
Bagus Ga, yang lo lakuin udah bener. Ngelamar cewek dengan romantis
Rega yang belum menggeser kepalanya itu memperhatikan setiap inci wajah Ella yang sangat dekat itu, bahkan hidung mereka masih terpaut. Ia tersenyum lembut, mungkin lebih lembut dari perman kapas.
Ciuman terpanjang yang Rega lakukan, jangan ditanya kabarnya saat ini. Jantungnya udah kayak mau pecah saking cepatnya berdetak, asli tu cowok gugup banget. Bukan karena jawaban yang bakal Ella berikan, tapi karena yang dia lakukan penuh keberanian buat pemula yang udah lanjut usia. Bahkan teman seusianya udah punya bontot, lah dia pacar aja gak punya apa lagi bontot. Keluarganya yang udah pada gerah bahkan mikir Rega punya kelainan itu mencoba berbagai macam cara dengan salah satunya mengatur perjodohan. Rega yang menjadi ahli waris tunggal itu sama sekali tak bergeming dan semua perjodohan itu gagal di karena alasan yang sama, ceweknya yang mundur teratur.
Ella yang dapat serangan mendadak tak terelakkan itu kaget banget, sampek ngerasa kalo itu mimpi. Bukan cuma berani tapi ini terbilang nekat, ciuman Rega yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman yang menuntut. Ia berusaha mendorong tubuh Rega untuk menolaknya, tak di sangka cowok itu menarik dan semakin memperdalam bukannya melepaskan.
Cuma pasrah, itu yang bisa Ella lakukan.
Lagian kekuatannya tak dapat menandingi kekuatan Rega, buktinya udah berontak tetap aja gak berhasil. Ella yang pasif karena ini pengalaman pertamannya bingung mau ngapain, kalo cewek lainnya nutup matanya (bayangin aja kalian sendiri sambil ngapain 😀) tapi yang di lakuin Ella malah merem melek, matanya menari kesana kemari. Detak jantung Rega yang keras banget itu terdengar jelas di telinga Ella saat itu yang udah kayak petasan tahun baru, tapi yang ini lebih beraturan.
Saat Rega melepaskannya Ella menatap cowok sak karepmu dewe itu dengan mendelik kesal, kalo udah sama Rega Ella selalu kecolongan. Sebel banget liat tampangnya yang cengar-cengir, senyam-senyum tanpa bersalah, bikin bibirnya jontor kayak di gigit lebah satu kampung.
Ella tersenyum simpul, bukan senang tapi jengkel banget. Ia mengangkat kedua tangan untuk menangkup wajah Rega, menatapnya lekat memberikan sihir yang tak dapat di mengerti para jomblo.
Rega yang gak nyangka dengan tindakan cewek berisik itu terlonjak, kayak ada sengatan listrik pada setiap jari jemari Ella yang menyentuh wajahnya. Baru pertama kalinya ia memperbolehkan orang lain menyentuh wajahnya selain Raka, itu pun saat Raka melakukan pemeriksaan. Rega menatap wajah Ella yang terlihat sangat cerah, ibaratnya tu udah kayak di tempeli lampu ribuan watt jadi nya terang benderang apa lagi di tambah senyuman maut yang bikin Rega kehilangan oksigen buat kelangsungan hidupnya.
Ella mendekatkan kepalanya dengan senyuman yang masih sama tak kurang satu pun.
Rega yang udah gerah gak karuan, gugup udah gak tau mau ngapain alias mati gaya, udah kayak patung yang bedain cuma dianya nafas aja dan malah nahan nafasnya saking kaget, kagum, kagok dan entah apa lah itu bentuk ekspresinya pas Ella semakin deket.
kayaknya waktu berjalan lambat banget (kayak drama-drama yang bisa pemperlambat waktu).
JEDUK !!!
Ella membenturkan kepalanya ke kepala Rega dengan sekuat tenaga, bukannya kepala yang kena tapi hidung mancung Rega yang udah merah merona akibat benturan benda tumpul.
Rega yang gak nyangka itu cuma bengong kayak orang b*go yag hilang ingatannya.
Semuanya buyar deh bayangan-bayangan yang ia ciptakan sendiri, mengusap hidungnya yang sakit dengan tangannya dan matanya masih mengerjap belum sadar sepenuhnya.
"Rasain! Itu hukuman buat orang tua mesum!" Kata Ella ketus.
Senyumnya yang semanis madu tadi hilang seketika di gantikan dengan wajah jutek penuh kepuasan, puas banget bales kelakuan Rega yang sak karepmu dewe. Sampek tu hidung merah banget, pasti sakit.
Ella membanting keras pintu saat keluar, bikin Rhanty dan Yun yang tengah membahas pekerjaan terkejut di buatnya. Apa lagi Ella keluar dengan ngomel gak karuan, gak jelas ngomel apa.
Dua orang yang heran tu cuma bisa saling tukar pandang, tadi aja masuk dalam keadaan sweet banget dengan Rega menggendong Ella. Ni ceweknya keluar udah kayak singa lapar, ngomel-ngomel gak jelas.
"Nona? " Yun menghentikan langkah Ella, "Nona mau kemana?"
"Gue mau pulang, tu urus bos lo yang lagi perlu perlengkapan P3K."
Yun mengeryitkan keningnya, "Kenapa dengan Tuan Rega?"
"Liat aja sendiri, dasar orang tua mesum, br*ngsek." Umpatnya sebelum masuk ke dalam lift.
Rhanty yang bingung juga kagum melihat tindakan Ella yang bosnya klaim sebagai calon istrinya itu, berani mengumpat tanpa ada rasa takut sedikitpun di wajahnya. Bahkan saat marah masih terlihat cantik, pantas kalo bosnya itu menyukai wanita mungil yang punya seribu nyali tetsebut.
Yun langsung berdiri, melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga Ella pergi dengan marah.
Tok Tok Tok !
Yun menarik gagang pintu setelah mengetuknya, hanya ia yang punya ijin khusus memasuki ruang pribadi Rega dengan bebas. Pemandangan di depan mata bikin Yun dapat serangan jantung, Tuannya itu tersenyum miris dengan hidung berlumuran darah.
Apa yang Nona lakukan?
"Tuan?" Memecahkan keheningan dan menyadarkan bosnya yang menurutnya sangat aneh.
"Yun, kemana Ella?"
"Nona pulang dengan marah dan mengumpat, ada apa dengan kalian?" Yun tak bisa menutupi keheranannya melihat keadaan bosnya seperti itu. "Apa anda perlu penanganan pertama sebelum dokter Raka datang?"
Rega mengangguk dengan senyum yang tak hilang dari wajah tampannya.
Yun benar-benar bingung melihat tingkah laku bosnya itu, Ella membawa perubahan besar dalam hidupnya dan memberikan efek yang sangat mengerikan.