Cinderella Jaman NOW

Cinderella Jaman NOW
Agnes


Rania membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pindah tugas ke ruangan VVIP sesuai intruksi, tak banyak yang ia bawa karena kata senior sekaligus kepala perawat itu kamar khusus serta perlengkapan yang ia perlukan telah tersedia di sana. Siapa sih ni orang jadi gue harua jaga dua puluh empat jam sampai di sediain kamar segala? Pertanyaan itu yang selalu ada di benak Rania, selama ia kerja dan menjadi perawat baru kali ini ia mendapati satu lantai di borong hanya untuk perawatan satu orang saja.


"Kamu siapa?" Tanya seorang laki-laki bertubuh tegap dengan setelan jas lengkap yang berjaga di depan liff.


"Saya Rania, perawat yang akan bertugas di tempat ini." Katanya sopan dengan menunjukkan sebuah kartu dan kartu khusus kepasa salah seorang dari dua penjaga yang ada di depan liff, tadi sebelum ia berangkat ia di berikan kartu khusus sebagai tanda bukti bahwa Rania menjadi perawat di lantai tersebut dan akses untuk masuk. Awalnya Rania merasa sedikit bingung dan berpikir untuk apa kartu tersebut. Namun kini ia mengerti kalau tak sembarang orang yang dapat masuk dan menginjakkan kaki di sini, bahkan di depan liff udah ada penjaganya.


"Baik Nona, silahkan." Mengembalikan kartu tersebut dan mempersilahkan melanjutkan.


Rania menundukkan badannya sedikit untuk memberi hormat dan berjalan, baru beberapa langkah seseorang menghampirinya. Seorang laki-laki dengan baju jubah putih yang ia yakini dokter pribadi dari sang pasien, karena ia tak pernah melihat orang tersebut bertugas di rumah sakit ini.


"Halo Nona...?"


"Anda bisa memanggil saya Perawat Rania, anda sediri?" Mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.


Raka menerima uluran tangan perawat yang rumah sakit rekomendasikan tersebut, "Saya Raka. Dokter pribadi Tuan Rega." Katanya mengenalkan diri, image pertama yang di perlihatkan Rania itu sangatlah sopan. Tentu saja, pihak rumah sakit tak akan sembarangan menunjuk seseorang menjalani tugas penting seperti ini.


Oh... Jadi namanya Rega???


"Mohon kerja sama dan bimbingannya dokter Raka." Kata Rania sopan. Rania sudah terbiasa menangawani pasien VIP dan pasien khusus sehingga ia dengan mudah bisa menjalankan perannya, prinsip dasarnya adalah prilaku sopan dan ramah kepada setiap orang yang ia temui. Selalu tersenyum dan menjalankan tugasnya tanpa mengeluh dan cekatan, itu adalah kunci utama yang ia lakukan dan selama ini selalu sukses karenanya. Tak ada satu pun pasien atau keluarganya yang mengeluhkan bahkan ada beberapa yang secara khusus memintanya untuk menjadi perawat pribadi saat di luar jam kerja dan tentu saja itu menjadi keuntungan tersendiri untuk Rania karena mendapatkan upah yang sangat besar.


"Boleh saya meminta waktu anda sebentar?" Kata Raka lagi, mengingat wanita yang ada di depannya ini akan menjadi perawat khusus yang merawat Rega dan ia harus tau keadaan dan juga privasi yang akan ia jaga saat di dalam sana dan tentu saja tentang istri dan kehamilan Ella saat ini yang menjadi faktor penting yang gak bisa di kesampingkan gitu aja.


"Tentu saja, saya juga banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada anda mengenai pasien." Rania duduk di kursi yang ada dan meletakkan kotak berisi barang-barangnya.


"Baiklah, Tuan Rega mengidap penyakit yang bernama Multiple myeloma dan akan melakukan transplantasi sum-sum tulang belakang. Sebelum itu di lakukan akan menjalani beberapa prosedur dan di sini saya telah menuliskan secara lengkap tugas Nona sebagai perawat pribadi tuan Rega." Raka menyodorkan lembaran kertas yang telah ia susun dan jilid rapi di sana. "Selain itu, Anda juga harus tau bahwa kamar Anda tepat berada di samping tuan Rega dan hanya memiliki pembatas kaca. Anda dapat melihat ke dalam sana sebagai antisipasi dan memantau apa yang terjadi namun sebaliknya Tuan Rega atau pun orang yang berada di dalam sana tidak bisa melihat Anda."


Rania mengangguk, walaupun sangat ingin ia tahu siapa saudagar kaya itu namun ia mengurungkannnya. Sepanjang pengalamannya banyak pertanyaan seputar kehidupan pribadi sang pasien itu tak akan berakhir baik.


