
Hanya dalam hitungan menit berita tentang pewaris tunggal keluarga Mahendra menjadi trending topik di sosial media dan menjamur jadi seantero jagat rayap dalam waktu singkay tapi pasti, mengumbar kemesraan di depan umum tentu saja banyak orang yang tak melewatkan kesempatan langka tersebut dengan mengabadikannya di smartphone mereka. Selama ini putra mahkota itu menyembunyikan dengan baik tentang kehidupan pribadinya tanpa tercium media mau pun lainnya. Foto yang beredar di luar hanya foto pada acara-acara resmi saja dan beberapa foto yang di ambil secara sembunyi-bunyi tanpa sepengetahuan yang bersangkutan dan tak lama foto tersebut akan segera hilang dari media mana pun dan tak pernah muncul ke permukaan lagi. Tentu saja semua di lakukan untuk melindungi privasi dan keamanan putra mahkota dari orang-orang yang tak menyukai dan ingin mencelakainya dengan berbagai alasan dan kini langsung keluar di tempat umum dengan seorang wanita cantik yang masih muda dan mengumumkan perihal kehamilan istrinya yang bikin orang terheran-heran. Gak ada kabar tentang peenikahan malah langsung kabar hamilnya tentu aja jadi berita heboh yang tak terelakkan lagi.
Yun selaku kaki tangan Rega merasa pusing mendapatkan berpuluh-puluh atau bahkan bisa di bilang beratus-ratus panggilan telpon dari berbagai macam pihak untuk mengetahui kebenaran berita yang kini beredar luas di kalangan umum, rasanya udah dendam kesumat sama yang namanya telpon di mejanya kalo gak inget tu telpon aset kantor udah di ulek dari tadi-tadi. Baru aja di taroh udah bunyi lagi sampai akhirnya kesabaran Yun habis dan mencabut kabel telpon tersebut karena hidup dan ketenangannya terusik, sampek hp aja di non-aktifkan. Orang yang punya pengaruh besar kalo ada sesuatu yang baru balal langsung jado booming dan nyusahin bawahannya yang gak tau apa-apa.
"Ada apa pak?" Tanya Rhanty setelah di dalam ruangan dan melihat wajah kusut bosnya tersebut, bukan cuma kusut tapi juga masam yang harus beratus-ratus kali mikir kalo mau ngomong dan itu pun penting banget. Walau gimanapun kusutnya di mata Rhanty tetap yang paling ganteng dan gak mengurangi pesona seorang Yun dan berpaling ke lain hati, apa lagi kalo liat Yun yang lagi memimpin rapat terasa semakin mempesona dan gagah luar biasa di mata Rhanty.
Yun mengangkat wajahnya, memijit kepalanya yang pusing. Gimana gak pusing kerjaan numpuk di sana-sini malah di tambah kerjaan yang di bikin Rega hari ini tanpa sepengetahuannya terlebih dulu. Coba kalo sebelumnya ngomong kan Yun bisa merangkai kata terindah buat mengatasinya, Rega pernah ngomong kalo bakal mempublikasikan hubungan pernikahannya dengan Ella dan Yun gak pernah nyangka kalo secepat ini bakal terjadi. "Urus segala sesuatu untuk konferensi pers, hubungi pihak-pihak yang terkait. Gue pusing kalo kayak gini." Sambil mijit kepalanya pakek sebelah tangan.
"Maaf Pak, pihak terkait yang mana?" Tanya Rhanty bingung, gak nyambung sama omongan atasannya tersebut. Lagian langsung ngasih perintah tanpa kata pembuka atau yang lainnya yang bikin bingung mau ngelauin apa.
"Kamu gak buka media sosial?"
"Gak Pak, dari tadi saya sibuk membuat laporan bulanan kita jadi gak sempat buka hp atau lainnya." Kata Rhanty jujur, dari pagi sampek sekarang berkutat di depan laptop bikin laporan bulanan dan hampir gak ada waktu lainnya kecuali buat nafas. "Emangnya ada apa ya pak?" Jiwa keponya mulai memberontak, rasanya ngyesel kalo sampek gak nanya dan kalo gak nanya entar bakal salah ngelakuin tugasnya.
