
Mata Yun mengerjap pelan dengan rasa takjub luar biasa melihat pemandangan yang menurutnya sangat wow di tangkap oleh indera penglihatannya tersebut atau bahkan bisa di bilang paling indah dan luar biasa dari apa pun yang pernah ia saksikan di dunia ini hingga detik ini ia hidup, padahal Yun udah pergi ke berbagai tempat di belahan dunia dengan pemandangan yang mampu memanjakan mata dan membuat orang iri dan ini sangat berbeda dengan apa yang ia dapatkan itu dari apa yang ia lihat. Bukan hanya indah dan menjadi kesempurnaan tapi juga mengalirkan sebuah energi yang sangat sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata atau pun tindakan dalam mengekspresikan betapa luar biasanya rasa yang ia dapatkan, energi yang tidak ada di manapun dan dapat di beli dengan apa pun di dunia. Yun memandangi bayi mungil Ella dan Rega yang ada di tangannya tersebut, sangat kontras dengan tangannya yang besar dengan tangan malaikat kecil tersebut namun memberikan kekuatan yang sangat besar baginya. Yun sudah mengunci di dalam hatinya bahwa akan melakukan apa pun untuk melindungi malaikat kecil menggemaskan tersebut dari kejamnya dunia di luar sana dengan segenap hati dan hidupnya, janji yang akan ia pegang seumur hidupnya sebagai seorang lelaki dan juga sebagai seorang ayah walau tau kalau Rega adalah ayah biologis dari baby twin tersebut dan gak ada salahnya kan nambah satu sosok ayah lagi buat jadi benteng pertahanan yang gak mudah di tembus. (Yang punya satu ayah kayak Rega aja udah belibet gitu apa lagi nambah ni satu lagi ayah ganteng macam Yun yang yakin banget bakalan ribet urusan sosial mereka berdua kelak kalo udah gede).
Berbeda dengan Yun yang memandangi malaikat kecil itu dengan tatapan mata lembut dan penuh kasih sayang, Rega malah keliatan tegang luar biasa di sisi lain kamar mandi. Matanya sampai gak berkedip dan menahan nafas, gimana gak tegang kalau ini pengalaman pertama dia buat mandiin putri kesayangannya. pikiran-pikiran paranoid udah berseliweran tuh di kepalanya, over thinking gitu lah jadinya yang gak seharusnya ada di sana tapi malah ada yang akhirnya bikin tu muka sebelas dua belas sama tembok. Bukan cuma nafasnya aja yang berhenti tapi juga tu aliran darah sama detak jantungnya ikut berhenti saking tegangnya.
Gimana entar kalo anak gue mati kecebur dalam air pas gue mandiin?
atau entar kemakan sabun pas gue sabunin?
gimana kalau entar anak gue masuk angin gara-gara airnya dingin?
Bisa-bisa kulitnya yang lembut melepuh kena air yang kepanasan?
kalau Sampek ke minum airnya apa gak jadi masalah?
Mungkin gitu lah isi kepala Rega sekarang dan yang paling parah dari semua pikiran-pikiran itu adalah Gimana kalau anak gue basah pas mandi.
Ya Tuhan....
Dimana-mana yang namanya mandi basah lah Bapak.... kecuali mandinya ayam aja yang gak basah soalnya pakek tanah, sumpah lah kalo ada detektor yang bisa baca pikiran orang bakal ketawa sampek jungkir balik kalo tau isi kepala Rega saat ini. Ungkapan cinta dari seorang ayah buat anaknya itu ya jadi anggap aja kayak lagi bikin syair lagu buat kemudian hari.
Ella mengerutkan alisnya melihat perubahan raut wajah Rega yang dari tadi tu berubah-rubah gak jelas dalam hitungan menit, dari bahagia, takut, cemas atau ekspresi lainnya yang komplit pakek banget gak ketinggalan satu ekspresi pun di sana. Langsung kayak senam muka gitu jadinya kalo di liat dengan seksama dan jelas. "Abi ngapain?" Akhirnya nanya langsung itu yang paling tepat di lakuin dari pada asal nebak yang gak tau gimana hasilnya.
Rega menarik nafas panjang buat memberikan kesempatan paru-parunya terisi udara dengan penuh, habisnya tadi kering kerontang tu paru-paru gara-gara over thinking sama pikiran yang berterbangan di kepalanya tersebut. Lebih nakutin di bandingkan adu tembak atau adu jotos sama preman.
