
Selamat siang..nih aku balik lagii❤️
***
Setelah perut mereka terasa kenyang, kali ini Bilmar membawa Alika ke pusat perbelanjaan untuk menemani sang istri membeli kebutuhannya. Ia ingin kembali memanjakan Alika saat ini.
Namun sepertinya selera mereka berdua berbanding terbalik. Bilmar terlebih dahulu membawa Alika ke tempat perbelanjaan kelas atas. Disetiap toko tidak memperlihatkan banyak pembeli, mungkin hanya satu atau dua orang saja. Karena barang-barang yang dijual pun harganya sangat tinggi fantastis.
Dan ketika semua toko sudah dimasuki, Alika tetap saja tidak jadi membeli apa-apa. Bukan karena tidak ada barang yang disukainya, melainkan ia merasa keberatan dengan harga dari barang-barang yang ia inginkan.
Sesekali Bilmar memaksakan kehendaknya untuk memilihkan baju dan langsung membawanya ke kasir, namun lagi-lagi keinginan itu dicegat oleh sang istri.
Alasan Alika hanya karna tidak selera dengan barang-barang yang ada di toko dan ia merasa risih ketika memilih-milih barang selalu diikuti oleh pelayan yang berpakaian berdasi lengkap.
Bilmar faham bukan itu sesungguhnya alasan Alika, ia hanya tidak ingin menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang dengan harga yang tidak masuk akal, walau memang kualitasnya sangat bagus.
"Aldi?" panggil Alika dan menolehkan wajahnya ke belakang melihati Aldi yang sedang menunduk melihati HP nya.
"Iya Mba?" jawab Aldi cepat, lalu ia berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Alika.
"Jangan bilang dia mau pindah pusat perbelanjaan lagi!" batin Aldi sebelum mendengar apa lagi yang akan diucapkan oleh Nyonya nya.
"Apakah disini ada pusat perbelanjaan tradisional?hmm..maksudnya..itu loh? hmm..." ucap Alika mencondongkan tubuhnya dan setengah berbisik kepada Aldi, ia merasa Bilmar tidak akan dengar walau mereka kini masih jalan bergandengan tangan.
"Yang murah-murah maksudnya Mba?" jawab Aldi cepat tanpa berfikir lagi. Ia sudah membaca gerak-gerik Alika semenjak tadi.
"Issh pelan kan suara kamu!" Alika setengah menoleh ke arah Bilmar, ia takut pembicaraan mereka terdengar. Sebenarnya lelaki itu mendengar jelas apa yang diucapkan oleh sang istri namun ia mau membiarkan dulu Alika berbuat dengan apa yang ia sukai.
"Iya betul, ada nggak?"
"..Ada Mba, berarti sekarang kita keluar ya dari sini?"
Alika mengangguk mantap. Aldi pun berlalu menyiapkan kendaraan mereka agar bisa terparkir di pintu lobby pusat perbelanjaan.
"Bil, kita ke tempat yang lain aja ya?"
Sudah empat kali Alika memohon seperti ini, karena ia merasa tidak cocok dengan pusat perbelanjaan yang dipilihkan oleh suaminya dan juga Aldi.
Untuk kali ini sepertinya Bilmar akan menyerah saja, yang penting Alika suka dan tetap percaya diri. Bilmar berjanji akan mengubah Alika dalam tahap demi tahap.
Dan betul saja wajah sang istri begitu berbinar ketika sudah tiba di pusat perbelanjaan La Vallee Village, meski banyak barang branded yang dijual namun harga nya masih masuk akal. Alika merasa sanggup untuk membeli dengan uangnya sendiri.
Aldi masih mengerutkan dahinya ketika Alika berhasil membeli beberapa baju dengan uangnya sendiri. Memang sebelum ini Alika menitipkan beberapa uang rupiah yang ia punya untuk ditukarkan terlebih dahulu kedalam Euro kepada Aldi. Aldi merasa cukup aneh dengan wanita ini, ia tidak menunggu Bilmar untuk menyelesaikan semua pembayaran itu. Bilmar terlihat masih sibuk berbicara di telepon dengan Pak Adit di Indonesia.
Setelah sudah selesai memutuskan pembicaraan di teleponnya, Bilmar kembali masuk kedalam toko dan sudah mendapati istrinya dengan membawa beberapa kantong belanjaan, entah apa yang dibelinya.
"Oh, sudah selesai?" tanya Bilmar menghampiri Alika lebih dekat. "Sudah Bil, ayo kita pulang!" Alika memberikan senyuman manisnya dan membawa tubuh Bilmar untuk pergi dari toko ini.
Bilmar menghentikan langkahnya cepat "Aku perasaan belum kasih uang ke kamu untuk bayar?" sontak langkah yang terhenti mendadak membuat Aldi jadi menabrak punggung Bilmar dari belakang.
Ketika hendak menjawab ucapan Bilmar, ada sesuatu yang menarik mata Alika dipojok sebelah kanan. Lagi-lagi baju untuk Maura, Alika pergi begitu saja meninggalkan suaminya yang masih bingung dalam pertanyaan yang ia ciptakan.
