Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Tiga serangkai


"Diantara kalian berdua siapa yang mau jelasin ada apa ini sebenarnya?" Kata Ella yang duduk di depan Rega dan Yun yang persis banget kayak guru BP yang lagi nyidang murid bermasalah, gak ada jawaban dari dua lelaki dewasa itu bikin Ella habis kesabaran. "Kalian itu ya..., punya mulut tapi gak di gunain?!" Katanya setengah berteriak karena kesal gara-gara mereka yang kompak diam seribu bahasa. "Oke kalau kalian gak mau ngomong juga bakal Ella aduin sama nenek kelakuan kalian hari ini, Ella mau liat apa yang bakal Nenek lakuin buat kalian berdua."


Rupanya jurus bawa nama Nenek itu berhasil dengan sukses, yang tadinya cuma diam dua orang itu saling tukar pandang. Siapa yang gak kenal super nenek yang kalo udah beraksi bakal di berantas sampek ke akar-akarnya, gak bakalan bisa berkutik dan bakalan kelar tanpa perlawanan. Rega menggelengkan kepalanya pelan saat Ella menoleh ke tempat lain, lagian walau bawa-bawa Nenek, toh Nenek kan gak tau duduk perkara yang sebenarnya. Pengalihan saham dan aset itu wewenang penuh Rega sebagai pemilik sah satu-satunya.


Ella yang ngeliat reaksi mereka cuma sampek segitu aja mau gak mau ngeluarin jurus lainnya, jurus yang gak kalah menakutkan selain omelan Nenek yang tiada duanya di dunia dan kali ini Ella yakin 100% bakaln berhasil. Liat aja kalian, masih bisa ngeles apa lagi? Menyunggingkan bibirnya. "Halo Bu...,"


Bukan cuma Yun yang terbelalak tapi juga Rega yang refleks ngambil hp Ella, persis anak yang lagi rebutan mainan. Kalau Nenek masih bisa ngeles sedikit lain urusan kalo udah berhadapan sama Ibu mereka berdua mati gaya dan gak pernah bisa bohong. Rega yang dapetin hp Ella itu menjulurkan lidahnya, tanda kemenangan menggagalkan rencana Ella yang baru aja mau mencetuskan perang dunia. Huh..., untung gue udah belajar jadi suami siaga dan ternyata emang ke pakek di saat genting kayak gini. Melirik sekilas ke layar Hp yang masih nyala, bukan cuma gertakan ternyata Ella emang nelpon Ibu. Rega memberikan kode untuk Yun menutup mulut Ella sementara ia bicara dengan Ibu, kalo gak gini bakal runyam urusannya.


"Halo?" Wanita paruh baya itu menatap layar hp-nya, baru aja denger suara menantu kesayangannya tapi cepet banget ilangnya. Tadi ibu kira kalo sinyal-nya ilang yang bikin sambungan telponnya mati mendadak tapi kalo di liat lagi gak mati alias masih on. "Ella?"


"Halo Bu, ini Rega...," Kata Rega dengan memberikan kode buat Yun nahan Ella biar gak teriak, untung aja Yun punya bekal karate dan taekwondo kalau enggak gitu mana bisa nandingi gerakan melepaskan diri Ella yang juga jago karate dan gesit itu.


"Oh Rega...,.tadi Ibu dengar suara Ella? Mana Ellanya?" Ujarnya bingung, bukanya ini no telpon Ella?


"Ella lagi mandi kok Bu, mungkin Ibu salah denger kali? Kangen ya sama menantu Ibu?"


"Mungkin juga..., Iya Ibu kangen sama menantu Ibu yang cantik itu, padahal baru tadi malam Ibu ketemu."


Yun yang sedikit kewalahan menghadapi seribu satu jurus melepaskan diri Ella itu menatap kesal Rega yang malah asik ngobrol, gak tau apa kalau dia lagi kesusahan nahan bumil bertenaga ekstra tersebut. "Ga, cepetan bantuin gue." Katanya sedikit keras biar Ibunya denger kalo mereka lagi sibuk, maksudnya sibuk buat nenangin Ella yang ngamuk. Gak bisa nahan lebih lama lagi, Kalau itu orang lain mungkin Yun dengan cepat membereskannya tapi ini yang di hadepin Nyonya besar yang lagi hamil penerus keluarga Mahendra dan Aditya. Kalo terjadi apa-apa nyawa-nya gak bakalan cukup buat nebus kesalahan tersebut.


"Itu suara Yun? Bilangin sama Yun buat cepat-cepat pulang bawa menantu buat Ibu."


