
Rega langsung pasang muka cerah saat liat istri tercinta di depannya, tapi langsung pasang muka jutek pas sadar kalo cewek ganjen di depannya salah tingkah. Yang di senyumi siapa yang nyamber siapa, kan jadi merusak susasana aja.
"Udah lama Bi tadi nunggunya?" Ella langsung duduk di samping Rega tanpa memperhatikan ada orang lain di depannya yang lagi terbengong-bengong. Karena haus Ella langsung menyerobot minuman yang ada di depan Rega tanpa ba bi bu.
Cahaya yang udah dari awal ke ge-er-an itu nambah ge-er pas liat tu cowok senyum ke arahnya, tapi kenapa mukanya kok jadi gitu saat di bales senyum? Gak lama seorang cewek duduk di sampingnya, menyapa dengan ringan bahkan langsung mengambil minuman bekas cowot tersebut tanpa ragu. Lagi-lagi cewek yang sama, yang tadi bareng pujaan hatinya. Kenapa ni cewek selalu muncul dimana-mana bareng cowok-cowok ganteng, emaknya ngidam apaan sih sampek anaknya seberuntung itu?
"Gak kok, tadi aku baru nyampek langsung makan disini. Langsung pulang atau mau kemana? Yun udah booking hotel buat kita." Ujarnya cuek, Rega emang udah biasa cuek sama sekitarnya jadi mau ngomong apa pun terserah. Lagian biar cewek di depannya itu dengar dengan jelas.
"Ngapain Bi ke hotel?" Tanyanya bingung, belum ngerti juga.
"Buat honeymoon." Bisiknya sensual di telinga Ella yang langsung bikin muka Ella merah karena malu.
"A-apaan sih?"
Rega tertawa kecil liat istrinya yang udah kayak kepiting asam manis. "Ayo pulang, kelamaan disini kasian yang lain kalo mau makan."
Ella berdiri mengikuti Rega, dan seketika tangannya langsung di genggam suaminya tersebut dengan hangat dan nyaman. Baru Ella nyadar ada orang lain di depannya dengan pandangan mata penuh tanya dan sikap canggung, gimana gak canggung dengan gampangnya Rega nyebutin hotel di depan umum. Kalo yang tau mereka suami istri sih gak masalah, yang parah itu kalo mereka gak tau bakalan mikir kalo lagi kumpul kebo. Ella tersenyum pada cewek di depannya itu sebelum Rega menarik tangannya buat menjauh dari kantin yang semakin ramai.
**********
Dua orang makhluk Tuhan yang lagi duduk di dalam hotel dengan kelas presidential suit itu sama-sama pasif, bingung mau mulai dari mana. Rega yang biasanya aktif juga kali ini malah kebalikannya. Dari tadi yang di kerjain malah bolak-balik ngambil air mineral dingin dalam kulkas, tu jantung udah gedor-gedor mau keluar dari rongga dadanya saking groginya. "Aku mau mandi dulu." Katanya memecah keheningan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"I-iya."Jawab Ella kikuk, belum biasa berduaan gini sama Rega satu kamar. Ella yang nunggu Rega selesai mandi itu menyibukkan diri dengan hpnya, mengecek dimana tempat yang akan ia kunjungi untuk mendapatkan beberapa barang untuk keperluan kuliah tanpa menyadari kini Rega berdiri di sampingnya dengan mengusap anduk di kepala untuk mengeringkan rambutnya.
"Entar biar Yun yang urus, gak usah bingung cari kemana."
Ella menoleh, tampak Rega yang udah wangi dengan rambut acak-acakan berdiri disampingnya memakai jubah mandi. Kali kedua Ella melihatnya dan masih aja terperangah.
"Udah mandi sana, sementara kita disini dulu. aku nyuruh orang buat beresin apartemen, udah hampir seminggu gak kesana jadi harus di beraihkan dulu." Rega mengalungkan anduk di leher Ella. "Gak usah gitu liatnya, sampai mati juga suamimu ini milik kamu seutuhnya." Bisiknya.
Ella yang udah biasa di goda Rega itu cuma menatap tanpa ekspresi. "Iya, ni juga mau mandi." Meletakkan sembarang hp nya.
Rega mengangkat alisnya heran biasanya muka Ella langsung merah tapi kok ini gak lagi. Gak seru kalo kayak gini, sebenarnya semua ini adalah ide Yun buat nginep di hotel. Malah kemarin nyaranin buat honeymoon ke luar Negeri, karena gak ada waktu akhirnya hotel ini yang di pilih. Rega mengeluarkan falshdisk yang di berikan Yun, katanya sebagai hadiah pernikahan dan hanya boleh di buka saat udah dalam hotel berdua sama Ella. Sebenernya Rega penasaran banget sama isinya tapi menahan rasa penasaran itu buat gak buka sekarang, nunggu bareng Ella kayak intruksi Yun.
"Itu apa Bi?" Tanya Ella keluar dari kamar mandi dengan anduk di kepala dan jubah mandi yang membungkus badannya. Awalnya Ella ngerasa malu buat keluar kayak gini, tapi mau gimana lagi di dalam gak ada apa-apa kecuali jubah mandi. Gak mungkin juga pakai baju yang udah kotor.
