Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Kejutan


Rega yang mendapat telpon dari Raka tentang apa yang terjadi tadi di rumah sakit cuma bisa menuruti apa yang Ella inginkan, kalo nurutin kata hati Rega udah bikin tu orang ke antartika biar gak bisa kemana-mana. Tapi, Rega sadar kalau ia mempunyau istri yang berhati lembut dan putih dan itu menjadi suatu berkah tersendiri untuknya. Dengn kebaikan yang Ella miliki, ia mampu merubah dan membuat orang sekelilingnya menjadi lebih baik. Sekali lagi, ia memeriksa jadwal hari ini dan memilih apa yang bisa ia lewatkan untuk cepat pulang. Gak tau kenapa rasanya hari ini Rega ingin cepat-cepat pulang, menghabiskan waktu bersama istri kecil kesayangan dengan memasak dan bercengkrama bersama. Kalau bisa memilih, Rega lebih menginginkan Ella menjadi ibu rumah tangga biasa tapi bagaimana pun Rega tak akan melakukannya karena Ella memiliki cita-cita yang mulia bahkan cita-cita itu ada sebelum mereka bertemu dan Rega akan mewujudkannya dengan memberikan kekuasaan penuh kepada Ella mengelola rumah sakit yang keluarganya miliki di bawah tangan istrinya tersebut. Secara diam-diam Rega telah memindahkan sebagian aset yang ia miliki atas nama Ella secara pribadi, kalau Ella tau tentu saja cewek sederhana dan rendah hati itu akan menolak. Bahkan saat ini Yun tengah mengurus pemindahan nama dan kepemilikan rumah sakit untuk istrinya sebagai hadiah pernikahan dan juga sebagai hadiah atas kehamilannya. Rega akan mempublikasikan secara status pernikahan mereka tak lama lagi setelah semuanya berjalan lancar tanpa hambatan, karena Rega tak ingin menjadi fitnah untuk istrinya yang tak lama lagi perutnya akan membesar.


"Yun, bagaimana? lo ngelakuin yang gue suruh?"


"Udah, mungkin beberapa minggu lagi semua beres. Lo serius ngelakuin ini?" Tanyanya.


"Tentu aja gue saerius, lo kira gue main-main apa?"


"Bukan gitu, itu emang hak lo. Kalo menurut gue lo tanya dulu sama yang bersangkutan. Entar yang ada kalian malah berantem lagi, kan lo tau sendiri gimana sifat Ella." Kata Yun mengingatnya.


"Emang, cuma ini yang bisa gue lakuin saat ini sebagai tanda cinta gue. Lagian kan lo tau sendiri gimana susahnya mendirikan rumah sakit dar nol, kalo Ella ngelakuin dari nol bakalan lama. Mending nerusin yang udah ada, lagian Ayah gak bakal protes."


"Oke kalo lo maunya gitu," Kata Yun dengan meletakkan setumpuk kertas di atas meja. "Katanya Ibu kangen sama lo, gimana kalo minggu kita bikin kejutan buat Ibu."


"Iya, gue juga kangen sama Ibu. Atur semua yang menurut lo bisa bikin Ibu terharu, kita adakan pesta kecil buat ulang tahun Ibu. Gue bakal bikin Ibu menangis hari itu." Rega menarik ujung bibirnya saat membayangkan apa yanh akan terjadi.


"Hahahaha..., Tega banget lo mau bikin Ibu nangis. Lo gak takut di sumpahin jadi anak durhaka?"


"Gue udah ngasih Ibu mantu dan calon cucu, jadi gak mungkin Ibu bakal nympahin gue. Yang bakalan di sumpahin Ibu itu lo karena nolak di jodohin terus."


"Entar kalo emang udah dapat yang cocok gue juga kaqin kayak lo, lo kan tau kalo gue gak bisa sembarangan cari calon istri. Lagian tugas gue belum selesai, masih banyak yang gue urus disini."


"Gampang, gue pecat aja lo dari perusahaan. Ha ha ha ha ha...," Tawa Rega jahat, "Gue serius, kalo lo sampek gak kawin dalam lima tahun ini gue bakal pecat lo."


Yun melempar pulpen ke arah Rega, "Somplak lo, lo kira bisa mecat gue tanpa persetujuan ayah?"


"Terserah gue lah, lagian kan ayah udah ngasih kepercayaan penuh sama gue dan nasib lo ada di tangan gue sekarang." Jawab Rega dengan tersenyum puas.


"Ya ya ya..., asal lo bahagia dan gue menderita." Melambaikan tangannya dengan tersenyum, gimana pun mulutnya Rega ngomong Yun tau kalo itu cuma di mulut doang. Yun tumbuh dan besar bersama Rega, jadi dia tau lebih dari orang lain. "Asal lo gak ngompori nenek buat ikut campur." Bukan cuma Yun, tapi hampir semua orang bakal gak bisa ngelawan wonder women itu kalo udah beraksi, nenek super yang gak ada habisnya.


