Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jomblo ngenes


Seisi rumah pada heboh buat nyambut kedatangan putri mahkota keluarga Mahendra yang di jadwalkan sore ini bakal mendarat mulus di halaman belakang rumah utama mereka dengan menaiki jet pribadi yang udah di siapin jauh-jauh hari buat jemput mereka. Yang datang itu cuma baby twin cewek yang imut dan manis tapi suasana persiapan buat nyambut udah ngalahin kayak nyambut kedatangan presiden aja. Bukan cuma seluruh tempat dan ruangan yang di rombak dan di dekor habis-habisan tapi juga semua serba baru alias isi rumah mereka di ganti sama yang baru semua dari dalam rumah Sampek luar rumah ( Udah lah gak usah mikirin berapa uang yang mereka keluarin buat ngelakuinnya ya karena kalkulator kita gak bakalan bisa menampung dan bakalan jebol dengan nominalnya. oke??? orang kaya mah bebas lah kita juga bebas, bebas ngayal maksudnya 😂😂). Tapi dari keseluruhan itu, staf rumah tangga gak ada yang di ganti kok, cuma furniture sama dekorasinya doang yang di ganti. Yang paling antusias di sini malahan si oppa Mahendra, siapa lagi yang punya kekuasaan penuh di rumah ini kecuali big bos tersebut yang di dukung penuh sama Nenek yang gak kalah antisuias nya. Saking antusiasnya tu anak dan Ibu malah adu argumen buat nentuin mana yang mereka rasa cocok buat di beli versi mereka masing-masing dan alhasil banyak banget tuh barang-barang yang udah masuk list mereka berdua. Untung aja cuma ada dua orang yang kayak gitu di rumah, kalo gak bakalan jadi toko dadakan kan di rumah. Mahendra sendiri yang mengawasi saat menyusun dan menempatkan barang-barang yang telah ia beli untuk di letakkan di tempat yang menurutnya pas dan cocok.


Satu kamar telah di siapkan dengan perabotan yang sangat mewah, apa lagi kalau bukan kamar buat cucu kesayangannya yang di dominasi dengan warna pink dan putih. Mahendra meminta jasa desainer arsitek terkenal buat mendekor kamar cucu kesayangannya tersebut dengan menempatkan barang-barang dengan kualitas nomor Wahid di sana yang gak tanggung-tanggung buat merogok kocek, buat orang sekelas Mahendra bukan apa-apa ngeluarin yang segitu. Anggap aja kayak remah-remah aja lah kalo buat kita-kita kerja banting tulang Sampek tulang kita remuk gak bakalan bisa ngumpulin ya. 😂


Dekorasi kamar yang tersusun sangat cantik dan elegan itu membuat Mahendra merasa sangat puas, bahkan ia telah menambahkan ruangan khusus yang berisi lemari dengan penuh gaun-gaun cantik, sepatu, sesoris dan berbagai macam pernak-pernik bayi yang mampu membuat siapa aja syok ngeliatnya. Baru bayi brojol gini aja udah punya harta Karun segitu, gimana entar kalo udah gede???


Keliatannya sih emang berlebihan tapi itu gak ada apa-apanya di bandingkan dengan rasa senang, cinta dan kasih sayang dari Mahendra yang mendapatkan dua cucu sekaligus tersebut. Bahkan ia memberikan sahamnya kepada cucu kesayangannya tersebut sebagai tanda kasih sayangnya dan ia pun akan memberikan dunia kalau mereka meminta. Wuih ngeri banget ya kehidupan anak Ella dan Rega yang punya oppa super royal kayak gitu...


"Tuan?"


"Apa semua sudah siap?" Jawab Mahendra sambil meletakkan boneka Teddy bear yang cukup besar di atas karpet, ia sengaja memilihkan sendiri beberapa mainan untuk cucu kesayangannya. Mainan yang menurutnya aman buat mereka karena bagaimana mana pun segi keamanan sangat penting bagi bayi seperti mereka.


