Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Rahasia Rumah


Sonia yang hanya diam melihat tingkah laku Mommya dan saudara kembarnya itu tersadar, menyadari kesalahan besar yang telah mereka berdua lakukan. "Mom, cepat kejar Ella dan minta maaf." Tak ingin terjadi sesuatu yang bakal mereka sesali seumur hidup.


"What? Telinga gue gak budek kan?" Dengan nada bicara mengejek, gak ada dalam kamus hidup seorang Sonya meminta maaf.


"Anak kecil diam aja." Devi merapikan bajunya dan tersenyum penuh kemenangan.


Ngelihat gelagat mereka yang emang gak pernah mau tobat akhirnya Sonia berlari mengejar Ella mengindahkan teriakan Mommy untuk berhenti.


"Mom, kenapa Sonia selalu tak pernah sependapat dengan kita?"


Devi mengangkat bahunya, "Biar, lebih baik di bandingkan merusak rencana kita."


Perasaannya berbunga-bunga karena dalam pikiran wanita jahat itu sudah berhasil menyingkirkan kerikil dalam langkahnya.


"Ella!" Berlari mengejar Ella yang hampir masuk ke dalam mobil, Sonia ngos-ngosan.


Ella mengurungkan niatnya, tampak Sonia menghampirinya dengan nafas memburu.


"Maafin Mommy dan Sonya, gue tau mereka keterlaluan banget kayak gitu. Seharusnya kami yang keluar dari rumah ini." Menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan.


"Kan gue pernah bilang jangan pernah minta maaf buat tindakan yang gak pernah lo lakuin." Menepuk bahu Sonia pelan dan tersenyum.


"Tapi Ella ..."


"Kamu tau yang sebenarnya terjadi?" Kata Willy menyela.


Sonia mengangguk. Saat mereka bertiga berdebat hebat tanpa sengaja mata Sonia melihat CCTV yang berada di sudut plafon rumah. Tentu aja, gak mungkin Ella di rumah sendiri tanpa pengawasan orang tua kalau tingkah lakunya gak di awasi oleh Papanya.


CCTV itu mewakili segalanya yang terjadi, Sonia yakin bahwa laki-laki yang ada di depannya itu bukan orang biasa yang bisa keluar masuk rumah seenaknya kalau gak memiliki ikatan keluarga. Pasti ada penjelasan yang masuk akal dalam hal ini.


"Gadis pintar." Willy mengusap kepala Sonia dengan senyumannya yang manis.


Seketika wajah Sonia memerah mendapat perlakuan hangat dari Willy. Ini pertama kalinya seorang laki-laki memperlakukannya dengan lembut, jantungnya berdetak lebih cepat di bandingkan biasanya.


"Tapi, bagaimana bisa?"


Sonia mengangguk, ia mengerti keadaan yang saat ini terjadi dan tak mungkin menuntut Ella menjelaskannya karena dalam emosi labil akibat perbuatan Mommy dan saudara kembarnya.


"Kalau Papa lo pulang? Gue harus ngomong apa? Soalnya lo gak ada di rumah."


"Gak usah di jelasin apa pun, Papa udah tau segalanya. Cukup diam dan jadi anak yang manis, Papa pasti gak bakal ngelibatin kamu dalam hal ini."


"Sekarang, lo mo nginap dimana?" Dengan wajah khawatir melihat Ella meninggalkan rumahnya begitu aja tanpa membawa apa pun.


"Gadis manis, Ella punya Kakak yang bisa di andalkan." Kata Willy bangga, dengan uang dan kekuasaan yang saat ini ia miliki mampu memberikan apa pun yang Ella inginkan.


Sonia tersenyum cerah mendengarnya dan benar apa yang pikirkan bahwa mereka berdua pasti memiliki ikatan keluarga. Dengan konyolnya Sonya menggali kuburannya sendiri karena sifat tamak, iri dan dengki.


Willy tersenyum ke arah Ella dan Sonia bergantian, muncul ide jahilnya untuk membuat pembalasan atas perlakuan dua macan betina yang gak tau diri. Bahkan berani menampar Ellanya yang sangat berharga, tentu aja harga yang bakal mereka terima akan sangat mahal.


"Gadis manis, ikutlah dengan kami sebentar. Ada sesuatu yang harus kita sepakati untuk kejadian hari ini." Mengedipkan sebelah matanya.


Ella memutar bola matanya, kalo udah kayak gini bakalan drama tragedi yang bikin senam jantung bahkan bisa langsung stroke.


"Ngomong-ngomong sampai kapan Kakak mau telanjang gitu?" Menunjuk anduk yang dililitkan di pinggang.


Willy yang tak menyadarinya tertawa konyol.


jadi selama ini cuma pakai anduk tanpa pakaian. Badannya yang seksi ter ekspos dan menodai banyak mata hari ini.


Sonia menutup matanya dengan kedua tangannya, merasa matanya ternodai dengan pemandangan tersebut tapi gak muna kalo agak greget liat roti sobek plus badan mulus yang bakal jadi peristiwa langka.


********


Angkat jempol dan Votenya ya say ...


Biar authornya tambah semangat lagi.


Terimakasih buat dukungan dari kalian semua.