Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Negosiasi


Ella berulang kali mencerna maksud dari syarat yang Papanya berikan, berupa sindiran karena selama ini ia tak pernah mengenalkan seorang laki-laki pada papanya atau kode keras buat cepat-cepet nikah. "Tunggu dulu Pa, maksud Papa ngomong kayak gitu apaan sih?" Tanya Ella memperjelasnya.


"Maksud Papa, cari suami yang seprofesi sama Papa jadi enakkan punya mantu yang bisa di pasrahin buat jaga anak Papa yang bawel sama perusahaan Papa, kata orang beli satu gratis satu." Mengangakat jari telunjuk kanan dan kiri.


"Emang Ella dapet dimana orang yang kayak gitu?"


"Jangan bilang anak Papa yang cantik ini gak laku?" Katanya dengan menyipitkan mata.


"What? Masak Ella di bilang gak laku sih Pa?" Prores dengan apa yang papanya katakan.


"Buktinya Papa gak pernah liat kamu deket sama cowok mana pun kecuali temen kamu yang siapa namaya itu...," Berusaha mengingat teman Ella yang selalu bersama sejak sekolah dasar.


"Maksud Papa Vino?" Membantu papa mengingatnya.


"Benar Vino." Menjentikkan jarinya, "Kamu pacaran sama Vino?"


Ella membulatkan matanya saat mendengar apa yang papanya katakan, dapat dari mana coba informasi kalo dia pacaran sama Vino?


"Gak ada kandidat lain apa selain dia?"


"Kan Papa cuma nanya...." Katanya santai. "Lagian kalian gak bosen apa barengan terus dari kecil sampek segede ini?"


"Gimana lagi Pa, kalo dianya aja ngikutin Ella."


"Pede ya kamu ngomong gitu?"


"Buktinya? Dimana Ella sekolah Vino juga, dan kenapa juga harus satu kelas mulu dari dulu." Protesnya tak beralasan.


"Gak usah bahas masalah Vino, bahas masalah yang tadi."


Johan meneguk air mineralnya dan menatap Ella serius. "Syarat dari Papa mutlak gak bisa di ganggu gugat, Papa akan meminta pengacara buat mindahin 50% saham dan aset yang papa punya atas nama kamu."


Ella merasa terbebani mendengarnya, "Ella gak perlu itu semua kok Pa."


"Ok, kamu gak minta tapi Papa yang mau. Nanti, setelah kamu menikah ppapa bakal kasih 80%. Kalau kamu punya anak bakal Papa kasih semuanya."


"Ella belum mau nikah apa lagi buat punya anak, mau sekolah dulu. Papa gak akan jadi kayak kakek kan? Ngebet banget mau punya cucu segala lagi." Teringat bagaimana kakeknya menikahkan anak mereka yang masih sangat muda.


"Tergantung, kalo perlu Papa bakal jadi kayak kakek."


"Gak lucu, masak jaman kayak gini mau jodohin anaknya? kayak gak laku aja."


"Buktinya kamu gak punya pacar kan?" Goda Johan ingin melihat betapa gemasnya Ella saat marah.


"Papa...." Teriaknya merasa dipermainkan oleh Papanya sendiri dari tadi.


Johan tertawa lepas melihat tingkah Ella yang sangat menggemaskan dan membuatnya semakin cantik.


"Suka banget bikin Ella darah tinggi" Katanya dengan wajah cemberut.


"Iya.... Papa salah jangan ngambek lagi." Mengelus rambut Ella.


"Papa gak nyuruh kamu buat nikah sekarang, Papa cuma minta kamu cari suami yang bisa jalanin dan nerusin bisnis papa. Tapi yang lebih penting sayang dan nerima kamu."


"Iya, tapi Pa Ella gak kenal cowok yang kayak gitu. Kan Papa sendiri tau, Ella gak pernah bergaul dengan cowok selain Vino."


"Semoga suatu saat kamu bisa dapet yang terbaik, Papa gak mungkin cari mantu buat anaknya sendiri. Tapi kalo kepaksa mungkin bisa, bakal bikin sayembara buat cariin suami kamu." Lagi-lagi tertawa melihat wajah Ella yang udah kayak di tekuk jadi lima.