"Dia takut kalo entar nyeburin anak kalian ke dalam air alias kelelep." Jawab Yun santai banget sambil mengelus lembut pipi bayi cantik di tangannya itu dan raut bahagia terlihat sangat jelas di wajah Yun saat malaikat kecil itu membalas sentuhannya dengan gerakan kecil yang sangat menggemaskan. Senyum tulus dan bahagia langsung terbentuk membuat siapa saja yang lihat saat ini bakal langsung terpesona olehnya dan untungnya cuma ada Ella di dalam ruangan tersebut yang udah punya anti body dan anti perasaan sama tu cowok alias gak ada ngaruh apa-apa.
Mendapat jawaban yang tepat dan menohok itu membuat Rega melemparkan tatapan mata mematikan ke arah Yun yang sok tau itu, tapi emang bener juga sih yang tu cowok bilang dan seratus persen gak meleset dan bukan sok tau lagi tapi udah kayak punya indera ke enam yang bisa baca pikiran orang.
"Ya ampun Abi..., gak usah tegang gitu lah..." Ella menahan senyum geli saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, walau Rega gak bilang secara langsung tapi dari apa yang di lihat saat ini kalau jawaban Yun tadi tu benar banget. Ia duduk di samping Rega dan menatap lembut suaminya yang super tegang itu dengan bersusah payah menahan emosi biar gak meledak-ledak karena lucu aja liatnya, "Pelan-pelan aja lakuinnya..." Mengambil alih putri kecilnya itu yang menggeliat pelan, baru liat gerakan kayak gini udah berasa dapat emas satu gunung bahagianya dan bakalan banyak kebahagian-kebahagiaan lainnya yang menanti di hari-hari selanjutnya. Ella mengambil sedikit air untuk di usapkan ke wajah dan sebagian badan biar gak kaget kalo entar langsung di masukin ke dalam bak mandi dan kena air walau pun tu air anget dan gak dingin. "Abi tinggal mandiin pelan-pelan." Memasukkan ke dalam air secara perlahan dan memberikan sentuhan-sentuhan lembut di sana. "Harus pelan biar gak kaget, iya kan sayang?" Ella merasa sangat bersyukur mendapatkan dua malaikat kecil yang sangat luar biasa dengan kesempurnaan yang tak dapat di tukar dengan apa pun. Bahkan dalam usia yang sangat kecil ini kesempurnaan fisik buah hatinya terlihat sangat jelas, dengan kulit cerah, bulu mata yang lentik dan lebat, alis yang lebat dan tersusun rapi, mata bulat dan bibir merah merekah sempurna serta rambut hitam berkilau yang membuat siapa pun akan merasa sangat iri dengan kesempurnaan yang telah Tuhan berikan kepada dua putrinya tersebut. "Abi itu bukannya gak mau mandiin kamu, cuma Abi tegang dan gak biasa jadi biar Bunda aja yang mandiin kamu kali ini... kapan-kapan ya mandi sama Abi kalo udah Bunda kursusin dulu biar gak nyeburin kamu ke dalam bak."
Melihat interaksi Ella dengan putrinya membuat Rega merasa sangat damai, menikahi Ella adalah keputusan yang sangat tepat dan bisa di bilang keberuntungan yang telah ia dapatkan. Semua berjalan dengan sangat baik saat Ella datang dan hadir dalam hidupnya, hidupnya yang dulu hanya memiliki warna hitam putih dan juga abu-abu itu berubah dengan sangat drastis dengan berbagai macam warna dalam seketika melebihi warna pelangi. Oke lah kalau Ella bisa melakukan semuanya dengan sangat sempurna di karena Ella seorang cewek dan juga Ibu yang instingnya dan bakat alami langsung keluar dengan sendirinya saat kayak gini tanpa harus belajar , tapi bagaimana dengan Yun yang bisa ngelakuin hal yang sama sempurnanya dengan Ella? Padahal Yun kan cowok dan yang jelas tuh belum nikah apa lagi punya anak. Tapi caranya yang tenang dan bisa ngelakuin tugasnya dengan sangat sempurna itu bikin Rega ngerasa heran, apa bener kalau Yun itu lelaki tulen? Atau jangan-jangan dulunya Yun itu cewek dan pada kehidupan saat ini renkarnasi menjadi seorang cowok, atau jangan-jangan fisiknya aja tu cowok tapi hatinya cewek. Mikir gitu bikin Rega tergidik ngeri, ngeri karena selama ini tidur bareng dan lainnya sama Yun.
