Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Rega sal - ting, gugup, GR. . . .


Setelah hampir 4 jam meeting, Rega dapat bernafas lega. Kerja sama proyek raksasa itu cukup menyita tenaganya.


"Yun, habis ini jadwal gue apaan?"


Yun membuka agenda, melihat jadwal big bos selanjutnya. "Pertemuan dengan perwakilan Walikota pembahasan proyek pembangunan tata kota."


Karena kesibukannya beberapa hari ini Rega hampir gak punya waktu buat ketemu Ella, cewek berisik yang ngangenin itu gak tau gimana kabarnya sekarang ini. "Undur jadwal."


"Maaf tuan, kita sudah mengundurnya beberapa kali."


Rega memijit kepalanya, mau ketemu calon istri aja susah banget. Entah keberuntungan atau aji mumpung Ella bukan tipe cewek penuntut, lebih tepatnya tipe cewek cuek karena kalo gak di hubungin duluan gak bakalan mau ngubungin, kalo gak di tanya kabar duluan gak bakalan nanya kabar.


Gak ketemu juga gak masalah, gak pernah nanya. Beda sama cewek yang tiap hari mantau cowoknya, bawaanya curiga mulu, lebih seringnya curiga gak beralasan lagi. Tiap hari pertanyaannya gitu-gitu doang.


Kamu dimana?


Sama siapa ?


Lagi ngapain aja?


Kok aku di cuekin?


Gak sayang lagi ma aku ya?


BRUK!!!


Rega yang lagi asik ngelamun gak sengaja di tabrak sama seseorang, karena tubuh Rega yang tinggi dan kuat walau pun dia yang jadi korban tabrak malah yang nabrak yang jatuh.


"Lo jalan pakai mata!" Katanya dengan menaikkan nada bicaranya, udah buru-buru malah di tabrak. Apa segede ini masih gak keliatan juga?


"Yang gak punya mata itu el...," Ella menggantungkan kata-katanya pas liat siapa orang yang nabrak dia barusan, Ella memegangi p*ntatnya yang sakit karena kepaksa mendarat di lantai. "Om ngapain disini?"


Rega yang sadar kalo Ella yang nabrak dia cepet-cepet nunduk buat liat kalo ada yang lecet, "Bagian mana yang sakit?" Memutar tubuh Ella buat mastiin semua baik-baik aja, aset besar nih.... Jangan sampek ada yang lecet walau sedikit aja.


"Apaan sih? Ella pusing Om di puter kayak gitu." Mendorong tubuh Rega biar menjauh.


"Kan bisa gue obatin."


"Nih, p*ntat Ella yang sakit. Om mau ngobatin?" Menepuk p*ntatnya yang agak linu kebentur benda keras.


Wajah Rega memerah, ia menggelengkan kepalanya mengusir rasa cangung.


"Napa Om diem?"


Rega mengulurkan tangannya dan menggendong Ella.


"Turunin Ella, Ella malu di liatin orang." Melihat ke arah sekeliling, mereka yang liat pada bisik-bisik. Bukan cuma bisik-bisik aja sih, ada yang ngeliatin sama tatapan mata iri.


Ya iya lah....


Secara di gendong sama cowok ganteng permanen di tempat umum, wajahnya aja yang garang tapi keliatan romantis ngelakuin kayak gitu di tempat umum.


"Kalo lo gak diem, gue cium disini." Ancam Rega, habisnya Ella dari tadi gerak-gerak gak karuan. Yang ada mereka berdua malah jatuh, gak keren banget.


Denger ancaman Rega, kontan Ella diam.


Ella tau banget kalo Rega itu bukan cuma ngancam tapi emang di lakuin kalo gak di turutin.


"Lingkarin tangan lo di leher gue, keliatan aneh banget kayak gue bawa manuquien."


Katanya tanpa melihat ke arah Ella, Rega gak pengen Ella ngeliat wajahnya yang udah merah.


Ella melingkarkan tangannya, nurutin kata Rega. Sia-sia juga bantah tu cowok yang akhirnya malah dia yang di rugikan.


"Yun, siapkan mobil. Kita langsung pergi dan menemui wakil Walikota."


"Baik Tuan." Yun berlari kecil mendahului bosnya itu untuk menyiapkan di lobi utama.


"Temenin gue bentar, habis tu kita jalan. Gue kangen banget sama lo." Bisiknya lembut di telinga Ella.


"Ogah, Ella mau pulang."


"Gak bisa, salah sendiri lo muncul di depan gue." Rega menguatkan tangannya merengkuh tubuh Ella yyang mungil, bagi Rega gak ada apa-apanya gendong Ella yang badannya kayak bulu angsa.


Ella yang berusaha menahan malu di liatin orang sepanjang jalan di gendong Rega cuma bisa nyembunyiin muka nya di dada Rega, detak jantung Rega yang gak beraturan terdengar sangat jelas. "Om, jantung om bunyinya udah kayak genderang mau perang." Katanya menahan tawa. Ternyata orang kayak Rega bisa gugup sampek segitunya, muncul ide jahil Ella bikin tu cowok mati gaya, Ella melepaskan satu tangannya dan nempelin di dada Rega yang udah porak poranda sambil menyandarkan kepalanya manja.


Rega yang kaget kayak kesetrum listrik, darahnya udah mendidih mendapat perlakuan dari Ella. Ia membusungkan dada bahkan menahan nafasnya, gugup banget. Baru kayak gini aja udah bikin salah tingkah.


"Om keren deh kalo lagi gugup," Menggosok-gosokkan kepalanya lembut.


Benar aja, muka nya udah kayak kepiting rebus, udang rebus dan tomat mateng!!!