"Sudah tuan, Nyonya muda akan mendarat kurang dari satu jam lagi." Jawab Denim melaporkan status penerbangan nyonya muda keluarga ini yang akan mendarat kurang dari satu jam lagi tersebut, Denim merasa heran seperti apa nyonya muda dan juga cucu yang akan datang kali ini. Karena Tuan besar melakukan perombakan dan penyambutan yang sangat luar biasa, beberapa tahun ini Denim mendapatkan tugas untuk mengurus salah satu cabang perusahaan di salah satu Negara yang membuatnya lama gak pulang dan gak tau kabar. Yang ia tau kalau Tuan muda Rega telah menikah, namun ia tak pernah bertemu secara langsung dengan wanita yang telah tuan muda tersebut nikahi. Kabar angin mengatakan kalau Tuan muda Rega menikah dengan seorang wanita cantik dari keluarga terpandang dengan kecantikan hatinya yang tak kalah dengan kecantikan hatinya. Tapi, di dunia ini banyak orang yang melebih-lebihkan keadaan hanya untuk mendapatkan simpati dari orang lain alias jadi penjilat buat kepentingan mereka sendiri dan itu membuat Denim tidak serta-merta mempercayai apa yang ia dengar tanpa melihat secara langsung dan membuat rasa penasarannya semakin besar dengan di dukung perlakuan tuan besarnya yang sangat berlebihan menurutnya.


"Pastikan semua berjalan dengan baik dan tingkatkan keamanan di lingkungan rumah ini. Saya tidak menginginkan hal kecil apa pun menyangkut cucu dan menantu saya, tempat orang terbaik untuk menjaga mereka karena saya yakin kepulangan mereka telah tercium oleh pihak luar."


Itulah yang Mahendra takutkan, dunia bisnis tidak semudah apa yang orang awam pikirkan, ada banyak orang yang ingin mencelakai mereka dengan dasar iri dan dengki, mereka tau bahwa kini telah lahir penerus keluarga Mahendra yang baru dan juga menjadi kelemahan mereka yang sangat terlihat jelas. Untuk mencegah hal-hal tersebut Mahendra menempatkan orang-orang terbaiknya demi menjaga keamanan dan kenyamanan kelangsungan hidup mereka. "Dimana Yun?" Baru nyadar kalo dari kemarin belum ngeliat batang hidungnya tu anak, padahal Yun udah pulang dari kemarin tapi gak ada ngeliat sama sekali.


"Tuan muda akan segera pulang, beliau menghadiri rapat penting dengan pemegang saham tuan." Jawab Denim melaporkan status keberadaan dan kegiatan yang tuan muda Yun lakukan saat ini. Tuan besarnya mempunyai dua orang putra yang sangat loyalitas dan totalitas dalam bekerja, itu yang membuat perusahaan ini berkembang dengan sangat pesat. Dua orang putra mahkota yang sangat luar biasa itu menjadi kaki dan tangan tuan besar dalam menjalankan bisnis raksasanya tersebut. Walau Denim tau, tuan muda Yun bukan anak kandung tapi Tuan besar memperlakukannya tak kurang dan tak lebih seperti tuan Muda Rega yang merupakan anak kandung beliau. Dari situ lah Denim merasa sangat hormat dan juga menjadikan tuan besar sebagai pedomannya, bahwa kesetiaan bukan di nilai dari hubungan darah tapi dari cara kita memperlakukan orang lain dengan tulus.


"Kalau Yun sudah pulang suruh temui saya, ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan."


"Baik Tuan."


"Ada apa Ayah?"


Mahendra menolah, ia melihat Yun berjalan dengan santai ke arahnya dengan melonggarkan dasinya. Baru aja di omongin udah nongol, emang panjang umur aja tu orang.


Denim menundukkan badannya sedikit untuk mengundurkan diri, memberikan waktu dan privasi kepada tuan besar. Lagian kali ini tugasnya adalah memastikan bahwa semua berjalan dengan lancar dan memastikan keamanan untuk kedatangan tamu istimewa yang bikin geger dunia bisnis tersebut, gimana pun rapatnya menyimpan informasi tapi akhirnya bocor juga keluar. Bahkan media massa telah mencium informasi tersebut dan berulang kali menanyakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dari kabar yang telah santer terdengar. Itu cukup merepotkan bagi Denim.


"Ikut Ayah, ada yang ingin Ayah bicarakan padamu." Mahendra berjalan mendahului menuju ruang kerjanya untuk membicarakan hal serius kepada Yun.


