
Rega yang udah rapi dengan jas bergaya vintage, ia mengaplikasikan gaya layering jas dengan model three-piece suit berkesan klasik dengan sentuhan modern akan tampak secara langsung ketika Rega memakainya. Warna putih ia pilih karena Ella mengenakan warna senada untuk hari bersejarah mereka, hari dimana keinginan terbesarnya selama setahun ini akan menjadi kenyataan. Dengan bersusah payah akhirnya Rega akan menikahi pujaan hatinya, pernikahan yang di landasi dengan cinta tanpa ada paksaan atau alasan lain atas pernikahan mereka. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan wanita yang punya banyak sisi ajaib yang membuat dunia Rega yang awalnya membosankan menjadi lebih banyak tantangan dan berwarna, kalo di ibaratkan kayak naik di roller coaster dan minum coffe good day (gitu kan iklannya menjadikan harimu lebih berwarna).
Pengalaman yang minim bikin Rega cukup kesusahan dan memerluka waktu yang lama buat deketin dan dapetin hati Ella, tapi karena usaha dan tekad yang kuat akhirnya dengan perlahan Rega mendapatkan hati dan hidup wanita yang telah membuat jantungnya berdetak dengan cepat, dapat tertawa lepas tanpa beban, memahami arti hidup yang selama ini tak ia dapatkan, pengalaman yang luar biasa tentang kehidupan dan yang terpenting ia dapat menjadi diri sendiri. Maklum aja lah baru pengalaman pertama buat tuan muda itu berurusan sama yang namanya perasaan, selama ini yang ngejar-ngejar dia kan ceweknya sampek Rega horor sendiri. Gimana gak klepek-klepek kaum hawa yang liat Rega, dengan wajah tampan nan rupawan yang semuanya tampak sangat melengkapi dengan keindahan tiada tara buat mata yang melihat, bentuk badan porposional dengan tinggi badan di atas rata-rata cowok lainnya, tangan kokoh yang akan sangat nyaman dan menyenangkan bila di gunakan untuk memeluk dan menggandeng tangan wanita yang lebih kecil nan mungil, memiliki kulit putih bersih tanpa ada bekas luka atau apa pun hingga membuat laki-laki itu tampak sempurana secara fisik. Di tambah dengan masa depan yang bersinar bak batu mulia serta limpahan materi yang tak akan habis di makan tujuh turunan bikin tu cowok udah kayak keajaiban dunia yang bikin semua mahluk hawa berlomba-lomba mendapatkan perhatian dan posisi di sampingnya. Dengan semua yang ia miliki itu tak serta merta membuat Rega menjadi sosok pemuja wanita, ia tak pernah berkencan dengan wanita mana pun walau peluang dan kesempatan yang ia miliki sangat besar untuk melakukannya mengingat begitu banyak wanita yang ada di sekelilingnya yang tentu saja mereka semua cantik dan seksi serta tanpa harus bersusah payah Rega merayu bersedia menyerah kan jiwa dan raganya secara mutlak bahkan untuk urusan di atas ranjang sekalipun.
Rega yang menjunjung tinggi wanita itu memilih untuk tak menyentuh wanita sedikit pun saat ia tak memiliki perasan terhadap wanita tersebut, tak ingin bersusah payah mengorbankan waktunya yang sangat berharga untuk mengikuti permainan yang melibatkan dua lawan jenis di dalamnya yang bisa membuat candu sebagian orang hingga menghancurkan karier dan kehidupan mereka secara perlahan. Laki-laki yang hanya setia terhadap pasangannya itu masih menjaga keperjakaannya untuk istrinya yang sah melalui hukum dan agama, ia ingin memberikan pengalaman pertamanya dan tak menyentuh wanita mana pun karena ia ingin menjadikan istrinya sebagai yang pertama dan terakhir kali memiliki tubuh dan hatinya sepenuhnya kepada wanita yang kelak menjadi ibu dari anak-anaknya, menjadi pendamping hidup hingga menua dan maut memisahkan serta hal yang pertama untuknya dari pasangannya tersebut hingga cinta mereka bersatu tanpa ada rasa kecurigaan di dalamnya karena ada pengalaman lain dalam hubungan suami istri, ia ingin menjadi Ella yang pertama merasakan betapa hangat pelukannya dan ia pun menginginkan hal yang sama untuk menjadi yang pertama untuk Ella.
