
Hampir tiap hari ketemu sama Rega ni malah dalam mimpi ketemu lagi, apa gak ada puas-puasnya tu orang ngikutin Ella sampek kemana-mana. Dosa apa yang ia lakukan di masa lalu sampek kayak gini, di ikutin kemana-mana sama cowok cakep.
Awalnya Ella bermimpi Rega datang dan menemaninya, menungguinya tidur dengan sabar. Sesekali Rega mengelus rambutnya lembut, menggenggam tangannya. Ella yang merasa salah tingkah karena tu cowok ngeliatin intens banget, tatapan matanya yang penuh cinta gak lepas dari wajahnya.
Kadang-kadang Rega mencium pipinya gemas, membelainya dengan lembut.
Untungnya itu cuma dalam mimpi, kalo beneran malu banget! Gak bakalan bisa ketemu saking malunya, karena Ella menikmati setiap apa yang di lalukan cowok arogan yang akhir-akhir ini berubah menjadi sangat lembut.
Ella menikmati dan menerima sentuhan lembut yang di lakukan Rega, hatinya terasa hangat saat Rega berada di dekatnya. Ia bisa menjadi diri sendiri tanpa menutupi apa pun di depan cowok dingin itu. Gimana gak dingin, pembawaan wajahnya yang datar tanpa ekspresi setiap bertemu orang. Tapi kalo udah keluar tu jurus pamungkasnya bikin geleng-geleng kepala ngalahin anak di bawah umur saking konyolnya.
Ella menyentuh bibirnya yang agak bengkak, dalam mimpi Rega emang lagi cium tu bibir lama. Tapi, mimpi sama dunia nyata kan beda kenapa bisa kecampur? Di ciumnya dalam mimpi tapi bengkaknya pas melek. Lama bengong mikirin apa yang bikin bibirnya dower sampai pintu kamar terbuka, muncul lah orang yang ada dalam mimpinya dengan setelan pakaian santai.
Kalo Rega kayak gini terus, gak keliatan tu orang udah berumur. Masih kayak anak kuliahan yang keren abis.
"Om Rega?" Bingung antara mimpi atau nyata, masalahnya mimpi yang di alami barusan kayak nyata banget. Mana baju yang di pakai kok bisa persis.
"Tadi gue di suruh Sonia bangunin lo, anak cewek gak bagus bangun siang." Duduk santai di samping ranjang Ella seolah-olah gak terjadi apa pun.
"Bibir lo kenapa? Di pegangin melulu?" Rega cuma senyum melihat Ella yang memegangi bibirnya bingung, keliatan banget dari ekspreai wajahnya.
"Gak tau Om, pas Ella bangun udah bengkak kayak gini. Mungkin pas Ella tidur tadi di gigit semut atau apa gitu." Katanya polos gak sadar apa yang baru di lakuin sama semut berambut hitam.
Rega yang gemes banget nahan supaya gak nambahin bengkaknya, seandainya Ella tau kalo dia yang jadi semutnya bakalan biru-biru sekujur tubuhnya.
"Kok Om seneng banget ngikutin Ella?"
"Pedenya ngomong...."
"Beneran, kemarin Om datang ke sini, pagi udah di rumah Ella. Bahkan tadi Ella mimpi om segala. Om hantu apa manusia sih?"
"Hahahahaha..." Udah gak bisa nahan tawanya lagi Rega.
"Persiapan buat jadi suami siaga, makanya gue muncul dimana-mana." Katanya Mengedipkan mata menggoda.
Blush...
Wajah Ella memerah seketika pas denger, gak tau kenapa Rega jadi gombal banget akhir-akhir ini bikin dia salah tingkah melulu.
"Gue bisa muncul dalam mimpi lo buat mastiin kalo cuma gue cowok yang ada dalam mimpi lo, gue gak mau berbagi sama cowok lain."
Ella ngerasa panas di pagi hari yang biasanya dingin, padahal AC kamarnya nyala. Udah gak tau mukanya semerah apa denger gombalan Rega yang bertubi-tubi bikin sport jantung. Siapa coba yang gak jantungan, di rayu cowok ganteng nan rupawan sepagi ini. Baru melek belum cuci muka alias masih belek di mana-mana.
"Kasian Ella harus diikutin sampek ke mimpi segala apa lagi dalam mimpi Om ci...," Ella menggantungkan kata-katanya karena malu, hampir aja keceplosan di kira mengada-ada.
"Gak pa-pa." Sambungnya.
Rega beralih posisi menghadap Ella biar lebih leluasa memandang wajahnya, "Gue curiga, kenapa muka lo merah?" Memperhatikan wajah Ella yang udah merah padam karena malu. "Apaan...." Mendorong dada Rega dengan kedua tangannya untuk menjauh, tapi gak ada pengaruhnya karena Rega semakin mendekat ke arahnya dengan senyumnya yang manis nan lembut.
Pandangan mata mereka bertemu yang bikin Ella malu setengah mati dan mengalihkan ke tempat lain.
Rega meraih dagu Ella untuk melihat matanya. "Love you honey...."
Ella yang gak nyangka bakal dengar kata-kata itu keluar dari mulut Rega diam mematung, selama ini udah banyak banget gombalan Rega yang dia dengar, tapi yang ini beda, membuat jantungnya kayak berhenti berdetak saat itu juga.
"Lo tau, ciuman pertama gue udah gue kasih sama lo."
"Hah?" Ella yang gak percaya, cowok macam Rega memiliki segalanya itu mana mungkin belum pernah melakukannya.
"Om boongkan?"
"Gue serius, gue gak pernah cium cewek mana pun selain lo. Gue gak pernah bilang cinta sama cewek manapun selain lo. Gue juga mau ngelepasin perjaka gue sama lo."
Ella yang malu campur geli dengernya langsung menyikut perut Rega sampek bikin doi meringis. "Om mesum."
"Sama lo juga gue mesum, kan lo calon istri gue...." Rega tersenyum melihat Ella yang salah tingkah karenanya, tambah gemesin kalo udah kayak gitu. Rega mencium lembut pipi Ella. "Cepetan mandi, gue tunggu di bawah. Hari ini gue mau bawa lo jalan." Berdiri dan membuka pintu. "Jangan kelamaan bengong entar lo di gigit semut lagi." Mengedipkan matanya dan tersenyum menggoda.
Ella yang sadar akhirnya menyadari sesuatu, bukan mimpi tapi nyata yang ia alami.
"Om Rega ....!!!"
Telat, Rega udah nutup pintu pas Ella melempar jam digital dan mendarat mulus di lantai berserakan.
Ternyata oh ternyata semut berambut hitam yang bikin bibit Ella dower adalah Rega.
************
Jangan lupa like sama votenya yach....
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Biar Authornya tambah semangat lagi,
😘😘😘😘😘😘😘😘😘