
Seringai itu jelas-jelas Yun tunjukkan untuk Raka yang gelisah luar biasa karena ulahnya sendiri, kebiasaan buruk gak bisa jaga mulutnya sendiri.
"Yang lo omongin itu serius?" Tanya Ella dengan tatapan mata gak percaya, persis kayak orang yang baru pulih dari amnesia bertahun-tahun lamanya dan kehilanga banyak memori penting.
Lagi-lagi Yun menatap Raka, tatapan menuntut dan menyalahkan darinya atas dasar mulut embernya yang gak bisa di jaga.
"I-iya...," Jawabnya dengan nyawa serasa di ujung tenggorokan.
"Huh...," Ella menghembuskan nafasnya perlahan seolah melepaskan beban yang terasa berat untuk ia pikul sendiri saat ini.
"Sorry La..., lo jangan ngomong ya sama Rega bisa-bisa entar Anggun jadi janda lagi." Katanya memohon, merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar yang seharusnya gak pernah Raka lakukan. Selama ini Rega selalu mengingatkan jangan sampai identitas sebenarnya terbongkar dan di ketahui oleh Ella. Karena Rega akan meninggalkan dunia bawah setelah Ella melahirkan anak mereka, hidup dengan bahagia layaknya pasangan suami istri lainnya hingga mereka menua bersama dan hanya bisa di pisahkan oleh maut.
"Kasih tau aja sama Rega kalo Raka yang kasih tau lo, gue sih dengan suka rela bakal nampung anak dan istrinya." Kata Yun santai ngerjain Raka biar tambah kalang kabut lagi, Rasain lo ka....
"Parah lo..., gue masih hidup aja lo udah berani ngomong kayak gitu. Gimana entar gue mati beneran?"
"Gue hanya menempatkan diri sebagai seorang teman yang baik dengen menjamin keselamatan anak istri lo. Lo kan tau cara kerja Rega? Kalo lo mati tinggal kubur aja, gampang kan...," Kata Yun yang nambahin merica di hati Raka yang udah mulai memanas, Ho ho ho..., rasain lo..., Emang cuma lo aja yang bisa ngerjain gue? gue juga bisa kalo gue mau. Yun menyunggingkan bibirnya, rasanya seneng banget ngelakuin ini semua sebagai balas dendam yang terasa sangat manis.
"Ternyata keren banget ya laki gue? Udah ganteng, tajir, punya kuasa lagi. Kya!!! Gak nyangka kalo Abi asli nya kayak gitu." Teriak histeris Ella yang langsung bikin dua makhluk adam di depannya terheran-heran sambil terbengong-bengong karenanya.
Hah???
Sebenarnya yang lebih nakutin si Rega apa Ella??? Kok makin lama gue ngerasa merinding berhadapan sama ni cewek??? Batin Raka sambil liatin Ella dari ujung kepala sampek ujung kaki, awalnya Raka pikir Ella bakal syok berat sampek pingsan-pingsan gak taunya malah teriak histeris kegirangan. Emang bener yang Rega bilang kalo Ella bermental baja. Semoga aja istri gue gak kayak gini.
Ha ha ha ha ha...
Emang gak salah Rega milih ni cewek, selain gemesin ternyata punya jiwa yang gak bisa di anggap enteng. Yun menggelengkan kepala, sedikit syok aja Liat Ella yang kegirangan pas tau jati diri suaminya itu. Kalo orang tuanya aja kayal gini gimana entar anaknya???
"Oke, gue gak akan bilang apa-apa sama Rega tentang kalian asalkan kalian sekarang ngomong jujur."
"Lo aja cerita Yun, entar Gue salah ngomong lagi kayak tadi." Raka berdiri dan duduk agak menjauh biar gak ikut ngomong dan keceplosan kayak tadi yang bikin nyawanya sebagai taruhan.
"Rega merahasiakan pernikahan kalian itu selain untuk melindungi kebebasan lo juga melindungi lo dari mereka-mereka yang gak suka sama Rega, akhir-akhir ini Rega sadar ada seseorang yang mengincar nyawa serta seluruh harta yang ia miliki. Walau Rega udah tau siapa orangnya belum cukup bukti buat Rega bertindak, makanya Rega sengaja melakukan kejutan ulang tahun di tempat umum biar musuh dalam selimutnya itu melihat apa yang ia lakukan. Anggap aja sebagai umpan buat bikin keluar gorilla dari dalam hutan tempat persembunyiannya."
"Serius Yun gak ngerti maksud lo."
"Dulu, kakek punya dua anak kembar yang salah satunya adalah Ayah Rega."
"Jadi Ayah kembar?" Kata Ella yang sedikit terkejut mengetahui kebenaran bahwa Ayah mertuanya ternyata memiliki saudara kembar, selama ini gak ada satu pun anggota keluarga yang menceritakan semua ini padanya bahkan Rega sendiri. Pantes aja gue hamil anak kembar, bapaknya aja ternyata punya turunan kembar....
