Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jamur (Janda di bawah umur)


Pengumuman


Buat kalian kemaren yang nanya gimana nih cerita cinta sama kehidupan abang Yun yang cakepnya gak ketulungan itu buat dapetin dan nemuin tulang rusuknya dan nyusul dua sahabatnya yang udah pada nikah dan mau jadi Ayah itu?


Author udah lounching (Bener gak sih nulisnya lounching kek gitu?) 🤔🤔🤔


Novel baru spesialis dan khususan buat Yun. Judulnya itu Labirin Cinta. Ada nama πora di bawahnya yang itu nama asli Author Baru dua capt aja sih Up nya soalnya baru awal bulan juga author nulisnya.


Jangan lupa mampir ya buat kalian berdua, Author pisahin dari sini biar gak campur aduk layakny gado-gado dan bisa menjiwai.


Jangan lupa juga kasih like, vote dan dukungannya di sana.


Terimakasih udah baca pengumuman dari


Autor.


Happy reading guys....


**********


Ella melihat perban yang ada di kepalanya, memperhatikan dengan teliti bekas jahitan yang ia terima. Walau di kasih penjelasan panjang kali lebar dari tiga lelaki yang saat itu ada di dalam mobil saat kejadin itu berlangsung tetap aja Ella masih bingung dan gak bisa buat bayangin. Karena obat yang di kasih Raka Ella ketiduran di pelukan Rega dan masih di rumah dengan posisi di dalam kamar tapi pas bangun kepalanya udah di perban dan naasnya lagi pas melek udah di dalam kamar perawatan rumah sakit. Yang paling parah dari semua rentetan kejadian Ella sama sekali gak bisa ingat apa pun tentang riwayat perban putih yang ada di kepalanya.


Seperti yang udah di jadwalkan, hari ini Rega menjalani prosedur pertama dalam transflantasi sum-sum tulang belakang. Walau mereka belum bertemu dengan sang pendonor secara langsung tapi dari suaranya Ella tau kalau yang jadi pendonor adalah seorang wanita. Rencananya sebelum di infus merela bakal bertatap muka secara langsung buat saling sapa dan mengucapkan terimakasih buat sang pendonor yang di rahasiakan pihak rumah sakit, awalnya emang pihak rumah sakit gak mau buat nemuin mereka karena keras kepala dan paksaan akhirnya mereka menyetujui dengan sedikit paksaan dan ancaman. Seorang Rega kalo gak ngancam gak keren gitu kayaknya.


Ella mengenakan gaun selutut dan berlengan pendek berwarna hijau pupu, rambut panjangnya ia ikat kayak buntut kuda tanpa menggunakan hiasan rambut lainnya. Penampilan Ella tampak fress dan terlihat seperti ABG di bandingkan kayak orang yang udah punya suami, gak ketinggalan Ella memakai parfum beraroma lembut.


"Istri Abi harum banget...," Kata Rega dengan memeluk pinggang Ella yang udah mulai melar, gimana gak melar kalo makannya aja banyak banget giti bikin badan sama pipinya lebih berisi di bandingkan sebelum berbadan tiga. "Harum kembang kantil." Katanya yang langsung dapat cubitan di tangannya.


"Enak aja bilang kayak kembang kantil, abi tu kembang bangkai."


"Tiap malam aja mau di keloni sama kembang bangkai."


"Ya udah Ella cari yang lain aja."


"Gitu aja kok ngambek sayang?" Menciumi pipi Ella gemas, kalo udah merajuk itu gemesin banget yang pengennya di uyel-uyel sampek pulen.


"Abi geli." Mendorong kepala Rega biar jauh-jauh.


"Sekarang pipi kamu udah chubby lo sayang, enak buat di cubit-cubit. Kalo perutnya nambah melar enak buat di elus-elus."


"Emang kenapa? Gak suka punya istri yang gendut? Mau cari yang langsing? Seksi?"


