Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Rencana Rega


"Bi, tadi Ella liat Sonya pas beli buah makanya Ella lari buat ngejar dia." Kata Ella di dalam mobil saat perjalanan pulang ke rumah Mamanya, hari ini Rega merencanakan untuk memberikan kejutan ulang tahun untuk Ella dan semua keluarga telah berkumpul disana menantikan kedatangannya.


"Terus?" Masih konsen nyetir, kalo enggak bakal di beliin kaca mata kuda sama Ella.


"Dia lagi hamil, Sonya berubah banget gak kayak dulu Bi. Ella liatnya ngerasa kasian, apa lagi Mama selama ini pengen banget ketemu Sonya." Menjalin jari jemari tangannya, ada nada sedih saat mengatakannya.


"Iya, nanti Abi suruh orang buat cari dimana sonya tinggal." Membelai lembut rambut Ella, Rega tau persis bagaimana sifat istrinya tersebut yang tak pernah bisa menyimpan dendam untuk orang yang telah menyakitinya sekali pun. "Kalau Sonya menolak kita jemput paksa dan bikin kejutan buat Mama."


"Abi..., makasih..., suami Ella emang yang terbaik."


"Hem..., kalo maunya udah di turutin aja...," Kata Rega mencibir.


"Ya udah lah, Ella ganti jadi gini aja...." Membenarkan duduknya, "Suami Ella emang yang paling jelek...,"


"Orang gantengnya kayak gini masih di bilang jelek? Terus gantengnya gimana?" Katanya protes.


"Terserah Abi lah mau gimana, di bilang ini salah lah, di bilang itu juga tambah salah."


"Iya pilih yang jelek aja, orang jelek pasangannya jelek juga jadi istri Abi yang bawel ini gak ada yang ngelirik dan naksir."


"Enak aja, Abi aja yang jelek sana jangan bawa-bawa Ella."


"Makmum itu ikut imam, jadi kalo imamnya jelek makmumnya juga ikutan jelek." Kata Rega menahan tawa liat bibir Ella yang udah monyong.


******


Sonya bergegas memasuki gang sempit tempatnya menyewa sebuah rumah sangat sederhana dengan ukuran 6x8 meter yang di tempati bersama Keluarga kecilnya, karena mengejarnya Ella hampir tertabrak sebuah mobil. Beruntung seseorang menyelamatkan dalam waktu yang tepat. Seandainya sesuatu terjadi pada saudara tirinya itu mungkin selama hidupnya Sonya akan menyalahkan dirinya sebagai penyebabnya, namun Tuhan masih berpihak padanya dan memberikan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik dan memperbaiki semua kesalahan yang telah ia lakukan di masa lalu.


"Mommy kenapa?" Tanya Alwx melihat Mommy yang terduduk lemas dengan menutup pintu. "Apa ada olang jahat?"


"Enggak sayang..., Mommy cepat-cepat pulang mau hujan."


"Oh...," Langsung melihat acara tv favoritnya dan meninggalkan Mommya-nya.


Sonya berdiri dan berjalan menuju dapur, mengambil segelas air putih penuh dan meminumnya hingga tak bersisa. Mengatur nafasnya yang memburu karena syok bertemu dengan Ella dan mengalami hal yang membuat jantungnya lwbih ekstra bekerja.


"Kenapa?" Andika keluar dari kamar dan melihat istrinya yang bengong dengan wajah pucat serta keringat bercucuran.


"Ah, enggak kok mas." Katanya menyembunyikan wajahnya, Sonya tak ingin suaminya tau apa yang terjadi padanya. Selama ini Sonya mengatakan bahwa ia hidup sendiri dan Andika sekalipun tidak pernah menanyakan perihal keluarga atau asal usulnya.


"Kamu sakit?" Menempelkan tangannya di kening Sonya untuk memastikan, Badannya gak demam....


Sonya tersenyum, "Aku sehat kok mas, mas lebay banget sih dikit-dikit di bilang sakit...." Mengambil plastik belanjaan, mengeluarkan buah yang ia beli dan mencuci sebelum memasukkan ke dalam kulkas.


"Bukan lebay, cuma takut aja kalau kamu sakit. Nanti siapa yang masakin buat aku?"


"Kan bisa masak sendiri."


"Masakan kamu tiada tandingnya di dunia ini."


