Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jumpa Pers


Seperti yang Ella mau, Rega memeluk Ella dari samping dengan membuat satu tangannya sebagai bantal di kepala Ella. Bukan Ella namanya kalau gak ngelakuin hal-hal yang gak bikin heboh, tadi aja sebelum tidur Ella minta bikinkan nasi uduk komplit. Tentu aja lah Rega agak gimana dengernya, cuma bisa makan aja selama ini tanpa bisa bikin yang akhirnya nyuruh salah satu koki restoran tempat langgananannya buat kursus kilat bikin nasi uduk. Walau hasil gak secantik dan sebagus yang di tampilkan sang koki tapi soal rasa jangan pernah di ragukan, maksudnya jangan pernah di ragukan kalo seenak kayak hasil sang profesional. Udah nasinya setengah mateng alias masih mentah di sana sini, ayam gorengnya over cook alias gosong, sambel goreng tempenya kekeringan alias lebih condong gosong juga dan belum lagi segudang cerita di balik satu piring nasi uduk komplit yang bikin siapa pun liat bakalan memalingkan wajah mereka. 🤣🤣🤣🤣


Tampilan yang ancur-ancuran dari visual dan cita rasa itu rupanya gak berpengaruh sama Ella, bumil yang lagi ngidam pakek banget gak bisa di tukar itu dengan ekspresi enak tiada dua saat menikmati nasi uduk komplit spesial bikinan sang suami sebagai koki amatiran, yang liat itu lo ngeri pas Ella memasukkan suap demi suap sendok ke mulutnya karena tampilannya yang luar biasa hancur gak menggugah selera plus aroma aneh yang tercium. Aneh bin ajaibnya bagi Ella itu kayaknya makanan terenak di jagat raya ini, makannya sambil merem melek kayak para pembawa acara makan-makan saking ke-enakannya tiada tanding. Belum lagi sisa di tangan dan piring sampek ludes gak bersisa dan itu pun masih nambah sama piring ke dua, ke tiga dan seterusnya. Emang susah kalo menyangkut yang namanya Ibu hamil, gak bisa di tebak arahnya mau kemana dan gak bisa di ikutin.


Rega mencium pucuk kepala Ella pelan karena gak mau sampek mengganggu, cinta pertama dan terakhirnya. Senyum kecil tersungging di bibirnya saat mengingat bagaimana awal mereka bertemu tanpa sengaja, seperti takdir yang menarik dan mempersatukan mereka secara natural. Pertemuan yang terjadi terus menerus tanpa kesengajaan dan kejadian demi kejadian unik mengiringi langkah mereka hingga akhirnya bisa bersama, Rega yang tanpa sadar memiliki perasaan khusus pada anak di bawah umur itu (Ella masih pakek seragam putih abu-abu) yang harus berjuang mendapatkan perhatian dengan berbagai macam cara dan upaya yang sedikit menggelikan. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan hati dan cinta cewek tengil yang awalnya nyebelin banget itu tapi lama-lama jadi kebiasaan yang bikin Rega jadi nyaman dan gak bisa berpaling dari Ella. Sifat dan kebiasaan Ella yang sedikit demi sedikit bikin Rega mengalihkan pandangan matanya, memperhatikan dengan hati dan perasaan sebagai sosok wanita luar biasa yang langka ia temui di luar sana dan membuatnya harus menjadikan Ella sebagai miliknya bagaimana pun. Bagi Rega, Ella itu berlian di tengah kaca swaroski yang memiliki kemilau. Walau terlihat sama namun kilaunya sangat berbeda dan bikin siapa pun yang melihatnya langsung jatuh hati dan menginginkannya dan itu pun yang Rega alami saat menyadari berlian tersebut. Rega menyentuh bagian perut Ella dan mengelusnya lembut, calon anak mereka sedang berjuang di dalam sana untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Dua janin itu adalah pemenang dari ribuan pesaing mereka yang telah gagal sebelum masuk ke dalam rahim, Rega akan melakukan apa pun demi melindungi dan memastikan mereka lahir selamat ke dunia tanpa satu kekurangan pun. Perut datar itu memberikan efek emosional yang sangat luar biasa, hanya dengan mengelusnya saja memberikan reaksi yang tak bisa di bandingkan dengan apa pun, sensasi bahagia langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Rega merasa menjadi laki-laki paling beruntung karena mendapatkan istri yang tak hanya cantik wajah tapi juga cantik hatinya dan kini di dalam rahimnya ada dua calon buah hati mereka.


