Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Full visual


Anggun yang lagi ngelakuin pemotretan di salah satu brand ternama itu terasa terusik saat mendengar suara ribut-ribut saat ia beristirahat, telinganya berasa panas dan memilih buat liat secara langsung apa yang bikin ributnya kayak pasar malam yang mengganggu istirahatnya yang berharga tersebut.


"Ada apa ini?!" Katanya lantang membuat semua perhatian tertuju padanya, dua orang security yang sedang memegang paksa seorang cewek itu kontan melihat ke arahnya saat melangkahkan kaki.


"Maaf Nona, ada, sedikit keributan yang telah...." Belum selesai ngomong udah di samber sama model cantik yang jadi brand ambassador di butik tempat mereka bekerja saat ini.


"Ya ampun honey..., apa yang mereka lakuin sama kamu?" Anggun berjalan tergesa-gesa ke arah Ella dengan tatapan wajah prihatin, memutar badannya untuk memastikan tak lecet dan lebam di sana. "Tenang aja sayang, Kakak bakalan belain kamu dan gak bakal tinggal diam." Anggun berdiri dan menatap dua security yang lagi bingung liat apa yang Anggun lakukan. "Apa yang kalian lakukan hah?!" Bentaknya yang bikin semua orang terdiam seketika.


Cahaya mengernyitkan alisnya, masih berpikir keras bagaimana mungkin orang seperti Ella bisa mengenal sosok model terkenal seperti Anggun yang tak lain bunga kampus yang tak tersentuh itu. Bagaimana pun Anggun tak dapat membiarkan popularitas dan reputasinya hancur begitu aja cuma karena membela cewek miskin itu yang artinya keberadaan Anggun saat ini tak akan mempengaruhi dengan apa yang Ella dapatkan dan tentu saja Cahaya akan mendapatkan kemenangan secara mutlak.


"Nona, kami menemukan gelang yang menjadi salah satu barang yang kita juak di dalam tasnya dan pergi sebelum membayarnya." Kata seorang pelayan menjelaskan apa yang sedang terjadi. "Nona tersebut mengelak dan tidak mengakui apa yang telah ia lakukan dan membuat keributan hingga pihak keamanan harus memborgolnya." Lanjutnya.


Anggun mengerjapkan matanya, "Lo bilang dia nyuri?" Katanya tak percaya, bagaimana mungkin Ella bisa melakukan hal seperti itu. "Kalian tau gak siapa dia?! Jangan asal ngomong kalau kalian belum tau yang sebenarnya, dan gue yakin Ella gak mencuri seperti yang kalian tuduhkan san gue berani menjamin itu." Katanya lantang hingga menggema.


"Kami punya bukti kuat, menemukan sebuah produk di dalam tas dan belum membayarnya." Katanya lagi bersikukuh.


Anggun memasang wajahnya yang paling mengerikan, tersinggung mendengar apa yang pelayan itu katakan. "Lepasin borgolnya sekarang juga kalo gak kalian semua bakal di pecat hari ini juga dan gue pastiin kalian gak bakalan bisa kerja di tempat lainnya." Tak ada reaksi dari dua orang security di depannya bikin Anggun naik darah, "Lepasin sekarang!"


"Maaf Nona, kami hanya menjalankan perintah."


"Oke, perintah kan maksud kalian? Gue bakal nyuruh orang yang ngasih perintah buat kesini." Anggun mengambil hp-nya dan menelpon seseorang, "Gue mau lo datang ke pusat perbelanjaan xxxx, gue tunggu 5 menit." Menutup telponnya dan mengawasi sekitarnya, ia melihat beberapa pasang mata yang sangat mencurigakan. Anggun yang telah berkecimpung di dunia model sejak masih kecil sangat paham situasi seperti ini, situasi yang menghalalkan segala macam cara untuk menjatuhkan orang lain demi kepentingan seseorang dan ia harus membereskan kekacauan ini secepat mungkin. "Semua orang yang ada di dalam saat ini di larang untuk meninggalkan tempat ini, bahkan kalian para pekerja dan pihak keamanan karena kita akan menangkap siluman licik itu yang bersembunyi di antara kita." Menganggukkan kepalanya kepada asistennya untuk menutup pintu kaca transparan itu. "Tenang aja sayang, kakak bakal membuka topeng busuk orang -orang yang menjebakmu." Kata Anggun murka, ia paling gak suka sama orang-orang licik yang menjatuhkan orang lain.