Sonya mendaratkan cubitan di perut suaminya dengan wajah mayun di buat-buat.


Tok! Tok! Tok!


Sonya menghentikan aksinya dan mengarahkan pandangannya ke pintu, "Siapa mas?"


Andika mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya. "Mas buka dulu, kamu tunggu aja disini." Katanya dengan berjalan ke arah pintu, saat pintu terbuka ia melihat seorang pria mengenakan setelan jas mahal serta sepatu mengkilat yang tentunya mahal juga di depannya. Jarak mereka yang lumayan dekat membuat Andika mencium bau parfum yang tak pernah ia temui di pasar tempatnya bekerja. "Anda cari siapa?" Tanya-nya heran karena kedatangan tamu dengan penampilan super wah tersebut, biasanya yang bertamu kalangan ekonomi kelas bawah seperti dirinya bukan kalangan elit seperti yang ada di depan Andika saat ini.


"Apakah anda tuan Andika, suami dari nyonya Sonya?"


"Betul tuan, seingat saya kami tidak memiliki hutang atau sejenisnya kepada orang lain." Kata Andika, walau pun hiduo sederhana dan pas-pasan ia tak pernah mempunyai pinjaman pada siapa pun walau sesusah apa pun.


"Bukan, saya kesini bukan untuk menagih hutang. Saya hanya ingin minta tolong ke pada anda, bisa kita bicara di tempat lain? Tuan saya telah menunggu anda." Menunjuk mobil yang terparkir di luar gang.


Andika berpikir, perasaan takut dan was-was langsung menyelimuti hatinya. Kabar di telivisi dan media lainnya lagi marak-maraknya tentang aksi penculikan dengan menjual organ dalam dan perdagangan manusia keluar negeri, memikirkannya saja membuat Andika tergidik ngeri. "Tapi...,"


"Ini mengenai istri anda," Jawabnya seolah tau dan menampik apa yang Andika pikirkan, "Tuan saya hanya ingin berbicara dengan anda, silahkan anda membawa hp dan menghubungi pihak berwajib kalau anda menemukan kejanggalan."


Andika melirik sekilas ke dalam, bagaimana pun ia harus meminta ijin kepada istrinya untuk keluar. "Saya ijin dulu sama istri." Masuk ke dalam kamar dan menemui Sonya yang mencuci beras untuk memasak. "Sayang, aku mau keluar sebentar sama teman."


"Iya, jangan lama-lama. Pulang sebelum makan malam ya mas?"


Andika mengganti bajunya dengan baju terbaik yang ia miliki, walaupun bukan orang berada setidaknya ia bisa menempatkan diri dan menyesuaikan keadaan. Setelah di rasa cukup rapi ia keluar, "Mari tuan?"


Mobil hitam metalik terparkir di pinggir jalan yang sempit, sangat kontras dengan lingkungan tempatnya terparkir dengan deretan rumah bedakan yang sengaja di bangun untuk di sewakan. Andika merasa canggung saat orang yang menjemputnya itu membukakan pintu mobil dan bersikap hormat. Siapa orang pemilik mobil mewah ini? dan ada hubungan apa dengan Sonya? Sambil memikirkannya, Andika menurut untuk masuk. Seorang laki-laki berperawakan sempurna dengan wajah tampan yang selama ini hanya Andika lihat di layar telivisi. Rasanya gue pernah liat orang itu, apa dia artis? Politisi atau lainnya???


"Maaf kalau kedatangan saya kurang sopan karena meminta anda datang, padahal saya yang memiliki keperluan dengan anda."


"Maaf sebelumnya saya belum memperkenalkan diri, nama saya Rega Adiyaksa Mahendra dan anda bisa memanggil saya Rega." Mengulurkan tangan dengan tersenyum.


Aura yang di keluarkan laki-laki bernama Rega itu memang kuat, hanya dengan berbicara dapat membuat Andika melakukan perintahnya. "Saya Andika Tuan, maaf sebelumnya... Apakah tuan seorang artis? Saya merasa pernah melihat anda sebelumnya, tapi saya lupa itu dimana...," Menggaruk kepalanya yang sebenarnya gak gatal sama sekali.


"Bukan, saya bukan artis atau lainnya." Rega tertawa kecil menanggapinya, ternyata saudara iparnya itu sangat polos dan lugu. "Sepertinya usia kita hampir sama, bagaimana kalau kita bicara, seperti layaknya seorang teman? Dalam situasi seperti ini rasanya kaku sekali."