"he-em...," Yun membenarkan tempat duduknya, "Ayah memiliki kembaran, sepasang anak kembar yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata tentu aja bikin kakek senang. Kakek membagi rata harta yang ia miliki kepada dua putranya tersebut dan ternyata salah satu anak kembar kakek menolaknya dengan alasan dirinya sebagai anak tertua lebih berhak menerima harta warisan yang lebih banyak di bandingkan adik kembarnya." Yun memberikan jeda sedikit untuk ceritanya, "Awalnya kakek menganggapnya biasa, lama ke lamaan ia melakukan tindakan-tindakan kotor untuk menyingkirkan bahkan menghapus nama adiknya dari daftar penerima harta warisan ayah mereka karena ingin memiliki semuanya hingga akhirnya kakek mengusir dengan hanya memberikan seperempatnya saja. Awalnya semua berjalan normal sampai akhirnya Ayah mendapatkan informasi bahwa kakak kembar Ayah tersebut merencanakan pembalasan dan telah menempatkan orangnya sebagai mata-mata di kantor." Yun memperhatikan Ella yang dengan serius menyimak, "Untuk menangkapnya Rega akan melakukan kamuflase kematian."
"Tunggu dulu, apa tadi???"
"Berita bohong mengenai kematian." Jawab Raka, "Rega minta sama gue buat bikin berita tentang penyakit parah yang dia derita sampai pengumuman kematiannya. Selama itu berlangsung Rega yakim orang suruhan pamannya itu bakalan nampakin dirinya, makanya selama Rega di anggap mati Rega bakal ngumpet ke suatu tempat." Jelas Raka yang duduk dengan menikmati minumannya.
Ella mengerjapkan matanya cepat karena agak sulit memahaminya, Oke, sampai detik ini otak gue masih bisa nerima semua penjelasan mereka.
"Lo tau La alasan Rega mengalihkan hampir semua saham dan asetnya itu? Semua untuk melindungi apa yang kelak menjadi hak anak kalian, Rega sengaja milih rumah sakit ini sebagai tempat lo koad buat bisa ngelindungi lo karena beberapa dokter serta perawat adalah bawahan Rega di dunia bawah sana. Lo tau kenapa Rega masih tetap tinggal di apartemen setelah kalian menikah? itu juga demi keamanan lo, Rega menempatkan orang-orang di sekitar lo buat ngelindungi lo."
Ella menutup mulutnya gak percaya, ternyata hidup Rega serumit itu dan apa yang Rega lakukan hanya untuk melindunginya.
"Setelah berita pernikahan dan kehamilan kalian keluar semua heboh dan mulai memancing reaksi yang udah Rega prediksi."
"Jadi...,"
"Setelah ini bakal ada berita besar muncul ke permukaan tentang penyakit dan kematian Rega jadi lo siap-siap."
"Kenapa gue gak di kasih tau? Bukannya semua lebih enak kalau gue tau keadaan dengan jelas?"
"Rega mau pensiun habis lo lahiran dan maunya lo gak pernah tau. Tapi gue ama Yun gak pernah setuju sama ide nekad Rega itu, menurut gue lo harus tau sebenarnya apa lagi dalam keadaan hamil kek gini." Raka kembali duduk di samping Yun. "Untuk sementara ini lo bersikap manis dan anggap gak pernah dengar apa pun dari kami. Jangan keluyuran sembarangam demi keamanan kalian sisanya biar Yun yang beresin." Menepuk pundak Yun pelan sambil tertawa kecil.
*******
"Belum tidur?" Tanya Rega yang keluar dari kamar mandi dengan mengelap rambutnya yang basah sehabis mandi dan ikut naik ke tempat tidu dengan masuk ke dalam selimut yang hangat.
"Belum ngantuk, Ella masih mau nunggu Abi." Katanya dengan menggeserkan tubuhya memberikan ruang untuk Rega di sana dan langsung memeluk saat Rega di sampingnya. "Ella suka kalo Abi habis mandi gini, dingin-dingin empuk. He he he he...,"
"Mulai nakal?" Katanya terseyum senang liat Ella yang selama hamil suka banget manja-manja, "Udah gak mual lagi sayang?"
Ella menggeleng pelan, "Gak asalkan sama Abi."
"Ya ampun.... Bisa-bisa bikin Abi diabetes akut liat kamu manis banget gini...," Rega memencet hidung Ella gemas.
*****
Willy mengetuk meja kerjanya dengan otak yang terus berputar memikirkan apa yang akan terjadi, donor sum-sum tulang belakang telah ia temukan dan cocok untuk melakukan transplantasi donor sum-sum tulang belakang terhadap Rega yang kini sedang mengidap penyakit Multiple myeloma yang merupakan salah satu jenis kanker darah. Kondisi ini terjadi saat sel-sel plasma yang tidak normal (abnormal) tumbuh dan berkembang secara berlebihan, serta menggangu sel-sel yang sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker ini juga memproduksi antibodi abnormal.
