Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Kalah Telak


Gak ada pilihan lain, akhirnya dengan senang hati Rega nemenin Ella di rumahnya sementara Sonia pergi karena ada keperluan.


Sonia bersikeras untuk Rega tinggal, gak yakin Ella bakal baik-baik aja di rumah sendiri dengan keadaan yang masih belum pulih sepenuhnya. Kalo udah sehat gak masalah, bakal bisa ngelawan duo maklampir yang menunggu kesempatan buat balas dendam sama Ella.


Rega memperhatikan wajah Ella yang masih pucat, seharusnya melakukan trnasfusi darah buat nambah tapi bersikeras gak mau. Pengaruh obat yang bikin tu anak tidur pules banget, biar di angkat di buang ke kali juga gak bakalan sadar kok.


Sementara Ella terbuai ke alam mimpi, Rega berkeliling melihat-lihat isi kamarnya. Ia teringat pertama kali bertemu, cewek cerewet yang berani ngelawan kata-katanya. Sebelumnya gak ada satu pun orang yang berani buat ngelawan apa yang Rega bilang. Seenaknya manggil sama sebutan Om, yang Rega sendiri gak ada kawin sama tantenya malah di panggil Om. Padahal udah di marahin, di bentak tetap aja tu sebutan Om lengket kayak permen karet.


Ella berbeda dengan cewek mana pun yang pernah dekat dan di kenalnya, cewek super hemat yang gak ada toleransi buat yang namanya makanan sisa. Apa pun alasannya harus habis tu makanan gak boleh ada sisa kalo gak bakal dengerin ceramahnya yang betah sampek satu hari. Banyak kejutan yang ada dalam diri Ella hingga Rega merasa salah paham menganggapnya sebagai cewek peliharaan Om-om kaya yang suka sama daun muda.


Ternyata Sugar Dady yang ia pikir selama ini itu Papa nya sendiri, pas tau antara malu sama seneng banget. Yang bikin hati Rega udah batu itu meleleh melihat kebaikan yang Ella lakukan, ia selalu memikirkan orang lain dan membantunya selama itu dalam kapasitas kesanggupannya. Kesederhanaan dalam keseharian membuatnya menjadi nilai tambah tersendiri. Cewek yang Rega temui menyukai apa yang ia miliki, gak tanggung-tanggung bakal minta ini itu buat beli barang-barang mewah dan makan di tempat berkelas dan semua itu bertolak belakang dengan Ella. Bagaimana pun Rega gak bakal ngelepasin Ella, cewek langka ia temuin di tengah gemerlapnya dunia.


Tok tok tok...


Rega meletakkan bingkai foto, berjalan santai menuju pintu melihat siapa yang ada di baliknya.


"Hai handasome?"


"Lo udah makan? Mommy udah nyiapin makan siang buat kita." Sonya memasang wajah selugu dan seimut mungkin, bahkan suaranya di buat semanis mungkin. Kalo cowok lain udah klepek-klepek, tapi Rega malah keliatan banget gak sukanya. Sonya mendekatkan dirinya ke arah Rega, berharap tu cowok ngeliat tubuh seksi nan montoknya. Apa lagi pakai baju kurang bahan yang mengekspos bagian-bagian tertentu tubuhnya buat cowok t*rangsang karena sifat alamiahnya.


"Tu kamar gue, lo bisa mampir buat nikmatin waktu kita." Bisiknya sensual, menarik perhatian Rega dan merapatkan tubuhnya yang udah harum sampek satu kilometer keciuman baunya. Merasa gak ada perlawanan dari Rega, Sonya memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Rega karena ia yakin cowok gak bakalan tahan dengan godaan tubuhnya yang seksi itu. "Atau mungkin kita bisa menghabiskan waktu akhir pekan bersama."


Rega yang sebenernya sebel banget dari tadi dengerin celotehan gak mutunya itu pengen banget ngusir tu cewek, berhubung ini di rumah orang jadi ia masih bersikap menghormati tuan rumah dengan menahan sekuat mungkin emosi yang udah di ujung tanduk. "Madame, gue bukan tamu lo." Katanya tajam. "Cewek kayak lo yang pamer bentuk badan di luar sana banyak, bahkan lebih cantik dan bohai." Bisiknya dengan nada mengerikan. "Gue bisa dapetin sebanyak yang gue mau kalo gue mau, tapi sayangnya gue gak pernah tertarik karena yang gue cari istri buat seumur hidup bukan mesin berjalan pemuas nafsu."


Sonya yang merasa suasana sedikit mencekam berusaha menetralkan mentalnya yang menciut menghadapi Rega. Cowok itu memilik aura pekat yang bisa membuat siapa pun berhadapan dengannya menjadi takut, saat tersenyum aja udah bikin bulu kuduknya merinding. Bagi Sonya itu adalah tantangan dan daya tarik tersendiri, karena cowok kayak gitu biasanya tipe cowok setia yang gak bakal berpindah ke lain hati dengan mudah dan akan melakukan apa pun untuk wanitanya.


"Kan kali aja, lo capek jagain Ella." Suaranya gak semanja tadi, sadar Rega gak menyukainya.


"Terimaksih buat perhatiannya." Berbalik dan meraih gagang pintu.


"Apa sih yang lo suka dari cewek berbadan rata itu?"


Rega mengurungkan niatnya membuka pintu, melepas gagang pintu. "Yang jelas, semua yang gue suka di dalam diri Ella gak ada satu pun yang ada di diri lo." Katanya mewakili segalanya, males jelasain satu-satu dan yang paling penting males lama-lama buat ngomong sama tu orang. "Lo harus ingat, dia calon istri gue jadi jangan harao lo berani menyentuh satu helai rambut pun karena bakal berurusan sama gue secara langsung." Seringainya.