
Haii selamat pagi.
Selamat Week End
Selamat baca ya
🤗🤗
***
Flashback off, 2008
Terlihat Bilmar masih mengendarai motonya dengan raut wajah kesal tapi cemas. Ia terus menatapi angkot di depannya saat ini. Sesekali ia memberi klakson panjang agar angkot itu berhenti.
"Neng, gimana nih. Itu motor di belakang ngelaksonin terus!" Ucap Abang sopir.
"Abang tuh, badannya lebih gede masa takut sama dia! Udah jalan terus, jangan mau kalah!" Alika terus mengoceh, sesekali ia menoleh ke belakang, wajah Bilmar memang terlihat seram sekarang.
"ALIKA TURUN!!" seruan Bilmar di udara lepas, lelaki ini terus memaksa kekasihnya untuk turun segera dari angkot.
"TURUN SAYANG!!"
Alika yang masih setia duduk disamping sopir, hanya bisa menggerutu kesal dan emosi. Ia tetap tidak mau turun. Untunglah di kursi penumpang belakang angkot hanya ada dua orang penumpang, yaitu adik kelas mereka.
"...Itu bukannya Kakak pelatih basket yang lo sukain, Han??"
"Eh iya! Itu Kak bilmar. Wah! Ngapain tuh dia ngelaksonin angkot kita Deb? Mau jemput gue apa ya??"
Senda gurau mereka berdua dibelakang kursi penumpang membuat Alika menjadi jenga mendengarnya.
Baru saja ia ingin menoleh ke belakang untuk memarahi mereka namun seketika angkot menukik dengan tajam. Ban mobil terdengar berdecit bergesek dengan aspal.
Ada Bilmar dengan cepat menyalip dan mematikan motornya tepat di depan angkot. Ia pun dengan garangnya berjalan menghampiri abang angkot.
"Eh bang! Lo dari tadi nggak dengar bunyi klakson motor gue? Masih aja, jalan terus! Gue bakar juga nih angkot!!" Bilmar berdecak marah kepada abang sopir.
"Jangan salahin abang dong, nih tersangkanya---" Abang sopir menoleh ke arah Alika. "Si neng yang bilang jangan berhenti, Bang. Gitu!" jawabannya terbata-bata.
Tatapan Bilmar diputar untuk melihat Alika yang hanya diam menatap ke arah lain. Pemuda ini pun akhinya memutar langkahnya kembali untuk menghampiri Alika.
"Ayo turun, Al!"
Alika dengan cepat memalingkan wajahnya. Ia tidak mau menoleh ke arah Bilmar.
"Ayo turun! Aku yang akan antar kamu pulang!"
"ENGGAK!!"
"Benar Kamu nggak mau pulang sama aku? Ya udah mereka aja yang pulang sama aku ya?"
Lalu Bilmar kembali berjalan ke pintu penumpang belakang, seraya ingin menjemput adik kelasnya yang masih melongo melihati Alika dan Bilmar saat ini.
"Eh....eh! Iya, iya. Aku turun!" Alika dengan cepat meraih lengan Bilmar dari dalam pintu angkot agar ia tidak melanjutkan langkahnya.
"Bang nih ongkosnya--"
Alika pun turun dari angkot. Ia mengikuti langkah Bilmar untuk menaiki motor sport nya. Angkot pun kembali berjalan, terlihat dua adik kelasnya masih setia melihati Bilmar dan Alika di dalam kaca.
"Sini, tas kamu!"
Alika memberikan tas punggung miliknya yang berwarna pink. Bilmar pun meraihnya dan memakaianya didepan dada nya.
"Tas kamu ini berat, biar aku aja yang bawa!"
"Loh tas kamu kemana, Bil?"
"Sengaja aku simpan di kelas, nggak aku bawa pulang!"
"Loh, kok?"
"Udah ayo naik! Takutnya sebentar lagi hujan--"
"Hujan dari mana? Cuaca adem kayak gini kok!"
"Buruan, Al!!"
Alika dengan cepat menginjak pijakan motor untuk duduk dibelakang Bilmar.
"Kenapa kamu lepas jaket? Kan kita mau pulang--" tanya Alika saat melihat Bilmar melepas jaket nya.
"Nih, buat tutupin paha kamu. Aku nggak mau sepanjang jalan, banyak laki-laki yang
melihat paha kamu!"
Benar saja, karena saat ini Alika sedang memakai rok pendek, dan begitu saja agak tertarik sedikit ka atas, ketika sudah duduk diatas motor.
"Ya nih udah--" ujar Alika.
"Ayo, sekarang pegangan!"
"Ih malu lah! Nanti dilihatin orang, Bil!"
"Kamu tuh kecil, Al! Kalau kamu kebawa angin, bagaimana??"
"Isshh--" Alika menghentak bahu sang kekasih. Dengan malu-malu tapi mau akhirnya Alika memeluk perut Bilmar.
Bilmar menyeringai bahagia. "Nah ini alasannya kenapa aku nggak bawa tas, kan jadi nggak ada penghalang, jadi bisa di peluk sama kamu dengan erat, hahahaha!!" Gelak tawa Bilmar begitu saja mengembang di udara.