"Kalo mau cari yang langsing dan seksi ngapain juga Abi nikahin anak bawah umur yang badannya rata kayak kamu." Jawabnya santai banget gak nyadar kalo memicu perang antar galaksi.


"Oh gitu...," Ella menjewer telinga Rega yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Sakit sayang..., entar kuping Abi melar gimana nih?" Memegangi tangan Ella yang jewer telinganya.


"Biar aja melar jadi bisa denger dengan leluasa."


Cup!


Rega mencium bibir Ella kilat dan mengedipkan sebelah matanya buat menggoda istrinya yang lagi marah-marah, liat Ella kayak gini menjadi hiburan dan kebahagiaan tersendiri buat Rega di bandingin merengek dan minta hal-hal yang gak masuk akal tapi di paksa buat masuk akal. "Kalo masih baca mantra kayak gini bakal Abi cium seluruh badan."


"Abi?!" Teriak Ella jengkel, orang lagi marah malah di godain kayal gitu.


Rega menarik pinggang Ella buat duduk di pangkuannya, menatap matanya lembut dan tersenyum. "Kan Abi udah bilang kalo nikah sama kamu itu bukan karena Abi liat secara fisik, tapi lebih ke rasa nyaman Abi kalo deket sama kamu sayang..., Abi gak gatal-gatal, gak garuk-garuk dan gak meriang. Cuma salahnya kalo deket sama kamu junior Abi langsung obesitas."


Ella mendelik mendengarnya, masih aja sempat ngomong kek gitu pas sakit. "Dasar omes!"


"Apaan itu omes?" Tanya Rega yang emang bener-bener gak tau kosa kata baru yang istrinya pakek itu.


"Otak mesum." Kata Ella sambil memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya tersebut. "Semangat ya sayang buat sembuh, Ella bakal dampingin Abi kok. Lagian kalo emang udah waktunya lahiran Ella bakal tetap disini, Ella gak akan ninggalin Abi sedikit pun karena suka duka kita bakal jalanj berdua."


"Makasih sayang." Rega membalas pelukan Ella dan mengelus punggungnya pelan, rasanya ringan banget dan gak ada beban. Beda sama yang di bayangin sebelumnya kalo bakal berat menjali semua ini karena Ella gak ada di sampingnya.


"Ehem!" Yun sengaja berdehem keras biar dua orang yang mengumbar kemesraan itu sadar kalo ada orang lain di dalam kamar selain mereka berdua. "Udah drama romantisnya entar lagi di sambung." Meletakkan bungkusan plastik berisi makanan buat suami istri tersebut, "Makan dulu kalian berdua dan habis ini Rega pindah kamar ke kamar perawatan yang steril." Yun membuka bungkusan yang ia bawa dan memindahkan ke dalam piring.


"Kebetulan perut Ella tu laper banget, lo tau aja kalo gue lagi kelaparan."


"Sengaja gue beli makanan duku sebelum lo ngomong, kalo ke duluan lo bisa-bisa gue jadi tukang masak lagi layak kemaren." Katanya sambil membuka semua bungkusan dan menyusunnya di atas meja. "Lo gak lusing atau tulang belakang lo sakit kan Ga?"


Rega menggeleng, kemarin mungkin agak pusing sedikit tapi setelah minum obat yang Yun kasih udah gak kerasa lagi. Tanpa menurunkan Ella ia menggendong dan mendudukkannya di atas sofa untuk makan.


"Yun, beruntung banget cewek yang punya suami super pengertian kayak lo." Kata Ella yang menerima piring yang udah berisi sayur segar di sana, bahkan Yun menambahkan daging dan telur rebus di sana dengan sedikit karbo.


"Sayang, Abi cemburu lo." Kata Rega bercanda, mana mungkin dia cemburu sama Yun yang udah di anggap saudara sendiri. Lagian semua hal yang ngurus Yun, kalo bisa di bilang Yun itu lebih tepatnya kayak Ibu buat Rega di bandingkan kayak saudara.


