
Rumah yang sama dengan rumah yang Willy tinggalkan berapa tahun yang lalu, tak ada yang berubah kecuali lebih banyak bunga di taman dan setiap sudutnya. Willy bernostalgia dengan masa kecilnya disini. Dulu, ia sering menginap dan menghabiskan waktu di rumah yang sudah menjadi rumah keduanya setelah rumah orang tua angkatnya. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan tak ada yang berubah, bahkan ayunan si pohon itu pun masih ada seperti waktu itu.
"Kak? Kok bengong?"
Willy tersadar saat Ella memanggilnya, tersenyum dan mengikutinya masuk ke dalam rumah. "Lama banget gak main ke sini, rasanya kangen."
"Kakak sih keenakan jadi lupa pulang." Katanya manyun.
"Bukan gitu sayang.... Belum waktunya aja pulang."
"Habis ini pergi lagi?"
"Kakak bakalan lama disini, mau jahilin kamu sampek puas." Tertawa kecil mengingat apa yang akan ia lakukan dengan Ella.
"Kalo gitu gak usah pulang aja sekalian, kalo pulang malah bikin Ella sengsara."
"Ngambek...."
"Kalo iya kenapa?"
"Suka aja, kamu gemesin kalo lagi ngambek makanya kakak suka liatnya."
Tu kan, gak enak banget di dengarnya. Siap-siap amunisi buat perang kalo kayak gini ceritanya, punya kakak jahil gak nanggung-nanggung bikin jantungan.
"Pinjam kamar kamu, mau mandi." Mengibaskan bajunya yang udah bau asem, gak sempet mandi langsung meluncur dari bandara. Pakek acara Ella bikin drama dan akhirnya Willy lupa membersihkan badannya.
"Kamar Ella yang ada namanya di pintu Kak, kalo yang sampingnya itu kamar Sonia sama Sonya." Kali aja salah kamar kan gak lucu. Mana mereka berdua orang baru yang belum kenal sama Willy.
"Ella ambilin baju Papa buat ganti ya? Entar nyusul."
Willy menaiki anak tangga, gak susah buat cari kamar yang Ella maksud. Pas sampai lantai dua langsung keliatan papan nama di depan pintu. Dua kamar yang ada disisi lain pintunya tertutup rapat tanpa suara, mungkin penghuninya lagi pergi ke alam mimpi.
Sonya yang merasa perutnya lapar memutuskan untuk keluar mencari yang bisa di makan di dapur. Kalau di apartemennya dulu tinggal teriak langsung datang ART dan membawakan makanan. Tapi, dirumah barunya gak keliatan batang hidung ART dari pertama menginjakkan kakinya disini.
Saat membuka pintu, samar-samar ia mendengar suara langkah dari tangga. Bukannya cuma berdua sama Sonia karena Ella pergi pagi tadi. Sempat mikir kalo itu hantu atau sejenis makhluk halus lainnya tapi masak siang bolong ada penampakan?
Tapi mana ada maling bikin suara sekeras itu pas naik tangga.
Dari pada penasaran Sonya lebih baik mengintip dari celah pintu kamarnya. Seorang laki-laki muda gagah tak terbantahkan melangkahkan kaki menaiki anak tangga, sumpah ganteng banget bikin matanya langsung termanjakan dan terkesima.
Tapi kok masuk kamar Ella?
Sonya menajamkan penglihatannya, tanpa suara ia menutup pintu takut ketangkap basah lagi ngintip membuka lagi pas denger suara pintu tertutup. Yang anehnya gak selang berapa lama Ella datang dan masuk ke dalam kamar, Sonya menutup kedua mulutnya menyaksikan kejadian itu. Sonya mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa menguntungkan hari ini. Menyaksikan kejadian tabu yang bakal memuluskan rencana balas dendamnya. Sonya gak pernah menyangka kelakuan bejat saudara tirinya itu yang bawa pulang cowok pas orang tuanya gak ada, bakal jadi tontonan yang asik dan dengan senang hati ia menyebarkannya.
Karena Ella, ia harus merasakan dan menerima penghinaan yang selama ini gak pernah ia dapat. Sialnya lagi kini mereka tinggal satu atap dengan status saudara tiri. Gondoknya bukan main, kalo gak ingat papanya yang jadi penopang hidupnya udah bikin perhitungan dari kemaren-kemaren. Tapi kini datang kesempatan emas yang gak pernah di sangka-sangka. Sonya tersenyum jahat saat memikirkan akan menyaksikan drama luar biasa itu.
"Mom, sudah sampai mana?" Katanya via telpon memastikan posisi Mommy dan Papa barunya.
"Bentar lagi sayang Mommy sampai, kenapa?"
"Sonya cuma kangen Mommy." Tersenyum sumringah rencanya berjalan mulus, gak bakalan seru kalo gak ada orang tua di rumah ini yang ikut aksi grebeknya.
"Tunggu Mommy di rumah ya?"
"Oke Mommy."
************
Hai_hai ...
Jangan lupa like dan votenya ya ...
Biar author tambah semangat lagi
Makasih buat dukungan kalian yang bersedia mampir dan baca.
😘😘😘😘😘😘😘😘