"Tuan Rega juga ingin apa yang terjadi mengenai penyakit yang ia derita tak pernah bocor, anda bisa memastikan itu bukan?"


"Tentu saja, saya akan menjaga rahasia pasien. Anda tidak usah khawatir tentang hal tersebut." Ujarnya yakin.


"Baiklah nona Rania, mohon kerjasamanya. Untuk sementara anda beristirahat di kamar anda. Kami telah menyediakan semua keperluan yang anda perlukan di dalam sana dan untuk sementara akan ada perawat lainnya berasal dari keluarga pasien yang merawat tuan Rega. Anda bisa mempelajari catatan medis tentang riwayat penyakit pasien serta hal-hal pribadi yang menyangkut pasien di sana dengan tenang." Kata Raka lagi, ia sengaja memberikan waktu sehari untuk perawat itu mempelajari semua tentang Rega agar tak ada kesalahan fatal karenanya. "Dan satu lagi, Tuan Rega sudah beristri dan saat ini tengah mengandung dua bayi kembar. Mungkin anda akan sedikit kerepotan menghadapi mood ibu hamil yang kadang naik turun jadi saya minta anda dapat memakluminya kalau nanti ada suatu kejadian yang di luar kendali." Raka berusaha menjelaskan keadaan Ella biar tu orang ngerti, lagian kalo gak gitu bakal kasian kalo tiba-tiba ngamuk atau moodnya jelek yang bisa nangis tanpa sebab. "Nama istri Tuan Rega adalah Ella, saat ini aeorang dokter muda. Letak kamarnya persis di samping kamar tuan Rega dengan hanya bersekat kaca seperti kamar Anda, jadi beliau dapat dengan mudah melihat ke dalam kamar perawatan."


Rania mengangguk mengerti, "Dokter, berapa usia kehamilan nyonya Ella saat ini dan apakah ini kehamilan pertamanya?"


"Memasuki usia delapan belas minggu dan ini adalah kehamilan pertamanya."


"Baiklah, saya akan berusaha sebaik mungkin dan semoga nyonya Ella bisa menerima saya tau bahkan bisa menjadikan dan menganggap saya sebagai temannya karena saya yakin saat ini nyonya Ella memerlukan seseorang untuk berbagi keluh kesah. Wanita hamil pada umumnya akan sedikit sulit mengendalikan emosinya apa lagi dalam keadaan seperti ini jadi saya minta dokter untuk menyediakan satu tempat tidur lagi di dalam rung perawatan tuang Rega."


Raka mengernyitkan alisnya, bingung mendengar permintaan Rania. "Untuk apa?"


Rasanya nyesek Raka dengernya, saat ini Anggun dalam keadaan hamil dan ia meninggalkannya sendiri di rumah demi tugas. Baik, gue harus pulang dan jemput Anggun buat tinggal di sini. Lagian gue bisa minta satu kamar atau nyewa apartemen buat kami tinggali asalkan gue bisa tiap hari liat dia.


"Baik, terimaksih nona Rania atas saran anda yang sangat luar biasa itu. Saya sama sekali tak pernah memikirkannya, apa yang pihak rumah sakit katakan bahwa anda adalah perawat terbaik yang mereka miliki ternyata benar dan tak berlebihan." Kata Raka tulus memberikan pujian, "Anda sangat memperhatikan hal-hal kecil dari pasien hingga sangat detail."


"Dokter jangan berlebihan, saya hanya menjalankan kewajiban saya dan saya ingin semua orang merasa nyaman saat berada disini."


*******


Sadar banget kalo cintanya bertepuk sebelah tangan dan emang di cuekin mentah-mentah gak bikin Agnes menyurutkan niatnya buat dapetin Rega, meski pun janur kuning udah melengkung dan dua buku nikah tercetak tetep aja buat Agnes maju terus pandang mundur. Apa lagi dapet kesempatan buat jadi perawat pribadi Rega, wuih... Rasanya tuh udah seneng banget berasa dapat berlian saty gunung. Tanpa basa basi dan ba bi bu Agnes langsung setuju, selama ini ia pura-pura tobat dan melupakan Rwga biar orang-orang gak tau kalau ia masih menyimpan perasaan pada laki-laki yang menjadi cinta pertamanya tersebut dan dengan datangnya kesempatan ini bikin Agnes dengan mudah menjalankan misinya. Misi mendapatkan perhatian dan kasih sayang Rega kembali yang telah di rebut gadis bau kencur itu. Ingat itu semua bikin Agnes geram, masak anak di bawah umur yang gak berbodi dan gak ada seksi-seksinya, tampang pas-pasan bisa dapetin hati Rega dengan sangat-sangat mudah? Tentu aja Agnes gak terima. Sejak kecil ia terbiasa bermanja-manja di tangan Rega, mendapatkan perlakuan istimewa cowo ktersebut dan bahkan melakukan berbagai macam cara untuk menggagalkan semua rencana perjodohan yang Nenek lakukan tapi usaha kerasnya itu orang lain yang menikmati dan menyandang gelar sebagai nyonya Rega.


