
Kemana-mana Anggun menggandeng tangan Ella dengan wajah berseri-seri, keinginan punya sodara cewek akhirnya terkabul dengan adanya Ella yang menurutnya imut banget...
"Sayang, Kakak iri benget sama kamu yang mungil dan imut."
Ella dengernya antar sindiran sama pujian, yang seharusnya iri kan dia sama sosok Anggun yang sempurna itu. "Wah, yang seharusnya bilang gitu Ella. Kakak tu cuantik banget, buktinya banyak cowok yang liatin Kak Anggun sepanjang jalan."
"Aish, jangan di tanggepin. Kakak paling gak suka liat cowok mata keranjang yang cuma liat seseorang dari fisiknya aja." Mengibaskan tangannya di depan wajahnya, kayak ngusir lalat lewat.
Selain cantik, ternyata Anggun orang yang baik dan supel.
"Tukeran Line dong? Biar Kakak enak mau ketemu kamu. Kakak suka sama Ella yang baik, susah cari teman saat ini. Mereka deketin cuma karena fisik dan ketenaran Kakak."
Anggun yang dilahirkan dari rahim seorang mama berprofesi sebagai model internasional dan ayahnya seorang pengusaha itu mewarisi wajah dan bentuk tubuh yang membuat iri kaum hawa. Sejak kecil Anggun menggeluti dunia model karena mamanya selalu membawanya saat bekerja dan ia telah terbiasa berbaur bersama rekan-rekan seprofesi hingga membuat Anggun secara tidak langsung telah menjadi bagian dari hidupnya. Bahkan brand-brand ternama telah menjadikannya ikon untuk produk mereka.
"Wah-wah.... Rubah dewasa dan rubah kecil bersama-sama."
Ella dan Anggun yang gak ngerasa tu omongan buat mereka bersikap biasa, bahkan mereka tertawa bersama.
Agnes yang geram karena di acuhkan mencegat dua orang cewek saingan terberatnya itu yang refleks menghentikan langkah mereka. "Sejak kapan rival bisa akur kayak gini?" Agnes melipat kedua tangannya di depan badannya, melihat dua orang itu dengan tatapan mata jijik.
"Siapa Kak?" Tanya Ella yang pura-pura gak kenal, biar tu orang tambah meledak-ledak.
"Gak tau, Kakak juga gak kenal?" Anggun melihat Agnes dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan angkuh.
"Fans kak Anggun kali mau minta tanda tangan atau kalo gak mau konsul buat jaga penampilan secantik Kakak."
Agnes yang mukanya udah merah padam menahan amarah itu melotot horor, gak sudi jadi fans rubah betina yang dari dulu gak bisa ia singkirkan. "Dasar songong! Lo kira gue jelek ?!"
Anggun tersenyum simpul, wajahnya yang cantik itu semakin cantik karena tersenyum. "Gue lagi males ngeladenin makhluk astral kayak lo, jadi mending minggir sebelum gue bikin perhitungan." Ancam Anggun gak senang hari libur dan modnya di hancurin sama cewek bermuka tebal itu.
"Gue juga males ketemu sama lo kalo gak kepaksa."
"Kalo males ngapain lo nyamperin kita duluan, pura-pura buta kan bisa." Anggun masih mengontrol emosinya hingga dapat menghadapi Agnes dengan santai, berbeda dengan agnes yang udah meledak gak terkendali.
"Tenang aja Tante.... Kalo emang Om Rega mau sama Tante, gak usah ngotot kayak gini.
Dengan iklas Ella restui asal orangnya mau sih.... Kalo gak mau urusannya lain."
"Iya, buktinya aja Rega gak pernah ngelirik elo. Elo nya aja yang kepedean, gue jadi kasian sama lo yang bisanya cuma halu." Ejek Anggun.
"Iya Kak, sebenarnya Ella udah bilang sama Om Rega buat berbaik hati nerima tante ini. Cuma Om Rega gak mau." Dengan mimik wajah bersalah yang di buat-buat.
Rasanya sangat menyenangkan saat Anggun mendapatkan fatner kayak Ella yang gak usah di suruh udah ngerti gimana memperlakukan Agnes yang sok. "Astaga.... Jadi dia beneran halu? Kasian ya cantik-cantik tapi halu. Apa lo perlu psikiater? Kebetulan temen gue ada yang jadi psikiater jadi bisa bantuin lo buat gak halu dan nerima kenyataan kalo Rega emang gak pernah suka sama lo."
"Emang Rega suka sama lo?"
"Enggak, tapi kan gue gak halu kayak lo, gue gak pernah mengklaim Rega milik gue, gue gak pernah jatuhin harga diri gue walau gue cinya mati. Gak kayak lo yang udah gak tau batas mana yang namanya mimpi sama nyata." Katanya enteng.
Ella makin kagum sama Anggun, walau udah di kompor-komporin masih tetep tenang ngadepin macan kumbang macam Agnes.
"Lo tau siapa cewek ingusan itu?"
"Iya gue tau."
"Lo juga tau hubungan dia sama Rega?"
"Gak usah lo kasih tau gue juga tau, gak usah buang-buang tenaga buat jelasin sama gue. Simpan tenaga lo buat nerima kenyataan Rega gak pernah nganggap lo lebih dari keluarga."
"Kalian emang br*ngsek, gue gak bakalan nyerah walau Rega udah punya istri sekalipun bakal gue rebut gimana pun caranya."
"Yang jomblo aja gak dapet apa lagi kalo sampai punya istri...." Celetuk Ella yang dari tadi pengen ketawa. Obsesi Agnes bikin ngeri tentang Rega.
Anggun menarik tangan Ella, "Gak udah di ladenin, entar kita yang waras jadi halu dan str*s." Berlalu dengan menyenggol bahu Agnes keras hingga mundur beberapa langkah.
"Dadah Tante halu.... Semoga cepet sadar yach.... " Ella melambaikan tangannya dengan tersenyum manis mengejek.