Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Singa Betina Ngamuk?


Dari kemaren sore Willy belum membersihkan badan cuma sikat gigi dan cuci muka aja di bandara, perjalanan yang lumayan lama gak ada waktu buat ngelakuinnya. Rasanya tu kebahagiaan tersendiri kulitnya kesiram air di tambah sabun yang menyempurnakan untuk memanjakan tubuhnya. Willy tersenyum geli melihat deretan perlengkapan mandi Ella yang dapat di hitung pake jari. Kalo biasanya cewek punya berbagai macam produk buat perawatan kulit tapi ini malah cuma seadanya dan ala kadarny, yang pokok-pokoknya aja di sana. Tanpa semua itu, Willy merasa Ella tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan alami. Mungkin karena gen dari mamanya yang emang berdarah campuran hingga mewariskan kulit putih bersih alami untuk keturunannya.


"Udah seger?" Saat melihat Willy keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.


Ella tampak biasa-biasa aja dengan pemandangan aduhai di depannya. Gak ada rasa malu atau canggung sama sekali karena ia menganggap Willy Kakaknya sendiri.


"Iya," Mengambil tumpukan baju di atas meja belajar. Belum sempat memakainya terdengar suara ribut dari luar kamar, Willy melemparkan pandangannya dan di jawab dengan gelengan cepat dari Ella. Merasa ada yang gak beres, Willy memilih Membuka pintu dan menyaksikan dua orang berwajah identik adu mulut di depan.


"Gue bilang juga apa?! Lo gak usah belain cewek gembel itu." Menunjuk ke arah Willy yang bengong.


Sonia gak percaya dengan apa yang ia lihat, gak mungkin gadis polos dan baik seperti Ella melakukan hal memalukan seperti yang Sonya tuduhkan yaitu kumpul kebo. Saat melihatnya dengan mata dan kepalanya sendiri ia merasa syok, sangat terlihat dari perubahan raut wajahnya.


"Ada apaan sih?" Memastikan apa yang sebenarnya terjadi, sampai suara Sonya cetar membahana di seluruh ruangan.


"Dasar wanita murahan, ternyata kayak gini kelakuan lo pas di rumah sendiri! Bikin malu aja!" Memaki Ella yang tertangkap basah, apa lagi cowoknya dalam keadaan telanjang dan cuma ketutup sama handuk. Gak muna kalo sesekali melirik tubuh seksi cowok di depannya.


"Mulut lo di jaga jangan asal nyablak!" Gak kalah sengit, siapa aja bakal naik pitam di bilang gitu.


"Gue ngomong yang sebenarnya, mau ngeles gimana lagi udah ketangkap basah ngamar sama cowok. Anak kecil aja bakal ngerti laki sama bini sekamar itu ngapain aja." Memandang jijik dan meremehkan ke arah Ella.


Sonia menarik tangan Sonya, ngasih kode buat diam karena Mommy sudah ada di belakang mereka. Tapi yang namanya Sonya bukannya diam malah membabi buta.


"Bikin malu aja lo, dasar gak tau diri!" Mengangkat tangannya untuk menampar Ella.


Willy yang diam dari tadi ngeliat para singa betina lagi ngamuk akhirnya bertindak. Menangkap dan menepis tangan Sonya yang hampir mendarat di pipi Ella.


"Nona, jaga mulut kamu selama masih bisa di pakai." Menatap tajam ke arah Sonya yang membuat Sonya merinding ngeri, aura gelap terlihat disana dengan efek kengerian menyeruak.


"Apa-apaan ini?" Devi menghampiri kedua anaknya, ia segera naik saat mendengar ribut-ribut dari bawah dan menyaksikan mereka sedang berdebat hebat.


"Mommy, liat dia bawa laki-laki ke rumah kita."


Mendengar rumah kita kontan bikin Ella tersulut api, baru aja masuk udah berani bilang kayak gitu. "Woui! Ini rumah gue!" Teriaknya.


Devi membelalakkan matanya mendengar dan melihatnya.


"Liat kan Mommy sikapnya." Tambahnya mengompori keadaan.


"Kamu keterlaluan ya? Ternyata di rumah sendirian gini yang kamu lakuin?!" Menaikkan suaranya. Dari awal Devi sudah berencana menyingkirkan anak tirinya itu untuk menguasai harta Johan sepenuhnya.


Merasa mendapat dukungan dari mommy nya bikin Sonya tambah berani. "Gue jijik ngeliat elo, sebelum gue sebar video lo mending lo angkat kaki dari rumah ini!"


Willy yang memperhatikan perubahan sikap Ella dengan cepat memeluk dan menenangkannya, kalo sampek ngamuk bakal kelar dua serigala di depannya itu. Terbukti tangannya telah mengepal dan siap mengeksekusi orang-orang itu.


"Lepasin! Biar Ella robek mulut mereka!" Meronta berusaha melepaskan pelukan Willy.


Willy sempat kewalahan, walau tubuhnya kecil ternyata tenaga sebanding dengan tenaga cowok.


"Liat kan Mommy, kelakuannya aja bar-bar udah kayak preman pasar. Lengkap banget sekarang udah jadi ******."


Ella udah kehabisan kesabaran, nuduh orang seenaknya bahkan berani mengancam untuk membuatnya meninggalkan rumah yang sudah sejak lahir ia tempati. "Brengsek kalian, Ibu sama anak sama aja brengseknya."


"Plak!"


Willy tertegun, kali ini tak sempat melindungi Ella karena kedua tangannya memeluk Ella untuk menahannya.


Ella mengusap pipinya dan memandang murka.


"Dasar anak gak tau diri! Berani sekali sama orang yang lebih tua! Gini kalau di besarkan tanpa orang tua jadi gak punya tata krama."


Willy melepaskan Ella, mengepalkan tangan dan mengatupkan mulutnya hingga gemerutuk suara giginya yang berantup terdengar, sebisa mungkin amarah yang ia pendam. "Ingat ini baik-baik, Willy Aditya gak bakal tinggal diam!" Suara menggelegar di ruangan itu membuat semua orang terdiam karena takut, tatapan mata dan auranya sangat mengerikan.


"Kemasi barangmu, kunci kamar ini jangan sampai mereka mengambil apa pun dari sana." Berkata lembut ke arah Ella.


Ella menurut, ia masuk dan mengambil beberapa barang sekolah yang ia perlukan dan foto Mamanya.


"Keluar aja sana, dari pada bikin dosa!" Teriak Sonya penuh kemengan, semudah itu ternyata memyingkirkan Ella dari tempat ini dan tentu saja menguasainya sekarang.


*********


Like Like Like Like Like .....


Biar Author tambah semangat lagi.


Maksih buat dukungan dari kalian semua


😘😘😘😘😘😘😘