Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Jomblo Ngenes


"Tante, kata Mommy Alex gak boleh banyak-banyak beli cemilan gini. Nanti Mommy malah sama Alex." Katanya polos saat melihat begitu banyak makanan di dalam keranjang yang Tantenya bawa itu karena selama ini Mommy-nya gak pernah beliin jajan sebanyak gitu jadi berasa bingung, takut dan seneng tu anak.


"Enggak sayang... Mommy Alex gak bakal marah kok." Memasukkan beberapa mainan dan makanan lagi ke dalam keranjang, bukan cumabuat Alex tu jajanan tapi buat Ella sendiri makanya banyak banget. Walau pun sebutannya mini market, tapi mini market yang ada di depan komplek perumahannya itu menjual berbagai macam barang dengan sangat lengkap. Dari bahan baku makanan, bahan mentah, buah-buahan dan sayuran segar, pakaian, keperluan bayi dan sebagainya. Rasanya sesenang ini belanja untuk anak kecil dan Ella udah gak sabar buat ngelakuinnya nanti saat anak-anaknya telah lahir... Benar beberapa hari yang lalu ia USG tanpa di temani Rega dan akan memberi tahukan nanti setelah acara malam karena ingin semua orang mengetahuinya sebagi kejutan yang ia persiapkan, kejutan balasan atas apa yang telah orang-orang yang menyayanginya hari ini. Senangnya ada Alex, ngambil sebanyak apa pun orang bakal ngira buat yang kecil tapi gak tau nya buat yang gede. 😅


"Kata Mommy uang Mommy sedikit jadi Alex gak boleh jajan banyak-banyak." Mengingat apa yang selalu Mommy-nya katakan saat ia minta belikan sesuatu yang banyak.


"Hari ini semua Tante yang belikan, uang Uncle Willy banyak sekali... Alex bisa beli apa pun yang Alex mau hari ini. Benarkan Uncle Willy?" Katanya menatap Willy dan mengedipkan mata, kehidupan glamour Sonya telah berakhir dan di gantikan dengan kehidupan yang sederhana namun bagi Ella terlihat lebih baik dari Sonya yang dahulu. Perbedaannya memang sangat terlihat antara Sonya yang dulu saat baru menjadi saudara tirinya dengan Sonya yang sekarang menjadi seorang Ibu yang lemah lembut dan ketularan hematnya kayak dia.


"Tentu saja, uang Uncle itu banyak jadi Alex bisa beli semua yang Alex mau hari ini." Kata Willy membenarkan apa Yang Ella katakan.


"Telimakasih Uncle Willy...," Alex mencium pipi orang yang menggendongnya itu sebagai rasa terimakasih yang bisa ia lakukan sebagai balasan.


Willy memandang wajah berseri Ella, sekarang badan Ella lebih berisi di bandingkan terakhir kali mereka bertemu. Setelah memutuskan untuk melepas dan melupakan Ella, Willy memutus semua komunikasi dengan cewek mungil yang menggemaskan itu. Bukan hanya memutuskan komunikasi, Willy juga berusaha berhubungan dengan beberapa wanita yang menurutnya bisa menjadi salah satu jalan untuk melupakannua dan semua itu salah besar. Rasa yang telah tumbuh sejak pertama kali mereka bertemu itu tak mudah untuk Willy lupakan begitu saja bahkan perjuangan yang luar biasa lun tak bisa mengalahkan rasa yang semakin hari semakin menjadi besar itu. Sungguh terasa menyiksa saat melalui beberapa tahun dengan tekad yang kuat namun terkalahkan dengan hati yang tak kalah kuat, Willy tak bisa melupakan Ella dan memilih untuk membiarkan rasa itu hilang dengan sendirinya dengan seiring berjalannya waktu yang akan menghapusnya. Sungguh sangat melelahkan mencintai dengan sepenuh hati tanpa bisa memiliki.


"Uncle?"


Panggilan Alex membuyarkan lamunan Willy, memalingkan wajahnya ke arah wajah imut nan menggemaskan Alex. "Iya?"


"Boleh Alex beli buat adik Alex dalam pelut Mommy?" Menunjuk deretan kereta bayi. "Alex janji gak beli yang lain." Katanya lagi.


Ini lah yang tak bisa Willy tolak, tatapan mata tak berdosa menatapnya dengan senyum penuh harap. Willy menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang Alex inginkan, anak sekecil ini sudah mengerti tentanh arti berbagi dan memberi dengan mengesampingkan keinginannya.


"Hole...," Katanya bersorak kesukaan saat apa yang ia inginkan di penuhi, "Kata Mommy adik Alex pelempuan jadi Alex mau walna pink." Menunjuk kereta bayi berwarna pink dengan sangat antusis.


Ya Tuhan..., gemes banget liat Alex..., selucu ini kalo lagi ngomong, apa lagi wajahnya itu loh... imut banget..., Ella menahan tangannya biar gak mencubit pipi Alex saking gemesnya, kalo di cubit dan di uyel-uyel bakalan nangis anak orang. Sabar La..., entar kalo anak lo lahir mau lo uyel-uyel sambil di giles-giles manja juga gak pa-pa... Bayangin aja bikin Ella ketawa-ketiwi sendiri.


"Lo cengengesan kenapa sih La?" Kata Willy yang dari tadi liatin Ella senyam-senyum dan ketawa-ketiwi sendiri gak jelas, tapi bukan hal yang baru buat Willy yang udah kenal Ella dari orok itu liat kelakuan-kelakuan aneh yang gak jelas. Kirain udah nikah dan mau jadi emak-emak bakal ngerubah sikap Ella, gak taunya sama aja....


