Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Couple Pink


Devi memenuhi janjinya untuk menjadi istri dan ibu yang baik, ia meninggalkan segala yang menjadi masa lalunya dengan kehidupan super glamournya dan kini menjadi istri yang sederhana dengan segala urusan rumah yang menjadi kesehariannya.


Devi yang dulu tak pernah menapakkan kakinya di dapur, memotong dan menyalakan kompor untuk memenuhi perutnya yang lapar.


Berbeda dengan Devi yang sekarang, yang setiap hari berteman dengan kompor dan penggorengan. Dulu, ia hanya perduli dengan penampilannya. Bagaimana merawat dirinya sendiri yang tak rela menjadi semakin tua dan menjaga bentuk tubuhnya hingga sedemikian rupa dengan berbagai macam perawatan mahal demi menunjang penampilannya.


Tubuhnya kini sedikit berisi dan terlihat sangat bugar meski tanpa perawatan mahal, olahraga yang Devi lakukan saat mengurus rumah menjadikannya secara tak langsung membentuk otot-otot tubuhnya.


**********


Pagi ini, atas undangan Papanya Ella Rega ikut sarapan bersama keluarga itu. Duduk di tengah-tengah keluarga ini membuat Rega merasa iri, mendapatkan kehidupan yang sempurna dalam keluarga hangat dan penuh kasih sayang satu sama lain. Rega merasakan bahwa keluarga yangbia inginkan ada pada keluarga Ella, sejak kematian Bunda semua berubah menjadi lebih berat.


Tak ada lagi kebahagiaan dalam keluarganya, bahkan Ayahnya melampiaskan kesedihannya dengan larut dalam pekerjaan yang tak ada habisnya.


Beruntung ada Bu Azhari, Ibu Yun yang merawatnya dengan penuh kasih sayang. Tak membedakan semua bentuk kasih sayang yang ia berikan pada anaknya sendiri hingga Rega bisa merasakan pelukan seorang Ibu walau tak dari Bundanya.


"Ih Papa .... Udah tua kayak gitu, bikin yang muda sakit mata," Ujar Ella melihat tingkah Papanya yang udah parah banget, lebih parah di bandingkan ABG alay.


"Sirik aja sama Papa .... Suka-suka Papa lah ...."


Ella yang sakit mata liat kelakuan Papanya yang dari tadi bersikap sweet sama istrinya itu, dan ternyata bener apa yang di katain orang kalo masa puber dua itu lebih parah di bandingkan puber pertama.


"Mom, malu sama umur...." Sonia menimpali, ngerasa agak malu liatnya. "Masak iya Mommy yang udah tua kayak gini sih? Sonia yang masih muda aja gak separah ini Mom..."


"Makanya cari cowok biar sama kayak Mommy dan Papa. Nungguin Willy kamu jadi perawan tua entar gak bisa kayak kami."


"Ya elah Mommy, biar perawan tua gak kayak kalian juga. Sumpah Sonia malu liat kalian kayak gitu, di dalam rumah aja malu apa lagi liat kalian sampek jalan keluar." Protesnya sama dua orang tua alay di depannya yang gak sadar sama umur mereka. Mungkin mudanya belum pernah ngelakuin hal ginian makanya tua balas dendam.


"Om, ngomong sesuatu dong!"


Rega bingung mau ngomong apaan, itu kan hak setiap orang asal gak ngerugiin orang lain. "Biarin aja asal mereka bahagia," bisiknya.


"Om ni nyebelin banget sih?"


Ella benar-benar gak habis pikir sama dua orang yang bisa di bilang lebih umur itu untuk bisa memilih dan memilah mana yang pantas dan gak pantas.


Tapi yang ada malah ngelakuin hal yang konyol banget di depan anak-anaknya, kalo di depan anaknya aja sih mendingan tapi ini malah ngomong mau keluar kayak gitu. Apa kata dunia kalo ngeliat kelakuan mereka yang udah bikin pusing.


Papa Johan dan Mommy Devi pake baju couple berwarna pink dengan aksesoris senada yang bikin sakit mata Kedua anaknya itu. Gak usah pink kenapa?


Terserah lah warna apaan buat baju Couple mereka, yang jelas biar lebih pantas aja sama umur mereka yamg udah gak muda lagi saat ini.


Gak tau ide siapa yang jelas terlihat sangat aneh, kalo yang makek masih muda sih gak masalah terlihat imut dan romantis banget.


Pasangan yang lagi jalan bareng pakek baju couple warna pink itu lumrah di kalangan anak muda. Lah ini udah pada punya anak yang gede-gede malah mau punya cucu. Pakek acara mau jalan sama setelan yang kayak gitu lagi, bukannya bakal diliat banyak orang diluar sana?


Apa gak malu?


"Papa.... Ganti baju dulu gih sana, ingat di umur dong Pa...?" Masih berusaha membujuk Papanya buat ganti kostum yang normal dan gak alay kayal gini lagi.


"Papa yang makek aja gak malu, ngapain kamu protes mulu? Kalo iri sama kami ajakin tu Rega pakek yang sama, kan biar asik kita berempat."


"Siapa yang iri? Liat aja mata Ella jadi sakit. Apa lagi makek gituan bisa-bisa badan Ella gatal-gatal Pa."


"Ada yang marah sayang?" Goda Johan melihat wajah Ella yang cemberut.


"Papa kamu masih ganteng kayak ABG jadi nasih cocok pakek ginian." Bela Devi yang udah jadi komplotan itu.


"Terserah kalian aja deh," Berdiri dan melihat kearah Rega yang dengan santainya menghabiskan makanan yang ada di piringnya tanpa merasa terganggu sama sekali. "Om mau tetap disini makan sambil liat Papa Ella yang alay itu atau ikut Ella keluar cari udara segar yang disini udah hampir punah?"


Rega yang hadir dalam situasi serba salah itu bingung mau ngapain. Yang terpenting saat ini cari posisi aman buat nyelametin telinganya dari ocehan Ella yang kunjung padam kalo udah berkobar.


"Sorry Om, bahaya kalo anak Om ngamuk telinga aku bisa-bisa punya gangguan." Kata Rega setengah berbisik takut kedengaran Ella yang udah duluan ninggalin meja makan sambil ngomel-ngomel sambil jalan.


Sonia yang satu pendapat sama Ella memilih meninggalkan meja makan yang bikin matanya ikutan sakit. Masih belum bisa mencerna apa maunya dua orang tua yang balik lagi kayak cabe-cabean itu. Dengan pedenya pakek setelan pink dari ujung kaki sampek ujung kepala beserta asesorisnya yang warnanya pink pula.