Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Full Visual part 2


"Lo ngapain aja sih La jadi sampek di kadalin sama mereka?" Tanya Yun heran, biasanya tu cewek bakal bertindak bar-bar kalau ada yang menyentuhnya. Tapi kali ini malah pasrah dan sampek di perlakuin kayak gitu, malah mau-maunya di perlakuin kasar. "Biasanya lo yang ngadalin orang."


"Enak aja lo bilang gue di kadalin, gue cuma mau liat mereka lagi ngapain aja. Lagian kalo gak gini kan mereka gak bakal kertahuan belangnya, kalo gue mau udah gue bikin bubur sum-sum tu tiga serangkai bunga bangkai yang nyebelin." Elaknya. "Selama ini gue tu tau kalo Cahaya diam-diam nguntit gue, cuma gue gak punya alasan buat nangkap dan bikin dia mati kutu. Untung aja sekertaris Yun yang terhormat datang tepat waktunya layaknya kesatria dengan kuda gagah datang menolong anak lemah yang tertindas." Katanya dengan mata berbinar-binar yang bikin Yun menepuk jidadnya, "Entar kalo gue ngidam gue mau lo makek baju ksatria trus naik kuda."


"Di liat aja lo tu lemah, aslinya udah kayak macan kumbang. Tu security yang lo tendang masih di rumah sakit, parah ya lo jadi cewek?" Yun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ella yang udah kayak super hero, ngurusin Rega aja udah bikin puyeng nambah lagi ni dapat bini yang kelakuannya bakal bikin pening dan apa jadinya kalau anak mereka udah lahir yang mungkin Yun akan mengajukan pensiun dini dan menenangkan diri di tempat yang jauh dan tak terjangkau oleh mereka berdua. "Sebelum lo ngidam gue udah pindah ke luar angkasa biar gak ketemu sama lo."


"Kapan lo mau manggil orang tua mereka?" Tanya-nya bersemangat dan gak sabar, bakal ada drama menarik yang bakalan ia mainkan di depan orang tua yang gak bisa berkutik dan akan mempercayai apa pun yang ia katakan.


"Lo mau ngapain?" Yun merasa curiga melihat gelagat Ella yang mukanya girang banget kayak gini, ni cewek pasti udah ngerencanain sesuatu yang bakal bikin nambah kerjaannya yang udah banyak.


"Gue mau ikut bersaksi atas tindakan anak mereka yang sok itu, emang mereka kira bisa membully gue seenaknya? Gue cuma nunggu waktu yang tepat buat mereka biar gak bisa ngelak lagi, dan berkat bantuan lo rencana gue berjalan dengan lancar. Terimakasih banyak adik ipar..."


"Ternyata wajah lo aja yang kayak malaikat tak berdosa, hati lo udah kayak iblis." Yun ngerasa hidupnya semakin terancam.


Ella menepuk bahu Yun dengan tertawa kecil, "Terimakasih atas pujiannya adik ipar, gue ngerasa tersanjung dan tersandung. Gue gak bakalan biarin orang yang nginjak-nginjak kepala gue, ganti gue injak sampek tu kepala lecek." Katanya sambil memperlihatkan ekspresi yang mengerikan.


Yun ngerasa ngeri sendiri, kalau dulu sebelum mengenal Ella ia mengira orang terlicik dan mengerikan adalah Rega tapi ternyata Ella lebih mengerikan lagi di bandingkan dengan Rega. "Terserah lo lah mau ngomong apa, asal kepala gue aja gak lo bikin lecek. Sebentar lagi mereka bakal datang, emang lo mau ngapain sama mereka?"


"Gue bakal jadi orang yang teraniaya dan tertindas di mata mereka. Bukankah itu cocok dengan wajah imut gue?"


Yun memijit jidadnya yang bener-bener pusing, selain macan betina ternyata rubah betina dan bunglon betina.


"Saudara ipar, gak usah terlalu pusing. Gue gak bakal bikin keributan, gue cuma mau kasih pelajaran yang setimpal buat orang bermuka dua yang bernama Cahaya."


"Oke, selama lo gak merusak nama baik keluarga Mahendra gue gak bakal ngelarang. Kalo lo sampek bikin jelek maka gue gak bakal tinggal diam." Ancamnya.


Bukannya takut mendengar ancaman yang Yun katakan, Ella malah merasa semakin menarik. "Lo ngancam gue gak ada gunanya, lagi pula nama belakang gue itu udah nambah tau. Ella Alexa Johan Mahendra, dan sebentar lagi ada nama tambahannya yaitu dr. Ella Alexa Johan Mahendra."