"Iya Bu, nanti Rega kasih tau Yun dan kalau gak mau dengar biar Rega suruh Nenek yang cariin."


"Bagus, Ibu udah bosen nasehatin dia buat cepat-cepat menikah. Lagian umur Yun udah gak muda lagi, kamu aja udah mau jadi ayah masak Yun masih betah melajang? Lama-lama Ibu jasi gak sabar." Curhat Ibu tentang Yun.


Satu kali injek di kaki kanan, kedua dan ketiga secara membabi buta bikin kaki Yun rasanya remuk apa lagi Ella pakek wedges yang bawahnya lumayan berat yang bikin tulang-tulang kaki Yun berasa nyeri akibat injekan kaki Ella yang lama kelamaan bisa remuk beneran kakinya. Belum lagi tangan Ella yang dari tadi beraksi dengan sikut sana-sini buat ngelepasin diri dari Yun yang memeluknya dari belakang dengan mendekap mulutnya menggunakan tangan.


"Ga...," Kata Yun menahan rasa sakit akibat gigitan Ella di tangannya yang langsung bikin cetakan bekas giginya, biar kayak gitu Yun gak melepaskan tangannya dan mengorbankannya buat di gigit Ella. "La, diem bentar napa?" Kata Yun yang kewalahan, Rega si*lan, pakek acara ngobrol lagi sama Ibu gak tau apa kalau gue lagi berkorban buat Ella yang udah kayak drakula.


"Ya udah kalo kalian sibuk, salam buat Ella. Jaga kesehatan dan kandungannya ya? Kalau ada waktu mampir dan nginep ke rumah Ibu biar Ibu bisa lama-lama sama menantu Ibu yang cantik."


"Iya Bu, nanti Rega bakal nginep di rumah Ibu kok sama Ella." Kata Rega santai, lupa kalo Yun berjuang keras nahan Ella di belakang sana.


"Iya, jaga kesehatan kalian juga ya sayang. Jangan lupa makan dan istirahat yang teratur. Dua anak Ibu dan juga menantu Ibu, Ibu akan berdoa untuk kesehatan dan kebahagiaan kalian."


Gak ada pilihan lain buat jinakin Ella yang lama-kelamaan bikin kewalahan Yun, akhirnya tu cowok milih membuat pingsan Ella dengan teknik totok yang ia pelajari. Kalo gak di bikin pingsan Yun takut bakalan terjadi apa-apa sama kandungan Ella yang masih sangat rentan, apa lagi perlawanannya sangat dahsyat bikin Yun yang udah biasa hadepin berbagai macam jenis preman atau mafia jadi kewalahan. Badannya emang kecil tapi tenaganya itu gede banget, Yun sadar kalau Ella sangat menguasai ilmu karate. Terbukti dari gerakan perlawanan yang ia berikan saat Yun menyergapnya, perlawanan yang kuat itu bikin orang setara Yun mengeluarkan cukup banyak tenaga. Hanya dengan satu gerakan Yun membuat badan Ella lemas tak berdaya dan ambruk di tangannya, Yun mengangkat badan Ella untuk ia tidurkan di atas tempat tidur secara perlahan-lahan. Kini wanita bertenaga super itu jatuh terkulai dengan mata tertutup dan nafas teratur damai.


"Loh? Lo apain bini gue?" Kata Rega panik liat Ella yang udah gak sadarkan diri di atas tempat tidur, matanya berpaling ke arah Yun yang duduk di lantai dengan nafas ngos-ngosan sambil bersandar di dinding. "Tangan Lo kenapa?" Sadar tangan Yun berdarah, rembesan darah itu terlihat jelas pada lengan kemejanya yang berwarna putih.


"Bini lo tu gigit gue udah kaya drakula, lo malah enak ngobrol sama Ibu gak nyadar gue yang berjuang sampai titik darah penghabisan." Katanya kesal liat Rega yang gak ngerasa bersalah sedikit pun. "Selain kayak drakula tu Ella persis banget kayak belut yang susah buat di tangkep."


"Terus lo apain jadi kayak gini?"


"Gue bikin pingsan, kalo gak bakalan tetanus gue." Jawab Yun sambil menggulung lengan bajunya yang udah merah karena darah.


Rega meringis ngilu liat luka tangan Yun, ngilu pas bayangin gimana rasanya pas di gigit bukan karena ngilu liat darahnya. Gak bisa nyalahin Yun juga ngelakuin itu ke Ella, Rega tau persisi gimana Ella yang punya tenaga ekstra dan super lincah itu. "Sorry," Rega memencet bel bantuan di telpon hotel dan meminta membawakan kotak pertolongan pertama sebelum menyuruh Raka buat datang. "Bentar lagi Raka datang," katanya setelah selesai mengirim chat.