"Iya, Ella juga bingung tiba-tiba aja tu gelang udah dalam tas padahal Ella duduk bareng Mulan. Benerkan Mulan?"


"Iya, kami duduk sama-sama buat nunggu yang lainnya belanja." Kata Mulan membenarkan apa yang Ella katakan, karena kenyataannya mereka bersama sejak tadi.


Yun yang mendapat telpon secara mendadak dari Anggun yang tengah melakukan pemotretan sebagai brand ambassador di salah satu butik brand ternama di pusat perbelanjaan milik keluarga Mahendra itu segera meninggalkan meetingnya begitu saja. Awalnya mau di cuekin gitu aja, tapi pas Anggun mengirimkan foto iparnya yang tengah di borgol itu ia langsung pergi tanpa perlu menanyakan alasannya dan meninggalkan meeting pentingnya. Lebih penting buat ngurus nyonya besar keluarganya itu di atas kepentingan lainnya, dan benar saja saat ia memasuki butik yang Anggun maksud ia melihat pemandangan yang sangat di luar dugaan. Ella yang dalam keadaan terborgol itu di kelilingi oleh security yang siap siaga seperti tahanan yang tertangkap setelah melarikan diri.


"Ada apa ini?" Tanya Yun saat menginjakkan kakinya di dalam butik, menatap dengan tatapan tajam kepada semua orang yang bikin suasana menjadi mencekam seketika karena kedatangannya.


"Maaf tuan, kami menangkap seorang yang berusaha mencuri." Jawab seorang security dengan takut karena yang datang secara langsung adalah asisten pemilik butik sekaligus pusat perbelanjaan ini, biasanya tak akan seheboh ini walau telah beberapa kali menangkap pencuri lainnya dan dapat di selesaikan dengan cepat tanpa menimbulkan keributan yang menyebabkan atasan mereka datang secara langsung.


"Pencuri?" Tanya-nya tak mengerti sepenuhnya.


"Dasar br*ngsek kalian! Emang ngapain gue sampek nyuri barang rongsokan kayak gitu!" Umpat Ella merasa tak adil


"Nona, tolong jaga sikap anda di depan Tuan. Beliau adalah asisten dari pemilik tempat ini." Jelas kasir yang baru saja bergabung itu.


Ella menatap ke arah Yun, baru tau kali ini kalau ternyata ni tempat punya suaminya, "Apa benar yang saya dengar tuan sekertaris?" Tanya-nya dengan menyipitkan mata ke arah Yun.


Lidah Yun terasa kelu untuk menjawabnya, ternyata Rega belum menceritakan semua aset yang ia miliki kepada istrinya tersebut dan yang paling memprihatinkan Ella di tuduh mencuri di tempat yang memang milik suaminya sendiri bahkan di permalukan di depan umum dengan cara memborgol dan memperlakukannya layaknya seorang kriminal.


Cahaya yang mendengarnya itu secara langsung seperti mendapat sebuah pencerahan, dengan senyum manis palsunya itu ia mendekati sosok gagak dan berkharisma itu untuk mendapatkan perhatian dan simpati sebagai seorang malaikat. "Tuan, tadi gue udah bilang sama mereka kalau temen gue gak bakal ngelakuin hal memalukan seperti apa yang mereka tuduhkan."


Yun mengalihkan perhatian kepada orang yang mengajaknya bicara, ia menyunggingkan bibirnya. "Jadi dia temanmu?"


"Iya, kami bertemu dan mengajaknya bergabung. Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun gue, jadi gue mentraktir mereka semua buat beli apa pun yang mereka mau disini termasuk Ella. Ada kejadian yang tak mengenakkan dan Ella memilih untuk pergi, seandainya dari awal Ella menginginkan gelang itu gue dengan senang hati bakal gue beliin."


