Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Tiga wanita


Sonia menangis haru melihat pemandangan yang luar biasa menakjubkan itu, lebih indah dari pemandangan apa pun. Mommy nya yang dulu adalah orang yang angkuh, keras kepala dan memiliki ego yang sangat tinggi itu perlahan-lahan telah berubah menjadi sosok wanita yang semakin hari semakin cantik luar dalam.


Devi tak lagi menggunakan riasan wajah tebal, baju branded keluaran terbaru, perhiasan berlian mewah dan ikut dalam pertemuan sosialita seperti dulu. Wanita cantik itu kini sibuk di rumah, memakai dastar murahan, wajahnya yang cantik alami dan lebih segar tanpa polesan make up serta tampil apa adanya layaknya istri yang hanya mengurus suami dan rumah tangganya.


Awalnya Devi merasa harga dirinya di injak dengan apa yang Johan lakukan, larangan-larangan yang Johan terapkan bahkan peraturan yang baginya sangat memberatkannya. Beberapa bulan berlalu Devi terbiasa dengan kehidupan sederhana yang ia jalani, ia tak lagi pusing harus memakai apa saat keluar rumah, bagaimana terlihat cantik dan lebih mencolok di bandingkan dengan yang lainnya hanya karena ingin terlihat wah di depan orang lain.


Johan memperlakukannya dengan baik, setiap pulang dari perjalanan kerja ia selalu membelikan oleh-oleh. Sifatnya yang dewasa membuat Devi merasa nyaman dan bisa menerima kenyataan.


Devi melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Ella, tersenyum melihatnya dengan bahagia. "Sayang, Mommy tak perlu uang tabungan itu. Mommy tak bisa menerimanya."


"Tante, Ella ikhlas."


"Mommy tau, tapi Mommy benar-benar tak bisa, mereka lebih memerlukan di bandingkan Mommy saat ini. Terimakasih, niat baik kamu sudah Mommy terima." Devi melepaskan cincin yang ada di jarinya, mengambil tangan Ella dan meletakkannya disana. "Ini, cincin yang Daddy Sonia berikan saat melamar Mommy. Gunakan lah untuk membangun rumah yatim piatu, sisanya gunakan untuk kepentingan mereka."


Ella menatap cincin bermata Ruby itu, cincin yang sangat cantik dengan desain mewah yang elegan dan tentunya memiliki daya jual yang sangat tinggi. "Gak Tante, Ella gak bisa terima. Ini kenang-kenangan dari suami Tante."


"Sayang, kenangan itu akan tetap tersimpan di hati Mommy. Tapi akan lebih berguna bila di pakai untuk kepentingan orang lain. Mommy yakin Daddy akan sangat bahagia dengan apa yang Mommy lakukan. Ijinkan Mommy sekali ini untuk melakukan kebaikan melalui dirimu." Menggenggam tangan Ella untuk menerimanya. Devi mengikhlaskan satu-satunya harta benda yang masih tersisa itu, semuanya telah ia habiskan bersama Sonya tanpa sisa hanya untuk kesenangan dunia yang menjadi prioritasnya. Tak pernah terpikirkan untuk berbagi kepada sesama yang lebih memerlukannya.


"Tante yakin? Apa Tante gak nyesal?"


Devi menggeleng mantap, takkan ada penyesalan kali ini. Ia ingin hidup damai dan nyaman, membuang semua kehidupan di masa lalunya itu. "Mommy akan menyesal kalau kamu menolaknya, yang berarti kamu menolak untuk membuat orang tua ini berubah menjadi lebih baik."


Ella tersenyum dengan air mata yang berlinang, tak pernah menyangka hari ini akan datang dimana ia akan mendapatkan kasih sayang dari mama yang tak pernah ia dapatkan dan ternyata itu terasa sangat hangat di dalam hatinya. "Ella akan mempergunakan sebaik mungkin tante, terimakasih atas bantuan tante yang sangat berharga. Ella yakin Mereka akan sangat berterimakasih dengan apa yang tante berikan."


Sonia menghambur, memeluk Mommy dan Ella dengan air mata bahagia.


"Mommy, Sonia senang akhirnya Mommy seperti ini."


"Maaf Sayang, Mommy terlambat. Maafkan Mommy yang pilih kasih selama ini, maafkan Mommy yang tak bisa bersikap adil."


"Tidak Mommy, Sonia bahkan berterimakasih karena di lahirkan sebagai anak Mommy."


"Kalian tau, kita tiga wanita menyedihkan dengan baju yang udah lecek karena ingus." Kata Ella memecah ketegangan yang di sambut tawa dari Mommy dan Sonia.


"Biar, jangankan baju bahkan gue bisa ngorbanin apa pun untuk hari ini."


"Sayang, mulai saat ini panggil Mommy atau Mama. Jangan panggil tante. Ok?"


"Maaf Tante, Ella butuh waktu."


"It's oke Ella, yang penting Mommy gue juga Mommy lo." Sonia menghadiahkan ciuman di pipi Mommy dan Ella.


***********


Johan yang sedang di kantor langsung pulang mendapatkan telpon dari Ella yang mengatakan ada keributan di rumah, ia meninggalkan semua pekerjaannya begitu saja. Betapa terkejutnya melihat Devi yang tengah menangis dan tertawa dengan Sonia dan Ella dalam pelukannya, ia tak bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi sebelum kedatangannya.


"Kalian kenapa?" Katanya bingung melihat tiga wanita terduduk di lantai dengan wajah sembab dan baju acak-acakan.


"Rahasia...." Kata mereka serentak.