"Kita akan sama-sama berjuang untuk bersama." Katanya pelan, memberikan semangat untuknya dan anak mereka yang masih sangat kecil tersebut sebelum menutup mata dan ikut larut dalam kedamaian mimpi yang telah menyambut dan memeluknya untuk tertidur lelap.


******


"Abi..., Ella pakek baju mana?" Menenteng dua gaun selutut dengan tangan pendek beda model dan warna tersebut, bingung mau makek yang mana.


"Yang mana aja kamu cantik kok sayang...," Jawab Rega asal dengan mengenakan kemeja warna putih bersih.


Ella memonyongkan bibirnya, maunya itu suruh pilihkan mana yang bagusan malah jawabannya itu gak enak banget. "Kalo gitu Ella pakek lingerine aja. Kan yang mana aja bagus."


"Eits, jangan." Kata Rega cepat yang gak bakalan rela sampek kapan pun badan mulus istrinya di liat sama orang-orang. "Kalo yang itu khusus buat Abi aja pas makeknya." Berjalan ke arah Ella yang mukanya udah kesel itu, "Abi gak mau berbagi yang satu itu sama yang lain."


"Makanya pilihin." Menyodorkan buat di pilihin satu.


Rega mengambil gaun berwarna merah maroon itu dari tangan Ella, melepaskan hanger dan melemparnya sembarang (Hangernya sambil nangis jatuh di lantai karena habis manis sepah di buang😂), melepaskan baju mandi yang Ella pakai hingga hanya menyisakan baju dalamnya saja. Sadar Ga..., katanya sambil menelan ludah melihat pemandangan aduhai yang sangat menggoda di depannya, udah kayak gitu malah Ella nempel-nempel manja yang bikin Rega harus berjuang ekstra nahan naluri lelakinya yang siap terkam. Godaan terbesar buat Rega adalah sikap manja Ella yang langsung bikin kejang-kejang, kalo cewek di luaran sana gak bakal bikin kejang-kejang biar gak pakek baju sehelai pun. Beda sama Ella yang pakai baju lengkap asalkan deket dan nempel manja udah bikin lemes.


"Bi, mau di liat sampai kapan?" Sadar mata Rega arahnya kemana dan pasti otak mesumnya sedang bereaksi.


"Sampai kapan pun gak bakalan bosen memandang."


Ella menyikut perut Rega dengan tersenyum dan memeluknya, membenamkan kepalanya di dada Rega. "Ella sekarang sukanya di peluk sama pengennya sama Abi terus, mau Abi yang masakin, Abi yang nidurin, Abi yang nyuapin pokoknya Ella mau Abi ngurus Ella terus." Memejamkan matanya sambil nikmatin rasa nyaman dalam pelukan suaminya tersebut, beberapa hari ini Ella pengennya sama Rega terus.


"Iya sayang... Abi bakal ambil cuti buat ngurus bayi besar yang super manja ini." Membalas pelukan Ella dan mencium pucuk kepalanya, "Pakek bajunya dulu ya, Iman Abi bakalan jebol kalo kayak gini terus. Jangan cuma pakek celana dalam sama br* aja, pakai lapisan lagi." Mengelus bahu Ella dan gemes banget buat narik pengait kecil br*-nya, tangannya udah gatal-gatal plus kaku karena-nya.


"Gak mau..., Ella enak kayak gini. Lagian kan cuma ada Abi di sini." Mempererat pelukannya yang makin nempel aja.


Ya Tuhan..., tabahkan iman hambamu ini dari godaan surga dunia yang tersaji lengkap di depan mata.


Semenjak hamil Ella emang suka kayak gitu di rumah kalo lagi tiduran atau istirahat, cuek banget asalkan itu nyaman buat dia. Berbanding terbalik sama Rega yang kayak cacing kepanasan liat aksi heroik istrinya itu yang langsung bikin dia berubah jadii hulk. Rega menahan egonya buat nerkam Ella karena saat ini hamil muda, berjuang sekuat tenaga buat gak nyentuh istrinya itu tapi gimana pun perjuangan yang di lakuin kalo Ella-nya kayak gini ya gak bisa di pertahanin juga.


"Sayang," Ujarnya dengan suara berat, "Entar Abi khilaf kalo kamu nempelnya kayak cicak di tembok gini." Membentengi diri sendiri dan terus berusaha tetap sadar. Sadar Ga..., Istri lo sekarang lagi hamil muda.