"Kenapa gak sekalian aja di tambah almarhum di depannya?" Kata Yun asal yang mendapatkan jitakan di kepalanya.


"Asal lo ngomong, sampek akhirat bakal gue uber lo." Ella merobek lengan baju, mengoleskan lipstik dan eye shadow pada beberapa bagian wajahnya hingga membentuk lebam-lebam imitasi disana. Ternyata gak ada ruginya kemaren ikut kursus make up walau terpaksa karena keinginan Papa.


Yun sampai ternganga ngeliatnya, ni cewek emang bener-bener licik dan yang jelas banyak akal rubahnya.


"Gimana? Udah meyakinkan belum?" Katanya lagi.


Yun malas memperhatikannya, terserah mau ngelakuin apa yang penting gak ganggu kepentingannya.


*******


Ella yang udah pasang tampang teraniaya itu duduk dengan menundukkan wajahnya, tampak tiga orang yang tadi membully-nya ada di depannya bersama orang tua masing-masing yang tampak bingung kenapa mereka di pertemukan di tempat yang sama.


Yun yang dari tadi liat kelakuan Ella itu cuma bisa menarik nafas panjang, aktingnya luar biasa yang seharusnya jadi aktris bukannya jadi dokter. Mukanya udah kayak orang teraniaya beneran, padahal aslinya pakek topeng doang.


"Ada yang ingin saya sampaikan mengenai kerja sama kita, saya ingin membatalkan semua jenis kerja sama yang telah berjalan selama ini."


Tiga orang lelaki paruh baya itu tampak terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik itu akan di batalkan secara sepihak? Pembatalan ini tentu saja akan sangat mempengaruhi semua perekonomian dan kelangsungan perusahaan mereka karena keluarga Mahendra memegang peran penting dalam perekonomian di kota ini.


"Maksud anda? Bukannya kami tak pernah melanggar kesepakatan kita? Kenapa tiba-tiba seperti ini?" Tanya Hermawan yang juga ayah dari Anggi, merasa bingung kesalahan apa yang telah ia lakukan. Karena selama ini ia tak pernah merasa telah melakukan kesalahan.


"Benar, saya juga merasa bingung tentang kesalahan yang telah saya lakukan." Sambung Wawan ayah dari Tya.


"Tuan Yun, kita telah melakukan kerja sama cukup lama. Seharusnya anda tau bahwa selama ini kami selalu menaati semua kesepakatan tanpa melewatkan satu pun dan saya yakin anda pun mengetahuinya dengan jelas." Kata Toto yang tak lain Ayah Cahaya. "Kerjasama yang kita lakukan juga sama-sama mendapatkan keuntungan." Lanjutnya.


Yun menyerahkan hp kepada tiga orang itu, "Lihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi."


Cahaya meremas tangannya dengan perasaan takut luar biasa, Ayahnya yang selalu menjaga nama baik selama ini dan selalu menekankan kepada semua anggota keluarga untuk tidak melakukan tindakan gegabah yang dapat mencorengnya. "Ayah, itu....,"


Toto mengerutkan alisnya, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Di video ia melihat anaknya bertindak sewajarnya membela temannya itu, bahkan dua temannya yang telah menghina dan melakukan tindakan yang lebih tidak terpuji. "Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi disini."


"Wanita yang sedang di bully oleh anak kalian adalah Nona Ella, Nona muda dari keluarga Mahendra yang keberadaannya kami sembunyikan. Nona kami telah kalian bully hanya karena berpenampilan sederhana." Kata Yun menjelaskan agar semua orang mengerti.


"A-apa?" Wawan menatap wanita seumuran anaknya yang kini ada di depannya dengan keadaan berantakan bak tersapu badai dahsyat ."Apa yang di katakan itu benar Nona?"


Ella mengangkat wajah sendunya, mengangguk pelan untuk membenarkan. "Selama ini saya menyembunyikan identitas saya karena ingin mendapatkan teman, ketika Cahaya dan teman-temannya menawarkannya saya merasa sangat bahagia. Namun, ternyata mereka hanya memanfaatkan semuanya." Ella memasang mimik wajah yang paling menderita, itu cukup menguras tenaga sama pikiran. Ternyata susah juga jadi aktor atau aktris kayak di tv-tv.


Yun menghembuskan nafas panjang, ni cewek emang bener-bener multi talent atau lebih tepatnya kayak bunglon yang bisa menyesuaikan diri dalam semua keadaan di sekitarnya. Untung aja sifat aslinya baik, kalo jahat luar biasa jahat jadinya.