"Ha ha ha..., R A H A S I A." Katanya tertawa senang liat muka Willy yang langsung kumel karena kesel. "Tuh cepetan bayarin belanjaan Alex, kelamaan ninggalin tamu di rumah." Kata Ella lagi, habisnya liatin dia terus dari tadi dengan tatapan mata aneh bin ajaib yang gak enak banget aliaa bikin risih. "Jangan lupa belanjaan Ella juga." Menepuk keranjang belanjaannya yang penuh.


willy mengeluarkan kartu saktinya, membeli kereta bayi yang Alex minta dan beberapa makanan ringan yang Ella ambil. Kalo di liat lebih kelas itu bukan cemilan dan makanan buat anak kecil seumuran Alex dan Willy takin banget semua cuma modus Ella doang. Mengatas namakan Alex padahal dia sendiri yang mau makan semua cemilan dalam keranjang yang penuh, badannya aja kecil tapi lambungnya udah saingan sama ikan paus. "Lo gak mau nambah lagi? Mumpung masih disini, gue gak mau balik ke sini lagi kalo udah balik ke rumah." Kata Willy mengingatkan, kebiasaan kalo pulang pasti ada aja yang ketinggalan buat di beli sama Ella dan minta buat balik lagi. Bahaya kalo penyakit Ella yang satu itu kumat, bakal bolak-balik gak karuan kayak setrikaan jalan.


"Anaknya umur berapa mbak?" Tanya kasir melihat ke arah anak kecil berambut pirang dan berwaran putih pucat itu, gemas banget liatnya saking lucunya. Mama sama Papa-nya bentuknya kayak gitu, jadi pantes aja lagi anaknya selucu dan menggemaskan banget. Cetakannya aja super, lah gue cetakan kelas ekonomi mau dapet anak gitu kan gak mungkin banget. Batinnya sambil meringis ngilu sadar diri.


"Baru umur tiga tahun mbak." Jawab Ella meletakkan keranjang di atas meja buat di itung.


"Seneng ya mbak punya anak umur segini, lagi lucu-lucunya. Mirip banget lagi sama papahnya...," Ujarnya yang mengira kalo pembeli di depannya itu sepasang suami istri yang lagi belanja bareng, udah biasa pasangan suami istri belanja bareng anak-anak mereka di tempat ini, "Pasti susah kalo dalam keadaan hamil sambil ngurus anak. Biasanya anak yang umurnya masih kecil lebih rewel kalo bakalan punya adik lagi." Bisa bilang gitu karena pengalaman pribadi.


Ella menatap Willy, oke lah tentang kehamilannya yang emang udah agak keliatan secara kasat mata jadi orang dengan mudahnya nebak kalo dia lagi hamil saat ini. Gak mungkin kan orang bilang badan kecil dan perut besar gara-gara cacingan??? Tapi maksudnya ngurus anak sambil itu loh yang berasa janggal di telinga Ella, di kira Alex itu anaknya sama mbak-mbak penjaga kasir. Hua..., kalo anak gue seumuran Alex trus hamil lagi bakalan bikin kepala gue puyeng beneran...


"Masnya juga, harus ekstra sabar ngadepin istrinya yang lagi hamil. Moodnya naik turun gak bisa di kontrol." Tambahnya sambil masukin satu persatu barang belanjaan ke dalam kantong plastik.


Cuma bisa senyum dan dalam hati menangis miris, pengen banget teriak Ini bini orang ouy... Yang gue gendong juga anak orang... Gue lajang... Jomblo ngenes cuy.... Gak bisa nyalahin orang juga sih kalo mikir kayak gitu, lagian tampilan visualnya pas banget sama apa yang mbak-mbak penjaga kasir bilang. Cewek hamil dan cowok yang lagi gendong anak, gak salah kalo di bilang kayak gitu. Salahnya itu cuma keadaan yang gak tepat, aminkan aja lah apa yang di katain orang. Lagian kata orang doa orang yang teraniaya bakal di kabulkan oleh Tuhan. 🤣🤣🤣🤣 (Maksa banget ini ceritanya di aniaya dulu baru di kabulin doanya).


*******


Hi mbak-mbak dan mas-mas yang cantik-cantik....


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu dan baca novel author, secara pribadi author sangat berterimakasih buat kalian semua...


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Rasanya seneng banget kalian masih nungguin Up dari author dan itu jadi semangat buat author mainin jari bikin rangkaian kata.


Jangan lupa Like sama Votenya biar authornya tambah semangat lagi buat berkarya.


Sabar ya..., kita kelarin dulu tokoh-tokoh antagonisnya yach..., kita bikin insaf satu persatu biar happy ending dan no pelakor. (Author gak suka gitu cerita yang ada pelakornya), 😅 Sorry kalo gak sesuai yang kalian harap, tapi serius loh gak suka kalo ada pelakor. Kalo udah kelar baru kita mulai season dua-nya tentang drama percintaan Yun yang kacau balau karena campur tangan nenek.


Di rumah aja ya guys..., jangan lupa menerapkan gaya hidup bersih dan sehat di manapun dan kapan pun karena kalo bukan kita sendiri siapa lagi yang bisa membatasi dan memutus rantai wabah yang lagi nge-hits di seluruh dunia ini. Jadikan rumahku sebagai surgaku biar anak-anak pada betah di rumah ya Bunda-bunda... Di sini lah peran Bunda yang ke pakek banget, buat jadikan rumah tempat yang nyaman dan aman dengan di bantu suami-suami hebat juga.