"Lo ngapain liatin gue kayak gitu?" Nyadar kalau Rega lagi merhatiin dari tadi dengan tatapan aneh yang bikin Yun tau kalau tu orang otaknya lagi mikir yang gak gak beres, tingkat sensitive dan keakuratan pikiran Yun dapat di acungi jempol yang bisa di sandingkan dengan paranormal gitu lah. Gak pakek nanya dan liat langsung udah tau apa yang orang pikirkan dan itu menjadi anugerah terindah juga anugerah yang mengerikan bagi orang lain karena telak gak bisa menghindar dan ngeles sama tu orang.
"Dari mana Lo belajar gituan?" Wajar aja kan kalo Rega heran soalnya saat mereka tumbuh dan belajar bareng gak pernah sekalipun mereka mempelajari bagaiman cara memandikan bayi yang baik dan benar dengan kesempurnaan tak terelakkan.
"Gue bisa ngelakuin apa pun tanpa cela." Jawab Yun bangga, ya bangga lah bisa ngalahin bapak arogan yang sok gak mau anaknya di mandiin orang lain tapi giliran mandiin sendiri malah gak bisa. Pengen banget Yun ngompor-ngomporin Rega biar kesel tapi kalo di lakuin entar jabatan sebagai pengasuh yang udah Ella sematkan bakal di copot secara paksa sama Rega yang orangnya tuh kayak angin badai yang gak jelas kapan datang dan seberapa dahsyat kekuatannya.
Rega menarik ujung bibirnya mengejek apa yang Yun ucapkan walau jauh di dalam hati kecilnya ia mengakui kalau seorang Yun emang bisa ngelakuin apa pun dengan sempurna bahkan dalam hal kayak gini. emang multi talent hidup seorang Yun. "Tapi Lo gak bisa bikin yang secantik dan gemes kayak mereka kan?" Lo kira gue gak bisa apa bales mulut Lo yang pedes itu mentang-mentang ada Ella gini hah???
"Kalo bikin gue bisa dan masalahnya gue gak punya cetakannya Ga buat bikin." Jawabnya asal.
"Wah... Uncle Yun emang luar biasa, pasti entar yang jadi istrinya beruntung banget deh bisa dapat suami yang bisa ngelakuin ini dan itu." Kata Ella yang gak nyadar kalau kata-katanya barusan menyulut api kecemburuan yang sangat berkobar-kobar, siapa lagi kalau bukan Rega manusia ter-unik di seluruh jagat raya dan kepancing sama omongan santai Yun barusan.
"Abi juga bisa kok ngelakuinnya." Gak mau kalah dan gak mau di kalahin sama cowok lainnya sama istri sendiri walau nyata gak kayak yang di katain.
"Udah selesai kok." Jawab Ella dengan muka polosnya yang langsung memadamkan api yang udah siap membakar apa pun itu, "Tolong ambilin handuk nya ya?" Melemparkan tatapan matanya ke arah handuk yang tadi ia letakkan.
Tanpa dua kali di minta Rega langsung mengambilkan dan memberikan pada Ella, bukannya menyambut apa yang di kasih malah Ella memberikan putri mereka ke padanya.
"Abi pegangin dulu dan andukin oke?"
Nah Lo, tadi aja yang cuma mandiin bikin tegang luar dalam ini malah di kasih lagi challenge buat ngandukin yang langsung bikin pikiran Rega ngalor ngidul lagi dan berseliweran tu pikiran yang secara otomatis nongol sendiri tanpa di minta. Seumur-umur gak pernah tau gimana cara ngerawat bayi, jangankan ngerawat bayi kayak sekarang pegang bayi aja mana pernah. kalo pegang senjata itu udah Rega lakuin dari umur belasan tahun buat jaga diri dan rasanya lebih susah dan menguras perasaan pegang bayi mungil yang rapuh di tangannya tersebut, ada juga rasa nyesel kenapa gak belajar buat hal kayak gini pas kemarin-kemarin Ella hamil jadi kalo udah kek gini gak kikuk dan malu-maluin di depan Yun yang udah kayak pengasuh bayi. Tu cowok emang multi talent yang menguasai segala aspek dan Rega sempat bingung sejak kapan Yun belajar kayak gituan.