"Maksud lo apaan sih?" Tanya Cahaya yang gak terima, "Gue gak pernah ngemanfaatin lo. Baru kali ini gue nyamperin lo jadi jangan ngarang cerita yang enggak-enggak."


"Maaf Nona Cahaya, mungkin anda lupa ingatan atau mungkin anda pura-pura jadi saya akan mengingatkan anda kembali." Ella yang biasanya ngomong nyablak sekarang pakek bahasa formal kayak Yun, biar bisa denger tu telinga Cahaya sama gengnya. "Saya sering melihat dan mendapati anda menguntit saya, saya pikir itu hanya kebetulan lama-lama saya pikir mana ada kebetulan yang terjadi sampek melebihi tiga kali." Ella mengamati ekspresi perubahan raut wajah Cahaya sebelum meneruskannya, "Kemungkinan besar hari ini adalah rencana yang telah anda susun secara dadakan karena kita bertemu secara tak langsung, dan mengenai dua teman anda itu mereka tak ada sangkut pautnya dan saya yakin itu atas perintah anda nona Cahaya."


Cahaya kehabisan kata-kata saat mendengar apa yang di katakan Ella, semuanya yang keluar dari mulutnya kebenaran yang terjadi.


"Itu betul, gue emang di suruh Aya buat masukin gelang itu ke dalam tas lo." Kata Tya, "Biar lo di tuduh nyolong dan di keluarin dari kampus." Cerocos Tya tak sadar karena kepepet.


"Bener, maaf-in gue La. Gue juga di suruh Aya buat nyogok penjaga biar rencananya lancar. Aya ngelakuin itu semua karena cemburu liat lo jalan sama dokter Azhar dan sogokan lo buat beliin gue tas gak sebanding sama apa yang keluarga gue alami."


"Dokter Azhar?" Kata Ella dan Yun bersamaan.


Yun menatap Ella untuk meminta jawaban siapa Azhar yang dimaksud karena selama ini ia tak pernah terlihat dengan laki-laki mana pun.


"Gi! Lo ngomong apaan sih?!" Teriak Cahaya gak terima Anggi membeberkan semuanya, "Lo kok ngomong gitu sih? Bukannya kita udah sepakat kalo...,"


"Sorry Ya, gue gak mau terlibat dalam urusan asmara lo. Lagian emang bener yang gue omongin kalo lo cemburu dan ngelakuin ini semua. Gue gak mau gara-gara masalah kayak gini bisnis keluarga gue hancur." Kata Anggi membela diri, "Gue minta maaf, gak sedikitpun gue bermaksud buat jebak lo atau apa pun itu. Dari awal semua adalah rencana Cahaya, dia juga nguntit lo buat liat apa yang lo lakuin sama dokter Azhar dan dapetin bukti kalo lo itu cewek yang gak bener buat bikin dokter Azhar jauhin lo." Anggi duduk bersimpuh di depan Ella meminta maaf, "Tolong batalin keputusan buat ngebatalin kerja sama keluarga kita." Bujuknya.


"Bener La, Gue juga minta maaf dan yang di katain Anggi semuanya bener. Kita sama sekali gak terlibat dalam urusan Aya, jadi gue mohon jangan libatin kita berdua ya?" Tya duduk bersimpuh di depan Ella.


Ella gak nyangka aja bakalan kayak gini, bukannya mereka awalnya teman? Kenapa bisa berubah sedemikian drastis dan meninggalkan serta berpaling demikian cepat?


"Aya, apa benar apa yang mereka katakan?" Tanya Toto kepada putrinya yang wajahnya udah pucat, bahkan tanpa harus bertanya ia sudah tau jawabannya.


"Ayah, bukan maksud Aya seperti itu."


"Aya! Selama ini Ayah selalu mengatakan jaga sikap dan bicaramu, Ayah tidak pernah mendidikmu untuk membully orang lain apa lagi hanya karena status sosial mereka." Kata Toto, "Ayah kecewa punya anak sepertimu."


Air mata Cahaya seketika tumpah dengan sendirinya, selama ini Ayahnya tak pernah memarahinya.


"Ayah selalu memberikan apa pun yang kamu minta, ternyata Ayah salah telah memanjakanmu sampai kamu tumbuh menjadi anak yang sombong seperti ini." Katanya kecewa dengan sikap putrinya, "Nona Ella, saya meminta maaf atas apa yang telah putri saya lakukan." Duduk bersimpuh di hadapan nona muda itu dengan pandangan menunduk yang di ikuti oleh yang lain.


