Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jebakan Devi ( part 2 )


Ide gila yang ia maksud adalah dengan menjebak laki-laki itu untuk bercinta dengannya. Laki-laki terhormat tidak akan mungkin lepas dan meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja terhadap wanita yang telah ia tiduri, walau itu bukan kehendaknya sendiri. Rencana yang ia susun dengan cepat itu sesuai dengan yang ia inginkan.


Setelah pelayan bayaran memasukkan obat perangsang ke dalam minuman, Devi menunggu di pojok ruangan untuk melihat Reaksi dari obat yang ia berikan. Katanya sih, obat dosis tinggi yang minum gak bakal bisa nolak.


Benar, tak lama reaksi itu mulai kelihatan.


Segera Devi melancarkan aksinya dengan pura-pura menabrak dan kakinya terkilir.


Alasan kalsik yang udah di lakuin beribu bahkan mungkin milyaran kali. Malam itu, sengaja ia datang jauh-jauh untuk melancarkan aksinya. Dengan tubuh seksi dan pakaian super seksi ia berhasil menjebak Johan yang dalam pengaruh obat dan tak dapat menolak tubuhnya untuk Johan nikmati.


Nalurinya sebagai seorang pria yang sudah lama di tinggal istri, tanpa sentuhan wanita sama sekali itu serta atas pengaruh obat membuatnya brutal dan kehilangan kendali. Bahkan Devi sendiri merasa sangat kewalahan menghadapi betapa perkasanya seorang Johan bermain di atas ranjang tanpa henti. Sungguh malam yang panjang dan sangat melelahkan untuknya yang sudah lama tanpa belaian seorang laki-laki.


"Mommy!"


Teriakan Sonya membuatnya tersadar, ia segera turun dan melihat apa yang menyebabkan putri cantiknya itu berteriak begitu keras.


"Kenapa sayang?" Membelai rambut Sonya dengan penuh kasih sayang, melihat wajahnya yang kusut ia yakin ada yang membuatnya marah hari ini.


"Kenapa kartu kredit Sonya Mommy blokir?"


Devi tersenyum simpul, "Mommy akan mengaktifkannya lagi saat keadaan ekonomi kita seperti dulu."


"What?" Katanya tak percaya, bagaimana munngkin momy nya kini bangkrut dan bagaimana dengan nasibnya selanjutnya? Tanpa uang ia tak lagi bisa memiliki barang-barang brabded yang selalu menjadi penunjang penampilan dan kebanggaannya.


"Mommy bilang apa?"


"Caranya?" Masih tak mengerti apa yang Mommy nya maksud.


"Mommy akan menikah dengan seorang laki-laki kaya raya yang akan membuat kita bisa mendapatkan apa pun."


"Dady baru?"


Devi mengangguk antusias.


Sonia melepaskan sepatu sekolahnya dan mengganti dengan sandal rumah. "Mom, itu gak baik." Berjalan melewati Mommy dan kakak kembarnya yang tersenyum senang dengan kejahatan mereka.


"Kamu anak kecil gak usah ikut campur. Emang kamu bisa memenuhi semua keperluan Mommy sama Sonya?" Melihat ke arah Sonia yang begitu saja lewat di depannya.


Apa pun yang Devi lakukan selalu bertentangan dengan Sonia, hanya Sonya yang selalu mendukung apa pun rencananya dan Sonia selalu memprotes apa pun yang ia lakukan.


"Itu namanya Mommy menipu." Berhenti sebentar sebelum naik ke lantai atas, kamarnya.


"Emang kamu mau hidup di jalanan jadi gembel?"


Sonia menghembuskan nafasnya berat, ia sadar tak bisa memenuhi keperluan kedua orang yang udah terbiasa hidup mewah dan berkecukupan itu. "Bukannya Dady meninggalkan harta yang sangat banyak?"


"Iya, tapi warisan dari Dady mu gak bakal cukup buat kita hidup selamanya. Kamu pikir uang Dady kamu wariskan gak bakal habis?"


"Whatever!" Katanya masuk ke dalam kamar, malas berdebat dengan dua orang yang memiliki satu visi dan misi itu. Apa pun yang ia katakan gak bakal di dengar.