Setelah melakukan beberapa prosedur untuk menjalani trnasplantasi tersebut akhirnya dokter menyatakan bahwa donor tersebut cocok dengan sum-sum tulang belakang yang Rega perlukan, tentu saja itu membuat Willy merasa sangat bersyukur karena setidaknya kesempatan hidup Rega jauh lebih besar di bandingkan saat Rega mengatakan bahwa ia menderita penyakit tersebut. Willy merasa sangat kesal saat Rega menyerahkan Ella untuk ia jaga ketika ia meninggal, suatu pukulan yang telak membuat Willy seperti berhenti bernafas karenanya. Tak bisa membayangkan bagaimana nanti saat Ella akab kehilangan orang yang ia cintai tersebut dan Willy merasa beruntung mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cepat.
Tok Tok Tok
Willy yang sibuk dengan pikirannya sendiri itu mengalihkan pandangannya dari yang tadi menatap nanar meja menjadi ke arah pintu yang di ketuk oleh seseoarng, "Masuk."
Tampak Yun membungkukkan badan sebelum masuk dan duduk di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana? Apa semua berjalan dengan lancar?" Tanya Willy yang gak sabar ingin mendengar secara langsung.
"Gue kira gak ada masalah, Ella percaya sama apa yang gue bilang sama Raka."
"Syukurlah...," Katanya dengan terduduk lemas di sofa, bayangan-bayangan wajah Ella menghantuinya terus menerus.
"Kapan transplantasi itu di lakuin?"
"Empat hari lagi, lo tau kan lebih cepat lebih baik. Masa pemulihan yang Rega perlukan memerlukan rentan waktu yang cukup lama dan gue harap saat Ella melahirkan Rega sudah sembuh dan dapat mendampinginya." Kata Yun dengan mimik wajah serius, "Lo yakin Ella bakal percaya ini sepenuhya?" Kata Yun lagi mengingat bahwa Ella lebih cerdas keliatannya.
"Semoga, sebisa mungkin kita menutupinya sampai Rega benar-benar pulih dan gue berharap rencana kita berjalan dengan lancar walau pun Ella mengetahuinya semoga itu setelah semuanya berjalan dengan baik dan selama Rega belum kembali gue bakal ada di samping Ella jadi lo harus pastiin Rega kembali dengan selamat kalau gak gue sendiri yang bakal bikin lo babak belur." Ancam Willy.
"Ha ha ha ha...," Yun tertawa lantang mendengar ancaman Willy, sebagai sesama lelaki Yun tau persis bahwa perhatian yang ia berikan bukan hanya perhatian biasa sebagai seorang kakak terhadap adiknya, tapi sebagai perhatian sebagai laki-laki kepada perempuannya. "Bukannya kalo Rega gak ada itu jadi keuntungan buat Lo?"
"Maksud lo apaan?"
"Iya, kalau Rega gak ada kan lo bisa maju buat dapetin Ella."
Willy menatap sebal Yun, "Gue gak setega itu buat nyakitin orang lain demi ego gue, kalo gue mau ngapain gue susah-susah cari donor buat Rega? Lo gak mikir apa entar anak Ella bakal lahir tanpa Ayah? Seharusnya lo juga tau perasaan kayak gitu, lo lebih beruntung masih punya Ibu sedangkan gue gak punya siapa-siapa selain Kakek dan keluarga Ella saat ini." Kata Willy tajam sebagai balasan untuk Yun, "Gue gak mau anak mereka ngelami hal yang sama kayak kita berdua dan gue pastikan semua berjalan sesuai rencana." Katanya tegas.
*******
******
Hi Readerd...
Makasih ya buat kalian yang masih setia nunggu Up novel author dan tetap setia buat baca.
Jangan lupa like dan vote-nya buat kalian yang suka sama novel author yang jadi penyemangat tersendiri buat author tetap berkarya.
Terimakasih like dan vote dari kalian serta waktunya, yang kalian lakukan itu luar biasa. Author sangat-sangat berterimakasih.
Tetap di rumah aja ya...Makin lama makin banyak aja korban dari pandemi yang lagi naik daun di seluruh dunia. Author rasanya sedih karena masih banyak orang yang sadar sama bahaya dan masih banyak yang keluyuran gak jelas di luar sana, padahal apa susahnya sih diam di rumah???
Sayangi keluarga dan orang terdekat kita dengan tetap menjaga jarak dari kerumunan orang banyak. Jangan lupa pakek masker kalo harus keluar dari rumah dan jangan lupa sesering mungkin cuci tangan sehabis melaksanakan kegiatan apa pun.