******


Ella bergegas membereskan barang-barangnya ke dalam tas dan melirik jam yang ada di dinding, tadi Rega nelpon kalo bakalan datang dan jemput dia. Kalo di perkirakan dari waktu nelpon ke sekarang kayaknya udah nyampek.


Drtttt...


Ella mengambil hp nya yang bergetar di dalam saku, ternyata Rega yang nelpon.


"Sayang, ni udah di bawah nunggu." Kata Rega dengan merapikan rambutnya di dalam mobil, senyumnya langsung mengembang saat membayangkan bagaimana wajah bahagia Ella yang akan melihat kejutan yang akan Rega lakukan.


"Iya bentar, ni mau keluar. Ella masih cari hp Ella Bi, lupa di mana naruhnya." Sambil ngobrak-ngabrik tas yang tadinya udah rapi, sekarang di berantakin lagi.


"Hp?" Rega mengerutkan keningnya, "Hp yang mana?"


"Yang biasa Ella pakai lah Bi.... Emang Ella punya Hp berapa?!" Ujarnya jengkel, punya satu hp aja masih di tanyain Hp yang mana bikin darah tinggi dadakan.


"Terus ni nelpon pake hp siapa?" Kata Rega agak bingung, katanya punya satu tapi kok masih di cari.


Ella yang tadi tangannya sibuk itu langsung berhenti, Ya ampun... kok bisa ya??? Tersenyum masam sambil menggigit bibir bawahnya. "He he he he..., lupa Bi kalo lagi telponan sama Abi." Katanya sambil cengengesan gak jelas. "Belum tua udah pikun ya Bi, biasa lah bawaan bayi."


"Bawaan bayi apanya? Yang ada emang udah kebiasaan. Buruan keluar, udah karatan nungguinnya." Rega menggelengkan kepalanya, emang dari dulu kalo pikunnya kambuh bisa lupa kayak gitu. Rega sudah terbiasa sama kebiasaan jelek Ella yang satu ini, dari hal kecil sampek hal yabg besar.


"Iya sayang, ni udah keluar."


Rega mematikan hp nya dan memutuskan pembicaraan via telpon, sekali lagi melihat pantulan dirinya di depan cermin sebelum turun dari mobil menyambut istri tercintanya tersebut.


"La? Kemana kok buru-buru?" Tegur Elyn liat Ella yang jalan setengah berlari, "Mau pulang lah, suami gue udah nunggu di luar dari tadi."


"Yang udah punya suami.... Kasian yang jomblo say...," Sambil ngelirik ke arah Agung yang duduk anteng.


"Gak usah di nyindir gue, gue sadar kok kalo jomblo. Lagian gue jomblo sambil nunggu lo mau gue lamar." Kata Agung santai tanpa memalingkan wajah dan langsung dapat tatapan tajam menusuk.


Rega yang liat Ella nongol langsung berdiri dengan senyum terkembang di bibirnya, "Kok lari-lari gitu sayang?"


"Kasian suami Ella yang ganteng ini kelamaan nunggu makanya Ella lari, jadi Bi ke rumah Ibu?"


"Iya jadi." Sambil merogoh kantongnya, "Ambilin baju ganti di bagasi mobil sayang."


Ella memutar badannya buat ngambil baju ganti yang Rega maksud, hari ini lumayan panas jadi keringetan di mana-mana. Sambil buka bagasi Ella mengelap keringat yang udah mulai netes dengan sebelah tangannya. Wajah Ella berubah menjadi sangat senang, senyum manis terkembang dan kedua tangannya menutup mulutnya. Ekspresi wajah yang kaget campur bahagia tercetak sangat jelas disana.


"Selamat Ulang tahun sayang," Ucap Rega dengan melingkarkan tangannya di pinggang Ella dan memeluknya dari belakang.


"Ya ampun Bi..., Ella aja lupa kalo hari ini hari ulang tahun Ella. Terimakasih buat kejutannya." Katanya berbalik dan memeluk Rega. Kejutan yang Rega siapkan emang luar biasa, bagasi di penuhi bunga mawar kesukaannya dengan beberapa boneka teddy bear di sana. Yang paling membuat Ella bahagia, buket bunga mawar berbentuk beruang lucu berwarna merah. Dua kesukaan yang Rega sajikan menjadi satu hadiah luar biasa yang suaminya berikan.


"Abi masih punya satu lagi." Rega menyerahkan amplop berwarna coklat, "Buka lah," Menunjuk dengan dagunya.


"Apa ini Bi?"


"Buka aja biar tau isinya apaan." Lagi-lagi Rega melingkarkan tangannya di pinggang Ella saat istrinya itu membuka amplop yang ia berikan.