"Kayak gue aja lo cemburuin? Bisa-bisa mang Udin lo cemburuin juga kale Ga?"


"Udah, Ella laper gak usah berantem lagi."


"Siapa namanya?"


"Dokter Spesialis Onkologi Prof. Dr. dr. Aru Angela , SpPD, KHOM, FACP" Kata Yun sambil buka hp, soalnya gak bakalan bisa hapal segitu banyaknya gelar sang dokter yang nangani Rega nanti. "Beliau adalah dokter terbaik dan udah beberapa kali ngelakuinnya jadi menurut Willy dan Raka beliau lah orang yang tepat buat nanganin elo." Meletakkan kembali Hp-nya dan melanjutkan makan yang tertunda buat sebutin nama sang dokter sejelas-jelasnya biar gak salah baca.


*******


Seorang wanita cantik kini telah berdiri di depan Ella dan Rega dengan pembawaan dan style yang anggun. Awalnya mereka mikir kalo dokter yang nanganin Rega itu udah cukup berumur mengingat betapa banyaknya gelar yang ia miliki di depan dan belakang namanya dan ajaibnya tu dokter sama, sekali di luar bayangan mereka semua. Seorang wanita cantik yang masih segar bugar.


"Halo, say dokter Aru Angela." Mengulurkan tangan dengan di barengi senyum.


"Saya Rega dan ini istri saya Ella." Kata Rega menyambut uluran tangan dokter cantik tersebut, gak lupa ngenalin Ella juga biar gak ngamuk-ngamuk kalo keberadaannya gak di akui.


"Halo Nyonya, senang bertemu dengan Anda." Katanya dengan menyalami istri dari pasiennya yang menurut penglihatannya sangat manis dan cantik. "Apakah Anda saat ini sedang hamil?" Melirik ke arah perut dengan senyum terkembang. "Kalau tebakan saya tidak meleset sepertinya ada sua janin di dalam perut anda."


"Wah, dokter...," Bingung mau manggil siapa tadi namanya.


"Dokter Aru." Katanya lagi seolah tau kebingungan yang di alami wanita cantik tersebut.


"Iya, dokter Aru. Anda sangat luar biasa, dengan hanya satu kali melihat dapat menebak dengan benar."


Dokter Aru tertawa kecil, "Perut Anda sudah mulai membesar nyonya, dan menurut saya usia serta besar perut Anda itu tidak dalam semestinya jadi saya hanya mengira bahwa ada dua malaikat kecil di dalam sana." Katanya jujur, "Maaf, silahkan duduk." Mempersilahkan dua tamunya untuk duduk, karena akan lebih nyaman untuk bicara dan membahas tema hari ini. "Tuan Rega, saya di sini bertanggung jawab atas transplantasi yang akan anda lakukan. Namun sebelum kita melakukannya ada beberapa hal yang akan kita lakukan terlebih dahulu." Mengambilkan air dingin dari dalam kulkas untuk tamu-tamunya. " Anda akan menjalani pengecekan delapan parameter darah dan sumsum tulang belakang. Keduanya adalah syarat sebelum transplantasi dilakukan dan kita akan melakukannya mulai hari ini sehingga jadwal yang telah di tentukan akan dapat kita laksanakan sebagaimana mestinya."


"Baik, saya akan mengikuti semua prosedur yang telah kalian tetapkan." Jawab Rega dengan menyilangkan kakinya, "Bagaimana pun tolong lakukan yang terbaik karena saya tak ingin istri saya menjadi janda dan anak-anak saya lahir tanpa seorang Ayah."


