
Seminggu itu udah rasanya kayak berabad-abad buat Rega yang gak ketemu sama Ella, moodnya berubah-ubah gak karuan kayak arah angin gara-garanya. Bawaannya uring-uringan sendiri, marah-marah gak jelas sama bawahannya atau sama siapa pun yang ia temui dan alasannya itu gak masuk akal bahkan terlihat di buat-buat. Gak ada yang berani buat ngomong saat Rega melewati mereka walau cuma sekedar menyapa, mereka lebih memilih untuk diam dan nundukin wajah mereka di bandingin mempertaruhkan pekerjaan mereka yang bisa setiap saat di pecat karena alasan yang mereka sendiri gak tau.
"Bos kita sekarang ngeri banget, salah sedikit aja langsung main pecat." Bisik Sumi saat di toilet, kalo gak di toilet mana berani dia ngomong kayak gini. "Tapi tetep masih ganeteng kayak biasanya."
"Hush, jaga tu mulut lo. Jangan sampai bos dengar, kalo gak tamat riwayat lo kayak si Nisa kemaren." Kata Ilin memperingatkan Sumi soal pemecatan Nisa yang masih hangat jadi trending topik di kantor.
"Kalo itu sih emang salah dia, udah tau bos garangnya kayak gitu masih berani ngerayu. Sok pede lagi ngomong sana-sini bakal jadi Nyonya besar dalam waktu dekat, padahal semua karyawan udah tau kalo bos udah punya calon yang cantik banget. Tapi yang namanya kepedean ya kayak gitu, sekarang senjata makan tuan kan? " Kata Rara sambil memoles bedak dan lipstik tadi habis cuci muka biar seger lagi.
Tiga wanita yang lagi ngerumpi di toilet itu mengangguk, emang Nisa yang salah makanya sampek di pecat. Siang bolong berani-beraninya ngerayu bos mereka yang lagi labil, jadi dapat akibatnya kan kalo kayak gini. Gak bisa nyalahi bos mereka juga mecat si Nisa, walau tu cewek cantik dan seksi tapi kadang otaknya gak bisa di pakek, pikirnya semua cowok bakalan bisa di dapetin dengan mudah karena punya wajah dan tubuh yang lebih di bandingkan teman lainnya. Buat masuk ke perusahaan dia udah ngeloby lewat bantal, untuk memuluskan kariernya tu cewek juga ngelakuin hal yang sama. Nisa mengira bisa melakukannya sama bos mereka yang jadi idola semua karyawan wanita itu, ternyata salah banget. Bukannya ngedapetin apa yang dia mau malah dapet surat pemecatan yang gak bisa di tawar-tawar walau memohon-mohon. Hampir semua cowok yang br*ngsek di perusahaan ini udah pernah mencicipi tubuh seksinya, rata-rata mereka melakukannya karena rayuan cewek tersebut untuk memuluskan kariernya.
"Setidaknya kita gak harus kerja sama orang yang gak punya skill, tu orang emang ngandalin badan mulu buat kepentingannya." Kata Ilin Geram, modal tampang sama badan aja malah dapat posisi yang agak lumayan. Dia aja yang kerja keras masih di bawahnya, mana kerjanya cuma bisa nyuruh orang lagi, gak ada kemampuan sama sekali.
"Iya, ganjennya gak ketulungan. Semua cowok mau di embat, rasain tu kena batunya sendiri." Sumi yang jengkel karena sering banget di suruh-suruh, cuma gak bisa ngapa-ngapain soalnya punya pendukung yang kuat di belakangnya.
"Sudah-sudah, mending kita balik lagi dari pada nasib kita kayak Nisa. Bos lagi dalam posisi labil yang gak bisa kebaca, jangan sampai kalian berdua nyusul Nisa. Cari kerja yang enak sama gajih yang besar tu susah sekarang." Rara memasukkan peralatan make upnya ke dalam tas kecil yang ia bawa. Soalnya kalo kelamaan entar malah dapat teguran, karena mood bos mereka dalam keadaan labil lebih baik cari aman di bandingkan harus menanggung resiko.
Toilet menjadi salah satu tempat aman buat mereka menggosip ria, tempat lain kayaknya gak bisa di andalkan. Soalnya gak mungkin bos mereka masuk toilet wanita dan nangkep basah anak buahnya.
