Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Munculnya Nenek Sihir


Johan merapikan setelan jas dan letak dasinya sebelum naik ke atas panggung buat ngasih pidato pembukaan ulang tahun perusahaan yang telah ia bangun selama ini.Rasanya agak berat, karena semalam Ella menolak untuk hadir dan menemaninya malam ini. Mau nya tu anak di kenalin sama semua orang sebagai satu-satunya penerus dari perusahaan miliknya yang telah berdiri berpuluh-puluh tahun secara turun temurun tersebut.


Pengacara telah memindah kan 50% dari saham perusahaan yang Johan miliki pada anak semata wayangnya tersebut tanpa di ketahui oleh Ella sendiri dan pemegang saham lainnya karena keberadaan Ella sebagai anaknya hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Itu di lakukan untuk membuat kehidupan Ella berjalan seperti remaja pada umumnya, gak terganggu dengan embel-embel nama besar orang tuanya.


"Tuan, sebentar lagi acara akan di mulai."


Johan mengangguk pelan dan berjalan mengikuti asistennya ke atas panggung untuk memberikan pidato singkat ulang tahun perusahaannya malam ini.


visual papa Johan



Pesona Papa muda itu mampu memghipnotis kaum hawa yang hadir dalam pesta tersebut.


Pandangan semua mata tertuju kearahnya saat berjalan dan menjadi daya tarik tersendiri. Mereka tak mempermasalahkan status duda pria tersebut, siapa juga yang gak kepincut sama duren alias duda keren yang tajir. Mending duda yang berkualitas di bandingkan sama perjaka yang gak jelas.


Mata Devi tak pernah lepas dari sosok Johan sejak memasuki ruangan bahkan sejak pertama kali ia melihat cowok maskulin tersebut. Bagaimana pun caranya ia harus mendapatkan duda keren itu. Warisan peninggalan almarhum suaminya kini hampir habis, membuatnya berfikir mencari donatur untuk menopang kehidupannya serta kedua putri kembarnya yang udah biasa hidup bergelimang harta. Dengan kekayaan dan aset yang Johan miliki akan mampu menopang kehidupan mewahnya, tak harus bersusah payah menjalani hidup. Perjuangannya bakal memerlukan strategi karena banyak wanita seperrinya yang menginginkan Johan dan berusaha semaksimal mungkin menarik perhatiannya dengan daya dan upaya.


Devi tersenyum sinis menanggapinya, karena ia yakin bakal dapetin tu duda unggul malam ini. Otaknya berputar keras mencari cara bagaimana pun malam ini menjadi seorang wanita yang berkesan di depannya dan akan mengingat sampai kapan pun. Kebutuhan hidupnya semain mendesak dan menuntutnya untuk cepat mendapatkan status nyonya Johan dalam waktu dekat.


"Gue denger Abang Johan udah punya anak, tapi kok gak pernah liat ya anaknya?" Celetuk wanita berbaju hijau lumut yang baru bergabung dengan teman-temannya.


"Iya, denger-denger juga gitu," Sahut wanita di samping.


"Gue setia kok nungguin dia sampek ngelamar gue jadi nyonya Johan."


"Biar punya anak seratus kalo Bapaknya seganteng itu bakalan dengan ikhlas gue jadi istrinya."


"Ye.... " Sorak temen-temennya barengan sambil tertawa.


Semua pada ngomongin Johan yang malam ini jadi bintang utama. Pada usianya kini udah sukses, punya wajah ganteng dan maskulin yang bikin cewek pada klepek-klepek. Apa lagi gak pernah sekalipun ada sekandal semenjak kematian istrinya yang menguatkannya menjadi predikat cowok setia. Gak kayak kebanyakan cowok yang bakal gonta-ganti pasangan gak jelas atau gak lama bakal kawin lagi padahal baru aja di tinggal istrinya meninggal.