Bak gayung bersambut, Raka datang ke rumahnya dan meminta untuk merawat Rega selama beberapa hari. Awalnya Agnes merasa terkejut tentang kondisi Rega yang sebenarnya, tak pernah menyangka bahwa laki-laki itu sakit. Atau lebih tepatnya bisa sakit dan bahkan sakit separah ini tanpa ada anggota keluarga yang mengetahuinya, Raka berpendapat bahwa Agnes menjdi orang yang tepat untuk menjadi perawat pribadi Rega mengingat mereka masih memiliki ikatan darah dan tak mungkin akan membocorkan keadaan Rega ke luar sana yang pastinya akan membuat semua orang gempar. Tentu saja, dengan senang hati Agnes menerimanya dan menganggap sebagai kesempatan kedua untuk mendapatkan hati sang pujaan hati. Mengenai hal-hal yang lain Agnes tak ambil pusing dan menyetujuinya, bagaimana pun ia tau bahwa Rega memiliki Yun yang dengan mudah menghancurkan orang yang telah mengusik dan membuat kerugian untuk Rega. Agnes tau persis bahwa ia tidak akan melakulan hal-hal yang dapat merugikannya dan kedua orang tuanya tersebut.


Semangat 45 Agnes berangkat, sebenarnya Raka memilihnya bukan tanpa alasan karena Agnes memiliki basic di kesehatan sebagai seorang perawat dan bekerja di salah satu rumah sakit ternama di kota dengan predikat perawat terbaik. Cewek itu bertekad buat merawat Rega bukan hanya jiwanya tapi beserta raganya, kali aja akan Rega berubah pikiran dan mempertimbangkan dirinya buat jadi istri ke dua. Ngarep buat jadi istri pertama gak bakalan karena Rega udah punya istri dan si*lnya lagi semua keluarga mendukung penuh dan sangat menyayanginya.


"Rega..." Agnes berlari menghambur ke dalam pelulan Rega yang terbaring di atas tempat tidur saat memperhatikan bahwa tak ada siapa pun di dalam sana, kesempatan buat nempel mumpung gak ada pawang singa sama Yun di sana. Kalo ada dua orabng itu mana mungkin lah Agnes bisa bermanja-manja dan menempel ria kayak gini.


Rega yang baru aja menjalani kemotheraphy pertamanya itu yang bikin ngantuk langsung kaget seseorang berteriak memanggil nama dan memeluknya, biasanya yang ngelakuin hal kayak gini itu siapa lagi kalo bukan Ella. Tanpa membuka mata Rega membalas pelukannya dan melingkarkan tangannya. Rasa kantuk yang kuat banget mengalahkan logika tu cowok buat bangun dan liat siapa di sana, lagian gak sembarang orang yang bisa masuk dan ini lagi cewek jadi langsung aja dia mikir kalo itu istrinya yang super manja selama kehamilan.


Mata Agnes melebar senang, Rega membalas pelukannya bahkan menariknya dan memeluknya erat.Tanpa banyak bicara Agnes menikmati pelukan yang udah lama banget di rindukannya tersebut, rasanya sangat nyaman dan hangat. Andai aja bia ngelakuin ini tiap hari pasti Agnes jadi cewek paling beruntung dan bahagia di dunia namun takdir tak berpihak kepadanya dan Agnes bertekad akan membuat takdir itu berbelok dan kembali padanya.


******


Hi Readers...


Makasih buat kalian semua yang udah setia nungguin up dan tetap baca novel dari author ini ya....


Kemarin itu gak bisa up karena sinyal di tempat author menguras kesabaran banget. Gak tau ada gangguan atau apaan tapi yang jelas susah banget dan hampir-hampir gak ada sinyal yang bikin author menahana napas sambil bilang di dalam hati kayak gini "Sabar... Sabar... Sabar... " Sambil bolak balik liatin hp kali aja jaringannya udah stabil. 🤣🤣🤣


Terimakasih atas dukungan dari kalian aemua ya...


Jangan lupa buat tinggalin jejak kalian berupa like, vote dan komentarnya biar author jadi tambah semangat lagi buat nulis dan berkar ya.


Jangan lupa mampir ke novel author yang satu, khususan edisi abang Yun yang ganteng buat dapetin jodohnya.


Makasih buat kalian semua....


lope lope deh....