
Bagaimana pun Johan harus menyelesaikan masalah ini secepatnya, tak mungkin membiarkannya berlarut-larut. Dari penyelidikan orang kepercayaannya yang ia tugaskan, minuman yang ia minum semalam itu telah di campur oleh seorang pelayan dengan obat perangsang atas suruhan seseorang. Karena itu, ia tak mengingat apa yang dilakukannya semalam dengan wanita asing tersebut. Apa pun itu, Johan akan tetap bertanggung jawab karena hasil visum dan pengakuan wanita itu benar.
Seseorang telah menjebaknya dan ia tahu pasti siapa dalang dari semua ini. Walau mengetahuinya Johan akan mengikuti permainan dari dalang yang menurutnya hanya memanfaatkannya demi kepentingan pribadinya tanpa mengungkap kedoknya saat ini, menunggu saat yang tepat.
"Silahkan." Sekertaris Ryan mempersilahkan notaris Hendra untuk duduk karena tuan nya telah menunggu di ruang kerjanya.
"Apa yang tuan inginkan?" Katanya dapat melihat situasi saat ini yang sedikit kacau, ia diminta untuk datang secepat mungkin dan itu berarti ada sesuatu yang sangat mendesak.
"Pindahkan seluruh aset dan saham yang ku miliki saat ini pada putri ku satu-satunya." Menyilangkan kaki dan memberikan isyrat kepada Ryan mengambilkan berkas yang ia inginkan.
"Apa tuan yakin dengan keputusan ini? Bukankah Nona Ella terlalu muda untuk saat ini?" Katanya mengingatkan sekali lagi keputusan Johan yang terbilang terlalu cepat. Dulu, Johan memintanya untuk memindahkan aset dan saham yang ia miliki keseluruhan apa bila Ella telah memiliki suami dan anak serta mampu mengelola perusahaan yang telah turun temurun tersebut.
"Iya, aku sangat yakin. Jangan sampai hal ini bocor keluar dan rahasiakan dari siapa pun termasuk Ella." Merasa sedih mengingat kebebasan yang putrinya miliki itu akan hilang bila suatu saat identitasnya di ketahui oleh publik sebagai ahli waris tunggal dari bisnis raksasa keluarganya.
"Tuan, apa ada sesuatu yang mendesak?" Tak yakin dengan keputusan Johan yang menyerahkan seluruh harta kekayaannya tersebut secara tiba-tiba.
"Aku hanya ingin ini menjadi milik dari orang yang sebenarnya sebelum orang lain mengambilnya." Merasa sangat yakin dengan apa yang telah ia putuskan, karena tipu muslihat orang tersebut sudah dapat ia baca ke arah mana akan berakhir.
"Maksud tuan?"
"Seseorang mengincarnya dengan cara licik, aku khawatir sebelum waktunya tiba semua yang ku miliki akan berpindah tangan di tempat yang tak semestinya dan dengan orang yang salah." Jelasnya secara gamblang tanpa menceritakan yang sesungguhnya. "Aku hanya ingin sesuatu yang seharusnya Ella miliki akan tetap menjadi miliknya."
"Ingat, rahasiakan ini dari siapa pun. Kalian tau konsekuensinya kalau hal ini sampai bocor?" Ancamnya, ancaman itu bukan sekedar gertakan saja.
Hendra dan Ryan saling melempar pandang.
"Baik tuan." Kata mereka serentak.
"Tuan, bolehkan saya bertanya sesuatu yang sedikit pribadi. hanya untuk berjaga-jaga."
"Silahkan."
"Bagaimana dengan wanita itu?"
Johan menarik nafas panjang, masalah rumit yang mungkin akan menyeret satu-satunya orang yang sangat ia sayangi melebihi nyawanya sendiri di dunia ini yaitu putrinya disebabkan oleh kecerobohannya.
"Aku akan bertanggung jawab sebagai seorang laki-laki."
"Apa tuan yakin dengan hal ini? Bagaimana dengan Nona Ella?" Tanya Ryan khawatir karena ini mungkin akan mempengaruhi psikologis Nona mudanya.
"Aku akan membicarakannya dan menjelaskannya perlahan, semoga ia dapat menerimamya."