"Cuma kayak gini gak perlu Raka buat datang," Katanya lagi setelah memeriksa lukanya, "Cuma perlu di bersihin sama antibiotik aja." Yun yang pernah belajar sedikit ilmu pengobatan itu tau kalau luka yang di sebabkan gigitan Ella gak terlalu dalam dan membahayakan. Posisinya sebagai orang ke dua setelah Rega menuntutnya untuk mengusai segala bidang demi menjamin keselamatan Rega, bukan hanya ilmu bisnis dan beladiri tapi juga Yun harus mengusai semua hal dan itu sangat menguntungkannya karena setidaknya sangat berguna untuk dirinya sendiri. Bukan hanya Yun tapi Rega pun harus menguasai hal yang sama karena posisi Rega sebagai pewaris tunggal yang banyak sekali orang-orang mengincar dan menginginkannya, seperti saat ini posisi Rega tengah terancam dan membuatnya harus ekstra hati-hati dalam melakukan suatu tindakan.


"Gue gak mau kena gebuk Ayah gara-gara gak bisa jaga lo, lagian apa yang harus gue bilang sama Ibu entar kalo liat anak kesayangannya kayak gini gara-gara gue." Jawabnya dengan mengambilkan air mineral dingin dan menyodorkannya ke arah Yun.


"Bilang aja kalo yang ngelakuin menantu kesayanganya dan gue seratus persen Ibu gak bakalan marah sama Ella tapi sebaliknya kita yang bakal kena semprot sama Ibu." Katanya miris karena sadar posisinya gak kalah penting di bandingkan Ella di mata Ibu mereka.


"Huh...," Rega menghembuskan nafasnya panjanh dan berat, lupa sama poin yang satu itu kalau posisi mereka tergesar sama Ella. "Yang anak siapa tapi yang di sayang siapa?"


"Ha ha ha ha ha ha...," Akhirnya dua saudara yang tak sedarah itu tertawa terbahak-bahak mengingat apa yang mereka sadari bahwa kenyataan berpihak ke pada Ella.


*****


Raka yang mendapat pesan dari Rega langsung meluncur membawa obat-obatan lengkap, keadaan genting yang Rega dan Yun alami saat ini membuat pikirannya kalut dan udah mikir yang enggak-enggak. Yun bukan tipe petarung yang gampang tumbang karena di bekali berbagai macam ilmu beladiri yang ia kuasai dari berbagai negara, tapi kali ini Raka mendapat kabar Yun terluka parah dan perrlu penanganan serius secara pribadi tanpa boleh ada yang tau mengenai keadaannya. Dunia bawah tanah sedikit megalami masalah hingga membuat Raka merasa was-was dengan keadaan dan keselamatan dua sahabatnya tersebut.


Brak!!!


Rega yag lagi membalut luka Yun kaget setengah mati liat pintu kamar di banting keras, baru aja mau teriak karena udah berani-berani main banting-bantingan pintu nongol wajah Raka sebagai pelaku utama yang gak berbentuk dengan nafas memburu dan jangan di tanya bajunya udah acak-acakan.


"Kenapa Yun sampek bisa luka? Gak putuskan tangannya?"


Yun melempar bantal yang ada di dekatnya ke arah Raka yang baru datang tapi udah ngomong yang gak enak banget di dengar. "Enak aja lo ngomong tangan gue putus."


"Itu bisa-bisa Rega aja yang ngomong biar nambahi kerjaan lo." Jawab Yun senang liat muka Rak yang udah pucat pasi saking takutnya, masalah bikin jantungan orang itu Rega emang jagonya. "Liat aja tuh habis si perban udah kelar." Jawabnya santai sambil nunjuk Rega yag lagi merban tangannya pakek ujung dagunya.


"Si*lan lo Ga?! Bikin gue hampir kehabisan nafas denger Yun luka parah, malah gue bawa peralatan kalo sampek operasi dadakan." Umpatnya kesal liat kelakuan Rega yang mempermainkan perasaannya, apa lagi di saat genting.


"Dari pada lo ngaggur jadi dokter pribadi gue yang cuma makan gajih buta doang tiap bulannya." Rega menyimpulkan ujung perban Yun dengan bentuk kupu-kupu lucu.


"Oui Rega, yang bener dong. Masak tampang sangar kayak gue lo kasih simpul kupu-kupu gitu, parah lo... Merusak reputasi gue ini namanya, pembunuhan karakter!" Protesnya liat kelakuan Rega yang seenak jidad.