Ella yang merasa tak nyaman itu segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri mereka, "Apa yang kalian lakukan?" Katanya bingung.


"Kami telah salah mendidik anak kami hingga tumbuh menjadi sombong, tolong maafkan mereka Nona. Kami akan menerima segala keputusan yang telah Sekertaris Yun buat tapi tolong jangan bawa masalah ini ke pihak Fakultas, kami tak ingin anak-anak kami memiliki masa depan yang suram." Kata Wawan pasrah, karena putrinya bersalah dan tak bisa membelanya.


Ella memegangi pipinya yang terasa sakit dan perih itu, tak menyangka Cahaya akan menamparnya sekeras ini.


"Aya! Jaga bicaramu!"


"Ayah, Aya tau semuanya. Dia itu rubah yang bersembunyi di balik topeng buat nutupin kebusukannya. Mungkin semua orang bisa di kelabuhin tapi gue enggak, gue liat sendiri kalo lo sering keluar masuk hotel sama cowok. Kalo bukan p*lacur lalu apa?!" Teriaknya histeris yang membuat semua orang terdiam. "Lo kira bakal bisa nyembunyiin ini lebih lama?"


Anggi meraih tangan Tya dengan gemetar, tak menyangka kalau ternyata Cahaya memiliki sisi yang menakutkan seperti ini. Semua orang tau bahwa keluarga Mahendra adalah keluarga terpandang yang tak mudah untuk di hadapi.


"Nona Cahaya, tolong jaga mulut anda." Yun berdiri menghalangi Ella untuk melindunginya, gak pengen kecolongan untuk yang kedua kalinya. Cukup sekali tamparan mendarat di pipi Ella yang gak tau gimana lagi Yun bakal jelasin sama Rega kalo istrinya di tampar orang.


"Tuan Yun, mungkin anda bisa melindungi dan membersihkan nama baik nona muda anda ini tapi gue udah tau semuanya dan gue bakal nyebarin ke media kalau nona muda keluarga Mahendra yang terhormat ini seorang j*lang yang berganti-ganti pasangan."


"PLAK!!!"


Toto yang tak tahan mendengar omongan Cahaya itu menamparnya dengan keras, belum cukup ia berulah dan kini ia masih melakukannya lagi. "Aya cukup! Hentikan kebohonganmu itu."


"Ayah, Aya punya bukti!" Katanya dengan memegangi pipinya, yang ia rasakan adalah sakit luar biasa. Ayah menamparnya dan memarahinya serta menuduhnya berbohong. Ia mengambil cetakan foto yang telah ia persiapkan di dalam tasnya dan melempar ke arah sekertaris Yun yang berdiri tegap layaknya patung di depan nona mudanya itu. "Itu adalah bukti, bukti dimana nona muda yang lo jaga itu seorang j*lang!" Katanya lantang. "Laki-laki dan wanita menginap di hotel apa lagi yang mereka lakukan kalau bukan untuk berc*nta." Katanya dengan senyum jijik dan meremehkan.


Suasana tegang kini tercipta yang membuat semua orang merasa sulit bernafas, keberanian Cahaya sudah melampaui batas yang tak bisa membedakan lagi mana yang benar dan mana yang salah. Semua tindakannya di kendalikan oleh emosi yang membutakan pikiran dan hatinya.


Yun menunduk dan mengambil selembar foto yang berserakan di atas kakinya, ia memperhatikannya dengan teliti siapa laki-laki yang dimaksud tersebut. Tak lama sebuah senyum terukir di bibirnya dengan sangat sempurna. Ia memberikan foto itu kepada Ella, "Nona, apakah benar anda pergi dan menginap di hotel bersama laki-laki yang ada di dalam foto ini?"


Ella menerima foto itu dan melihat laki-laki yang Cahaya maksud adalah Rega yang tak lain adalah suaminya, dan benar ia menginap di hotel bersama.


"Nona, tolong jawab pertanyaan saya apakah benar yang di katakan nona Cahaya bahwa anda menginap dan berc*nta dengan laki-laki yang ada di dalam foto tersebut?" Yun mengulangi pertanyaannya.


Ella menarik nafas panjang, "Iya, kami memang melakukannya."