"Uncle Yun bisa?" Tanya Ella yang seharusnya gak perlu, soalnya Ella yakin kalau Yun emang bisa ngelakuin bahkan lebih baik darinya sampek Ella ngerasa kagum dan harus belajar banyak hal sama Yun ke depannya.
"Gak masalah Bunda, Uncle Yun bisa ngelakuin apa pun. Gak kayak Ayah kalian yang sok bisa aslinya melempem berhadapan sama sabun dan air." Bahagianya Yun bisa bikin Rega gak berkutik, mau teriak atau marah di tangannya ada anak sendiri yang bakal kaget dan dapat semprot Ella kalau itu sampai kejadian. Ho ho ho ho ho ho ho ho... Gak bisa berkutik Rega kali ini, indahnya balas dendam yang kalah telak tanpa bisa ngelakuin perlawanan kayak sekarang ini. Kalau boleh minta sih Yun bakal dengan suka hati ngelakuin ini kalo ada kesempatan lainnya.
Asli dongkol banget tuh hari Rega denger omongan Yun yang dengan sengaja dan sadar se-sadar-sadarnya ngomporin dia, mentang-mentang ada Ella yang gak bisa buat bales jadi seenaknya aja ngomong kek gitu. Amarahnya yang meluap-meluap itu seketika langsung padam saat tangan kecil nan lembut itu bergerak, sentuhan kulit lembut khas bayi tanpa dosa itu membuat Rega menjadi terpana. Sungguh sentuhan yang mampu membuatnya melupakan segala dendam dan caci maki yang bakal di lakuin sama Yun hanya dalam hitungan detik, perasaannya menjadi lembut dan melunak dalam seketika saat kulit mereka bersentuhan dan itu menguatkan Rega untuk bertekad melakukan apa pun walau harus bertarung dalam hatinya melawan rasa takut buat bajuin anak perempuannya tersebut. Perlahan Rega berdiri dan membawa buah hatinya tersebut ke atas kasur empuk yang di sana telah menunggu perempuan luar biasa yang telah memberikan buah hati secantik ini kepadanya. Rega harus berjuang lebih lagi untuk menjaga tiga bidadari luar biada yang telah Tuhan hadiahkan kepadanya saat ini, bidadari yang akan menemani hidupnya dengan berbagai macam keunikan yang mereka miliki.
Ella telah menyusun dan mempersiapkan pakaian untuk putri kembarnya, pakaian dengan bentuk dan warna senada yang bikin gemas. Gimana gak gemas kalo lucu banget dengan aksen renda cantik di sana-sini dengan warna pink nude yang sangat lembut, Ella sengaja memilih pakaian yang nyaman dengan renda lembut karena putri kembarnya masih sangat kecil dan memiliki kulit yang sensitif. Ella gak mau karena kecerobohannya mereka berdua mendapatkan ruam atau gesekan pada kulit lembut mereka. Masih kecil kek gini aja udah gemesin baju-baju centil dengan aksesoris rambut yang gak kalah centilnya, gimana entar kalo udah malah bisa jalan dan bakalan super duper lucu lagi mereka. Bayangin aja bikin hidung Ella kembang kempis saking bahagianya dan udah gak sabar buat berburu pakaian buat baby twin dia yang super lucu itu. Bakal khilaf dan kalap ini entar kalo udah kayak gitu.
"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri?" Tanya Yun yang heran liat Ella senyum-senyum sambil ngelus baju yang udah di taruh di atas kasur sambil berdoa semoga kedua putri mereka gak ketularan kayak orang tuanya.
Yun yang gak rela di pisahkan itu memilih menolak dan mengacuhkan tangan Ella yang udah terulur dengan tersenyum manis. "Gue aja yang makein bajunya sama yang lain, nih ada yang lebih perlu bantuan kamu buat ngurus baby yang satunya." Sambil melemparkan pandangan ke arah Rega yang kipuh sendiri sama pikirannya yang sebenarnya itu gak perlu buat di pikirin.