"Biarin aja, kan dindingnya suami sendiri. Emang Abi mau Ella nempel dan cari dinding lainnya?"


Ya Tuhan..., Akh..., rasanya gue frustasi kalo kayak gini, udah gak bisa nahan lagi.


"Kalo Abi gak mau ya gak pa-pa...," Melepaskan pelukannya dengan wajah masam, "Di peluk istri sendiri aja gak mau!"


"Bukannya gak mau," Berjongkok di hadapan Ella dengan mengusap wajahnya frustasi, udah gak bisa nahan dan bentengnya jebol. "Abi itu kalo deket-deket istri Abi yang seksi ini bikin junior Abi langsung gemuk dan minta di dietin." Menarik pinggang Ella untuk duduk di pangkuannya, saat wajah mereka saling berhadapan udah deh lupa dan tingkat kesadarannya langsung turun drastis. Rega mengelus lembut bibir bawah Ella dengan ujung jari ibu jempolnya, "Abi udah gak kuat lagi...," Menggesek hidungnya pelan dan menciumi pipi Ella bertubi-tubi, "Apa lagi udah lama banget Abi nahan diri buat gak nyentuh kamu," Beralih ke leher istrinya tersebut dan mengecupnya lembut, "Jangan salahin Abi kalau kita bakal habisin waktu sesiangan ini di dalam kamar." Ujarnya dengan suara parau dan sorot mata yang telah berubah menjadi liar, menatap kebagian-bagian tubuh istrinya yang menjadi candu tak tertandingi oleh apa pun. "Maaf kalau Abi gak bisa nahan lagi." Katanya dengan mendaratkan ciuman di bibir Ella yang awalnya lembut dan lama kelamaan menjadi sebuah ciuman menuntut dan memabukkan serta menggoda. Rega duduk di atas karpet bulu lembut dengan satu tangan menopang badan Ella agar tetap nyaman berada di atas pangkuannya tersebut selama Rega beraksi dengan menjadi penjelajah profesional di badan Ella dengan menyentuh bagian-bagian yang menjadi favoritnya, bagaimana pun keinginan kuat yang Rega rasakan ia tetap berusaha melakukan dengan lemut karena tak ingin menyakiti anak mereka yang masih lemah itu. Ia melakukannya dengan sangat lembut, memperlakukan Ella layaknya sebuah keramik yang sangat rapuh dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi untuk tidak membuatnya retak sedikit pun.


********


Rega menggenggam tangan Ella, menatap dan merapikan anak rambut yang sedikit berantakan. Yun telah mengatur segalanya untuk hari ini, dimana Rega akan secara resmi mengumumkan status pernikahannya dan kehamilan Ella saat ini ke pada semua orang. Kehamilan Ella yang semakin hari akan semakin besar itu tak akan bisa ia tutupi lebih lama lagi, tak ingin menjadi fitnah dan konsumsi publik yang salah arti. Memandangi wajah cantik istrinya yang mengenakan gaun selutut berwarna putih dengan motif daun kecil berwarna hijau di padukan sepatu wedges berwarna putih dan riasan wajah ringan membuat Ella terlihat seperti anak SMA, cantik, mungil dan menggemaskan. Orang-orang yang melihat tak akan menyangka dengan tampilan polosnya itu serta ada janin di dalam rahimnya dan sebentar lagi mengantongi predikat dokter, Nyonya Rega itu terlihat sangat manis layaknya ABG putih abu-abu. Rasanya Rega gak rela membawa dan mengenalkan Ella pada khalayak ramai yang tentu saja semua sorot mata akan langsung tertuju padanya, jiwa prosesifnya melarang untuk melakukan ini tapi ia tak ada pilihan lain dan tak mungkin menunda lagi karena perut Ella akan semakin membesar.


"Kenapa Bi?" Tanya Ella heran liat dari tadi Rega ngeliatin dia gak henti-henti. " Sda yang aneh?"


"Rasanya Abi gak rela ngenalin kamu."


"Ye... Emang Ella jadi bacem apa seumur hidup?"


"Habis istri Abi yang bawel ini manis banget..., pasti banyak semut di luar sana yang ngeliat kamu."


"Tinggal di kasih obat anti semut bereskan Bi?"


"Ngawur kamu?" Memencet hidung Ella gemas.


"Ga, semua udah siap." Kata Yun memberikan kode, "Gue udah atur segalanya." Menepuk bahu Rega pelan.