Yun mengerutkan keningnya dan dengan cepat menguasai emosinya kembali. Wajah serius yang Ayahnya perlihatkan tersebut membuatnya bertanya-tanya, karena Ayah bukan orang yang seperti ini sebelumnya. Ia mencium kecemasan dan ketakutan dalam nada bicara yang Ayah ucapkan barusan dan itu bukan hanya perasaannya saja, karena Yun di latih untuk menjadi seorang yang peka dalam membaca situasi dan ekspresi raut wajah lawan bicaranya. Sebuah kemampuan yang ia asah bertahun-tahun dan menjadi modal utama yang membuatnya dapat melihat lawannya dengan pasti yang membuatnya menjadi seorang bisnis man muda yang sangat di segani. Yun di kenal sebagai seseorang yang tidak dapat di kalahkan dengan mudah karena apa pun dan siapa pun tidak pernah luput dan salah dari penilaiannya walau pun itu hanya seujung kuku, membuat lawannya menjadi langsung ciut nyali saat berhadapan dengan seorang Yun.


********


Rania tu dari tadi nahan diri buat gak nguyel-nguyel atau yang terparah dari semua itu adalah gigit Dede cantik nan menggemaskan yang ada di pangkuannya tersebut, siapa lagi kalau bukan anak dari majikan barunya yang tak lain dan tak bukan nyonya Ella. Setelah memikirkan banyak hal akhirnya Rania menerima tawaran nyonya muda itu untuk menjadi pengasuh dari anaknya dan sekaligus memboyongnya pergi ke negara yang sama sekali gak ia kenal. Tapi yakin aja karena nyonya Ella adalah orang yang baik dan juga hangat, itu membuatnya merasa tenang dan gak mikir yang negatif. Lagi pula bekerja dengan wanita lemah lembut dan baik hati seperti itu adalah keinginan Rania sejak dulu dan mumpung aja kesempatan kenapa enggak langsung di ambil. karena kesempatan itu gak bakal datang kedua kali kalo kita udah nolak atau ngelewatin nya.


"Kau kok gemesin banget sih...," sambil nahan buat gak cubit tu baby, habisnya nguras kesabaran hingga ke titik terdalam buat gak ngelakuin yang lebih dari ini.


Ella menyenggol tangan Rania yang membuatnya terlonjak kaget.


"Maaf nyonya, habis gemes banget." Akunya dengan wajah memerah menahan malu ketangkep basah sama emaknya kalau mau gigit anaknya, untung aja ini tipe emak lemah lembut yang beda sama bapaknya tipe menakutkan. Kalo ketangkep basah sama bapaknya, bisa-bisa Rania bakal di lempar dari atas pesawat dan terjun bebas di luar sana. Bayangin aja udah ngeri, apa lagi kalo Sampek kejadian kan? Langsung berdiri tuh bulu kuduknya dan refleks ngeliat ke arah lain di mana sang empu yang di omongin dalam hati lagi tiduran dengan melipat kaki dan menopang kan kepalanya ke sandaran kursi, walau gimana pun Rania cewek normal yang langsung mengakui gimana ganteng dan menawannya sang bapak yang terkenal super duper killer tersebut kalo udah berhubungan sama anaknya yang gak segan-segan melakukan apa pun buat orang yang berani coba-coba menyentuh harta karun nya tersebut. Walau kayak gitu Rania gak bakal berpaling hati dengan mudah, sekertaris ganteng yang dingin masih tetap menempati hatinya pada urutan pertama dan gak bakal bisa di geser sama siapa pun. Siapa lagi kalau bukan sekertaris Yun yang cuma ngeliat muka dinginnya aja bisa meleleh, apa lagi kalo sampek di suguhin pemandangan dengan wajah wow nya itu sambil senyum, bisa-bisa kutub Utara langsung meleleh deh....


Jadi malu sendiri kalo bayangin nya dan malu-maluin karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Ella mengerjakan matanya melihat Rania yang tiba-tiba aja senyum-senyum gak jelas sambil mukanya itu loh yang agak merona, bayangin apaan coba tu anak Sampek segitunya....


"Ran?"