*********
Setelah bertempur selama seminggu penuh dengan buku yang udah menjulang tinggi plus mendekam di dalam kamar akhirnya hari yang Ella nantikan tiba, hari penentuan buat masa depan dan cita-citanya yang selama ini ia impikan. Seminggu tanpa gangguan dan tentu aja Ella memblokir semua koneksi dengan Rega yang dalam seminggu ini keluar masuk rumahnya, kerjaannya cuma nongkrong sama Mang Udin kayak orang gak ada kerjaan padahal tu orang kerjaannya banyak banget. Ella tu liat aja Rega datang, cuma males buat nemuinnya. Kalo sekali aja di temuin pasti bakalan datang terus, yang gak di temui aja tiap haro absen di rumahnya.
Ternyata gak sesulit yang di bayangin, Ella ngerjain semua soal dengan cepat dan yakin kalo 95% jawabannya bener (semoga aja kayak gitu, karena biasanya harapan gak sesuai kenyataan). Waktu yang di sediakan juga masih tersisa separohnya, di gunakan Ella cuma buat duduk-duduk santai sambil ngeliatin peserta lain yang mukanya pada kusut semua, ada yang garuk-garuk kepala, cuma bengong doang, celingak-celinguk mau cari contekan dan masih banyak lagi kelakuan mereka yang pasti otaknya pada panas semua saat ini mikirin jawaban dari soal-soal. Bahkan yang paling ektrim ngitungin kancing bajunya buat di jadiin jawaban, ada-ada aja ritual mereka yang bikin senyum-senyum sendiri ngeliatnya.
"Sudah selesai?" Katanya dengan suara lembut.
Ella mendongakkan kepalanya dan gak sengaja mata mereka saling bertemu disana, Ella tersenyum manis sambil mengangguk pelan membalas senyum yang laki-laki itu berikan. "Iya Pak," Walau gak seganteng Rega tapi tu dokter yang lagi ngawas sumpah ganteng juga. Kalo mukanya Rega agak ke timur tengah jatuhnha kalo ni dokter mukanya ala-ala korea yang langsung bisa nyembungin orang katarak atau langsung nyembuhin pasiennya yang berobat tanpa minum obat.
"Gak mau dikoreksi lagi? Waktunya masih ada separoh lagi, gunain sebaik mungkin kali aja ada yang perlu di ganti jawabannya." Menunjuk jam tangannya untuk memastikan.
"Kayaknya enggak deh, itu aja udah cukup". Katanya cukup yakin dengan jawabannya kali ini. "Kalo udah selesai boleh keluar duluan kan?" Tanyanya lagi. Soalnya mau bikin kejutan buat Rega yang saat ini ada di kantor, Ella sengaja gak ada bilang kalo hari ini ujian karena tau Rega bakalan stand by nungguin dia.
Laki-laki yang di tafsir Ella umurnya gak berbeda jauh dari Rega itu mengangguk pelan, Ella meletakkan pensil dan kertas coretan di atas kertas, tersenyum manis sebelum meninggalkan ruang ujian dengan penuh percaya diri kalo jawabannya itu sangat memuaskan. Kerja keras itu gak bakalan menghiati, dan Ella udah ngelakuin itu.
Laki-laki blasteran Bali dan korea itu mencoba mendekati calon mahasiswi itu untuk melihat secara langsung, dan ternyata benar. Wajahnya yang polos sangat sempurna dimatanya, semua struktur wajahnya sangat sempurna disana-sini hingga menciptakan karya yang sangat luar biasa. Saat mata mereka beradu tanpa sengaja, ia melihat bola mata yang bening dan teduh membuatnya tersihir. Senyuman manis yang tersungging dari bibir merahnya yang alami tanpa polesan lipstik itu membuatnya terpana dan hanyut seketika, detak jantungnya berdetak dua kali lebih cepat di bandingkan biasanya, semakin lama ia melihat dan berada di dekatnya semakin besar keinginan untuk mendapatkan dan menjadikan wanita itu miliknya untuk selamanya. Perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya pada wanita-wanita yang pernah ia kencani dan ia temui.
Azhar mengakui bahwa ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis manis dan polos itu, selama ini kriterianya sangat tinggi. Ia selalu mengencani wanita dari dunia artis dan model yang tak di ragukan lagi kecantikan dan kemolekan tubuh mereka, dengan modal materi dan wajah tampannya serta profesi yang menjanjikan dengan mudah ia mendapatkan wanita yang ia inginkan tanpa banyak mengeluarkan rayuan untuk membuat makhluk hawa itu bertekuk lutut dan menyerahkan hati mereka dengan suka rela. Bahkan di antaranya da yang datang dengan sendirinya menawarkan cinta tanpa harus ia dapatkan dengan perjuangan.