Ella membulatkan matanya dengan sempurna, emang sejak kapan dia menginginkan yang kayak gituan? Yang Rega kasih aja gak pernah di pakai, apa lagi nyampek nyolong segala. "Sejak kapan gue suka barang rongsokan kayak gitu? Bukankah tuan Yun lebih mengetahui di bandingkan siapa pun apa saja yang gue punya di bandingkan barang rongsokan yang katanya gue curi?" Katanya dengan sindiran tajam.


Yun menghela nafas panjang, pengen banget teriak kalau yang ada di depan mereka itu adalah Nyonya muda dari pemilik tempat ini. Berhubung semuanya masih menjadi rahasia yang membuat Yun tetap menutup mulutnya dan menyelesaikannya tanpa harus melibatkan Rega. Kalau tu orang turun tangan semuanya bakal kacau karena sikap arogannya itu, gak bakalan ngelepasin siapa pun yang berani mengganggu istri kesayangannya. "Lepaskan borgol Nona Ella."


"Maaf tuan, kami hanya menjalankan peraturan yang telah di tetapkan."


"Panggil manager kalian kesini." Perintah Yun karena tak mendapatkan apa yang ia inginkan.


Manager datang dengan tergopoh-gopoh dan menundukkan badannya, "Ada apa tuan?" Tanya nya dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya, selama ini menjabat sebagai manager baru kali ini ia melihat orang penting di tempatnya dan seperti rumor yang beredar bahwa memiliki kharisma dan aura yang mampu menundukkan siapa pun hanya dengan tatapan matanya saja.


"Periksa semua cctv selama dua jam sebelumnya, temukan siapa dalang keributan ini. Saya beri waktu 10 menit untuk menyelesaikannya dan kalau anda tidak mampu menanganinya saya menunggu surat pengunduran diri anda besok pagi di meja saya." Kata Yun tak terbantahkan, "Lepaskan borgol yang ada pada Nona Ella. Karena kalian sama sekali tidak pantas melakukannya pada Nona muda keluarga Mahendra." Katanya lantang dengan ekspresi dingin menusuk hingga ke dalam tulang membuat kengerian tersendiri.


Kontan perkataan Yun membuat gempar seluruh orang yang ada di sana bahkan pegawai dan manager butik tersebut, dengan tangan gemetar seorang security melepaskan borgol dan tertunduk pucat. Ternyata mereka melakukan suatu kesalahan fatal, menangkap dan menuduh pemilik dari tempat mereka bekerja bahkan memperlakukannya dengan kasar.


"Kamu gak pa-pa sayang?" Kata Anggun penuh perhatian, ia mengelus tangan mulus Ella yang meninggalkan bebas di kulitnya karena borgol tersebut dan menatap orang-orang yang ia anggap memiliki andil menyakiti Ella dengan tatapan mata murka.


Sekumpulan sosialita amatir yang terlibat dalam masalah ini kini wajah mereka berubah pias seketika saat mendengarnya, apa lagi Cahaya dan Tya yang sangat terlibat secara langsung. Wajah mereka berubah memucat dengan keringat membanjiri wajah yang mengalir deras. Rencana yang Cahaya susun dengan sempurna itu ternyata menjadi bomerang untuknya, sosok Ella yang ia remehkan itu ternyata masih kerabat dari keluarga Mahendra yang tersogor dan merupakan nona muda. Bahkan perusahaan Papanya yang selama ini menjadi investor dan bekerja sama dengan perusahaan Mahendra. Keluarga Mahendra memiliki peran penting dalam perekonomian keluarganya dan itu berarti akan akan berimbas.


Beberapa kali Tya melemparkan pandangan matanya ke arah Cahaya untuk mendapatkan solusi bagi masalah mereka saat ini, Cahaya hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai isyarat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan mereka.