"akh, i-iya nyonya?" Langsung nyadar dan terhempas ke dunia nyata Rania yang tadinya ada di dunia imajinasi tersebut dan rasa malunya nambah berkali-kali lipat dari yang tadi. Belum hitungan jam aja udah dua kali ketangkep basah sama nyonya-nya itu. Apa sih Ran yang Lo pikirin? kan malu-maluin aja kalo kayak gini... Umpatnya dalam hati dengan mengutuk dirinya sendiri.


"Lo kenapa sih Ran? Mikirin Yun ya?" Tebak Ella, habisnya apa lagi coba yang bisa ngalahin perhatian cewek manis tersebut kalo bukan Yun dan itu bisa langsung ke tebak dari raut mukanya yang langsung memerah.


"Nyonya ngomong apaan sih?" Ngelak aja terus... Biar pun ngelak tetep aja ketahuan dan apa yang di omongin itu bener. "Aku cuma mikir kalo entar anak nyonya bakalan luar biasa, cantik banget Sampek aku aja yang cewek terpesona apa lagi para cowok... Pengen deh nanti punya anak kayak anak nyonya yang udah cantik, gemesin pula. Rasanya udah gak sabar liat mereka besar." Sambil cengar-cengir, pengen punya anak kayak gini tuh harus punya orang tua yang gak kalah cakep. Emak sama bapaknya aja cakep kayak gitu jadi udah pasti kalo punya anak yang gak kalah cakep mewarisi gen kedua orang tuanya dan Rania nyadar kalo gak mungkin bisa lah karena dirinya sendiri kayak gimana, yang tepatnya tuh sadar diri gitu sama keadaan sendiri. Bisa aja sih punya baby lucu plus gemesin kalo bisa dapet suami yang super ganteng, aduh kemana lagi tuh pikiran kalo gak mengarah ke sekertaris Yun yang entah kenapa hari ini memenuhi otaknya. Untung aja tu orang gak ada di sekitarnya kalo gak bakalan malu banget.


"Mikirin orang selama gratis dan gak di pungut biaya gak masalah loh, lagian Yun kan lagi free alias jomblo forever. Ha ha ha ha..." Jomblo forever itu terdengar jahat banget sih, tapi emang kenyataannya kayak gitu, selama kenal Yun beberapa tahun dia gak pernah ngeliat tu cowok jalan atau berinteraksi dengan yang namanya cowok selain pekerjaan. Jadi pas banget istilah kejam itu ia sematkan buat cowok yang super dingin sama cewek, Rega dulu juga kayak gitu juga sih tapi sekarang malah bucin nya kelewat parah Sampek jadi buncis.


Di goda kayak gitu bikin muka Rania memerah bak udang rebus siap santap, kenapa juga setiap bayangin dan ngomongin Yun mukanya tuh langsung merah dan gak bisa nutupin semua itu. Setelah ini dia bakalan sering ketemu karena bakal tinggal di rumah nyonya barunya tersebut, dengan status mereka adalah saudara yang mau gak mau interaksi bakalan sering terjadi. cepet-cepet Rania menghilangkan segala bentuk pikiran tentang sekertaris Yun yang udah bergelantungan di kepalanya, mungkin ini yang di namakan anugerah dan musibah secara bersamaan.


Rega yang dari tadi cuma tidur-tidur ayam itu cuma nahan nafas denger dua makhluk hawa yang ngerumpiin Yun dari tadi, bukannya gak denger apa yang mereka omongin tapi lebih bersikap pura-pura gak denger. Ngeladenin mereka ngomong gak bakalan habis dan gak bakalan menang dan rasanya Rega cukup kasian sama cewek yang namanya Rania, soalnya Rega tau banget siapa Yun yang masih setia berpegang teguh pada cintanya yang udah lama kandas. Kandas tanpa jejak tapi masih aja setia buat nunggu dan cari jejaknya yang udah lama ke hapus oleh waktu. Perlu perjuangan yang cukup keras buat bisa mendapatkan hati dan perhatian Yun yang udah tertutup rapat sejak kejadian itu untuk cewek mana pun. Ini lagi si Ella malah jadi Mak comblang yang sok tau dan ngasih semangat empat lima sama kliennya yang polos dan gak tau apa-apa itu, tapi kalo ikut ngomong malah tambah jadi masalah yang akhirnya Rega cuma bisa diem sambil dengerin ocehan mereka berdua. Sungguh susah mendalami dunia wanita yang cukup membuatnya pusing dan ribet sendiri.


