
Kalo udah berurusan sama yang namanya makanan bakal lewat apa pun itu, meja penuh dengan berbagai macam makanan, bikin Ella bingung mau mulai dari mana buat makan Mereka semua. Kalau barengan malah gak banget, rasanya bakal kecampur yang ada malah gak bisa menikmati.
"Ga usah di pelototin, langsung aja di hap."
Willy masih bingung, makan sebanyak itu alias porsi kuli itu tapi badannya gak mau gede cuma segitu doang. Makanan yang masuk pada ilang kemana selama ini? Masak masuk ke lubang hitam di luar angkasa sana?
"Pengennya gitu, cuma bingung mau makan yang mana duluan. Habisnya enak." Mengusap tangannya cepat sejajar dengan mulutnya, gak sabar lagi.
Willy menyodorkan sepori cumi panggang,
"Udah dari tadi minta kamu kunyah."
Ella tersenyum bahagia, bahagia banget kalo udah kayak gini. "Kakak tau aja kesukaannya Ella." memindahkan ke dalam piringnya.
"Perasaan tadi Ella gak ada pesan sambal mangga deh Ka?" Sambil nyocol cumi ke dalam tu sambal, saking nikmatnya sampai merem melek, melek merem.
"Kakak yang minta, soalnya tadi banyak macam sambal kamu cuma pesan satu."
"Kokok kemang debes." Dengan mulut penuh, maksudnya itu, "Kakak memang the best." karena mulutnya penuh jadi lain di hati lain di mulut.
"Kalo makan gak boleh ngomong." Menuangkan air mineral buat jaga-jaga kalo keselek, ngeri liat porsi sama selera makan Ella.
*************
Selama meeting berlangsung, Rega sama sekali gak konsen. Tubuh sama pikirannya udah gak sejalan, biar duduk manis di situ tapi pikirannya entah kemana. Klien serta asistennya yang dari tadi jelasin kontrak kerjasama sampek berbuih mulutnya di kacangin gitu aja.
Yun menyadari keadaan bosnya itu cuma bisa menghela nafas panjang, ribet urusannya sama orang yang jatuh cinta tapi gak nyadar. Mau gimana lagi, negor langsung gak enak kan? Mau gak mau Yun mengambil alih dan memperhatikan kontrak kerja sama itu dengan teliti tanpa satu pun terlewatkan, gak pengen ada kesalahan yang bikin nyesel nantinya, berakibat kerugian.
"Tuan?" Bisiknya selesai melihat isi kontrak tersebut, tak ada yang salah dalam isi kontrak.
Rega tersadar, melihat kesekelilingnya seolah-olah baru datang dari dunia lain.
"Saya sudah melihat keseluruhan kontrak kerjasama kita, tidak ada kesalahan di dalamnya. Keuntungan yang akan kita dapatkan sangat besar kalau anda menerima kerjasama ini." Melihat ke arah Rega untuk memastikan apakah mendengarkan ucapannya.
Rega udah gerah dalam ruangan ini, bukan karena panas cuaca tapi hatinya yang panas.
Kayak cacing kepanasan tingkahnya saat ini,
pengen cepat selesai terus berpindah tempat dimana Ella berada untuk memastikan sesuatu disana. Dalam pikirannya tu kayak gini "kamu dimana, dengan siapa, sekarang berbuat apa"
Kedua belah pihak yang telah mencapai kesepakatan berjabat tangan menandai kerjasama antar dua perusahaan besar tersebut kini berlangsung.
Seharusnya, senang kan?
Ketawa berseri-seri, senyum sumringah gitu.
Tapi nyata nya senyum yang Rega paksakan malah keliataj aneh banget.
Mr. Daniel dan sekertarisnya menikmati menu makanan yang kedai ini sajikan, terbukti dari pujian-pujian yang ia lontarkan karena rasanya yang lezat serta seberapa lahapnya mereka makan.
Rega tampak gelisah menemani kliennya makan siang, mau apa lagi gak sopan kalau ia pamit terlebih dahulu tanpa menjamu dan menemani mereka menimbulkan kesan yang gak baik. Rega melihat jam yang melingkar di Tangannya, bahkan satu menit terasa sangat lama kayak udah satu tahun. Waktu berputar lambat dari biasanya, pokoknya lebay banget deh...
Gak selesai-selesai kliennya makan, rasanya mereka lambat banget cuma buat makan malah pakai acara ngobrol segala yang bikin tambah lama gak kelar-kelar. Gak mungkin juga kan ngusir gitu aja, bisa bikin dunia persilatan tamat karena mereka bukan orang biasa. Bagi Rega, menghabiskan waktu satu jam disini serasa menghabiskan waktu berpuluh-puluh tahun.
Semua terasa lebay buat orang yang lagi jatuh cinta sama cemburu.
******************
Jangan lupa like sama votenya ya ....
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Terimaksih buat dukungan dan partisipasi kalian semua
😘😘😘😘😘😘😘😘😘