Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Sisi lain Ella ( part 1)


Ella menyeruput minumannya dengan suara nyaring dan berisik membuat Rega mau tak mau mengalihkan perhatiaanya. Kerjaannya gak bakalan kelar kalo tu cewek masih ada di dekatnya.


"Pindah ke bangku lainnya." Katanya mengusir karena terganggu.


Ella mengedarkan pandangannya, semua meja penuh terisi tanpa terkecuali. "Penuh Om, gak ada yang kosong."


Rega menghela nafas berat, bakal jadi hari tang berat kalo gini ceritanya. Kenapa juga tu cewek muncul dimana-mana pas banget sama jadwalnya. Padahal, dunia itu gak selebar dauk kelor tapi nyatanya kayak selebar daun kelor.


"Kalo lo gak mau pergi gue yang... " Tak melanjutkan kata-katanya karena tak jauh ada beberapa orang berlari menuju ke arahnya dengan sangat cepat.


"Copet ...!" Teriak Ibu-ibu berada di belakang mengejar dua orang pemuda yang lari tunggang langgang.


Rega melongo saat kedua orang itu didepannya dan jatuh tersungkur. Bukan tanpa sebab, Ella pelaku yang bikin dua orang itu mendarat dengan sempurna di emperan kafe yang tengah ramai tersebut.Dengan santai dan gak kaya terjadi apa-apa ia menyuruput jus alpukatnya yang hampir habis. "Yah.... Habis...." Mengaduk dengan sedotan. "Kalian ngapain disana?" Katanya pada dua pencopet yang meringis kesakitan.


Seorang dari mereka berusaha berdiri dan membantu temannya untuk lari.


"Copet! Mereka copet, cepet tangkap mereka." Teriak ibu-ibu yang tak jauh dengan suara lantang.


Ella melemparkan gelasnya yang telah kosong dan gelas Rega ke arah mereka dan tepat mengenai kepala.


"Cewek sialan!" Umpatnya dengan kepala benjol.


"Sorry, tangan Ella tadi licin." Memasang tampang tak berdosa dan takut.


"Maaf, beneran gak sengaja."


Rega menyadari saat salah satu dari mereka memukulkan vas bunga itu ke arah Ella yang duduk di depannya dengan santai, refleks ia melindungi cewek bawel itu dengan tubuhnya dan memeluk untuk menghindari pukulan tersebut. Tak ada yang ia pikirkan selain dapat melindungi cewek bertubuh mungil yang punya nyali segede gajah.


Mata Ella membulat tiba-tiba Rega menghadang copet itu dan membiarkan tubuhnya menjadi tameng demi melindunginya. Walau sebenarnya tanpa bantuan Rega ia mampu membereskan mereka berdua dengan mudah. Badannya yang kecil tenggelam dalam pelukan Rega, ia merasakan jantung pemilik tubuh itu berdetak dengan sangat cepat dan tak beraturan.


"Om?" Katanya memastikan karena tak ada gerakan selang beberapa detik vas bunga itu mendarat di bahu kanannya. "Om baik-baik aja kan?" Dengan raut wajah hawatir.


Rega melepaskan pelukannya dan merasakan perih pada bahu kanannya, cairan berwarna merah merembes dari kemejanya yang berwarna putih.


"Gimana nih Om, Om berdarah...." Katanya panik saat melihat darah.


Ella menatap tajam orang yang telah melakukannya. "Lo itu main curang, kalo berani langsung berhadapan gak usah kayak gini curi start duluan." Mengambil ancang-ancang dan mengepalkan tangannya, pikirannya terfokus pada lawan yang ada didepannya untuk mengetahui apa yang bakal ia lakukan.


"Cewek sialan" Menghambur dengan tendangan.


Bukan Ella namanya kalo menghadapi yang kayak gitu udah takut apa lagi sampek nangis sambil sembunyi, tanpa permisi langsung ia hajar tanpa ampun ke dua pencopet itu hingga tak berkutik. Tak sia-sia belajar karate dan juga silat selama ini, dapat sabuk hitam.