
Rega melepaskan tangannya dan membiarkan Devi menangis, mungkin dengan cara menangis dapat mengurangi sedikit bebannya yang saat ini sangat besar. Anak yang begitu di sayangi melakukan hal yang sangat tidak terpuji bahkan menghina orang yang telah membesarkannya dengan kasih sayang yang berlimpah itu tanpa rasa penyesalan sama sekali. Memilih pergi dengan orang yang lebih pantas sebagai ayahnya, menjadi simpanan om-om kaya yang royal demi kepuasan dunia.
Sonya meninggalkan pekarangan rumah tanpa menoleh dan hati yang mantap, tekadnya bulat untuk meninggalkan segalanya yang menurutnya itu bukan yang ia inginkan.
Hendra mengelus tangan mulus wanitanya yang sangat cantik, beruntung ia mengenal dan bisa memiliki wanita cantik sekaligus seksi itu. Ia telah bosan dengan wanita simpanannya dulu, wanita yang berprofesi sebagai model majalah dewasa tak kalah seksi dengan wanitanya saat ini. Tari, kekasih Hendra yang telah empat tahun menjadi kekasih dan simpanannya itu akhir-akhir ini menjadi sangat membosankan. Setiap hari merengek untuk minta ia nikahi dan ingin hubungan mereka di umumkan ke publik. Tentu aja itu gak mungkin karena Hendra yang berstatus suami dan ayah dari empat orang anak itu hanya ingin bersenang-senang dengan daun muda tanpa harus menikahi mereka. Walau seber*ngsek apa pun, ia tak akan menceraikan istri terdahulunya.
Cinta nya begitu besar karena saat ia tak memiliki apa pun istri sahnya lah yang selalu ada dan menyemangatinya, bukan wanita-wanita yang mendekatinya saat ia bergelimang harta dan memiliki kekuasaan.
"Om akan memberikan apa pun yang kamu asalkan kamu menuruti apa yang Om mau."
Katanya dengan tersenyum nakal. Siapa pun akan tau yang diinginkan laki-laki dewasa terhadap lawan jenisnya tanpa di jelaskan secara langsung.
"Tapi Om janji, Om jangan campakin Sonya."
Menyandarkan kepalanya dengan manja, bersikap seperti anak kecil.
"Tenang aja sayang, Om telah mempersiapkan segalanya. Apartemen yang mewah, mobil, pakaian, uang dan apa pun yang kamu perlukan. Jangan sungkan untuk mengatakannya."
Sonya mengangguk dengan tersenyum. Ya, itu lah kehidupan yang ia inginkan. Kehidupan sosialita yang hilang sejak warisan yang Dady tinggalkan habis, kehidupan glamour yang kandas secara perlahan saat karirnya redup dan berakhir. Kehidupan yang bagai neraka yang disebabkan oleh Mommy nya karena salah memilih suami hingga ia bertemu dengan Ella penyebab bencana dalam hidupnya. Demi memiliki semua itu, Sonya bisa melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali. Bahkan harga diri dan kesuciannya tak lagi ia perdulikan hanya untuk kepuasan yang ia dapatkan, demi status sosial yang begitu berharga dimatanya.
************
Ella menghembuskan nafas dan menatap nanar kakinya, bagaimana pun Devi memperlakukannya selama ini hatinya terasa sakit saat melihat bagaimana Sonya memperlakukan Mommy dengan kasar. Kata-kata yang ia ucapkan sangat menyakitkan di bandingkan dengan kekerasan fisik. Bagaimana mungkin seorang anak mampu melakukan hal seperti itu kepada orang tuanya sendiri.
"Lo kenapa?" Rega yang dari tadi memperhatikan Ella, memainkan sandalnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya tampak sedih saat ini.
"Sonya tega banget sama mamanya sendiri ngomong kayak gitu, walau gimana pun dia tetap orang yang membesarkan dengan kasih sayang."
" Ella tau, tapi gimana pun dia istri dari papa yang secara gak langsung mama Ella juga. Walau Tante Devi gak suka bahkan cendrung benci sama Ella tapi sekalipun Ella gak pernah membencinya, Ella berharap suatu saat Tante Devi bisa menyayangi Ella seperti kedua anaknya Om."
Rega merangkul bahu Ella untuk bersandar, suaranya yang mulai bergetar menandakan air matanya menetes walau tak terlihat.
"Ella yang dari kecil gak pernah ngerasain punya mama ngerasa iri sama Sonya, Tante Devi sangat memperhatikan dan menyiapkan keperluannya. Ella iri saat Tante menemaninya tidur, menyambut saat pulang ke rumah dan banyak lagi hal yang bikin Ella merasa iri. Andai aja Ella punya Mama pasti Ella bakal ngerasain hal yang sama." Katanya mulai sesenggukan merindukan kasih sayang mamanya yang tak pernah ia rasakan.
" Gue janji, gue bakal jadi semua itu. Gue bakal jadi suami yang baik, Papa yang baik, Mama yang baik, Kakak yang baik, teman yang baik, bahkan bisa jadi untuk musuh yang baik." Rega mencium rambut Ella penuh kasih sayang.
Apa yang Ella rasakan, ia sangat mengetahuinya. Rega juga kehilangan sosok Bunda, namun ia lebih beruntung karena sempat merasakan kasih sayang dari Bundanya.
"Gimana mungkin Om yang cuma satu bisa jadi banyak kayak gitu?"
"Lo ngeremehin gue? Gue cowok ajaib yang bisa jadi apa aja yang gue mau. Gue bisa ngabulin apa aja yang lo mau, anggap aja gue Doraemon dan lo Nobitanya."
"Gak mau, masak Ella jadi Nobita? Nobita kan cengeng, gak bisa ngelakuin apa pun tanpa bantuan Doraemon." Protesnya.
"Buktinya lo mewek." Menggoda Ella yang udah ingusnya kemana-mana.
********
Jangan lupa Like dan Votenya ya biar Author tambah semangat lagi yach. . . .
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