"Nyonya ngomong apaan sih? Mana mungkin Sekertaris Yun mau sama cewek kayak aku yang...." Rania menggantungkan kata-katanya, sadar kalau mereka itu bedanya bagai bumi dan langit yang rasanya tuh mustahil banget buat dia jangkau langit macam Yun yang hanya bisa di lihat dari bawah dengan tatapan mengagumkan.


kalau ada nenek ini lebih baik lagi, soalnya kalau dalam masalah hal kaya gini nenek jagonya dan senior. Iya Nenek, pulang entar bakal sekongkol sama Nenek buat nyomblangin Yun sama Rania.


"Sudah lah nyonya, itu gak bakalan mungkin alias imposibble."


"Ran, gak ada yang gak mungkin Lo di dunia ini selama janur kuning dan pernikahan belum terjadi. Apa lagi Yun itu belum punya pacar dan jauh banget dari kata udah menikah, jadi kamu itu masih punya banyak waktu dan kesempatan buat jadi adik ipar aku." Menyentuh tangan Rania untuk memberikan dukungan dengan tersenyum. "Percaya sama aku kalau kamu bakalan bisa menaklukkan kutub utara itu karena aku udah naklukin kutub selatannya loh..." Sambil ngelirik Rega matanya di tutupin sama bantal, Pakek acara tidur segala lagi... Gak mempan tuh pasang jurus pura-puranya. Ella mencibir ke arah suami nya yang ia yakini kalo sebenarnya cuma pura-pura tidur itu. Mana ada orang tidur yang mulutnya gerak-gerak gak jelas kayak gitu, ketahuan banget kalo modus dari tadi.


"Dulu tuh, Abunya mereka itu juga sama kayak Yun. Malah lebih parah di bandingkan Yun loh Ran..." Sengaja Ella naikin frekuensi suaranya biar denger tuh telinga Rega yang ia yakini dari tadi nguping tapi sok gengsi. "Malah judes plus pedes banget tuh mulutnya sama aku, ngatain macem-macem dengan tampang herder nya yang wuih nakutin anak kecil." Kepancing juga kan ikan mujair nya yang mulai gerak-gerak. "Dia itu ngatain aku cewek cerewet, berisik atau apa lah itu dan akhirnya ngebucin sama aku. Ho ho ho ho ho ho... Ha ha ha ha ha..."


Udah lah dari tadi di sindir terus bikin kuping Rega panas dan mau gak mau gak bisa lagi buat pura-pura tidur kayak gini, kalo gak di henti-in bakal kemana-mana tuh Ella ngomongnya yang jebol dan runtuh harga dirinya kalo Sampek ke bongkar semua rahasia bucin nya. Dimana di taruh tuh muka kalo semuanya keluar dan di ketahui orang lain.


"Udah bangun sayang?" Tanya Ella sok manis semanis gula aren dengan tampang polos yang jadi andalannya selama ini.


"Gimana gak bangun kalo suara kamu ngalahin suara gledek di siang hari." Jawab Rega dengan tatapan lekat penuh waspada, bukannya ngerti dan diem mulutnya Ella malah nambah ngelantur.


"Liat kan Ran, nih Abi dulunya beruang kutub loh yang dinginnya ngalahin kulkas dua pintu tapi sekarang udah kayak bunga sakura di musim semi."


Rega mengerutkan alisnya mendengar ungkapan yang Ella katakan, Ungkapan macam apa ini??? Bunga sakura di musim semi???


"Kalo dulu tuh bagaikan bunga bangkai di tengah hutan."


Turun kasta dari bunga sakura ke bunga bangkai, jauh banget kan....


"Sayang???"


"Jadi intinya itu kamu yakin aja kalau bisa deketin Yun. Yang lebih parah dari Yun aja jadinya kayak gini kan? Kalo Yun itu masih mendingan loh, dia punya hati yang hangat dan lembut." Sengaja muji cowok lain biar sekalian aja tuh suaminya kebakaran jenggot, lagian siapa suruh sok jaim segala dari tadi.