Andika mengangguk mengiyakan, memang rasanya canggung dan kaku. "Apa yang tuang inginkan?"


"Panggil aku Rega..., kalau di lihat dari silsilah keluarga disini aku sebagai adik ipar kamu." Kata Rega memulai.


"Adik ipar?" Andika merasa heran, bagaimana bisa mempunyai adik ipar kalau dirinya sendiri adalah yatim piatu. "Ha ha ha ha...," Tertawa canggung, "Kamu bisa-bisanya melawak...,"


"Aku bicara serius, bukan melawak." Memasang wajah serius.


"Tuan Rega, saya yatim piatu dengan besar di rumah panti asuhan. Bagaimana bisa kamu bilang kalau kamu adik ipar aku?" Tanya-nya bingung dengan semua keadaan seperti ini, tiba-tiba datang seseorang dengan penampilan mewah yang mengaku sebagai adik iparnya. Bukan hanya lelucon tapi ini benar-benar sebuah kebohongan.


"Oke, gini..., saya adalah suami dari Ella Alexa Johan yang tak lain adik tiri dari istri kamu yang bernama Sonya. Bukankah yang saya katakan tidak berlebihan kalau saya adalah adik ipar kamu?"


Jantung Andika berhenti berdetak beberapa detik, pikirannya kosong saat mendengar tentang sesuatu yang baginya hampir tak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Bagaimana mungkin??? Sonya juga yatim piatu. Kami sama-sama hidup sendiri dan saling memiliki." Katanya tak percaya, sesuatu yang jauh dari perkiraannya.


Rega mengambil hp-nya, menjelaskan secafa langsung itu akan sedikit susah dan mungkin memerlukan waktu yang sedikit lama. Tapi dengan bukti yang ia miliki mungkin Andika akan bisa menerima dengan cepat. "Ini adalah foto Sonya beserta kembarannya yaitu Sonia." Menyodorkan hp-nya agar Andika bisa melihat secara langsung, "Kamu bisa menggeser untuk melihat foto-foto selanjutnya, disana ada Ella istri saya, Mama Sonya dan Sonia, Papa sambung Sonia dan adik Sonya yangmasih kecil."


Andika mengulurkan tangannya, menerima hp yang ia yakini tak akan mampu ia beli dengan penghasilannya sebagai buruh pasar. Tampak sangat jelas foto dua orang yang sangat mirip, Andika bahkan hampir tidak bisa membedakan mana foto istrinya dan foto kembarannya. "Jadi ini kembaran istriku???"


Rega hanya diam, membiarkan Andika mencerna semuanya. Dari keterangan yang ia dapatkan, selama ini Sonya menyembunyikan identitas aslinya dari sang suami dengan hidup sebagai sebatang kara.


"Apakah mereka keluarga Sonya? Dia Mama Sonya?" Mengamati foto seorang wanita yang masih sangat cantik dalam usia yang tak lagi muda. Apakah ini nyata? Ternyata Sonya memiliki keluarga yang masih utuh dan sepertinya mereka buka orang biasa. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Sonia lebih memilih hidup bersamaku dalam sebuah gubug dan kehidupan yang serba terbatas? Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Andika yang satu pun tak dapat ia jawab.


"Iya, Sonya masih memilik saudara kembar dan Mama. Banya hal yang terjadi, mungkin bukan wewenangku untuk menjelaskan semua masa lalu Sonya. Yang terpenting untuk saat ini bantu aku untuk menyatukan mereka, bagaimana pun Sonya masih memiliki keluarga yang setia saat membuka rumah dan tanga untuk menyambut kedatangn dan kepulangannya. Tolong bawa Sonya pulang malam ini karena kami akan mengadakan makan malam bersama keluarga besar kami."


"Bagaimana bisa aku... " Andika menundukkan wajahnya, merasa minder karena ia berasal dari orang bawahan dan pastinya makan malam yang Rega maksud adalah makan malam seperti yang ia lihat di layar televisi dengan gaun dan pakaian cantik nan mewah. Selama mereka menikah, Andika tidak pernah sekali pun membelikan baju cantik untuk istrinya tersebut.


