Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Gaya Cicak Nempel di Tembok


Yun, sudah sangat lama menjadi sekertaris seorang Rega Adiyaksa Mahendra. Dalam usianya yang tergolong muda, ia sudah menjadi seorang CEO yang di segani. Prediksi nya dalam mengambil keputusan atau saat bermain saham tak perlu di ragukan lagi. Perhitungannya sangat akurat, hingga membuatnya semakin banyak mengumpulkam pundi-pundi rupiah dan membawa kemajuan pesat dalam perusahaan yang ia kelola.


Dunia bisnis yang keras membentuk karakter seorang Rega menjadi pribadi dingin dan arogan. Keputusan yang telah di ambil tak ada satu pun yang berani membantahnya atau sekedar mempertanyakan. Selama bekerja sebagai sekertaris, Yun hampir tak pernah melihat bosnya itu tersenyum. Wajahnya selalu murung dan kelam, tak ada kebahagiaan disana. Berbeda dengan akhir-akhir ini, seorang Rega yang agung itu kadang-kadang tersenyum sendiri.


Aura kelam yang dulu selalu melingkupi emana pun ia pergi kini telah hilang tergantikan dengan aura bahagia yang selalu terpancar.


"Tuan?" Menyadarkan tuannya yang sedang melamun dan tersenyum melihat layar hp nya. Tak ada jawaban, akhirnya sekertaris itu mencoba sekali lagi.


"Tuan Rega?" Katanya sedikit menaikkan intonasi nada suaranya.


"Iya?" Rega tersadar dan melihat sekertarisnya yang berdiri tepat di depannya dengan tumpukan dokumen yang telah ia selesaikan.


"Anda harus menandatangani semua dokumen penting ini sekarang." Meletakkan tumpukan kertas yang telah ia pilah di atas meja untuk di tanda tangani.


Rega menghembuskan nafas panjang, entah sejak kapan ia merasa bosan dengan tumpukan kertas yang gak pernah ada habisnya setiap hari. "Setelah ini, apa jadwalku selanjutnya?"


"Makan siang dengan seorang klien dan acara perjodohan yang Nyonya Besar atur." Membuka agenda untuk melihat jadwal bosnya itu hari ini.


"Perjodohan...." Ada nada kesal dan gak suka dari ucapannya. Sepertinya Nenek gak pernah menyerah untuk menjodohkannya dengan wanita pilihan yang menurut Nenek dari babat, bibit dan bobot sepadan dan mampu menjadi pasangan hidup cucunya. Sudah kali ke berapa ia di hadapkan dengan acara perjodohan yang sangat menyebalkan tersebut. Cewek-cewek yang hanya melihat sisi luarnya juga harta itu selalu silih berganti.


"Cancel, males banget ketemu sama boneka yang Nenek kirimkan."


"Pesan Nyonya, kalau kali ini Tuan melarikan diri Nyonya Besar akan memajang foto Tuan di surat kabar atau media masa lainnya."


"Untuk apa Nenek melakukannya? Apa dia pikir cucunya ini seorang buronan?" Orang tua yang selalu bikin pusing Rega.


"Lalu untuk apa?"


"Katanya, tuan mencari seorang istri disana dan akan membuka sayembara untuk hal tesebut."


Rega benar-benar merasa pusing, ada aja tingkah Nenek yang bikin situasi kacau balau kayak gini. Nenek yang udah gak muda lagi, umurnya aja udah menginjak angka 73 tapi kelakuannya udah kayak ABG. Seneng baget ikut campur urusan pribadi cucunya itu. Kalau Nenek nyebar fotonya di media masa bakal makin ribet urusannya. Gak cuma satu atau dua cewek yang bakal ia ladeni tapi ratusan mungkin juga jutaan. Paling anti kalau udah berurusan sama yang namanya cewek.


"Nenek dimana?"


"Mungkin di rumah utama seperti biasanya." Jata sekertaris Yun yang sebenernya gak yakin dimana Nenek saat ini.


Rega harus mencari cara untuk menggagalkan perjodohan kali ini dan melarikan diri. Ia mengetuk meja mencari solusi dari masalah yang ditimbulkan Neneknya itu hingga ke akarnya. Jarinya menyentuh hp di atas meja, Rega membuka kunci layar dan menemukan foto cewek tengil yang diam-diam ia ambil semalam yang tentu aja tanpa sepengetahuannya.


Gaya nya yang aneh itu tampak lucu di matanya, makanya Rega gak membuang kesempatan emas dan mengabadikannya lewat kamera hp.



Kalo yang punya diri tau di foto kayak gitu, bakalan ngamuk dan tentu aja tu hp berakhir di tempat sampah tanpa bentuk. Bakal jadi senjata andalan Rega buat jahilin tu cewek.


m Foto itu yang membuatnya senyum-senyum dari tadi. Lucu aja liat orang tidur gayanya kayak cicak yang nempel di tembok.


Tiba-tiba terlintas ide brilian sekaligus solusi dari masalahnya saat ini untuk ngadepin Nenek