"Saya akan melakukan yang terbaik, namun saya tidak bisa menjanjikan sesuatu di luar kemampuan saya Tuan. Karena hidup dan mati itu Tuhan yang menentukan, saya sebagai pelantara dan manusia biasa tidak bisa menjanjikan bahwa semua akan berjalan seperti yang kita inginkan. Namun setidaknya saya dapat menjanjikan akan menggunakan ilmu dan kemampuan yang saya miliki untuk melakukan yang terbaik." Itu lah dokter Aru, dokter yang terkenal dengan kerendahan hatinya tanpa bisa membesar-besarkan kemampuan yang ia miliki walau pun perannya dalam dunia kedokteran tidak bisa di lihat oleh sebelah mata. Prestasinya sangat gemilang, terbukti pada usianya yang cukup muda sudah mendapatkan gelar dan pengakuan dari dunia. Operasi besar mau pun kecil yang ia lakukan 100% berhasil tanpa ada cela dan kegagalan.


"Terimakasih dokter," kata Ella dengan penuh harap, "Apa kah boleh saat melakukan transplantasi saya berada di ruangan untuk menemani suami saya? Dan sekaligus mendapatkan ilmu yang sangat saya inginkan. Mungkin suatu saat saya bisa menjadi seperti Anda."


Dokter Aru melihat wanita cantik di depannya, ada keraguan atau lebih tepatnya kesalahan dalam menilai dan menjatuhkan vonis tentang usia wanita imut tersebut. "Maaf, kalau boleh tau berapa usia Nyonya saat ini?" Di bandingkan ber-argumen dan menebak-nebak lebih baik dokter Aru menanyakannya secara langsung.


"Saat ini saya berusia 22 tahun."


Dokter Aru melebarkan matanya, ternyata benar kalau dugaannya salah. Tadi saat melihat tanpa bertanya ia memperkirakana baru berusia antar 16-17 tahun dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan ternyata udah 22 tahun.


"Kebetulan saya juga dokter muda, jadi dapat melihat secara langsung kebisaan dan sentuhan ajaib tangan anda akan menjadi pengalaman luar biasa buat saya dan tentu saja ilmu yang sangat berharga untuk saya ingat."


"Wow?" Kata itu yang keluar dari mulut dokter cantik itu, bukan hanya cantik dan manis tapi juga dokter muda yang menurut penglihatannya memiliki sesuatu yang ia yakini akan membawa keberuntungan dan kesuksesan suatu hari nanti. "Baiklah, saya tidak dapat memutuskannya dengan pendapat dari saya sendiri karena saya di sini bekerja bersama tim." Dokter Aru tentu saja harus meminta pendapat dan ijin dari dokter lainnya dalam hal ini walau pun ia ketua dan penanggung jawab. "Saya akan memberikan kabar selanjutnya untuk Anda." Tim yang ia katakan adalah orang-orang pilihan yang bergabung dalam tim khusus dengan pengalaman yang tak di ragukan lagi.


"Terimakasih dokter."


"Baiklah walau saya yakin anda sudah mengetahuinya namun saya akan menjelaskan ulang. Sel induk adalah sel yang diproduksi di sumsum tulang. Nantinya, sel induk tersebut berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Di dalam tubuh, ketiga sel darah tadi memiliki fungsi yang berbeda. Pada sel darah merah, kandungan hemoglobin di dalamnya bertugas mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Selanjutnya, ada sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi. Terakhir adalah trombosit yang berperan untuk membekukan darah sehingga bisa mencegah terjadinya pendarahan. Tujuan dari transplantasi sel ini adalah untuk mengisi kembali tubuh dengan sel yang sehat dan sumsum tulang ketika kemoterapi dan radiasi selesai. Jika transplantasi sukses, sumsum tulang akan memproduksi sel darah yang baru. Transplantasi pun bisa berperan mengendalikan tubuh dari pasien." Memberikan jeda dalam penjelasannya agar pasien dapat memahaminya. " Jadi pasien akan menjalani kemoterapi, lalu seluruh badannya akan dikasih sinar agar semua sel-sel sumsum tulang itu dimatikan, istilahnya sumsum tulangnya dikosongkan, pabriknya dikosongkan, kemudian diisi dari luar, dari luar itu dari donor biasanya," ujar dokter Aru menjelaskan.