"Makasih, setelah ini sebagai ucapan terimakasih gue bakal bilang sama nenek buat ngatur perjodohan lo."


Rega menggenggam tangan Ella dan menempatkan di belakangnya untuk melindungi Ella dari sorot lampu kamera yang mungkin akan membuatnya terkejut. Benar saja, berpuluh-puluh sorot kamera langsung mengarah ke arah mereka saat memasuki ruangan. Semua orang sangat menantikan kabar kali ini, bagaimana mungkin mereka melewatkan ahli waris keluarga berpengaruh itu secara langsung mengumumkan berita penting perihal kehidupan pribadinya yang selama ini tertutup rapat dan tak pernah tercium awak media sekali pun meski mereka telah bersusah payah mengorek semua informasi dari mana pun dan semuanya nihil. Akhir-akhir ini berita menghebohkan mencuat ke permukaan tentang seorang wanita yang tak tampak jelas masuk ke sebuah hotel bersama sang pangeran, tentu saja itu menjadi berita yang menghebohkan namun tak ada kemajuan lain setelahnya yang membuat semua menjadi penasaran.


Rega Adiyaksa Mahendra kini tengah duduk dengan seorang wanita muda yang sangat cantik dan manis, semua orang tampak terkejut karena dalam bayangan mereka semua sang pangeran akan menjatuhkan pilihan kepada wanita dewasa dengan tubuh seksi dan tinggi. Setidaknya seorang artis atau model berpenampilan seksi yang cocok bersanding dengannya, menyeimbangi aura kental dari Rega yang tak bisa di sembunyikan. Tapi kini di depan mereka gadis manis dengan perawakan sedang dan mungil itu duduk dengan tangan mereka saling terhubung satu sama lain, gadis manis yang mereka tafsir masih sangat muda di bandingkan umur Rega sendiri. Bahkan beberapa orang terang-terangan memperlihatkan keterkejutan mereka tanpa bisa menutup-nutupinya, selera tuan muda tajir itu ternyata daun muda yang masih sangat segar.


"Terimakasih untuk rekan-rekan media yang telah sudi meluangkan waktu kalian untuk menerima undangan dari kami dan hadir hari ini, seperti yang telah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu kami akan mengumumkan hal penting terkait foto-foto yang beredar luas di luar sana dan mengklarifikasinya sebelum menjadi sebuah berita negatif yang akan merugikan pihak yang terkait. Tuan Rega akan memberitahukan sesuatu yang sangat penting seperti yang telah saya katakan sebelumnya. " Semua orang tampak diam meresapi setiap kata yang keluar dari mulut sekertaris sekaligus kaki tangan Tuan muda tersebut, siapa lagi kalau bukan Yun yang semua orang tau bahwa dia adalah orang kedua yang memegang kendali besar atas perusahaan-perusahaan raksasa Tuannya.


"Selamat siang semua, terimakasih karena kalian semua telah hadir hari ini." Rega menggenggam tangan Ella semakin kuat, "Wanita yang ada di samping saya ini adalah Ella Alexa Johan, anak dari Johan Aditya."


Semua yang hadir tampak tercengang, ini kali pertama kemunculan anak pengusaha terkenal itu menampakkan dirinya setelah cukup lama menghilang. Terakhir kali saat masih kecil sebelum kecelakaan maut itu terjadi dan setelah itu semua akses mengenai keluarga Aditya tak terjamah oleh publik, tentu saja ini berita besar yang tak akan pernah mereka lewatkan begitu saja dan akan sangat menguntungkan media tempat mereka bekerja sebagai media resmi yang pertama kali bisa mendapatkan berita besar yang bakal manaikkan rating mereka. Masing-masing dengan cepat mengabadikan foto langka ini sebelum kehilangan momen dan acara di tutup.


"Saya membenarkan bahwa foto yang beredar itua adalah saya, dan foto-foto itu semuanya bukan rekayasa. Seseorang secara diam-diam mengambil foto kami saat menginap di hotel."


Suara ricuh tentu saja langsung menyambut pernyataan yang baru saja terlontar.