Ella menarik secarik kertas dari dalam amplo, Apaan ini? Batinnya penasaran. Ella membaca kalimat demi kalimat yang tertulis di sana, matanya terbelalak saat menyelesaikannya dan berbalik yang hidungnya langsung menyentuh dada suaminya tersebut. "Abi ini maksudnya apa?" Walau udah jelas dengan maksud dari isi kertas tersebut, namun Ella belum merasa puas kalau belum mendengarnya secara langsung.


"Sayang, Abi serahkan seluruh rumah sakit ini di bawah kendali dan hak penuh ada di tanganmu. Abi tau kalau cita-cita istri Abi sangat mulia, lakukan semua itu karena Abi dukung sepenuhnya." Rega mencium kening Ella, "Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Abi yakin kalo istri Abi yang bawel ini bisa melakukannya dengan baik. Yun sedang mengurus beberapa berkas untuk memindahkan nama kepemilikan rumah sakit ini."


Mata Ella langsung berkaca-kaca mendengarnya, "Abi..., apa ini gak berlebihan??? Bukannya ini rumah sakit keluarga Abi? Lalu bagaimana Abi menjelaskannya?"


"Kamu lupa kalau suami kamu ini pewaria tunggal keluarga Mahendra?" Jawabnya tersenyum bangga, "Bukan hal yang sulit untuk suami kamu ini, jangankan rumah sakit semua yang Abi punya bakal Abi kasih buat kamu."


"Makasih Bi... Terimakasih banyak untuk semuanya..., " Kata Ella yang menitikkan air mata haru dan menenggelamkan wajahnya di dalam pelukan Rega.


"Harusnya Abi yang terimakasih sayang, karena udah jadi istri yang luar biasa." Rega membalas pelukan Ella dan menghujani dengan ciuman lembut di seluruh wajahnya.


Plok plok plok....


Semua orang bertepuk tangan bahagia melihat adegan mesra di depan mereka yang bikin iri semua orang, bikin sakit mata dan hati para jomblo yang langsung halu mau dapet pasangan se ganteng dan se sweeeeeet cowok di depan mereka. Bukan cuma para jomblo yang menjerit tapi yang udah punya pasangan ikut gigit jari sambil mulutnya komat kamit semoga pasangan mereka ketularan kayak gitu.


Ella melepaskan pelukannya dengan wajah memerah, banyak banget mata yang liat. Gimana gak banyak ini aja di tempat umum alias di parkiran, tentu aja rame... Kalo sepi namanya hutan bukan parkiran.


Rega menundukkan badannya sedikit untuk menunjukkan rasa terimakasihnya atas antusias dan dukungan orang-orang tersebut yang sama sekali di luar rencananya, menarik pinggang Ella untuk merapat ke padanya dan mencium pipinya. "Terimakasih untuk kalian semua," Menatap Ella dengan tatapan lembut, "Saat ini, kami menantikan calon anak kami yang ada di dalam kandungannya. Kami meminta doa dari kalian semua kesehatan anak dan Ibunya." Kata Rega yang langsung di sambut dengan sorak sorai semua orang.


Ella yang udah malu banget itu cuma bisa menundukkan wajah yang rasanya udah memanas, memandangi ujung sepatunya dengan mata berkabut karena air matanya yang udah mulai menetes. Rega selalu bisa memberikan kejutan demi kejutan di luar pikirannya, kejutan yang sama sekali tak pernah Ella bayangkan dan hari ini Rega memberikan rumah sakit milik keluarganya untuk mewujudkan cita-cita Ella selama ini. Rumah sakit yang Ella inginkan untuk memujudkan semua kalangan mendapatkan perawatan secara maksimal walau pun itu dari kalangan ekonomi kelas bawah yang selama ini terabaikan dan tersisihkan karena keuangan mereka yang tak memadai untuk mendapatkan pelayanan maksimal.


********


Hi readers...


Yang di betah-betahin di rumah sambil ngabisin sisa kue lebaran kemarin.. ☺☺☺


Kalo bisa jangan keluar rumah dulu ya soalnya masih dalam keadaan belum stabil di luar sana, mending kita di rumah dan ngelakuin hal-hal. yang bersifat positif dan mengusir rasa jenuh yang kita rasa-in, banyak kok yang bisa lakuin di rumah asalkan kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.


Jangan lupa "like" dan "Vote" nya serta "komentarnya" buat kalian yang suka sama novel yang author tulis. Terimakasih atas dukungan dan partisipasi dari kalian semua yang selama ini udah setia dan jadi penyemangat tersendiri buat author.


Udah masuk ke detik-detik season satu mau habis dan bakal di lanjutin season dua yach....


Terimakasih banyak...


😘😘😘😘😘😘


Jangan lupa buat hidup sehat, cuci tangan sesering mungkin, hindari keramaian, pertemuan yang gak penting dan cuma