang gaya sok imut dan menggoda buat dapetin perhatian Rega.
Yang di goda malah gak tau apa-apa tetap asik sama kerjaannya. Malah yang nanggepin cowok setengah abad di samping meja Rega. Salah sasaran tuh....
Ia menghentikan pekerjaannya dan melihat siapa yang duduk di depannya tanpa permisi.
"Siapa yang suruh lo duduk?"
"Jangan galak-galak Om, lagian disini umum kok siapa yang mau duduk. Bukan punya Om juga." Meletakkan bungkusan dan tasnya, "Tadi Ella liat lo Om di godain sama tante yang super seksi itu." Cerocosnya gak ngerasa aura gelap di sekitarnya dan tatapan tajam ke arahnya.
"Bocah, gue lagi kerja. Jadi jangan ganggu."
"Silahkan, Ella cuma numpang duduk." Mengangkat tangan dan memesan minuman dingin pada pelayan.
"Tenang aja, Ella bakal bayar sendiri." Katanya lagi.
Rega memutar bola matanya malas meladeni cewek ceriwis yang kini di depannya. Biasanya ia tak banyak bicara dan bicara cuma yang perlu-perlu, entah kenapa kalo berhadapan sama tu cewek bawaannya darah tinggi melulu dan mau nya ngomel-ngomel gak jelas setiap mereka ketemu.