Ella menoleh ke arah belakang yang ternyata Rega masih diam mematung di tempat dengan wajah tegang, udah kayak megang bom atau granat di tangannya yang siap meledak setiap saat. Baru kali ini Ella selama kenal dan jadi istri dari seorang Rega Adiyaksa Mahendra ngeliat mukanya yang kayak gitu, sumpah nyebelin sekaligus lucu liatnya. Malah Yun yang belum punya anak dan istri keliatan santai dan leluasa banget buat ngelakuin dari awal sampai akhir. "Bi?"
Konsentrasi Rega terpecahkan dengan suara panggilan yang udah biasa masuk ke dalam gendang telinganya tersebut. Buat noleh aja rasanya berat banget udah kayak besi yang karatan, gak tau kenapa makhluk mungil menggemaskan yang kini ada dalam gendongannya itu melemaskan seluruh urat saraf dan ototnya dalam seketika, kalau di pikir pakek akal sehat gak punya tenaga buat ngelawan orang yang lebih besar dengan kekuatan yang jauh lebih besar pula tapi malah sebaliknya yang lebih besar ukuran dan tenaganya di bikin gak berkutik dan kehilangan tenaga.
Nungguin Rega buat datang dengan kekuatan siput itu gak bakalan kelar Sampek entar malam kalo gak Ella yang nyamperin duluan.
"Uncle janji bakal jagain kalian berdua seumur hidup dengan nyawa uncle." Bisik Yun saat mencium pipi bayi mungil yang menggeliat tersebut, seakan-akan tau bahwa seseorang mengajaknya bicara dan menawarkan sesuatu kepadanya. Mata Yun membulat sempurna dengan senyuman terkembang tak kalah sempurna melihat mata mungil itu perlahan membuka, kelopak matanya dengan sangat pelan tapi pasti membuka dan mengerjap membuat bulu mata indahnya bergerak mengikuti. Yun melihat setiap detik tanpa berkedip agar tidak melewatkan satu pun momen menakjubkan tersebut dan menyimpan rapat di salah satu ruang otaknya agar suatu hari ia akan bisa menceritakan pada mereka saat mereka telah menginjak dewasa kelak. Udah lah, gak tahan lagi buat nahan godaan yang menggemaskan dan jauh lebih menggoda di bandingkan dengan harta apa pun yang pernah ia lihat membuat Yun gak sabar dan langsung menghujani dengan kecupan-kecupan lembut pada semua wajahnya. Bahkan harum yang ia hirup melalui kedua lubang hidungnya itu sangat memabukkan dan menjadi, aroma yang tak pernah ia temukan di toko parfum mana pun di dunia ini membuatnya merasa betah dan ingin selalu memberikan kecupan-kecupan lagi dan lagi.
"PLETAK !!!"
Yun memusut kepalanya yang sakit kayak di timpuk pakek batu dengan tangan kanannya, ia membalikkan badan dan mendapati Rega yang udah berubah jadi Hulk di belakangnya dengan nafas memburu menahan amarah yang keliatan banget meluap-luap di kedua matanya. Yun memutar kedua bola matanya jengah, yakin banget kalo jiwa posesif ni bapak udah mulai keluar dan gak rela. Kasian banget entar yang naksir sama mereka berdua harus berhadapan sama bapaknya yang kayak gini bentuknya.
"Dasar laki-laki ca*ul"
Ella dan Yun saling melemparkan tatapan mata mendengarnya sambil melongo, kata-kata macam apa itu coba?
"Lo pikir gue gak berani ngelaporin Lo ke polisi dengan tuduhan tindakan asusila anak di bawah umur dan pelecehan seksual anak di bawah umur hah?"
Gak ada yang nanggepin ucapan banteng siap ngamuk itu, lagian gak ada gunanya juga gitu ngeladeninnya.
"Kalo kulit anak gue lecet bekas Lo gak bakalan ada dokter bedah di dunia ini yang bisa buat nyembuhinnya, bahkan dokter terbaik sekalipun."
Ngik_ngik_ngik....
Jangkrik aja protes denger suara Rega yang super berisik itu.
"Lo itu..."
