Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Keceplosan


"Kalian? Dimana ketemunya?" Nenek mengelus kucing kesayangannya yang kini duduk di pangkuan dengan mendengkur pelan.


"Di jalan Nek."


"Di jalan?"


Ella mengangguk, "Iya, pas itu kan Ella mau berangkat sekolah naik motor. Gak tau dari mana tiba-tiba mobil Om Rega nabrak motor Ella sampek jatuh." Terang Ella Pertama kali mereka bertemu.


"Terus?" Kata Nenek antusias.


"Ternyata yang nabrak Ella itu tampangnya kayak tembok datar, belum lagi dingin kayak kulkas." Katanya terkekeh, untung aja yang di omongin gak ada lagi masuk buat mandi sama ganti baju.


"Kamu kok panggil Om?"


Nah lo, Ella bingung sendiri jawabnya. "Gak tau juga sih Nek, mungkin karena umurnya jauh lebih tua dari Ella?"


Nenek tersenyum, gadis di depannya begitu cantik dan polos. Berbeda dari wanita yang selama ini ia jodohkan terkesan glamour. Jujur, Nenek menyukai gadis bernama Ella sejak pertama kali melihatnya. Karena penampilannya yang sederhana dan tampil apa adanya. Rega yang selama ini selalu bersifat dingin dan acuh itu kini telah berubah. Nenek melihat cucu keras kepalanya itu melihat Ella dengan tatapan mata yang berbeda. Kini, Rega lebih banyak tersenyum di bandingkan dulu wajahnya selalu muram.


"Kalian kenapa bisa dekat?"


"Ella kerja nek buat Om Rega."


"Kerja?"


"Iya, jadi tukang masak." Tersenyum manis, walau sudah tua Nenek terlihat masih sangat bugar dan sehat.


Kerutan di seluruh wajahnya tak bisa menyembunyikan kecantikannya, Ella yakin saat madih muda nenek pasti sangat cantik. Nenek mengerutkan keningnya, selama ini yang ia kenal Rega sangat pemilih dalam urusan makanan, ia tak akan menyentuh makanan sembarangan. "Kamu pasti kewalahan ya sayang masak buat cucu Nenek?"


"Enggak kok Nek, Om Rega makan apa pun yang Ella masak."


Nenek terkejut mendengarnya, soalnya selama ini Rega sangat pemilih dan gak bakalan mau makan kalo gak sesuai seleranya.


"Tadi aja ya Nek, sebelum kesini kita makan mie ayam di gerobak pinggir jalan."


"Kamu yakin?"


"Gimana gak yakin Nek, bareng Ella kok makannya."


Perubahan sebesar itu tak pernah Nenek lihat selama ini, cuma karena gadis kecil itu Rega mengalami perubahan yang begitu besar.


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Rega berjalan untuk menghampiri nenek dan Ella yang terlihat menikmati waktu mereka bersama. Entah apa yang di obrolkan dua wanita beda generasi tersebut hingga tak menyadari kehadiran Rega di dekat mereka.


Ella menoleh ke arah Rega, wajahnya yang tampan itu terlihat lebih segar dengan baju kaos dan celana pendek. Beda banget sama yang biasa dia pakai. "Ella kan gak bawa baju Om, masak pakai baju ini lagi? Entar aja deh kalo udah di rumah."


Rega mengambil Hpnya dan menelpon seseorang. "Belikan satu stel baju perempuan, jangan lupa sama baju dalamnya." Katanya mematikan hp nya. "Bentar lagi sekertaris gue bakal beli baju buat lo, jadi gak usah ngeles lagi buat mandi." Rega meletakkan Hpnya di atas meja.


"Oh .l..." Katanya pelan. Berarti yang beli baju kemaren itu sekertarisnya juga? Tapi kok bisa pas banget ukuran sama badannya.


"Rega, kapan-kapan ajak Nenek buat jalan-jalan. Nenek bosan di rumah terus."


"Kan ada sopir, Nenek bisa minta antar kemana pun yang Nenek mau."


"Heh?! Sama Nenek sendiri aja kayak gitu. Kami itu persis banget Ayah kamu yang nelantarin Nenek di sini sendirian." Menjitak kepala Rega kesal.


"Aduh Nenek, Rega udah besar kenapa di pukul terus?" Protesnya, dari tadi kena pukul terus.


"Ayah sama anak sama aja, dalam otak kalian cuma ada kerja tanpa mikirin perasaan orang tua ini."


Ella yang sejak kecil gak pernah merasakan bagaimana rasanya punya Nenek hatinya terenyuh. "Nenek jalan sama Ella aja ya, entar kalo Ella libur atau gak sibuk sekolah Ella bakal ajak temenin nenek jalan kemana pun nenek mau."


"Ini contoh cucu berbakti, gak kayak kamu cucu durhaka."


"Nek, cucu Nenek kan Rega? Masak Nenek ngomong kayak gitu?"


"Habisnya kamu selalu bikin Nenek kecewa, umur kamu itu gak muda lagi tapi belum punya calon istri."


"Kenapa Nenek yang sewot?"


"Nenek mau punya cicit buat nemenin Nenek di rumah. Kalo Nenek minta kalian gak bakalan bisa nemenin nenek dengan alasan kerjaan."


Rega mengusap wajahnya kasar, lumayan repot ngadepin orang tua itu. "Cewek yang Nenek jodohin gak ada yang bener."


"Nenek gak bakal jodohin kamu kalo kamu pulang bawa calon."


"Bukannya Rega udah pulang bawa calon." Katanya keceplosan.


Saat menyadari apa yang ia katakan, wajah Ella telah berubah menyeramkan serta siap menerkam dan menelannya hidup-hidup.


"OM REGA...!!! "