"Susah mau jelasinnya, mending sekarang buka dan liat sendiri. Kalo udah liat urus semuanya, jangan terima telpon apa pun yang terkait hal ini sampai konferensi resmi di laksanakan. Cocokkan jadwal konferensi dengan jadwal Tuan Rega besok." Jawab Yun tanpa menjawab pertanyaan Rhanty yang masih terbengong-bengong, lebih enak kalo tau sendiri dan bisa mengambil tindakan selanjutnya karena susah buat jelasin ulah Rega yang bikin pusing tujuh keliling.
"Baik Pak, tapi sepertinya besok Tuan Rega jadwalnya padat dari pagi sampai malam." Mengingat jadwal yang udah di susun beberapa minggu lalu.
"Cancel jadwal dan undur yang mana menurut kamu itu gak terlalu penting, lebih cepat lebih baik."
Rhanty mengangguk pelan, bertahun-tahun kerja disini Rhanty udah biasa ubah jadwal dan geser menggeser sesuai kemauan bosnya. Apa lagi kalo mod bos besarnya lagi amburadul sehari bisa ubah jadwal berkali-kali, nasib bawahan cuma bisa nurut tanpa bertanya dan protes kalo mau berumur panjang kerja disini. Cari kerja dengan gajih lumayan besar serta tunjangan-tunjangan yang menguntungkan pekerja itu susah banget jaman sekarang, bagaimana pun caranya Rhanty harus bisa bertahan untuk menyokong hidupnya. "Baik Pak, apa ada yang lain?" Memberi jeda, melihat ke arah pujaan hatinya itu sebentar. Seingatnya tadi atasannya itu belum makan apa pun, jangankan makan keluar ruangan aja enggak. "Gimana kalau saya pesankan makanan atau minuman buat bapak, ini udah lewat jam makan siang dan bapak belum makan apa-apa dari tadi pagi datang." Katanya dengan menundukkan wajah malu, Ya ampun Rhanty.... Masak lo nyerang cowok duluan sih??? Akh..., mau di taruh di mana muka lo entar??? Menggigit bibir bawah sambil nendang-nendang lantai yang gak berdosa karena malu. Keliatan banget kalo gue yang suka duluan, lagian nunggu dapet sinyal gak bakalan di kasih. Mending gue ngasih sinyal duluan biar peka dikit sama perasaan gue selama ini.
Yun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ternyata udah hampir sore. Tadi perutnya gak ngerasa lapar, tapi pas Rhanty bilang makanan rasanya para cacing langsung protes karena gak di kasih makan dari tadi. "Boleh, pesankan nasi padang dan jeruk peras hangat." Akhirnya bersoraklah para cacing yang kelaparan di dalam perut sana denger nama menu makanan yang bakal masuk ke dalam perut.
"Baik Pak,"
"Rhanty?"
Rhaty yang udah mau melangkah keluar itu mengurungkan niatnya, melepas pegangan pintu dan berbalik. "Ada apa Pak?" Mengernyitkan alisnya, takut kalo tadi ngelakuin kesalahan yang gak disadari.
"Kamu udah makan?" Kata Yun tanpa ekspresi.
Dag
Dig
Dug
Ada apaan sih sama jantung gue? Memegang dadanya dengan sebelah tangan yang berasa jantungnya mau meloncat keluar dengan paksa, "Be-belum pak...," Berusaha menguasai diri buat gak loncat-loncat kegirangan cuma karena di tanya gituan, bagi bucin macam Rhanty yang cuma bisa liat pujaan hatinya dari jauh itu suatu perkembangan yang sangat pesat dan luar biasa bikin hatinya berbunga-bunga. Gak nyangka kalo sekelas Pak Yun bisa selembut gitu...
"Sekalian pesan buat kamu, jangan sampai kamu masuk rumah sakit karena lupa makan."
"Baik Pak...,"
"Yes!!!" Teriaknya sambil loncat-loncat kayak kodok, meluapkan kebahagiaannya dengan melompat sesuka hati kesana-kemari sambil nari-nari gak jelas dan konyol banget. Untung aja tu lantai kokoh, kalo enggak bakalan jebol, untung lagi gal ada yang liat. Kalo ada yang liat bakal di kira penghuni rumah sakit jiwa yang melarikan diri
"Ehem!"