Tangannya mengambil dan memperhatikan lembar jawaban calon mahasiswi tersebut, mengamati dengam teliti dan senyumnya mengembang dengan sempurna saat mengetahui bahwa hampir semuanya jawaban itu benar. Kini ia mengerti kenapa calon mahasiswi itu mengatakan tak ada yang perlu di koreksi lagi sebelum meninggalkannya, nilai yang ia dapatkan hampir sempurna dan Azhar yakin bahwa beberapa soal yang jawabannya salah ia sengaja untuk menutupinya mendapat nilai sempurna. Wajah cantik dan juga otak yang cemerlang, sungguh tipe ideal yang selama ini Azhar cari dan belum ia dapatkan.
"Ella Alexa Johan...," Gumamnya membaca nama tersebut dengan tersenyum penuh arti. Ia sangat menantikan tahun ini akan menjadi tahun yang menyenangkan di bandingkan tahun-tahun yang lalu dimana ia menemukan berlian yang belum terasah dan akan menjadikan berlian itu miliknya.
*********
dr. Rayvan Azhar Maulana, Sp. B
Cowok ganteng blasteran Bali dan Korea yang saat ini berumur 28 tahun, di usianya yang masih muda itu ia telah meraih gelar dokter spesialis bedah dan mengajar di sebuah Fakultas terkemuka karena kejeniusan otaknya yang tak di ragukan lagi. Mendapatkan nilai sempurna dalam kelulusannya membuatnya menjadi salah satu dokter berusia muda yang sukses. Jadwalnya sangat padat karena harus mengajar, bekerja di rumah sakit dan memiliki klinik pribadi membuat jalanan dan mobil adalah teman setianya setiap hari.
Darah Korea yang ibunya wariskan itu membuatnya memiliki wajah yang sangat tampan dan di sandingkan kepintarannya membuatnya nyaris sempurna dari segala sisi. Tak ada mata yang tak berpaling saat berpapasan dengan laki-laki berbadan kokoh yang memiliki tinggi badan 186cm, pembawaanya yang hangat dan bersahabat membuat semua orang merasa nyaman dan betah berlama-lama di dekatnya. Senyumnya yang manis mampu menyihir siapa pun yang melihat dan tak bisa melupakannya dengan mudah, dan itu semua yang membuat dokter ganteng ini menjadi dokter dengan bejibun pasien. Pasiennya dari berbagai kalangan, dari yang muda sampai yang tua dan semuanya mengidolakan dokter ganteng itu. Bahkan mereka mencuri kesempatan mendapatkan perhatiannya. Ada pula yang salah mengartikan perhatian murni seorang dokter dengan pasien dan mengartikannya sebagai perhatian dari hati ke hati.
Kehidupan cinta Azhar tak semulus kehidupan kariernya yang terus menanjak, dengan wajah gantengnya itu Azhar menjadi seorang playboy yang kerap bergonta ganti pasangan. Wanita yang ia kencani bukanlah wanita dari kalangam biasa, mereka rata-rata dari kalangan artis dan kalangan model. Umur hubungannya dengan wanita-wanita tersebut tak bertahan lama, hanya dalam hitungan minggu hingga ia merasa bosan dan meninggalkan teman kencannya begitu saja. Cowok dengan senyum malaikat ini merasa bosan dengan wanita yang sangat agresif, mereka mendekatinya karena wajah dan materi yang ia miliki. Dengan suka cita mereka menggandeng dan memperkenalkannya pada teman sosialita mereka sebagai pasangan mereka yang terlihat sempurna dari berbagai macam sisi yang pantas untuk di gandeng kemana-mana.
Azhar selalu bersikap lembut terhadap wanita-wanitanya hingga meninggalkan kesan yang baik saat mereka berpisah. Satu wanita hanya untuk satu kali menjalani hubungan, setelah mereka berpisah tak ada lagi kata untuk kembali.
*****
Hi readers sekalian, maksih buat kalian yang masih setia nungguin Up dari author.
Jangan lupa like dan votenya yach buat dukung author jadi lebih semangat lagi nulisnya.
Masih stay at home kan???
Lakuin hal-hal yang positif biar gak bosen di rumahnya, jaga daya tahan tubuh agar tetap fit, makan-makanan bergizi dan jangan lupa buat jaga kebersihan dimana pun berada. Sering-sering cuci tangan apa lagi kalo kalian pegang benda yang berasal dari luar rumah dan jangan lupa berdoa demi keselamatan diri sendiri, keluarga dan orang terkasih kita.