Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Aku menceraikanmu, Binar !


Hayy sambungannya nih... ini semua udah ada dioutline aku ya, jadi sabar yaa para readers kesayanganku..Papa Luky pasti akan bertemu dengan Alika❤️❤️...


yuk mari kita baca


🤗🤗🤗


***


Pakkk..


Hentakan telapak tangan begitu keras terdengar nyaring dimeja kerjanya. Kedua mata Papa Luky terbelalak hebat. Tatapannya begitu kaku dan emosi. "Saya sudah bayar mahal kalian, untuk menghabisi wanita itu! mengapa masalah kecil seperti ini saja tidak becus dikerjakan!" nada nya sangat tinggi mencekam ruangan. Kedua lelaki bayaran didepannya hanya bisa menunduk tidak mampu menatap dan membela diri.


"Pergi sekarang! lalu habisi secepatnya!"


"B-baik Pak!" jawaban kilat mencuat dari bibir dua lelaki itu yang sudah beranjak kabur untuk keluar dari ruangan ini.


Terlihat tangan kanan meremas dada bagian kiri Papa Luky yang mendadak jadi begitu nyeri. Menghempaskan tubuh nya yang sudah setengah abad begitu saja dikursi, nafasnya masih tersengal-sengal. Entah mengapa jika sakit itu datang, munculah wajah Alika terbayang dipandangannya.


"Gadis itu? saya jadi lebih sering mengingatnya, siapa sih dia? mengapa membuat saya begitu tertarik untuk bertemu lagi dengannya." tuturnya dalam hati.


Beberapa lama kemudian, terbuka lagi pintu kerjanya, terlihat langkah kaki seorang wanita masuk kedalam beserta kedua lelaki dibelakangnya.


Papa Luky yang tengah menenggak air minum ke dalam kerongkongan, seketika menjadi batuk dan tersedak ketika melihat Binara, Bilmar dan Rendi datang menghampirinya.


Papa Luky lalu berdiri ketika langkah Binara terhenti didepan mejanya. Papa dan anak ini saling menatap, kebencian yang dulu bertahta kini berganti dengan suatu kerinduan. Kedua kelopak mata mereka menggenang, sudah dipastikan ada cairan bening yang akan turun setelah ini. Sebuas apapun perangai seorang bapak ia akan luluh juga jika sudah melihati anak kandungnya.


Binara tetap menatap Papa Luky dengan sendu, garis senyuman dibibir Binar yang terangkat ragu-ragu kini sudah bisa melebar dengan pasti.


Tanpa menunggu lama, ia pun menghambur menghampiri Papa Luky dan memeluknya dengan erat, menjatuhkan kepalanya didada sang Papa. Mereka menangis bersamaan, saling merangkul dan mendekap.


Ini kah anak yang sudah ia renggut kebahagiaannya? ia nikahkan dengan lelaki yang tidak dicintai, hanya untuk melebarkan kekuasaan menjaga seluruh harta Artanegara.


Bilmar dan Rendi hanya bisa menatapi mereka yang saling melepas rindu dalam peluh. Papa Luky terus memeluk Binara dan menciumi pucuk rambutnya.


"Maafin Binar ya Pah" seuntai kata terucap dari Binar untuk membuka maksud kedatangan mereka saat ini.


"Kamu cantik sekali, Nak. Papa rindu Binar." Papa Luky melepas pelukannya dan terus melihati penampilan Binara saat ini.


"Kakak Ipar yang membantu Binar untuk berpenampilan seperti ini Pah, istrinya Kak Bilmar sangat cantik, Papa harus bertemu dengannya nanti." jawab Binara dengan senyuman menawan, sembari mengambil tissu, untuk menyeka air mata yang sudah mengalir di pipi lelaki paru baya ini.


Bilmar menghampiri Papa Luky untuk memeluk dan mencium tangannya, Papa Luky pun membalas dan mengusap bahunya.


"Oh iya Pa, ini Rendi!" Binara memperkenalkan Rendi kepada Papa Luky, ia pun mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Ayo duduklah, ada masalah apa sampai harus datang ke kantor? kenapa tidak datang kerumah?" suara tegas Luky mulai menciutkan jiwa mereka semua.


Bilmar yang sudah duduk ditengah-tengah Rendi dan Binara, tentu menjadi pusat pertanyaan dari Papa Luky yang saat ini tepat menatapanya. Bilmar menghela nafasnya dalam-dalam, menarik semua oksigen yang masih meraung bebas diudara. Ia menoleh sebentar ke arah Binara dan diringi anggukan oleh adiknya untuk segera memulai pembicaraan ini.


"Tujuan Bilmar dan semuanya datang kemari untuk menemui Papa adalah---"


Bilmar kembali diam, sedikit menundukkan kepalanya, keringat dingin terasa di akral kedua telapak tangan Bilmar sekarang.


"Bilmar sangat berterimakasih untuk segala perhatian Papa, untuk Bilmar dan Papa Bayu selama ini. Mencurahkan kasih sayang sama rata untuk Bilmar dan Binara. Yang kami tahu Papa adalah orang yang selalu ingin menjaga kami tanpa lelah, selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupan kami sampai sekarang. Tetapi--"


Binar mengelus bahu Bilmar untuk memberi semangat, seraya kode untuk meneruskan kembali ucapannya yang terhenti.


"Kami juga butuh bernafas dalam hidup yang sebenarnya Pah. Menjalani kehidupan rumah tangga bersama orang-orang yang kami cintai, menghasilkan banyak keturunan untuk pewaris Artanegara. Bilmar mencintai wanita pilihan sendiri begitu pun Binar mencintai lelaki yang saat ini sedang bersama kita."


Bilmar membawa arah mata Papa Luky untuk menatap wajah Rendi lebih dalam, hanya ada tatapan senyum getir muncul di raut wajah lelaki itu.


"Hari ini, Bilmar akan mengembalikan Binara kepada Papa, agar mengembalikan hak penjagaan sepenuhnya untuk Binara. Agar Binar secepatnya bisa menikah dengan Rendi."


Papa Luky hening sebentar, namun ia tidak memberikan wajah seram atau frustasi mendengar hal itu. Malah saat ini ia terlihat begitu tenang dan hanya menurut saja apa kemauan anak-anaknya saat ini. Ia harus bisa menyempurnakan drama yang kini tengah ia mainkan dibelakang Binara dan Bilmar.


"Bagaimana menurutmu Nak? apakah kamu setuju dengan ucapan Kakakmu?" tanya Papa Luky, sangat diluar bayangan Rendi bahwa tidak begitu susah untuk merayu Papa Luky yang hanya ia lihat dari luar nya saja.


"Iya Pah, Binar setuju dengan ucapan Kakak, ijinkan Binar menikah dengan Kak Rendi Pah." jawab Binar memohon dan merintih. Papa Luky menatap Rendi agak lama, tatapannya begitu hangat, membuat semua mata merasa kali ini Papa Luky sudah berubah menjadi raja penyelamat.


Bilmar pun mengubah posisi duduk dan kursinya untuk menatap lebih dekat Binara di hadapannya. Ia meraih tangan Binara untuk di genggam. Kedua bola mata mereka saling menyatu rapat-rapat. Iringan senyum mengalur begitu saja dikedua mata mereka.


"Mulai saat ini. Aku menceraikanmu, Binar!"


***


Terus beri aku semangat untuk Like,Vote, rate Komenan menggemaskan dari kalian yah😘😘