Wajah bahagia Rhanty berubah menjadi pias saat mendengar seseorang berdehem di belakangnya dengan tangan terangkat dan menggantung di udara, perlahan dan sangat lambat Rhanty dengan menutup mata berbalik kebelakang buat mastiin suara siapa. Semoga.... Semoga.... Semoga.... Sambil berbalik sambil baca mantra, Semoga bukan orang yang gue pikirin.
"Jangan lupa perkedel serta sate padangnya." Kata Yun yang langsung masuk ke dalam ruangannya dan meninggalkan Rhanty yang masih berdiri mematung dengan wajah pucat, "Aha ha ha ha ha...," Yun yang dari tadi nahan tawa akhirnya jebol juga, gimana gak ketawa liat orang yang udah cukup umur loncat-loncat kayak kelinci sambil joget-joget gak jelas yang konyol banget. Baru kali ini Yun liat sisi lain sekertarisnya yang biasanya kalem, anteng dan pendiam tapi hari ini berubah menjadi kelinci lucu dan imut. Cepat-cepat Yun menepis pikirannya tersebut, bukan saatnya memikirkan hal semacam ini karena yang lebih penting membereskan kekacauan yang Rega lakukan.
Rhanty mengutuki perbuatannya yang kekanak-kanakan tersebut, gimana bisa dia seteledor itu yang akhirnya bikin malu sendiri sama perbuatan yang di lakuin. Seandainya itu orang lain mungkin Rhanty masih bisa mengangkat wajah dan membuang urat malunya jauh-jauh dengan menganggapnya biasa-biasa saja, tapi ini..., yang liat pujaan hatinya cuy..., cowok yang pengen dia rebut perhatian dan meninggalkan kesan baik di matanya bukan kesan yang nyaris kayak anak kecil gini dan bikin cowok melarikan diri karenanya. Rhanty mengambil hp nya dan memencet no di sana dengan perasaan terbang kemana-mana yang bikin gak fokus sama sekali. "Halo, pesan dua nasi padang dengan perkedel dan sate. Minumnya jeruk peras hangat empat."
"Maaf mbak, pesan nasi padang?"Jawab orang di seberang sana heran.
"Iya mas,"
"Mbak gak salah telpon apa?"
"Enggak kok, nanti antar ke alamat yang saya kirim dan tolong mas belikan di rumah makan yang saya kirim alamatnya nanti." Jawab Rhanty pasti.
"Mbak, saya bukan ojek online tapi saya supir travel." Ujarnya menahan tawa.
"Hah? Masak sih?" Mencek status panggilan dan dengan siapa dia ngomong sekarang, Ya Tuhan..., Rhanty menepuk jidadnya sendiri saat mengetahui bukan ojek on line langganannya yang di telpon tapi supir travel langganan pas mau pulang kampung. "Ya ampun mas maaf banget saya salah. Sekali lagi maaf ya mas." Ujarnya setelah salah sasaran.
"Iya mbak, gak pa-pa. Saya udah biasa dapat telpon nyasar kayal gini. Jangan ojek on line malah ada yang ngira saya presiden kok mbak."
Rasanya Rhanty mau nonjok tu orang yang bikin lelucon gak lucu dan gak pada tempatnya. Baru di tanyain soal makanan girangnya bukan main, gimana kalo entar di tanya lainnya yang mungkin bukan cuma girang malahan bisa diabetes akut saking manisnya. Apes banget nasib gue hari ini, baru aja naik ke langit ke tujuh udah jatuh ke dasar bumi yang paling dalam.
*******
Hi readers...
Yang di betah-betahin di rumah sambil ngabisin sisa kue lebaran kemarin.. ☺☺☺
Kalo bisa jangan keluar rumah dulu ya soalnya masih dalam keadaan belum stabil di luar sana, mending kita di rumah dan ngelakuin hal-hal. yang bersifat positif dan mengusir rasa jenuh yang kita rasa-in, banyak kok yang bisa lakuin di rumah asalkan kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.
Jangan lupa "like" dan "Vote" nya serta "komentarnya" buat kalian yang suka sama novel yang author tulis. Terimakasih atas dukungan dan partisipasi dari kalian semua yang selama ini udah setia dan jadi penyemangat tersendiri buat author.
Terimakasih banyak...
😘😘😘😘😘😘
Jangan lupa buat hidup sehat, cuci tangan sesering mungkin, hindari keramaian, pertemuan yang gak penting dan cuma