Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Sodara Baru


Acara pernikahan Johan dan Devi dilaksanakan dengan sederhana dan hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat mereka saja.


Johan memilih untuk menyembunyikan pernikahan mereka dari umum untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tak ia inginkan.


Mulanya Devi merasa marah karena secara tak langsung Johan tak mengakuinya sebagai istri karena pernikahan mereka hanya di ketahui segelintir orang saja. Otomatis membuatnya sedikit kesulitan untuk menjalankan rencananya menguasai kekayaan Johan. Kalau semua orang tau bahwa ia adalah Nyonya Johan maka tak akan ada yang berani untik menentangnya dan dengan leluasa ia melakukan apa yang ia inginkan.


Devi yang memakai kebaya warna cream dan hanya sonia, putrinya yang ikut mendampingi momy mereka tampak sangat cantik. Polesan make up minimalis membuat seorang Devi tak tampak seperti ibu dua orang anak. Apa lagi ia selalu menjaga penampilan badan dan wajahnya sebaik mungkin agar terlihat seperti sekarang ini.


Ella bernafas lega saat Papa dapat menyelesaikan ijab kabul dengan satu tarikan nafas saja. Kini ia mempunyai mama sambung dan sekaligus dua saudara baru. Satu paket lengkap, kayak beli satu gratis dua gitu. Ella kaget bukan main saat mengetahui bahwa Sonia adalah anak yang di bawa mama barunya yang artinya kembarannya satunya lagi bakal jadi saudaranya. Cewek sombong yang selalu cari kesemoatan buat deket sama Rega plus tu cewek yang ngatain Ella cewek gembel.


Sonia dan Sonya sangat berbeda. Kalau Sonya dengan sikap angkuh dan sombongnya sangat berbeda dengan Sonia yang ramah dan baik hati.


"Gak nyangka ya kita bakal jadi sodara." Sapa Sonia saat duduk di dekat Ella yang sedang menikmati makananannya.


"Iya, dunia kayak nya sempit banget."


"Maafin Kakak gue, Sonya dari dulu emang gitu kelakuannya." Menundukkan wajahnya menyesal dengan apa yang Sonya lakukan tempo hari.


"Walau gue gak suka sama yang dia lakuin tapi tetep aja gue gak bisa ngelakuin apa-apa."


"Udahlah, gue bukan orang pendendam dengan masalah yang sepele." Ucapnya dengan tersenyum manis, lagian Sonia gak ada sangkut pautnya sama masalah mereka berdua.


"Lo liat sendiri kan, dia gak bisa berkutik di hadapan gue?" Berusaha menenangkan Sonia yang wajahnya mendadak sedih.


"Enggak, asal Papa bahagia gue bakal dukung kok." Ella menjawabnya enteng. Walau tau Sonya bakal jadi sodara tirinya gak ada masalah, Ella yakin bakal bisa ngatasin kadal ijo itu dengan mudah.


Sonia tersenyum, ia merasa bersalah karena niat momynya sebenarnya gak baik. Cuma apa yang bisa di lakukannya sebagai anak. Apa lagi Ella dan Papanya sangat baik memperlakukan mereka, semoga aja Mommy gak ngelakuin hal yang keterlaluan.


"Kakak lo mana?" Menyadari keberadaan Sonya yang gak keliatan batang hidungnya.


"Katanya ada pemotretan, gue gak tau juga sih. Biarin dia mau ngapain, gue lebih seneng kalo gak ada dia." Katanya tertawa ringan yang di ikuti oleh Ella.


"Parah ya lo sama sodara sendiri." Menepuk pundak Sonia ringan.


"Sodara sih sodara, tapi kalau salah bagi gue tetep salah."


"Gue suka gaya lo." Mengacungkan kedua jempolnya. "Kalo Kakak lo bikin perkara sama gue lo bakalan gimana?"


"Gue sih gak ikut campur ya, dari yang gue tau selama ini emang Sonya suka bikin perkara dimana-mana. Aslinya gue gak suka sama sikap dia yang sok, tapi mau gimanapun dia tetep sodara gue. Biar sampek mati gue gak bakal bisa buang embel-embel sodara dari dia." Sonia sedikit curhat, ternyata Ella gadis yang menyenangkan.


"Berarti lo gak keberatan dong kalo gue bikin perhitungan sama dia?"


"Itu hak elo, asal jangan keterlaluan sampek membahayakan nyawanya aja."