Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Pengakuan Johan


Johan menunggu kedatangan Ella dengan gelisah, bagaimana pun ia akan mengatakannya sendiri dan secepatnya.


"Papa...." Suara cempreng Ella memenuhi seluruh ruangan.


Johan berjalan menuju ruang tamu menyambut kedatangan anak semata wayangnya itu yang ia rindukan karena udah beberapa hari gak ketemu.


"Papa, Ella kangen...." Menggelayut manja di pelukan Papanya.


"Papa juga kangen sayang." Mengelus lembut rambut panjang Ella yang di biarkannya tergerai.


"Papa beli sesuatu buat kamu." Menuntun tangan Ella menuju teras samping yang berhubungan langsung dengan ruang keluarga. Setiap pulang dari perjalanan bisnis, Johan selalu membelikan putrinya oleh-oleh.


Ella menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat oleh-oleh dari Papanya yang gak pernah ia bayangkan sebelumnya. Boneka Teddy bear berukuran besar duduk santai menghadap kolam renang. Lucu banget, apa lagi pipinya yang pink makin bikin gemes. Ella fans fanatik boneka legendaris di seluruh dunia itu, sejak kecil Ella udah mengoleksi. Koleksinya banyak banget, dari berbagai macam jenis dan dari berbagai negara. Pokoknya kalo liat teddy bear yang beda sama yang ada di rumah bakal ia beli. Koleksinya udah ratusan bahkan mungkin ribuan, terdiri dari berbagai macam ukuran, bentuk, jenis bahan, jenis bulu dan warna. Pokoknya Ella semuanya punya.


"Makasih Pa ...." Memeluk erat Papa dan menghadiahi dengan ciuman bertubi-tubi.


"Papa heran, setiap Papa belikan barang-barang mewah anak Papa mukanya biasa-biasa aja. Tapi kalo Papa belikan yang kayak gini senengnya minta ampun gitu?"


Yang Johan bilang bukan tanpa alasan, soalnya Ella setiap kali di belikan perhiasan, baju, tas, sepatu atau barang-barang wow lainnya tanggapannya biasa aja. Bisa di bilang tergolong cuek, tapi setiap kali di belikan boneka teddy bear kesukaan atau bibit bunga mawar seneng nya luar biasa.


"Ella gak suka barang gituan Pa, kan udah bilang itu namanya pemborosan."


Johan mencubit dagu Ella gemas, "Ada yang Papa omongin sama kamu." Menepuk kursi di sampingnya untuk menyuruh Ella duduk.


"Keliatannya kok serius banget pa?" Sambil memeluk erat boneka barunya tersebut, lembut dan empuk.


Johan merasa sedikit berat untuk memulainya. Ia menatap anak semata wayangnya itu dengan perasaan yang berkecamuk. "Sayang, sebenarnya Papa...,"


"Apaan sih Pa?" Melihat ekspresi Papanya yang berubah menjadi sedih sekaligus tegang.


"Tapi bener ya kamu gak marah sama Papa?"


Lama-lama penasaran juga, mau ngomong aja Papanya udah kayak mau berangkat ke medan perang.


"Kalo Papa nikah lagi gimana?" Ada perasaan takut saat mengatakannya, takut putrinya marah dan meninggalkannya begitu saja.


"Serius Pa?" Katanya tak percaya.


Johan mengangguk pelan, karena merasa tak yakin dengan keputusannya tersebut.


Pernikahan yang akan ia lakukan adalah sebuah tragedi yang tak ia inginkan. "Kamu gak marah kan? Kalo kamu menolak Papa gak bakal nikah kok. Cukup hidup berdua sama anak Papa yang cantik ini." Seharusnya itu yang Johan lakukan, hidup berdua dengan putrinya menghabiskan usianya.


"Kalo Ella sih terserah Papa gimana bagusnya, gak lucu aja kan Pa kalo Ella ngelarang Papa. lagian ya Pa, Ella gak keberatan sama sekali asal itu pilihan Papa."


Johan mentap Ella dengan mata berkaca-kaca. Gak nyangka gadis kecilnya itu akan mengatakan semua itu dengan lugas dan tak menanyakan alasan mengapa ia melakukannya. "Bener sayang?"


"Bener Pa.... Ella ikhlas kok Papa nikah lagi, lagian ya Pa mama kan udah lama ninggal jadi gak salah buat Papa cari pendamping hidup Papa yang baru." Katanya yakin.


Johan memeluk Ella, ia terharu karena Ella menjadi sosok yang bijaksana. "Papa janji, Papa gak bakal bikin kamu kecewa. Prioritas Papa tetap kamu, anak kesayangan Papa akan tetap jadi yang paling utama dalam hidup Papa."


Ella membalas pelukan papanya.


"Makasih, Papa udah besarin Ella dengan kasih sayang yang luar biasa. Papa gak usah mikir terlalu jauh."



******************


Sebenernya ada gambar teddy bear yang lucu gitu, karena reviewnya lama jadi author hapus biar cepet lolos reviewnya 🙏🙏🙏🙏🙏