Rega menyuruh Ella duduk di sampingnya dan berjalan menuju tv led dengan ukuran 43 inch, memasang flashdisk itu dan meraih Ella untuk duduk di pangkuannya. Rega memeluk tubuh istrinya itu dengan erat, melepaskan handuk yang ada di kepalanya dan mengeringkan rambut panjang Ella dengan menggosok anduk.
"Bi?"
"Udah, gak pa-pa cuma ngeringin rambut doang."
Ella hanya menurut, kali ini detak jantungnya udah gak karuan mendapat perlakuan lembut itu. Rasanya malu banget duduk di pangkuan gini, tapi untung banget dalam posisi menghadap ke muka jadi Rega gak liat mukanya yang panas. "Itu apaan?"
"Gak tau, katanya kdo pernikahan dari Yun. Baru tadi pas pulang ngambil mobil Yun ngasihnya."
Layar tv yang tadinya cuma berwarna putih itu akhirnya kini berubah menjadi ribuan warna yamg menjadi gambar. Rega meletakkan handuk di sampingnya, memeluk pinggang Ella dan menunggu apa yang sebenarnya Yun pengen tunjukkan disana.
Awalnya dua orang wanita yang sedang berlibur di pantai, mereka bermain bersama hingga puas dan berpisah saat matahari mulai tenggelam. Hingga datanglah seorang laki-laki menjemputnya dan membawa wanita itu ke hotel, persis yang mereka lakukan saat ini. Saat di lorong kamar hotel dua orang itu berciuman dengan mesra dan lama kelamaan menjadi sangat panas, adegan demi adegan terjadi hingga tubuh mereka berdua tanpa benang sehelai pun.
Ella yang penasaran melihat tv dengan menunggu, ternyata yang di maksud Yun sebagai kado pernikahan itu film b*kep yang adegannya bikin panas dingin. Ella yang ngerasa ada sesuatu yang mengeras di bawah tempat ia duduk dan tak lama tangan Rega menyelinap ke dalam jubahnya, mengelus perutnya lembut dengan nafas hampir tak terdengar. Ella tak melakukan penolakan karena mereka udah suami istri, lagian udah jadi kewajibannya melayani suaminya tersebut. Tangan Rega perlahan naik ke atas, menjelajahi p*yud*ranya yang saat ini polos tanpa pelindung. Mengusapnya perlahan, memijatnya dengan lembut hingga menghasilkan sensasi yang gak bia Ella ungkapkan. Ella memilih menutup matanya karena malu dan rasa unik yang ia rasakan, mencengkramkan tangannya pada jubah mandi Rega dengan kuat. "akh...," Akhirnya erangan kecil lolos dari mulutnya saat tangan itu memainkan gundukannya dengan lebih cepat.
Rega yang mendengar erangan itu menjadi semakin bersemangat, ia membalikkan Ella hingga menghadap ke arahnya. Memindai wajah istrinya yang sangat seksi itu dengan semburat merah dimana-mana dan nafas memburu yang tak beraturan membuat n*fsunya menguasai kepalanya. Bibirnya m****** bibir Ella yang terengah-engah dengan lembut, walau pun dalam keadaan kalut dan n*fsu menguasainya Rega tak ingin memperlakukan Ella dengan kasar. Raka telah mewanti-wanti pengalaman pertama mereka ini akan menyakitkan, apa lagi untuk Ella. Bahkan Raka memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit yang akan Ella rasakan setelahnya. Rega melepaskan p*gutannya yang membuat bibir Ella basah, menatap wajah istrinya itu dengan pandangan nanar. "Boleh?" Tanyanya sebelum melakukan, ia tak ingin adanya keterpaksaan dan hanya Rega yang menginginkannya.
Ella yang udah pasrah dan terbuai dalam permainan suaminya itu hanya mengangguk pelan, kado pernikahan Yun ternyata sangat efektif. Erangan demi erangan keluar dari mulut Ella saat Rega menjelajahi seluruh tubuhnya, hanya melihat sebentar saja membuat Rega menjadi lihai. Ella sudah merasa melambung ke atas langit merasakan perlakuan suaminya tersebut, Rega memperlakukannya dengan sangat lembut. Sesekali bertanya apa kah ia boleh menyentuh beberapa bagian dari tubuhnya sebelum melakukannya membuat Ella merasa sangat di hargai sebagai wanita. Karena minimnya pengalaman membuat Ella menjadi pasif dan hanya menikmati, Rega yang aktif melakukannya dan membimbing Ella. "Bi...," Racaunya saat tangan suaminya itu menyentuh area sensitifnya, membuatnya terengah-engah dan bergerak tak beraturan. Untungnya tangan Rega masih memegangi pinggang membuatnya tetap bertahan tanpa jatuh.
"Sayang, love you...," Bisik Rega di telinga Ella dengan menggigitnya pelan, menyapu telinga itu dengan lidahnya. Rega pernah membaca sebuah artikel kalau telinga adalah salah satu area sensitif wanita, dan ternyata itu benar. Ella sudah tak menguasai dirinya sendiri saat ia melakukannya dengan di tambah tangannya yang bermain di bawah sana.