"Pasti ada efek samping dan resiko saat itu terjadi kan dokter?" Tanya Rega, walau Raka udah jelasin tapi akan lebih baik bertanya langsung sama yang ahli.


"Tentu saja, apa pun yang kita lakukan tentu saja mempunyai efek samping dan resiko. resiko yang wajib dipertimbangkan oleh pasien pun cukup tinggi dalam hal ini. Sebab ketika pabrik sel tersebut dikosongkan, kekebalan tubuh pasien akan nol sehingga pasien berpotensi terkena infeksi." Dokter cantik itu mencari penjelasan lain yang lebih simpel dan dapat di mengerti, "Gini, Itu kan sumsum tulang itu kan merupakan pabrik sel darah putih, kan. Sel darah putih itu kan merupakan sistem pertahanan tubuh, kalau markas pasukannya dihancurkan, kan enggak ada yang membela negara," Ungkap dokter Aru pakek istilah yang sederhana tapi gampang di mengerti. "Sel darah memerlukan waktu agar populasi sel darah bisa terisi kembali dan itu perlu waktu penyembuhan yang agak lama. Jadi saya harap Tuan dapat bersabar dan tetap berusaha karena setelah transplantasi perjuangan Tuan belum berakhir tapi justru di situ Tuan bisa di bilang berjuang dengan sesungguhnya melawan penyakit ini."


"Denger Bi, Abi harus berusaha buat berjuang jangan sampai entar Ella jadi jamur."


"Apa itu jamur?" Ada lagi istilah baru di Ella.


"Janda muda di bawah umur." Bisiknya biar gak kedengeran sama dokter Aru yang duduk di depan mereka.


"Oh ya Tuan, saya akan menjelaskan sedikit jenis pemeriksaan Pra-Transplantasi yang akan anda lakukan yaitu meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan dan fisik secara keseluruhan. Evaluasi kondisi emosional dan psikologis. Pemeriksaan jantung, seperti EKG dan ekokardiografi. Pemeriksaan paru, seperti Rontgen dada dan spirometri. Tes darah yang meliputi perhitungan jumlah darah, kimia darah, dan pemeriksaan virus dalam darah. CT scan atau MRI. Pemeriksaan HLA (human leukocyte antigen) dan yang terakhir Biopsi sumsum tulang." Dokter Aru melihat kedua tamunya itu, "Sampai di sini penjelasan dari saya. Apakah ada pertanyaan yang menyangkut ini semua?"


Rega menggelang, "Tidak dokter, semuanya anda jelaskan dengan sangat baik."


"Terimakasih Tuan, saya harap kerjasamanya dengan anda."


*******


Hi Readers....


Makasih buat kalian yang masih setia nunggu Up dan masih baca novel dari author ini.


Kali ini Author masih setia buat minta petunjuk dan arahan sama embah google, masuk dari satu artikel ke artikel lainnya, dari satu judul ke judul lainnya, dari ngutip dan baca kalimat satu ke kalimat lainnya yang akhirnya Author bisa nulis tentang ilmu kedokteran kayak gini. Basic di pendidikan dan sekarang berjuang buat ngubek-ngubek ilmu kedokteran. Alhamdulillah jadi nambah ilmu dari baca sana-sini yang akhirnya jadi pengalaman berharga buat Author sendiri. Untung aja ya di sini si Ella bukan apoteker, kalo gak bakalan pusing Author sama resep obat. Bisa-bisa keracunan dan overdosis lagi bukannya sembuh.


🤣🤣🤣


Terimakasih buat kalian semua yang udah nyempetin ninggalin jejak kalian yang berupa lika, vote dan komentarnya buat novel Author ini.


Dukungan kalian itu sangat-sangat berarti buat Author.


Lope-lope buat kalian semua 😘😘😘😘😘😍😍😍😍😍


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya...


Terimakasih....