"Kami disini untuk membagikan berita bahagia, Saya Rega Adiyaksa Mahendra secara resmi telah menikahi Ella Alexa Johan empat tahun lalu. Alasan kami menyembunyikan pernikahan ini karena kami tak ingin mengganggu aktifitas istri saya yang masih berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi dan kami sepakat akan mengumumkan pernikahan kami saat istri saya telah menyelesaikan studinya. Saya menikahinya saat istri saya baru lulus Sekolah Menengah Atas, pernikahan kami murni atas dasar suka saling suka tanpa ada politik untuk kerja sama dua perusahaan terkait." Rega menatap Ella yang sejak tadi diam, "Saya yang pertama kali jatuh cinta pada wanita ini, saya yang pertama kali mengejar hingga akhirnya menerima lamaran saya." Mengecup punggung tangan Ella lembut dengan tatapan mata penuh kasih sayang yang membuat kaum hawa iri di buatnya. "Walau pun selisih umur kami cukup jauh namun itu bukan menjadi sebuah halangan untuk kami bersama."


Ella tersipu malu mendengar ungkapan cinta langsung Rega yang di saksikan oleh dunia, wajahnya terasa panas dan sekarang menjadi merah. Walau Ella udah biasa denger Rega ngomong kayak gitu ribuan kali, tapi rasanya beda saat dia mengatakannya di depan semua orang.


"Saat ini kami tengah menantikan kelahiran anak yang ada di dalam rahim istri saya dan tentu saja kelak akan menjadi penerus selanjutnya dari keluarga Mahendra." Rega tersenyum saat mengatakannya dan wajahnya terlihat sangat bahagia, "Love you my wife..." Bisiknya pelan di telinga Ella yang langsung membuat wajahnya merah merona.


Semua orang tampak terperangah di suguhkan adegan romantis nan menguras hati itu, Tuan Rega yang agung itu memandang dengan lembut dan penuh cinta wanitanya, memperlakukannya dengan sangat lembut dan tentu saja senyum yang tak pernah ia tunjukkan selama ini selalu menghiasi wajahnya. Semua orang tau dan kenal bagaimana karakter dingin seorang Rega saat bekerja, tak ada senyum yang seperti sekarang ini melainkan tatapan mata tajam serta wajah dingin yang selalu ia perlihatkan. Sungguh cinta membuat orang bisa berubah, merubah es kutub selatan menjadi musim semi yang sangat indah untuk di nikmati.


"Saya juga telah mengalihkan aset rumah sakit yang keluarga saya miliki menjadi hak milik penuh istri saya juga beberapa aset dan saham yang saya miliki telah berpindah tangan kepadanya."


Kali ini Ella mendongakkan kepala, terperangah tak percaya apa yang ia dengar dari mulut Rega. Bagaimana mungkin Rega bisa melakukan semua ini tanpa sepengetahuannya???


Mengambil keputusan besar dan sepenting ini tanpa meminta pendapat dan memberitahukannya terlebih dahulu. "Abi?"


Rega menggeleng pelan, mengisyaratkan tak ingin membahasnya sekarang dan di tempat ini.


"Terimakasih atas kedatangan kalian semua kali ini, saya telah menyiapkan sedikit oleh-oleh untuk setiap orang yang datang sebagai ucapan terimakasih dari saya karena kalian semua telah bersedia meluangkan waktu yang sangat berharga. Saya harap kerja sama dari kalian semua untuk tidak menyebarkan berita yang dapat merugikan kita semua." Ujarnya memberikan peringatan tegas secara halus sebelum beranjak meninggalkan tempat.


"Tuan Rega, tolong jelaskan bagaimana kalian bertemu?"


"Tuan berapa selisih umur anda?"


"Berapa usia kehamilan Nyoya saat ini?"


"Dimana Nyonya mengambil studinya?"


Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari semua orang yang hadir, begitu banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan namun tak ada kesempatan untuk itu setelah Rega beserta istrinya meninggalkan tempat tersebut di iringi sekertaris Yun setelah mengucapkan beberapa patah kalimat sebagai penutup dan perpisahan. Semua orang tampak belum puas.


*******


Hi mbak-mbak dan mas-mas yang cantik-cantik....


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu dan baca novel author, secara pribadi author sangat berterimakasih buat kalian semua...


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Rasanya seneng banget kalian masih nungguin Up dari author dan itu jadi semangat buat author mainin jari bikin rangkaian kata.


Jangan lupa Like sama Votenya biar authornya tambah semangat lagi buat berkarya.


Yang pada main tebak-tebakan ada apaan sih sama Rega???


Ada rahasia dan persekongkolan apa yang terjadi antara Willy dan Rega???


Jangankan kalian, author sendiri penasaran kok gimana entar kejadiannya.


Kadang author punya ide dadakan yang tiba-tiba aja muncul dengan sendirinya, tapi alur cerita kali ini udah author pikirin