Rania sebenarnya mau ketawa ngeliat raut wajah tuan muda yang udah gak karuan itu. Iri campur sirik sama pasangan yang menurut kaca matanya itu romantis banget, gimana gak romantis kalo mereka berdua itu saling menggoda dan membuat salah satunya kebakaran jenggot yang gemesin banget.


"Berani ngomongin cowok lain di depan suaminya?" Kepancing juga kan Rega.


"Aduh Abi, cuma ngomongin Yun aja marah. Lagian kan di hati Ella cuma ada Abi seorang yang gantengnya ngalahin beruang kutub."


Di katain kayak gitu bikin Rega langsung melayang ke langit ketujuh Sampek akhirnya jatuh langsung ke bumi pas denger perbandingannya itu beruang kutub. Gak jadi seneng malah puyeng.


"Hah? Beruang kutub?" Langsung mencubit pipi Ella gemes, udah lama gak ngelakuin hal kayak gini karena keadaan kesehatan mereka berdua yang gak memungkinkan becanda kelewatan. Rasanya Rega balik lagi kayak dulu, dimana ia bisa becanda dengan lepas bareng Ella. Kangen banget masa-masa kayak gitu yang udah bertahun-tahun gak di lakuin karena penyakitnya serta Ella yang hamil dan juga melahirkan dan Rega berjanji bakal memberikan dan menghadirkan suasana yang kayak gitu lagi setelah ini. Di dukung dengan dua putri kembarnya yang pastinya bakal memperlengkap hidupnya.


"Ampun Bi.... Sakit....," Mau nge-bales gak mungkin karena lagi megangin Dede bayi yang tidurnya anteng banget, padahal berisiknya luar biasa di sekitarnya tapi malah gak ngaruh sama sekali.


"Cabut dulu kata-katanya baru Abi lepasin." Ancam Rega sambil nahan senyum liat muka Ella yang udah merah, padahal nyubit nya tuh gak keras-keras amat. Karena kulit Ella yang putih dan bersih itu, sedikit aja kontak yang terjadi langsung bikin tu kulit merah.


"Iya deh... Abi yang paling ganteng sejagat raya dan gak ada yang nyaingin termasuk Romeo, Arjuna, Gatot kaca atau siapa pun."


Rega melepaskan tangannya dan menepuk serta mengelus pelan pipi Ella dengan senyum manis yang hanya ia perlihatkan saat bersama belahan jiwanya tersebut.


Ella masih sempat buat balad dendam dengan mencubit pinggang Rega, kalau Rega tadi nyubit nya gak terasa sakit tapi beda sama apa yang Ella lakuin, dia nyubit sekuat tenaga biar lebih berasa gitu.


"Ella?!" Refleks Rega menaikkan suaranya yang langsung di sambut tangis anak mereka yang lagi tertidur.


"Uwek....."


Ella mendelik ke arah Rega dengan tatapan menyalahkan yang gak terbantahkan. "Tuh kan gara-gara Abi teriak habis nangis kayak gini."


Jiwa bapak langsung beraksi di mana pun dan apa pun alasannya sekarang tuh gak penting yang jelas apa pun itu dia yang salah dan emak yang paling bener walau pun kenyataannya dia salah, kalo di bantah juga bakalan salah dan urusannya jadi berkepanjangan. Jalan terbaik dan paling aman adalah diam dan terima-terima aja walau itu secara sepihak tanpa ada perlawanan dan pembelaan. kalo bisa teriak udah teriak Rega kayak gini "Emang salah gw apaan????!!!!"


Jiwa jomblo Rania yang dari tadi ngeliat-in tingkah laku gemesin sepasang suami istri itu langsung memberontak, berontak iri dengki nya pengen juga punya pasangan yang sweet banget gitu. saling melengkapi dan bakal bikin iri siapa pun yang ngeliat, baru sehari aja udah tersiksa kayak gini apa lagi kalo entar tiap hari liat mereka bakalan nangis darah ini...


Nasib jomblo mah kayak gini-gini banget...


Tapi mendingan lah masih ada satu lagi jomblo yang bisa di deketin atau kalo gak jadiin rival entar biar gak ngenes sendirian.