"Maaf Mas, semua ini sudah dibayar cash sama Mba Alika, sebelumnya beliau meminta saya untuk menukarkan uang Rupiahnya ke dalam Euro.
Bilmar terkejut dengan penjelasan Aldi, lalu berjalan menghampiri sang istri yang masih melihati baju anak perempuan dipatung.
Alika sedikit tercekat ketika membolak-balikan bandrol harganya. Ia merasa sepertinya uang Euro yang ia punya sudah hampir habis tidak mencukupi.
Belum sempat Bilmar membuka suaranya, dengan cepat tangannya diraih oleh Alika untuk segera meninggalkan toko ini. "Ayo kita pulang Bil, aku sudah lelah!"
Ketika hendak keluar dari pintu toko, seketika hujan turun dengan cepat, lama kelamaan semakin deras.
Bilmar tidak mungkin membawa Alika kembali pulang dengan motor.
"Nggak ah Bil, aku mau nya tetap sama kamu naik motor!" Alika menyandarkan kepalanya dibahu sang suami, sontak Bilmar membuka tangannya untuk merangkul Alika. "Liat tuh hujan deras sayang, aku takut kamu kehujanan dan basah kuyup. Nanti kamu sakit!" Bilmar mengecup pangkal rambut sanf istri.
Cipratan hujan yang turun pun sudah mulai mengenai baju mereka, Bilmar dan Alika tetap saling merangkul walau ditengah jejeran orang yang sedang menunggu hujan reda.
"Motor ditinggal saja Mas disini, biar nanti pihak hotel yang akan mengambilnya." Aldi memberikan ide agar Bilmar ikut saja dimobil mereka.
"Iya Bil, gitu aja ya?" Alika merasa Bilmar pasti setuju namun nyatanya tidak. Bilmar tetap akan membawa pulang motor itu kembali kedalam hotel. Ia harus bisa bertanggung jawab dan tidak mau menyusahkan orang lain.
"Bil..?" Alika merintih. Rasa kekanak-kanakan Alika muncul kembali. Ia seperti tidak mau berpisah sedetik saja dengan suaminya saat ini.
"Tapi dimobil ada dua jas hujan Mas."
Bilmar mendelikan matanya ke arah Aldi ketika ia berhasil membuat suasana semakin runyam.
"Tuh kan ada jas hujan dua Bil, aku tetap mau nya pulang sama kamu ya!" Alika menggeliat seperti anak bayi dilengan Bilmar.
Bilmar menggeleng, kini rasa kepemimpinan untuk tidak bisa dibantah sepertinya sudah terlihat. Ia tidak mau Alika kehujanan walau sudah pakai jas hujan.
Mobil hotel pun sudah berhenti didepan toko, menunggu mereka untuk masuk kedalam.
"Ayo sayang masuk lah!" Bilmar mendorong tubuh Alika agar masuk kedalam mobil. Alika sedikit berontak namun akhirnya ia masuk juga.
"Ini Mas." Aldi menyodorkan jas hujan kepada Bilmar.
Bilmar memakai cepat jas hujan tersebut agar bisa beriringan pulang dengan mobil hotel. Alika masih menatapi Bilmar dari dalam.
Bilmar membungkukkan tubuhnya menatap ke wajah sopir "Hati-hati dalam mengemudinya ya Pak, titip istri saya!" Bilmar melemparkan senyuman kepada Alika yang sedang duduk dibangku belakang. Alika masih mengerutkan wajahnya sedikit protes karna tidak menyetujui hal itu.
Kemudian mobil pun berjalan dan Bilmar mengiringi dari belakang dengan sepedah motor nya.
Alika terus menoleh ke belakang melihati Bilmar, ia tidak tega suaminya dirundung hujan sendirian. Ia sedikit menyesal dengan idenya untuk menggunakan motor ketika berangkat.
Lalu.
Bilmar yang sedari tadi menjalankan motornya dengan pelan bejarak lima meter dari depan harus cepat menekan rem ketika mobil yang ditumpangi Alika berhenti mendadak.
Bilmar pun mengerutkan dahinya dan menunggu sebentar, seraya berfikir ada apa dengan mobil itu.
Lalu kedua mata nya terbelalak melebar ketika melihat Alika turun sambil memegangi jas hujan berlari ke arah nya.
"Bilmar!" Alika berteriak ke arah suaminya.
"Masya Allah sayang!" Bilmar terkejut bukan main. Ia pun turun dari motor lalu menyambut pelukan Alika yang menerjang dirinya. Seketika baju Alika basah kuyup karna lari-larian dari mobil.
Bilmar hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap Alika yang keras akan batu seperti ini. "Aku mau nya naik motor sama kamu Bil!" ucap Alika masih berdiri didepan suaminya. Bilmar tidak begitu mendengarkan ucapan Alika, yang ia fokuskan saat ini hanya memakaikan jas hujan ke tubuh sang istri yang sudah hampir basah kuyup.
"Mereka romantis banget ya ditengah hujan kaya gini!"
Batin Aldi bergeming ketika melihati mereka dari balik spion kaca mobil.
***
Aku terharuu banget sama komenan positif kalian, dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗
Kaya biasa
Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.
thankyou❤️😘😘