Rega merebahkan tubuh Ella agar lebih nyaman dan membuatnya dapat memandangi sepuasnya, ella yang pasrah terlihat luar biasa menggoda dan berkali-kali lipat lebih cantik di bandingkan biasanya. Rega membuka ikatan tali dan membuangnya sembarang hingga terlihat kulit mulus istrinya itu, seketika tubuhnya menegang. Ini kedua kalinya, yang kemaren cuma dari belakang, tapi ini keseluruhan.
Ella yang malu banget menutup wajahnya dengan bantal, bukan canggung lagi tapi udah kayak gak ada aliran darah.
"B-boleh?" Beberapa kali Rega menutup matanya, menjaga kesadarannya tetap terjaga. Kalo sampek kalap bakalan bahaya, ini aja berasa kayal gunung yang siap menumpahkan laharnya. Tanpa menunggu iya membuang bantal yang menutupi wajah Ella, memaksa wanitanya melihat dan menciumi bibirnya dengan cinta, yang awalnya lembut hingga beralih penuh n*fsu. Kesadarannya udah hilang sepenuhnya tergantikan dengan keinginan kuat yang tak mampu ia bendung, keinginan itu semakin memuncak saat Ella membalas ciuman itu dan melingkarkan tangannya di leher Rega. Tangannya telah menjelajah kesana kemari membuat Ella bergerak tak beraturan hingga membuatnya merasakan gesekan-gesekan yang semakin menenggelamkan laki-laki normal tersebut.
"Sayang, kita coba langsung ya?"
Rega menempatkan dirinya di atas badan Istrinya yang udah lunglai bersimbah keringat dengan nafas memburu, pengalaman pertama mereka sangat terbantu oleh kado pernikahan yang Yun berikan. Kalo gak ada panduan gitu gak mungkin bisa mencoba beberapa gaya pemanasan yang bener-bener bisa bakar kalori, fitnes alami yang dapat berkali-kali manfaat. Ibaratnya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Ella memejamkan matanya erat, mengantupkan bibirnya dan mencoba menahan rasa sakit yang ia rasakan dengan mencengkram seprai yang udah porak poranda layaknya di terpa badai berkekuatan besar. Bahkan sampai keluar air mata saking sakitnya.
Rega yang dari tadi konsen buat cari lubang belut itu akhirnya menghentikan aksi yang ia lakukan saat menyadari Ella mengeluarkan air mata dengan wajah kesakitan, ia menciumi pipi dan seluruh wajah Ella dengan penuh cinta. Menyadari kalau yang di lakukannya menyakiti wanita yang ia cintai bikin hasratnya yang udah mau meletus langsung kempes. Ia menarik selimut dan menutupi tubuh tel*nj*ng Ella, memeluknya erat untuk menenangkan. "Maaf sayang," Bisik nya pelan, dan mengusap air mata yang masih terus mengalir. "Kita istirahat aja dulu, lagian beberapa hari ini kurang istirahat."
"Yang harusnya minta maaf Ella, gak bisa layanin Abi dengan baik." Membalas pelukan suaminya itu, ada rasa bersalah dan penyesalan di dalam hatinya. Untung banget dapat suami yang pengertian, gak maksain kehendak padahal Ella tau kalau Rega udah nahan sebisa mungkin buat gak ngelakuin itu. Bukan karena gak mau tapi emang rasanya sakit banget, air matanya itu netes sendiri gak di buat-buat. Padahal gak pengen juga nangis entar malah di bilang lebay atau apa lah.
"Udah gak usah nangis lagi, entar kita suruh Raka kesini buat cari jalan tengahnya. Aku gak mau nyikitin istri ku yang cantik ini, kalo tau bakal sesakit itu...,"
Ella menghentikan ucapan Rega dengan melum*t bibirnya, setidaknya ini yang bisa ia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya. "Makasih Abi udah jadi suami super buat Ella." Membenamkan kepalanya di dada Rega dengan penuh rasa syukur. "Ella cinta Abi."
*********
Hai Reader....
Authornya lagi sibuk berat beberapa hari ini karena nemeni anak ngerjain tugas dari sekolah, jadi guri dadakan yang harus ekstra sabar...
Hayyo siapa yang baca sambil nahan nafas karena tegang???
Harusnya tadi malam ya Author kasih naskahnya biar greget pas malam jumat 🤠Karena authornya ngantuk berat makanya lupa jadinya ketiduran. Bangun tidur ngelakuin tugas Negara yang bikin lupa dan akhirnya baru inget kalo belum ngirim naskah buat Up hari ini. Kenapa jadi cerita Author muter-muter?
Karena dalam satu bulan aurhor harus bisa nulis dalam 60.000 kata yang menurut author itu banyak, authornya sampek mumet buat cari ide biar gak langsung tamat, Sorry author jadi curhat sedikit...
Makasih buat kalian yang udah mau nunggu Up dan masih setia.
Jangan lupa like dan votenya buat dukung author biar tambah semangat lagi yach...
Makasih.....
😘😘😘😘