"Andika..., jangan merasa rendah karena kita semua sama di mata Tuhan. Apa kamu ingin selamanya Sonya hidup sendiri? Apa kamu mau membiarkan seorang Ibu yang merindukan anaknya? Dan aku kira Sonya pasti merindukan sosok Mama selama ini." Rega mengerti apa yang Andika pikirkan, "Selama pekerjaan yang kamu lakukan itu halal maka tegakan kepala dan bangga kepada orang lain." Memberi semangat kepada Andika untuk tidak merasa rendah diri.


Dika, apa yang Rega katakan itu benar. Sonya berhak mendapatkan kebahagiasan bersama keluarganya. "Huh...." Andika menghembuskan nafas panjang, walau ia merasa takut untuk kehilangan saat Sonya kembali kepada keluarganya tapi kalau itu demi kebahagiaan dan hidup layak untuk istri serta anaknya maka ia rela membiarkan Sonya kembali kalau ia menginginkannya.


"Baik, aku akan melakukannya."


"Terimakasih...," Rega mengambil kotak yang ada di sampingnya, "Pakailah ini untuk kalian bertiga, aku akan mengirimkan supir jam 7 malam di tempat tadi." Memberikan kotak. tersebut di atas pangkuan Andika dan meletakkan kartu di atasnya, "Pakailah ini untuk membeli perlengkapan lainnya."


"Maaf, walau kami miskin kami tidak bisa menerimanya." Tolak Andika saat di berikan kartu yang ia yakini kartu sakti orang kaya.


"Bukan maksudku seperti itu, jangan salah paham dan tersinggung." Cepat-cepat meralat sebelum ada kesalah pahaman karena-nya. "Uang ini bukan untuk menyogok, tapi gunakan uang ini untuk kepentingan mendesak. Simpanlah dulu, gunakan saat benar-benar mendasak untuk berjaga-jaga. Bagaimana pun Sonya adalah kakak dari iatriku dan dia juga kakak iparku."


Andika rague menerimanya, "Aku...,"


"Untuk berjaga-jaga selama masa kehamilannya. Saat nanti melahirkan kamu bisa mengembalikannya." Kata Rega memberi pilihan.


"Baiklah..., terimakasih."


"Datanglah ke alamat yang ada di dalam kartu, tunjukkan kartu ini dan resepsionis akan langsung tau."


Andika membaca tulisan yang tercetak di atas kartu nama teraebut, matanya membesar dan tangannya bergetar hebat saat mengetahui siapa sebenarnya orang yang mengaku saudara iparnya tersebut. Walau Andika tidak tahu sepenuhnya namun ia tahu bahwa Rega adalah putra mahkota keluarga Mahendra yang termasyur dengan aset dan omset yang gak bakalan habis tujuh turunan, orang yang di gadang-gadang menjadi salah satu orang berpengaruh dan terkaya di dunia. Kalau sekelas Rega adalah adik ipar istrinya, lalu siapa sebenarnya Sonya? Untuk menjawab semua itu Andika bertekad membawa Sonya untuk bertemu dengan keluarganya seperti yang Rega katakan dan sebagai penguji seberapa besar cinta Sonya kepadanya, laki-laki miskin yang hanya memiliki cinta.


"Baik, nanti setelah jam 7 aku bakal bawa Sonya dan Alex untuk pulang."


********


Hi readers...


Yang di betah-betahin di rumah sambil ngabisin sisa kue lebaran kemarin.. ☺☺☺


Kalo bisa jangan keluar rumah dulu ya soalnya masih dalam keadaan belum stabil di luar sana, mending kita di rumah dan ngelakuin hal-hal. yang bersifat positif dan mengusir rasa jenuh yang kita rasa-in, banyak kok yang bisa lakuin di rumah asalkan kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.


Beberapa hari author sedikit sibuk dengan beberapa kegiatam yang berimbas up nya gak menentu dan pasti, tapi author tetap usahain semaksimal mungkin buat bisa up setiap hari atau setiap ada waktu luang.


Mohon pengertian dari kalian semua.


Jangan lupa "like" dan "Vote" nya serta "komentarnya" buat kalian yang suka sama novel yang author tulis. Terimakasih atas dukungan dan partisipasi dari kalian semua yang selama ini udah setia dan jadi penyemangat tersendiri buat author.


Terimakasih banyak...


😘😘😘😘😘😘


Jangan lupa buat hidup sehat, cuci tangan sesering mungkin, hindari keramaian, pertemuan yang gak penting dan cuma