"Hua ha ha ha ha..." Raka tertawa terbahak-bahak melihat apa yang Rega lakukan, "Gue suka sama simpul yang lo bikin, cocok banget sama karakter Yun."


Yun menendangkan kakinya ke arah Raka yang menertawakannya, "Lo pikir lucu apa?"


"Emang lucu, kalo perlu gue foto dan gue sebarin. Bakal jadi hot news nih..."


"Awas kalo lo berani gue pastiin telor lo bakal jadi telor ceplok yang gak bakalan bisa nambah anak dan bikin anak lagi" Ancam Yun.


"Sadis lo Yun, aset gue nih baru aja di gunain udah mau lo bikin pensiun." Refleks menutup aset berharganya itu dan mundur buat gak terjangkau sama kaki Yun yang udah siap tendang. "Serius nih gue nanya, lo kenapa sampek bisa luka kayak gitu di tangan?" Tadi di jalan udah mikir keras kenapa Yun bisa sampek terlukan.


"Di gigit sama Ella." Jawab Rega enteng sambil menahan senyum.


"Parah lo Ga, gak kasih tau gue..., klo tau gitu gue bakal jadi saksi hidup Ella jadi satu-satunya orang yang bisa bikin orang sehebat Yun kayak gini."


"Hua ha ha ha...," Kali ini Rega yang ganti ketawa terbahak-bahak dan wajah Yun udah sangat menyeramkan, kalau itu orang lain bakalan lari terbirit-birit liat ekspreai membunuhnya yang sangat-sangat membuat bulu kuduk berdiri dan nyali ciut. "Gimana gue mau kasih tau lo, gue aja gak liat gimana Ella sampek gigit dia." Jawabnya jujur.


"Puas ya lo berdua ngetawain gue?"


"Belum." Jawab Rega dan Rak berbarengan.


Gini deh kalau tiga lelaki dewasa tapi kelakuannya kayak anak kecil pada ngumpul, erornya keluar semua. Di luar aja pasang wajah dingin bak kulkas dan tembok tapi kalo udah bareng recehnya luar binasa gak ketulungan, luntur image mereka yang di takuti dan disegani sama orang lain.


"Lo udah ngelakuin apa yang gue minta kan Ka?" Tanya Rega serius dari tadi yang cengengesan.


"Udah Ga, semuanya udah gue lakuin pelan-pelan. Lo serius mau ngelakuin ini?" Kata Raka sedikit sangsi tentang keputusan yang Rega lakuakan, "Lo gak mikirin gimana perasaan Ella entar? Dia lagi hamil lo Ga?"


"Gue juga udah ngomong gitu sama Rega tapi gak mau dengerin, lagian kan masih ada jalan lain yang bisa kita lakuin buat menyelesaikan semuanya." Kata Yun mengingatkan lagi, "Lo tinjau dan kaji ulang deh."


"Lo kira proposal apa pakek acara kaji dan tinjau ulang." Samber Rega, "Gue rasa ini jalan yang terbaik,"


"Gue gak bisa bayangin aja gimana entar Ella ngadepinnya, mana lagi hamil lo lagi bikin perkara gini. Jujur aja kenapa sih Ga sama dia? Kata orang lebih baik jujur walau itu menyakitkan." Kata Raka yang sedikit kesal, "Ga, bini gue juga hamil jadi sedikit banyak gue tau perasaan Ella. Coba lo ngomong baik-baik jangan kayak gini."


"Gue setuju banget sama yag Raka bilang walau diaini cuma gue yang gak punya bini dalam keadaan hamil dan tentu aja gue saksi hidup kalian yag kerepotan ngadepin istri yang lagi hamil."


Raka dan Rega menatap kesal Yun.


"Apa? Gue ngomong benerkan?"


"Lakuin aja yang gue minta, apa pun yang terjadi nanti tolong jaga Ella sampek gue balik lagi. Lagian gue percaya Ella orang yang kuat."


*****


Hi mbak-mbak dan mas-mas yang cantik-cantik....


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu dan baca novel author, secara pribadi author sangat berterimakasih buat kalian semua...


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Rasanya seneng banget kalian masih nungguin Up dari author dan itu jadi semangat buat author mainin jari bikin rangkaian kata.


Jangan lupa Like sama Votenya biar authornya tambah semangat lagi buat berkarya.


Yang pada main tebak-tebakan ada apaan sih sama Rega???


Ada rahasia dan persekongkolan apa yang terjadi antara Willy dan Rega???


Jangankan kalian, author sendiri penasaran kok gimana entar kejadiannya.


Kadang author punya ide dadakan yang tiba-tiba aja muncul dengan sendirinya, tapi alur cerita kali ini udah author pikirin