
Akhirnya, setelah sekian detik ke menit dan menjadi jam cewek tengil itu tertidur dengan pulasnya. Sepanjang perjalanan kelakuannya itu yang bikin Rega sakit mata. Gak cuma satu, tapi puluhan gaya di lakuin cuma buat duduk. Alasanya simpel banget, perutnya gak karuan karena kekenyangan. Jadi duduk serba salah, gak ada benernya sama sekali. Kalo aja dia gak inget datang bareng dan ngejemput paksa tadi sehabis pulang sekolah bakal di tinggalin di pinggir jalan gitu aja saking sebelnya ngeliat kelakuannya itu. Gak bisa duduk manis, gayanya melebihi model yang lagi nglakuin pemotretan. Baru kali ini ketemu cewek yang gak biasa, bahkan luar biasa pokoknya gak ada sifat feminimnya sama sekali kecuali rambut panjangnya.
Nah, Rega bingung mau nganter kemana secara dia sendiri gak tau dimana rumah Ella.
Di bangunin dari tadi malah gak bangun-bangun, pules banget tidurnya. Perutnya yang kenyang bikin dia udah kayak mati suri. Berbagai macam cara udah di coba buat bangunin tu cewek tapi gak ada yang berhasilnya satu pun.
"Woui, bangun cepetan?" Menggoyang tubuh Ella, bukannya bangun matanya tambah rapet. "Ella?!" Setengah berteriak karena gak ada respon dari yang punya tubuh.
"Akh! Om berisik banget sih?!" Katanya dengan mata tertutup tapi mulutnya enggak.
"Gak bosen apa udah di dunia nyata ketemu malah nyusul Ella ke dalam mimpi?!" Mengubah posisi duduknya terganggu adanya suara.
Rega harus ekstra sabar, bukannya bangun malah marah-marah gak karuan. Mending di bawa pulang dari pada di telantarin di pinggir jalan.
Rega memperhatikan wajah cewek tengil itu lebih dekat. Wajahnya yang putih bersih dan mulus tanpa noda itu terlihat sangat manis saat tertidur. Wajahnya benar-benar polos tanpa make up apa pun, itu membuatnya lebih dari cewek mana pun. Hidungnya yang mancung menambah daya tarik tersendiri dan semakin melengkapi betapa indahnya makhluk ciptaan Tuhan tersebut.
Tanpa sadar, Rega mendekat. Ada dorongan yang kuat untuk menciumnya, rasa itu muncul saat melihat betapa manisnya seorang Ella yang biasa berisik kini tertidur layaknya anak kecil polos tanpa dosa. Saat tinggal beberapa centi Rega tersadar dengan apa yang ia lakukan.
"Ngapain sih gue?" Gak percaya yang di lakuin barusan. "Sadar bro, dia simpenan orang."
Menyadarkan diri sendiri apa yang di lakukannya salah.
Rega mengacak rambutnya frustasi, baru kali ini ia memiliki perasaan yang begitu menyiksa. Seandainya ia lebih dulu bertemu dengan Ella sebelum orang itu, maka ia tak akan jadi seperti ini. Pantang untuknya buat mengambil milik orang lain.
Akhirnya Rega memutuskan untuk membawa Ella ke apartemennya, mau di bawa kemana lagi udah larut malam. Diantar pulang ke rumah? Rumahnya yang mana aja dia gak tau. Untungnya tubuh Ella yang tergolong kecil itu dengan mudahnya ia gendong menuju apartemennya tanpa mengeluarkan tenaga. Sehabis mandi, Rega memutuskan untuk tidur di sofa yang terletak diluar. Bagaimana pun, ia tau bagaimana memperlakukan seorang wanita dengan layak.
Gak mungkin kan dia tidur di kamar sedangkan tu cewek tidur di sofa? Bisa jatuh tu martabatnya sebagai seorang laki-laki sejati kalo ngelakuin hal kayak gitu.