Anggun yang melihat semua itu hanya tersenyum, amatir seperti mereka sangat mudah untuk di baca. Ia berjalan dengan anggunnya sesuai dengan namanya menyihir setiap orang hingga menghapuskan ketegangan yang kental sekali terasa, mendekati orang yang ia yakini adalah pembuat onar sebenarnya. "Jangan takut kalau gak berbuat salah," Bisiknya menciptakan kengerian tersendiri. "Apa yang lo lihat belum tentu lo ketahui dan gue yakin dalam waktu yang telah di tentukan akan terkuak siapa pencuri sebenarnya. Lo salah memilih lawan, seharusnya lo belajar lebih lagi buat jatuhin orang lain demi dendam pribadi. Domba kecil gak bakalan bisa menjadi serigala." Tersenyum manis saat mengucapkannya seolah-olah sedang bersenandung ria yang menyisakan atmosfir mencekam.


Cahaya yang mendengar kata-kata Anggun itu merasakan aliran darahnya berhenti, kakinya terasa lemas dan berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa berdiri di sana. Kata menyesal mungkin gak ada artinya lagi saat ini, bagaimana ia bisa lepas dari masalah ini sebelum melibatkan orang tuanya yang tak tahu apa-apa. Kalau sampai ini terjadi maka hancurlah keluarganya saat ini yang menjunjung tinggi nama baik selama ini di depan umum.


Manager itu menyerahkan editan cctv yang memperlihatkan sepenggal adegan di mana sebuah kejadian yang diinginkan berlangsung kepada sekertaris Yun. Yun melihatnya dengan serius dan raut wajahnya berubah menjadi murka, menatap orang yang menjadi dalang dari semua ini. "Hapus foto dan apa pun yang mengenai Nona Ella hari ini, bila sampai saya melihat dan mendapatinya di publik maka saya tak akan segan-segan menuntut kalian ke jalur hukum." Yun mengembalikan hp manager tersebut, "Terimakasih atas kerja samanya. Atur pertemuan dengan tiga orang tua dari anak-anak mereka yang telah berani berkomplot untuk memfitnah dan merusak nama baik Nona muda dari keluarga Mahendra yang tidak terbukti bersalah dan juga pekerja yang menerima uang suap agar di pecat saat ini juga dan pastikan namanya tak akan pernah bisa memasuki perusahaan yang berhubungan dengan kita selamanya. " Yun menatap tiga orang yang telah berbuat kasar terhadap kakak iparnya itu bahkan mempermalukannya. "Saya akan menemui mereka secara langsung untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya." Katanya pada manager yang sudah gemetar. Tanpa banyak bicara ia melenggang pergi meninggalkan butik itu di ikuti oleh Anggun dan Ella yang menyisakan kengerian luar biasa disana, bahkan beberapa orang menahan nafas karena tegang dan takut. Rumor yang beredar mengatakan bahwa CEO dan sekertarisnya memiliki aura dan kharisma yang luar biasanya serta dapat mengintimidasi hanya dengan tatapan dan kata-kata itu ternyata benar, kini mereka menyaksikannya sendiri dan membentengi diri mereka untuk tidak bersinggungan dengan keluarga Mahendra atau akan berakhir tragis dengan anjloknya perekonomian mereka.


Cahaya, Anggi dan Tya terduduk lemas mendengarnya.


"Ini semua gara-gara elo, kalau elo gak nyuruh kita buat ngelakuinnya gak bakalam kayak gini." Kata Anggi dengan mata memerah menahan air matanya yang hampir keluar, gara-gara kesombongannya itu ia melibatkan keluarganya yang tak tau apa-apa.


"Gue nyesel punya teman kayak lo." Kata Tya dengan tangan gemetar, tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarganya.


"Kenapa kalian nyalahin gue? Bukannya kalkan melakukannya dan menikmatinya?!" Teriaknya frustasi.


*********


Hi readers yang berbahagia dan yang masih setia nungguin Up dari author...


Makasih ya udah setia dan mau tetap baca novel dari author. Jangan lupa like dan vote-nya biar jadi dukungan buat author, authornya biar lebih giat lagi dalam berkarya.


Nih author kasih visual Ella yang udah beranjak dewasa sama visual-visual lainnya.


#Ella



#Rega



#Anggun



#Azhar



#Frisilia



#Cahaya



#Anggi



#Tya



#Mulan