Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Om Willy


"Kak?" Ella menghentikan langkah kaki Willy yang akan meninggalkannya, ada yang berbeda dari Willy hari ini tak seperti biasanya saat mereka bertemu, walau bibirnya selalu tersenyum namun Ella merasa sangat sedih saat melihatnya. Hatinya terasa sakit, entah perasaan apa yang di rasakannya saat ini ketika melihat wajah Willy dan saat ia melangkahkan kaki hendak meninggalkan kamar


Willy yang gak ada persiapan itu hampir terjatuh saat Ella memeluknya tiba-tiba, tangannya erat memeluk pinggang Willy dengan erat dan membenamkann wajahnya di dada Willy. "Hei..., kenapa?" Mengangkat wajah Ella yang tadi bersembunyi untuk melihatnya secara langsung, mata gadis kecilnya itu kini berkaca-kaca saat mata mereka saling beradu beradu. Rasanya berat sekali untuknya melepaskan Ella setelah apa yang mereka lalui bersama sejak kecil, terlalu banyak kenangan manis yang tertanam di hatinya.


"Gak tau, rasanya Kak Willy bakalan ninggalin Ella." Katanya mengakui apa yang ia rasakan di dalam hatinya, merasa sesak saat memikirkan Willy akan meninggalkannya. Mungkin karena Ella yang terbiasa dan tergantung padanya yang membuatnya mellow saat ini.


"Bukannya kamu yang ninggalin Kakak dulu buat nikah? Udah, jangan mewek entar jelek kayak zombie kalo make up kamu luntur." Katanya tertawa kecil menghibur Ella yang udah mau banjir, "Selamanya Kakak bakal tetap ada buat Kamu. Jangan terbawa suasana..., Kayaknya keluarga Rega udah datang. Kakak keluar dulu buat menyapa mereka, kamu tunggu disini sampai Sonia menjemputmu. Jangan lakukan hal konyol yang mempermalukan keluarga kita." Katanya memperingatkan, Willy sangat hapal dan tahu betul karakter Ella yang kadang-kadang bersikap sembrono dan teledor.


Ella mengangguk dengan tersenyum, ia menarik kerah baju Willy untuk menunduk dan menghadiahkan ciuman kecil di pipinya sebagai tanda terimakasih karena selama ini menjaganya. "Terimakasih, Ella sayang Kak Willy." Katanya tulus.


Tanpa sadar Willy mengusap bekas pipinya yang Ella cium dengan tangannya, ciuman itu ia anggap sebagi ciuman terakhir yang akan ia ingat dan simpan, "Miss U princes." Katanya membalas dengan mencium kening Ella lembut.


*********


Arak-arakan mobil keluarga Rega memasuki halaman rumah Ella yang disambut oleh Johan selaku tuan rumah, senyum sumringah dan bahagia tampak menghiasi wajahnya saat menyambut tamu yang telah ia nantikan dan harapkan kedatangannya. Dua orang sahabat yang telah lama terpisah itu kini mereka bertemu kembali setelah sekian lama tanpa kabar.


Mahendra membalas pelukan Johan dengan suka cita, sudah sangat lama mereka tak bertemu dan pertemuan kali ini akan banyak cerita yang akan mereka bagikan.


"Kamu kelihatan lebih tua Jo saat terakhir kali kita bertemu?" Katanya dengan tawa khasnya.


"Kau kira dirimu masih semuda dulu?" Balasnya.