"Udah gak usah banyak aksi dan komentar," potong Ella sambil ngelempar popok ke arah Rega yang udah siap nge-gas lagi itu dan anehnya tu popok mendarat dengan mulus di depan muka Rega yang langsung bikin mulutnya diam seketika. "Tuh popokin anaknya di bandingin koar-koar gak jelas dan buang-buang tenaga yang akhirnya jadi mubazir, Oke Abi???." Kata Ella sambil nahan tawa liat kelakuan suaminya yang galaknya ngalahin emak ayam tersebut, kayaknya dulu pas mereka pacaran gak segalak ini deh Rega....
Benda putih itu tepat mendarat di mukanya yang kayak di komando gitu buat mendarat di mana sama yang ngelempar. Rega mengambil dan melihat benda apa yang Ella lempar dengan tangannya dan memperhatikan dengan cara membolak-balik di depan wajahnya dengan tatapan mata bingung, polos banget nih bapak gak tau benda sakti dan penting dalam dunia per-baby-an tersebut yang menolong jutaan ibu di dunia ini dari keribetan.
"Jangan-jangan Lo gak tau itu apaan?" Tebak Yun yang pas banget karena liat kelakuan Rega yang kentara kalo gak tau tu benda apaan dan buat apaan.
Dengan polosnya Rega mengangguk dan menyetujui apa yang Yun katakan, emang gak tau dan baru pertama kali ini liatnya jadi terasa sangat asing buat Rega. Pernah sih liat di televisi tapi gak perhatiin apaan itu.
"La, mendingan gue keluar aja dan ajarin toh suami si-naga ( Aslinya siaga dan Yun tuh sengaja bikin plesetan dengan si-naga) kamu yang katanya big bos dalam dunia bisnis tapi nyata big tipis dalam hal kayak ginian." Jawab Yun sebelum tambah pusing dan ribet di dalam sini, soalnya ngadepin Rega yang dalam mode ajib gini cuma Ella yang punya kekuatan ajaib tersebut buat naklukin nya dan Yun gak mau terlibat dalam urusan suami istri super ajaib dan musingin tersebut. Lebih baik menghindar di bandingkan mendapat masalah yang bakal ia sesali di kemudian hari alias gendang telinganya bakal tercemar karena polusi udara yang di hasilkan sama dua suami istri itu.
******
Hi Readers yang baik dan Budiman...
Lama banget ya kita gak say hai dan saling sapa. Saking lamanya author lupa udah berapa bulan vakum kek gini 😅
Untung aja gak amnesia nih author nya jadi masih inget kalo punya tanggungan hutang yang belum di lunasi buat nulis novel ini.
anak Ella gak gede-gede ya padahal udah berbulan-bulan, atau udah bertahun-tahun???
ha ha ha ha ha...
Kemarin-kemarin ada kendala kesehatan sama kendala mood yang naik turun gak jelas dan juga ngikutin trend cuaca yang pancaroba gitu lah dan akhirnya berdampak sama mood author buat nulis. Belum lagi ada kendala FB author di bajak dan di ambil alih sama orang yang berakibat sama email dan password buat masuk ke MT ke hapus alias gak bisa masuk dan tragedi Hp p author masuk ke dalam Empang yang berakibat lupa kada sandi masuk email yang hasilnya berkali-kali harus ngurus ini dan itu. Untungnya admin MT tuh baik banget dan sabar buat bantuin aku. Aduh pokoknya dalam dua bulan vakum ini banyak banget kejadian yang tandanya tuh Allah sayang banget sama author. Ambil hikmahnya aja ya dari semua kejadian ini.....
Jadi maaf banget buat kalian yang lama nunggunya buat Up Sampek karatan atau akaran gitu, bukan cuma novel ini aja ya yang vakum tapi semua novel yang author tulis pada jalan di tempat gak ada maju atau mundurnya. Tapi insyaAllah mulai Oktober ini kita mulai jalan dan aktif lagi kayak biasanya ya, soalnya mood author udah terisi kayak biasa lagi dan mulai lancar buat merangkai kata.
Sekali lagi minta maaf buat kalian semua yang udah ngerasa lama banget nunggunya....
Terimakasih buat kalian semua yang masih setia nunggu dan gak ninggalin author sendiri, sedih kan jadinya kalo kalian tinggalin gitu karena kalian author bisa Sampek jalan sejauh ini.
Oke kita akan mulai cerita tentang betapa lebay nya Daddy Rega yang ngerawat anak kembarnya dan posesifnya punya anak yang super cantik itu.