"Hahahahaha...," Cahaya tertawa penuh kemenangan mendengar apa yang Ella katakan, dan semua bukti itu tak dapat ia sanggah bahkan kalau Ella tetap menyanggahnya ia akan masih mempunyai bukti lainnya. "Kalian dengarkan?" Katanya dengan puas bahwa apa yang ia katakan adalah kebenaran. Gak sia-sia Cahaya menyewa orang untuk membuntuti wanita j*lang tersebut selama ini dan hari ini semua usahanya terbayarkan.


"Emang apa salahnya kalau gue nginep dan berc*nta sama suami gue sendiri?" Kata Ella yang membungkam mulut Cahaya seketika. "Gue gak akan memungkiri kalo gue nginep dan berc*nta di hotel, semua yang lo bilang itu benar bahkan gue salut lo sampek ngikutin gue sejauh ini. Tapi yang harus lo tau laki-laki yang ada dalam foto itu adalah suami gue yang sah secara hukum dan agama. Jadi kalo lo mau nyebarin ni foto silahkan... Kalo perlu gue kasih lagi yang lebih mesra, lo mau foto yang gimana? saat kami berc*nta atau berciuman?" Kata Ella santai dan meletakkan foto itu di atas meja.


Semua orang yang tadinya tegang kini wajah mereka berubah menjadi merah karena malu mendengar apa yang Ella katakan, dengan gampangnya menyebutkan kata-kata itu di depan orang banyak.


"Jadi lo udah punya suami?" Kata Anggi tak percaya. "Yang tiap hari antar jemput lo itu suami lo?" Tambahnya lagi.


"Iya, nona Cahaya tolong jawab. Apakah salah sepasang suami istri menginap dan bersama?" Katanya dengan tatapan mata tajam ke arah Cahaya yang membeku di tempatnya.


"Gue gak nyangka kalo lo pintar bersilat lidah, udah ketangkep basah malah bilang kalo itu suami lo." Kata Cahaya ternyum kelu.


"Ya ampun..., harus gimana lagi sih gue ngomong sama lo kalo itu suami gue." Kata Ella mulai habis kesabaran. "Udah di kasih tau malah gak percaya, gak gue kasih lo juga gak percaya. Lagian gue sama dokter Azhar itu cuma temenan, ngapain juga gue caper sama cowok lain kalo gue udah punya suami. Kalo emang lo ngerasa bisa dapetin hati dia gak usah ngelakuin hal-hal kayak gini, yang rugi lo juga kan akhirnya? Gue kasih tau ya, yang namanya niat jelek itu gak bakalan di bantu sama Tuhan." Katanya yang kayak udah ceramah aja.


Toto yang dari tadi menyaksikan kelakuan putrinya itu bingung mau berbuat apa, rasanya urat malunya udah putus semua dan bikin gak punya muka. Sejak kapan Cahaya berubah menjadi gadis yang memiliki perilaku buruk?


"Gampang, buktiin kalo emang itu suami lo." Katanya menantang.


Yun cuma bisa diem ngeliat pertengkaran dua orang wanita yang sama-sama keras kepala, tadi sempat khawatir karena menyebutkan nama cowok lain dan ternyata laki-laki di dalam foto itu adalah Rega.


"Bukti apa yang kamu inginkan?" Suara itu membuat semua orang berpaling seketika.


********


Hi Readers yang lagi nungguin up sambil leyeh-leyeh manja.


Nih, yang kemaren nanyain mana visual lainnya bakal author kasih biar gak penasaran.


Foto yang author ambil ini dari berbagai negara yach, ada yang dari Vietnam, Thailand, Taiwan, China, Korea, Pakistan, Turki, Indonesia, Jepang, Australia, Amerika. Jadi visual mereka dari berbagai macam negara yang ada di dunia dan rata-rata mereka model dan juga aktor dan aktris.


Dari awal author konsisten pakek foto dari orang yang sama buat visualnya, dan dari semua itu author nyeleksi menurut karakternya masing-masing dan ini lah yang menurut author susah banget cari karakter sama wajah yang sama. Harus ngubek-ngubek dan cari beberapa kali baru nemu yang menurut author pas dan mewakili setiap karakter.


Karena suatu keadaan akhirnya autor hapus visualnya, kalo udah lls review entar author langsung edit dan masukin lagi.


Jangan lupa tinggalin jejaknya lewat Like dan vote-nya kalau para readers suka sama novel yang author tulis biar author tambah semangat lagi buat berkarya.


#Dirumahaja dan lakuin hal-hal yang positif biar gak bosen.


#Yun



#Johan



#Devi



#Sonia



#Sonia & Sonya



#Willy



#Tio



# Raka



#Rhanty