Devi yang menemani suaminya itu hanya memasang wajah dengan senyum sumringah, menyambut tamu agung yang tak lama lagi akan menjadi keluarganya pula. Ternyata seperti ini rasanya memiliki keluarga besar, dulu saat pernikahan pertamanya tak ada kesan hangat yang ia terima dari keluarga suaminya. Bahkan ia di kucilkan dan sering kali tak di anggap dalam pertemuan keluarga, hanya bisa duduk diam dan menghela nafas panjang seperti pajangan. Pernikahan sepihak yang ia jalani itu tak memberikan banyak kenangan, Devi yang berasal dari masyarakat biasa menikah dengan laki-laki yang masih memiliki darah kerajaan. Kesenjangan kasta yang membuatnya menjadi tak di hargai, menurut mereka ia tak layak menjadi salah satu bagian keluarga agung itu. Karena cinta suaminya yang begitu kuat hingga mengalahkan semua pikiran buruk tersebut dan mengalahkannya. Namun masa-masa indah itu berakhir dengan lebih cepat karena maut memisahkan mereka, Devi harus menerima kenyataan bahwa tak ada pengakuan dari keluarga suaminya tentang status dan kedua anaknya. Ia memilih untuk meninggalkan negara tersebut dan memulai hidup baru bersama kedua anak kembarnya berbekal harta warisan yang sangat berlimpah hingga menjadikannya sosialita yang tak dapat di anggap remeh.


"Mahendra kenalkan ini Devi, istriku." Johan memperkenalkan Devi kepada Mahendra, karena selama ini Mahendra belum mengetahui status pernikahannya.


Mahendra mengerutkan alisnya, sejenak ia berpikir sebelum menyambut uluran tangan wanita cantik itu. "Mahendra," Katanya tersenyum ramah.


"Devi."


"Jo, sejak kapan kau punya istri lagi? Kenapa aku tak pernah mendengarnya?" Lebih baik Mahendra bertanya langsung di bandingkan harus menebak-nebak sendiri.


"Nanti aku akan ceritakan di dalam, lebih baik kita masuk." Katanya dengan mempersilahkan para tamunya untuk masuk.


Seperti yang putranya minta, Mahendra hanya membawa keluarga inti saja untuk lamaran kali ini. Karena tak ingin menimbulkan kecurigaan publik dan merahasiakan pernikahan putra tunggalnya itu. Mungkin nanti setelah Ella lulus maka ia akan mengadakan resepsi pernikahan secara besar-besaran dan terbuka untuk semua kalangan.


"Lo cari siapa?" Tanya Willy yang sudah ada di dekat Rega, ia memperhatikan sahabat yang akan menjadi keponakannya itu sejak pertama kali datang.


"Gue cari Ella." Katanya singkat tanpa basa basi.


"Ella masih dalam kamarnya. Lo mau naik?" Menunjuk balkon kamat Ella yang terlihat dari bawah.


"Gak lah, entar juga ketemu."


Willy mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat secara jantan, mengakui Rega yang akan menjadi bagian keluarganya. Walau bagaimana pun kebahagian Ella di atas segala-galanya dan tak ada yang dapat ia lakukan untuk merubahnya. "Selamat datang di keluarga kami, keluarga Aditya."


Rega menyambut uluran tangan itu dengan senyum sumringah, menarik tangannya dan memeluk teman semasa sekolahnya tersebut yang kini menjadi pamannya. "Teng's Om Willy."


Willy tertawa kecil mendengarnya, apa yang di katakan Rega emang gak salah kalo dia nikah sama Ella otomatis Willy yang adik dari Papanya Ella bakal jadi Om buat Rega.


"Gue gak kira kalo lo bakal jadi ponakan gue, seandainya gue tau dari dulu bakalan gue suruh lo kerjain pr gue. Jangan berani-berani sama gue, bakalan kualat lo entar."


"Enak aja..., lo kira gue babu lo? Iya, dunia kayakny sempit banget, gua aja gak bakalan nyangka kalo bakal jadi ponakan ipar lo. Orang tengil kayak lo gak bakalan kualat."


***********


Hi reader sekalian...


Masih setia nungguin Up nya nih?


Hari ini agak sedikit ya, soalnya author lagi ada kesibukan lain.


Jangan lupa like dan Votenya biar author tambah semangat lagi.


Makasih buat dukungan kalian selama ini, kalo gak ada dukungan gak mungkin author ada.


Jangan lupa buat menerapkan hidup sehat dimana pun dan kapan pun, stay at home dan lakukan hal-hal positif biar gak bosen buat ngisi waktu, buat memutus rantai virus yang lagi mewabah di seluruh dunia ini.