"Adeuhhhhh!! udah cepat jalan!"
"Siapp bosque--"
Setelah memakai helm dikepalanya, ia pun menyalahkan motor dan membawa diri mereka untuk berlalu.
Lalu
"Bil, ini tuh udah mau gelap! Masa dua jam di motor terus nggak sampai-sampai ke rumah!"
Alika berdecak karena hari sudah mau masuk Magrib. Ia pasti akan kena omel oleh orang tuanya. Apalagi Papa Syamsul sangat posesif, ia sayang sekali dengan Alika. Bilmar sengaja membawa Alika untuk berkeliling jalan sampai puas.
"Nanti Papa marahin aku, Bil!"
"Tapi aku masih rindu kamu, Al---" cicitnya sendu.
"Rindu ya?? Oh iya sih, soalnya tadi kan kamu abis suap-suapan lumpur ya sama si Kamel!!"
"Roti, Al! Masa lumpur sih. Kamu cemburu ya?" Bilmar meledek.
"Nggak tuh biasa aja!!"
"Masa sih??"
"Tau ah, kamu jahat sama aku--" cicit Alika sedih. Bilmar melambatkan lajuan motornya, ia pun mengelus tangan Alika yang masih memeluknya.
"Kita nggak berdua, Bil! Ada Yuni sama Lili juga disana--"
Bilmar menyelak. "Iya sama aja kan, ada dia nya juga disana. Aku nggak suka, dia itu juga ada hati sama kamu, Al!"
"Bil jangan gitu, Indra itu baik--"
"Pokoknya aku nggak suka, kamu dekat-dekat sama cowok selain aku! Kamu itu punya aku, Alika!"
Mereka tetap bercuap-cuap di sepanjang motor, selambat apapun motor itu melaju, tetap saja sampai di pergola perkampungan rumah Alika.
"Kenapa helmnya dibuka? Nanti ada yang lihat kamu!" bisik Alika, ia terus memperhatikan keadaan jalan agar tidak ada yang melihat mereka.
"Kenapa memangnya? Wajah aku kan ganteng Al, nggak jelek!"
"Ihh, bukan itu maksud aku--"
"Cium dong, Al! Bentar aja." Bilmar menunjuk pipi bagian kanannya. "Bil, jangan! Nanti ada yang lihat!!"
"Ya elah, Al. Udah sepi gini kayak kuburan, paling kucing yang bakal meong---" Bilmar berdecis geli.
"Ayo cepat Al, kamu mau turun nggak?"
Alika sudah tahu sifat Bilmar, ia tidak akan menyerah jika keingingannya belum dipenuhi.
Cup!
Alika dengan kecepakatan kilat mencium pipi Bilmar dari belakang. "Duh, malam mimpi indah nih--" Bilmar terus mengusap-usap pipinya.
Alika pun turun.
"Sini, tas aku!" Bilmar pun melepas tas Alika dari dada nya.
"Besok-besok mah di sini ya--" Bilmar menunjuk ke arah bibir Alika.
"Enggak akan!" decak kekasihnya.
Seketika itu tangannya dicekal ketika mau melangkah untuk meninggalkan Bilmar.
"Apa lagi??"
"Kamu nggak salim dulu sama aku, Al?"
"Kamu tuh pacar aku atau Bapak aku sih??"
"....Insya Allah, calon suami kamu. Al!"
Sontak mendengar kalimat itu membuat kedua mata Alika melebar dan pipinya menjadi merah merona.
"Cieh!! Biru mukanya---"
"Merah!!"
"Iya sayang, wajah kamu memerah..." Bilmar tersenyum puas sudah membuat Alika terbang ke awan.
"Ihh, kamuu tuhh---"
Bilmar pun meraih tangan Alika lalu di ciumnya " Cium ini dulu aja deh, nanti kalau aku pulang dari London, aku akan jemput kamu lagi, nikahin kamu--"
Langit biru yang gelap pun menjadi saksi akan percintaan mereka, nyatanya cinta tidak seindah itu untuk direngkuh bagi Bilmar dan Alika.
Flashback On, 2020
"SAYANG!!" Alika melambaikan tangan ke arah Bilmar.
Bilmar pun terbangun dari lamunannya, ia masih terus menatapi angkot-angkot yang sedang menepi didepan gerbang sekolahan mereka.
Ia masih saja tersenyum mengingat-ngigat kisah-kasih disekolah bersama mantan kekasih yang kini berhasil ia nikahi.
Bilmar akhirnya memutar langkah untuk menyusul Alika yang sedang mengobrol dengan penjaga sekolah.
"Iya Sayang---"
****
.
.
.
.
.
Nah kan aku jadi keinget sama masa-masa SMA🤪🤪ðŸ¤ðŸ¤. Semoga kalian juga ya, kenang aja yang manisnya...pahit nya mah jangan!!ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Haii para kesayanganku, makasi seluruh apreciatenya yaa..untuk kisah Gifali dan Maura sudah end ada di novel ku yang berjudul "Gifali dan Maura", disana mereka sudah dewasa y. ada tiga masalah besar yang akan aku ceritakan disana, boleh mampir untuk membacanya ya.
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali dan Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