"Lo udah siap?" Kata Yun yang membuat Rega tersentak, tampak senyum kecil menghiasi bibir laki-laki yang kini tengah siap dengan menggunakan setelan jas tuxedo berwarna hitam pekat dengan memadukan kemeja berkerah sayap atau wing collar berwarna putih serta dasi kupu-kupu senada dengan warna jas yang ia kenakan membungkus tubuhnya hingga penampilannya keren dan sangat sempurna. Meski pesta kecil ini hanya segelintir orang yang menghadirinya Yun tak serta merta mengacuhkan penampilannya, ia harus berpakaian sebaik mungkin untuk menghadiri pernikahan saudara satu-satunya itu. "Ayah dan yang lain telah siap menunggu di bawah, apa lo udah makan sesuatu? Kata orang dengan mengisi perut maka persentase kegagalan saat acara ini berlangsung akan semakin besar. Gue cuma gak mau lo pingsan karena gugup bercampur lapar." Mengambil semangkok bubur yang sengaja ia bawa ke dalam kamar, karena Yun tau Rega belum makan sejak tadi malam karena mereka berdua masih bersama untuk menyelesaikan pekerjaan. "Gue minta Ibu untuk memasakkannya." Melihat perubahan bahasa tubuh Rega itu membuat Yun yakin bahwa Rega tak akan menolak apa yang telah Ibunya buat dengan tangannya itu. Bagaimanapun Yun tahu Rega sangat menghormati dan menyayangi Ibu meski ia bukan anak kandung beliau. "Makanlah, dan habiskan. Ibu membuatnya sendiri untukmu, bahkan gue yang anak kandungnya saja Ibu larang untuk mencicipinya." Ujarnya memprovokasi Rega agar ia merasa betapa berharganya semangkok bubur itu.
Rega mengulurkan tangannya, memindahkan mangkok porselen putih dari tangan Yun ke tangannya berisi bubur hangat yang mengepulkan asap tipis. Ia melihat sedikit jengkel ke arah laki-laki yang kini mengembangkan senyumnya saat mangkok itu berpindah tangan, sepertinya setelah sekian lama Yun sangat memahami semua bagian diri Rega bahkan kelemahannya yang hampir tak terlihat itu. Rega lemah terhadap sosok tua yang telah merawat dan membesarkannya, tak mampu menolak apa pun yang ia minta dan inginkan. Bahkan nyawanya saat ini pun akan ia berikan jika wanita yang sekaligus Ibu kandung Yun memintanya, namun tak mungkin itu terjadi mengingat betapa besarnya cinta yang ia miliki untuknya. Yun yang lebih muda darinya itu bersikap seolah-olah mereka bertukar tempat dan menjadi sosok dewasa yang menempatkannya sebagai yang lebih tua. Semua keperluan Rega hingga yang terkecil dan sederhana ia lakukan dengan baik dan tentu saja dengan tangannya sendiri, Yun menempatkan dirinya layaknya baby sister untuk Rega. Namun Rega tak dapat membantah dan menolaknya karena itu atas kemauannya sendiri tanpa ada yang meminta, laki-laki itu mengorbankan sebagian besar waktu dan hidupnya untuk tetap bersamanya dan Rega merasa sangat bersyukur karena memiliki saudara yang sangat luar biasa seperti Yun yang sangat mengerti dirinya di bandikan diri sendiri.
Yun membiarkan Rega makan dengan perlahan sendiri, meletakkan segelas air putih di atas meja dan menyeret langkahnya keluar dari kamar untuk bergabung bersama keluarga lainnya yang telah bersiap dan menunggu. Tugasnya telah selesai memastikan laki-laki keras kepala itu berangkat tanpa perut kosong yang mungkin akan menghambat acara penting ini, kebiasaan buruk Rega yang selalu lupa untuk mengisi perutnya saat pikirannya teralihkan dengan yang lain. Mungkin ini kali terakhir Yun melakukannya karena sebentar lagi akan ada sosok cantik yang akan menjadi penggantinya untuk mengurus laki-laki arogan tersebut setelah bertahun-tahun ia melakukannya dengan sangat baik.
Sekali lagi, Rega memastikan diri dan berdiri di depan cermin yang memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya dengan sempurna itu sebelum melangkah keluar bergabung dengan anggota keluarga lainnya. Bubur hangat yang di bawa Yun sangat efektif, terbukti tenaganya kini terisi penuh untuk menopang kakinya berjalan menuju rumah mempelai wanitanya yang telah menunggu kedatangannya. Yun menjadi yang terbaik selama ini, entah dengan apa Rega mampu membalas apa yang telah ia lakukan untuknya.
************
Hai-hai....
Udah gak sabar ya?
Eeeeeeeeemmmmmm....
Ni author kasih sebagian dari pernikahan mereka ya, yang sebagian lagi bakal author share buat kalian sebentar lagi jadi tunggu aja kelanjutannya jadi sabar menanti kayak selogan-selogan tukang sate tuh....
Makasih bua kalian semua yang udah setia nunggu Up dan tetap setia sama novel yang author tulis.
Dukungan dari kalian semua sangat berarti bikin author jadi semangat lagi.
Jangan lupa like dan vote nya buat dukung author yach...
😘😘😘😘😘😘😘
Stay at home dan lakukan hal-hal yang positif, jadikan rumah sebagai tempat yang menyenangkan untuk kita dan keluarga. Karena ada pepatah, rumahku istanaku...